Mystery

Mystery
Mimpi Buruk


__ADS_3

"Kenapa, apa kamu tidak menyukai tempat ini?"


"Tidak! tidak tahu kenapa aku tiba-tiba mengantuk," jawab Kimberly dengan mengucek matanya.


"Mari sini! tidurlah di kakiku!"


"Tidak mau! aku baru saja bangun jam 8 tadi!"


"Tidak apa-apa! istirahat sebentar! pejamkan saja matamu!" kata Demon yang menarik Kimberly tidur di kakinya.


Kimberly ketiduran selama beberapa menit. selama tidur Kimberly berkeringat sehingga membasahi wajahnya, dia memanggil nama suaminya tanpa berhenti.


"Demon...Demon...Demon..."


"Kimberly, aku di sini!" jawab Demon yang sedang membangunkan istrinya.


"Jangan meninggalkan aku! Demon...Demon..." panggil Kimberly yang dalam kondisi tidak sadar diri.


"Kimberly, aku ada di sini. bangunlah!"


"Jangan pergi! jangan pergi!" teriak Kimberly yang menangis tanpa dia sadari.


"Kimberly, kau hanya bermimpi, bangunlah!"


Kimberly menangis selama beberapa menit karena mengalami mimpi buruk dan sambil memanggil nama suaminya. Demon yang berulang kali membangunkan istrinya akan tetapi tidak berhasil. semakin lama semakin kuat tangisan istrinya yang tidak sadar itu. Demon lalu memeluk Kimberly sambil membangunkan istrinya.


"Kimberly, jangan takut! aku ada di sini!" ucap Demon yang sambil memeluk istrinya.


Sesaat kemudian Kimberly berhenti menangis dan membuka matanya, ia baru sadar dari mimpi buruk yang membuatnya ketakutan dan memanggil nama suaminya.


"Demon..."


"Kimberly, kau tidak apa- apa?" tanya Demon yang mengusap air mata istrinya.


"Aku bermimpi buruk," jawab Kimberly yang masih sedang merasa takut.


"Hanya mimpi buruk, jangan di anggap benar. jangan takut aku ada di sini!" bujuk Demon yang memeluk istrinya.


"Demon, tapi ini sangat menakutkan!" kata Kimberly di pelukan suaminya.


"Kimberly, katakan padaku apa mimpimu!"


"Aku bermimpi kamu terluka parah dan muntah darah terus, kemudian kamu tidak sadarkan diri lagi. aku memanggil mu tapi kamu tidak membuka matamu. aku sampai menangis," jawab Kimberly.


"Apakah ini adalah reaksi dari mutiara api yang ingin memberitahu sesuatu pada ku?" batin Demon.

__ADS_1


"Jangan takut! apa kamu lupa suamimu adalah iblis api. jadi, mana mungkin bisa terluka," kata Demon yang berusaha menenangkan istrinya.


"Tapi di dalam mimpi kamu sedang bertarung dengan iblis yang kuat, dia seperti memiliki kekuatan air. apa kamu memiliki musuh dari iblis air?" tanya Kimberly yang melepaskan pelukannya.


"Tidak ada, aku tidak mengenalnya!"jawab Demon dengan senyum dan memeluk istrinya lagi.


"Kekuatan air hanya dia iblis air, andaikan dia muncul maka ini adalah pertarungan ke dua kalinya," batin Demon.


"Jangan cemas ya! tidak akan terjadi apa-apa!"bujuk Demon yang sedang memeluk istrinya.


"Mimpinya sangat nyata dan menakutkan," ujar kimberly.


"Jangan di pikirkan! hanyalah sebuah mimpi, ini bukan masalah," bujuk Demon dengan senyum.


"Apakah di dunia iblis tidak ada iblis air?"


"Selama ini aku belum mendengar tentang iblis air," jawab Demon.


"Di dunia ini ada iblis api dan siluman lainnya, mana mungkin tidak ada iblis air." ucap Kimberly yang melepaskan pelukannya.


"Kimberly, kau terlalu banyak berpikir. walaupun memang ada kami juga tidak bermusuhan. karena tidak pernah bertemu. jangan takut hanya karena sebuah mimpi. mimpi hanyalah mimpi bukan sebuah kenyataan," bujuk Demon.


"Demon, kalau saja suatu saat kamu bertemu dengan iblis air jangan dekat-dekat dengannya! menjauhlah dari dia!"


"Iya, aku akan ingat dengan pesanmu," jawab Demon dengan mengusap air mata Kimberly


"Iblis air di mana dia sekarang? aku yakin kekuatannya sekarang pasti jauh lebih tinggi dari dulu, aku juga hampir tewas karena dia. saat itu dia jauh lebih kuat dariku, seribu tahun yang lalu tidak sadar sudah berlalu selama seribu tahun," batin Demon.


"Demon, kamu jangan mati ya!" pinta Kimberly dengan polos.


"Hahahaha...Kimberly, apa kau sudah lupa aku adalah iblis, mana mungkin aku bisa mati."jawab Demon dengan senyum.


"Kau pernah mengatakan jika kau mengalami cedera parah maka kau bisa meninggal," jawab Kimberly.


"Kimberly, aku tidak akan cedera. jangan cemas mengenai hal ini!"


"Tapi, mimpi itu sangat nyata," ucap Kimberly dengan sambil menangis dan memeluk suaminya dengan erat


"Kimberly, jangan menganggap mimpi itu benar! itu hanya mimpi semata!"bujuk Demon dengan mengelus ujung kepala istrinya.


"Sudah jangan menangis lagi! sebentar lagi kita akan bertemu dengan paman Sean dan Holdie. matamu sudah bengkak jangan menangis lagi ya!" ujar Demon yang melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Kimberly.


"Iya,"jawab Kimberly dengan sesenggukan.


"Cuci muka dulu! jika paman mu melihatmu begini dia pasti khawatir," kata Demon.

__ADS_1


"Baik," jawab Kimberly yang bangkit dari tempat duduknya dan di temani oleh Demon.


Kimberly yang sudah mencuci muka Demon mengambilkan handuk lap muka istrinya dengan lembut. karena make up dan lipstiknya sudah tercuci habis maka Kimberly pun mau memakai bedaknya lagi.


"Tidak perlu mengunakannya lagi! kulit mu sudah bagus dan bersih. jadi, tidak perlu memakai bedak lagi!"


"Tapi, aku akan kelihatan pucat," kata Kimberly.


"Kimberly, apa kamu tidak sadar kalau kamu memiliki kulit yang bagus dan cantik. tanpa make up kau sudah cantik. jadi, tidak perlu mengunakan bedak dan lipstik lagi!" ucap Demon Dengan senyum.


"Apa aku tidak jelek jika tidak mengunakan bedak dan lipstik?"


"Dirimu adalah cantik alami, bibirmu walau tanpa lipstik juga sudah kemerahan, jadi untuk apa mengunakan lipstik lagi," jawab Demon dengan senyum.


" Kau akan bosan melihatnya!"


"Hahahaha...mana mungkin aku bisa bosan! aku suka melihat mu walau tanpa makeup," kata Demon dengan mencium bibir istrinya sesaat.


"Ayo marilah kita pergi!" ajak Demon dengan merangkul pundak istrinya.


"Iya," jawab Kimberly yang berjalan bersama suaminya.


Sebuah restoran.


Paman Sean bersama Holdie, Kimberly dan Demon makan siang bersama.


"Paman, kenapa tiba-tiba makan di sini? biasa kan paman masak sendiri," tanya Kimberly.


"Hari ini bonus paman sudah keluar, oleh karena itu paman ingin traktir makan," jawab paman Sean dengan senyum.


"Papa sudah bekerja di pabrik itu selama dua puluh tahun, oleh karena itu bos memberikan bonus untuk papa,"kata Holdie.


"Selamat Paman," ucap Kimberly.


"Selamat Paman, mari kita rayakan!" ucap Demon dengan bersulang.


"Hahahahaha...mari kita makan dan minum sampai puas! Raymond, Kimberly, silakan pesan apa yang ingin kalian makan!" kata paman Sean.


"Aku ingin makan saos udang!" jawab Kimberly.


"Kau tenang saja! paman sudah pesan saos udang mu, hahahaha," ujar paman Sean dengan tertawa.


"Terima kasih, Paman," ucap Kimberly dengan girang.


Setelah selesai makan mereka berjalan-jalan dengan mobil yang di bawa oleh Demon, tidak lama kemudian mereka tiba di tepi pantai.

__ADS_1


Kimberly dan Holdie sedang bermain air dan saling mengejar ke sana sini. sementara paman Sean dan Demon berdiri di tepi pantai sambil melihat dua gadis itu yang sedang bermain.


"Raymond, ada yang ingin ku katakan padamu mengenai keluarga Kimberly," kata paman Sean yang melihat Kimberly sedang tertawa sambil bermain air.


__ADS_2