
Sepasang suami istri itu berlari keluar dan mengejar Sean.
"Sean...Sean...katakan padaku di mana dia tinggal?" tanya pria itu.
"Almost, Veronica, kalian sudah meninggalkan dia di saat itu. dan kenapa kalian bertanya lagi? selama ini kalian hidup dengan baik dan mewah, putri sulung kalian hidup dengan mewah bersama kalian. dan kalian dengan begitu tega meninggalkan putri bungsu kalian. jika sudah melepaskan untuk apa lagi mencari!" tegur Sean dengan merasa kesal.
"Kami hanya ingin tahu di mana dia!" jawab Veronica.
"Tidak perlu lagi! dia sangat bahagia. walaupun kalian berada di hadapannya dia juga tidak akan mengakui kalian!" ketus Sean dengan kesal dan melangkah pergi
"Mama, apa yang terjadi, kenapa bisa basah begini?" tanya putrinya yang bernama Yolandia.
"Mari kita pulang! mama ingin menganti baju dulu, seluruh badanku jadi basah karena wanita gila!" ajak Veronica yang melangkah pergi.
"Kenapa bisa begini, Veronica?' tanya Almost.
"Aku tidak tahu, dia juga mempermalukan aku di depan orang ramai, lain kali kalau aku melihatnya lagi aku tidak akan melepaskan dia," jawabnya dengan kesal.
"Apa kamu bisa mengenalnya?"
"Tentu saja bisa!"
"Iya sudah, mari kita pulang!" ajak Almost.
"Yolandia, kau pergi bayar dulu!"titah Almost.
"Baik, Pa!" jawab Yolanda.
Saat Yolandia berjalan menuju ke meja kasir restoran mewah itu, ia menabrak seorang wanita.
"Aargh..." pekik serentak wanita itu dan Yolanda.
"Hei....memang kau berjalan tidak mengunakan mata ya?" teriak Yolanda dengan nada tinggi sehingga.
"Apa kau tidak salah? yang namanya berjalan semua orang mengunakan kaki mana ada yang mengunakan mata," bentak wanita itu yang tak lain adalah Kimberly
"Cepat minta maaf! bentak Yolanda.
"Kau yang menabrakku kenapa aku yang minta maaf? memangnya restoran ni milik keluargamu!" ketus Kimberly.
"Kau tidak tahu siapa aku, kau mencari masalah saja denganku!" teriak Yolanda.
"Dasar wanita gila! memang siapa peduli siapa dirmu!" bentak Kimberly
Yolanda yang kesal berjalan menghampiri meja makan pengunjung dan mengambil segelas air lalu menyiram ke arah Kimberly.
__ADS_1
Byiur...
Siraman air tidak mengenai Kimberly karena ia sempat memundurkan langkahnya.
"Dasar wanita tidak berpendidikan!" ketus Yolanda.
Saat ada pelayan yang sedang memegang dua piring berisi lauk untuk menhidangkan ke meja, Kimberly mengambil dua piring lauk tersebut.
"Aku membeli lauk ini, masuk hitunganku saja!" ujar Kimberly.
"Tapi, itu pesanan orang, Nona!" kata pelayan itu.
"Kalau begitu kau masak lagi dan aku yang akan mentraktirnya dan sekalian menyediakan makanan termahal untuk pelangganmu, anggap saja ini permintaan maafku!" ucap kImberly.
"Baiklah," jawab pelayan restoran yang melangkah pergi.
Kimberly memegang dua piring lauk, lalu salah satu piring yang dia pegang langsung dia menempel ke wajah Yolanda sehingga membuat wajah wanita itu di penuhi lauk dan mengenai pakaiannya.
Aksi Kimberly di lihat oleh semua pengunjung restoran.
"Aaarggghh..." terian Yolanda dengan nada tinggi.
"Rasakan! jangan coba-coba untuk menindasku. walau restoran ini punyamu aku juga tidak takut!" ketus Kimberly sambil mencicipi makanan di piring itu.
"Kau...kau...aku akan menuntutmu!" bentak Yolanda yang wajahnya berserak dengan lauk tersebut
Paman Sean dan Holdie yang ingin berjalan menuju ke kasir mereka menghentikan langkahnya.
"Papa, Kimberly bertengkar dengan orang ya?" tanya Holdie.
"Wanita itu adalah kakak kandungnya!" jawab paman Sean yang sedang memerhatikan wanita itu.
"Hah...apa semuanya sudah terbongkar?" tanya Holdie.
"Tidak mungkin! temanmu itu sudah ganti nama dan tidak ada kemiripan dengan orang tuanya. jadi, tidak mungkin bisa saling mengenal."
Tidak lama kemudian Almost melangkah masuk ke restoran. dan ia yang melihat putrinya langsung menghampiri dengan langkah yang cepat.
"Yolanda...!" panggil Almost.
"Gawat! mereka bertemu. apa mereka akan saling kenal!" ujar paman Sean dengan merasa khawatir.
"Papa, bukankah tadi papa mengatakan jika mereka tidak ada kemiripan, maka tidak akan saling kenal!" jawab Holdie.
"Papa, wanita ini yang melakukannya padaku!" ngadu Yolanda dengan merasa kesal.
__ADS_1
"Kenapa kau melakukan ini pada putriku?" tanya Almost dengan nada tinggi.
Kimberly dengan santai sambil mengunyah lauk itu dengan menjawab," kalau begitu tanya saja pada putrimu! dia yang menabrakku tapi dia ingin aku minta maaf. dan juga menyiram ku. dan aku hanya membalas saja!"
"Papa, aku ingin menuntutnya!"
"Sudah jangan di perbesarkan!" ujar Almost.
"Nona, Anda juga memiliki orang tua kan, apakah mereka tidak mendidikmu jika Anda menyinggung orang harus berminta maaf!" ujar Almost.
"Dari kecil aku hidup tanpa orang tua, mereka meninggalkan ku saat masih kecil. orang tua yang meninggalkan anak adalah orang lebih parah dari seekor binatang. karena binatang saja menyayangi anak," jawab Kimberly.
Mendengar jawaban Kimberly Almost terdiam karena mengingat dirinya yang dulu juga meninggalkan salah satu putrinya.
"Tuan, kenapa Anda terdiam? jangan mengatakan jika dulu kamu juga meninggalkan anakmu dan pelihara wanita ini sehingga dia begitu bersikap kurang ajar, padahal dia punya orang tua," kata Kimberly dengan ceplas ceplos.
"Kau...kenapa kau bisa bersikap tidak sopan? apa kau tidak sekolah ya?" bentak Yolanda dengan kesal.
"Kelihatannya kau adalah anak orang kaya, akan tetapi sayang sekali sifatmu sangat menjengkelkan!" ketus Kimberly yang sambil menyantap makanan.
"Temanmu ini memang spesies langka, di saat berdebat dengan orang dia masih bisa sambil makan!" ujar paman Sean.
"Dia memang sangat luar biasa, Pa," jawab Holdie.
"Cepat minta maaf pada putriku!" kata Almost dengan tegas.
"Tidak mau!" jawab Kimberly sambil menyantap makanan.
"Pelayan, tolong sediakan lagi sepuluh hidangan termahal, dan sepuluh minuman wisky, bungkuskan dan aku ingin membawa pulang" teriak Kimberly kepada para pelayan restoran di sana. karena pesanannya para pelayan itu pun menuruti permintaannya.
"Apa uangnya terlalu banyak sehingga memesan lauk dan minuman lagi!" ujar paman Sean dengan heran.
"Nona, jika kau tidak ingin berminta maaf maka urusan ini akan ku bawa ke kantor polisi!" kecam Almost dengan sengaja.
"Kalau begitu lapor saja, di restoran ini ada rekaman cctv dan bisa di jadikan sebagai bukti," jawab Kimberly.
"Kau harus membayarnya dengan semua perbuatan mu, pakaianku ini sangat mahal. apa kau sanggup membayarnya? aku merasa kau pasti tidak sanggup membayarnya, kan?. jika tidak, maka cepat berlutut dan minta maaf!" bentak Yolanda dengan menghina.
"Putriku tidak ada yang bisa menindasnya, jika kau masih tidak berlutut dan berminta maaf maka aku akan mengambil tindakan!" bentak Almost dengan mengancam.
Sean yang mendengar kecaman Almost merasa ingin meledak emosinya dan ingin melangkah menghampiri pria itu akan tetapi dia di tahan oleh Holdie.
"Kurang ajar! aku ingin memukulnya lagi," ketus paman Sean.
"Pa, jangan. percaya saja pada Kimberly. dia kalau mudah di tindas maka dia bukan Kimberly yang kita kenal lagi."
__ADS_1
"Tapi Almost sangat keterlaluan!"
"Papa jangan lupa. Raymond saja yang adalah pria dingin dan kaya harus mengalah pada Kimberly. dan aku yakin Almost juga tidak berdaya," ujar Holdie.