Mystery

Mystery
Kesedihan Kimberly


__ADS_3

Saat Demon menyerang api ke arah hewan itu, ia langsung melepaskan lilitannya pada orang-orang yang akan menjadi santapannya. mereka harus terendam air akibat lepasan lilitan hewan itu


Serangan dari Demon mengenai tubuh hewan yang berwarna hitam itu, sehingga hewan besar itu langsung menenggelamkan dirinya sedalam satu meter lebih, sementara Demon dan Teddy mengeluarkan orang-orang yang tenggelam di kebanjiran dengan cepat. puluhan orang yang jatuh ke dalam air akibat di tarik oleh hewan itu.


Hewan itu menghilang dalam sekejap, sementara hewan yang sedang mengincar depan apartemen tempat tinggal Demon masih belum puas menyantap orang yang tinggal di sana.


"Aaaarrrggh...." teriakan mereka yang di tarik satu-persatu oleh Tentakel atau kaki panjang hewan itu.


"Di mana Demon? hewan itu sudah menelan banyak korban jiwa. aku tidak bisa ke sana karena aku tidak bisa tinggalkan anak-anak di sini," ucap Kimberly yang berdiri di jendela.


"Dasar gurita tidak berguna, lepaskan mereka...jangan lagi sakiti siapapun. kembalilah ke laut...." teriak Kimberly yang sedang menangis saat melihat hewan besar itu yang melahap satu-persatu orang yang di seberang sana.


"Tinggalkan mereka! jangan sakiti siapapun lagi!" teriak Kimberly dengan histeris.


Hewan besar itu menelan semua orang yang dia lilit dengan erat, karena mendengar teriakan Kimberly yang berada di tingkat 8, gurita besar itu langsung memandang ke arah Kimberly.


Lalu ia mengunakan Tentakelnya menuju ke arah Kimberly yang berdiri di atas sana.


"Dia kemari," ucap Kimberly yang melihat kaki hewan itu menuju ke arahnya.


Saat hampir mengenai jendela yang di mana Kimberly sedang berada di sana, terdapat serangan api yang mengenai kaki panjang hewan itu.


"Demon..." ucap Kimberly yang melihat ke arah suaminya yang muncul di udara.


"Kimberly, kamu baik-baik saja?" tanya Demon yang melihat istrinya sedang menangis.


"Tidak apa-apa, hati-hati!" jawab Kimberly yang mengusap air matanya.


Demon menyerang hewan itu yang menenggelamkan dirinya. raja api langsung mencebur ke dalam air, tidak lama kemudian air semakin meninggi sehingga mencapai dua meter.


"Kenapa airnya semakin tinggi?" gumam Kimberly.


"Hah...di sana masih ada gurita," ucap Kimberly yang melihat kepala gurita yang lainnya sedang menuju ke arah Demon yang sedang bertarung dengan hewan yang tadi.


Demon di lilit oleh Tentakel hewan itu dengan sangat erat.


"Demon, hati-hati.. ada gurita lain yang menghampirimu...." teriak Kimberly dengan nada tinggi.

__ADS_1


Saat hewan itu melilit Demon dan ingin memasukan ke mulutnya, tiba-tiba saja hewan itu meledak akibat serangan bola api dari Demon ke dalam mulut hewan tersebut.


Setelah meledaknya gurita hitam itu kawannya yang lain langsung menenggelamkan diri dan menghilang. sementara Demon langsung naik ke udara.


"Demon, apa kau terluka?" tanya Kimberly yang membuka jendela itu.


"Aku tidak terluka, jangan khawatir!" jawab Demon dengan senyum.


Setelah memastikan hewan itu tidak berada di sana lagi Demon pun masuk ke dalam rumahnya. setelah beberapa menit kemudian ketinggian air itu semakin surut.


Kimberly yang melihat dengan mata sendiri beberapa orang yang menjadi santapan hewan itu tidak berhenti menangis selama setengah jam. Demon memeluk dan sambil membujuk istrinya yang sedang bersedih.


"Kimberly, jangan menangis lagi ya, nanti matamu sakit!" bujuk Demon yang mengusap air mata istrinya.


"Mereka adalah manusia yang ingin hidup, tapi malah menjadi santapan hewan jelek itu. aku mendengar teriakan mereka yang sedang ketakutan. aku ingin membantu tapi tidak berdaya. aku sangat menyesal," kata Kimberly dengan histeris.


"Ini bukan salahmu. tidak ada yang tahu jika hewan itu lebih dari satu dan akan menyerang ke tempat kita. dan dirimu juga harus melindungi anak-anak. jadi mana mungkin kamu bisa keluar," ujar Demon dengan mengecup dahi istrinya.


"Demon, ada berapa banyak hewan itu?"


"Belum tahu, untuk malam ini ada dua. tidak tahu apakah masih ada yang lain atau tidak."


"Untuk saat ini kita belum tahu, dan aku yakin mungkin saja jumlah mereka tidak hanya dua," jawab Demon.


"Bagaimana caranya ingin menangkap mereka? jumlah mereka kalau banyak pasti sangat sulit untuk kita bunuh mereka. mereka selalu saja mendatangkan bencana."


"Untuk mengetahuinya harus dari asalnya."


"Asalnya? dimana ?"


"Laut besar itu."


"Bagaimana caranya menyelidiki di dalam sana? sangat bahaya, kau tidak boleh pergi!"


"Kimberly, kalau aku tidak pergi maka aku tidak akan mengetahui berapa banyak jumlah mereka."


"Laut itu sangat dalam, kalau kau pergi maka sangat bahaya. tadi di saat aku melihat dia melilitmu aku sangat mencemaskanmu. aku tidak ingin kau terluka," kata Kimberly yang menyentuh wajah suaminya.

__ADS_1


"Aku tidak akan terluka, apa kamu sudah lupa? suamimu ini adalah raja api. jadi, mana mungkin bisa terluka."


"Aku tidak peduli, bagaimanapun kau tidak boleh ke dalam sana, dalam laut itu sangat bahaya. aku tidak mau kau pergi. bunuh saja hewan itu di saat naik ke kota," ujar Kimberly sambil memeluk suaminya dengan erat.


"Kimberly, aku tidak sendirian, aku masih ada anggota lain yang akan membantuku."


"Tidak ku izinkan kau pergi, dalam sana sangat bahaya. aku tidak mau kejadian dulu terulang lagi. saat kau bertarung dengan iblis air kau terluka parah. kali ini di dalam air juga, bahkan lebih sulit. karena kita tidak tahu mereka ada berapa jumlahnya," ujar Kimberly dengan tegas dan mengeluarkan air mata


"Kimberly, aku.....?"


"Jangan pergi! berjanji padaku! kalau kau masih ingin pergi aku tidak akan peduli padamu lagi. aku akan pergi dari sini dan kembali ke jepang," pinta Kimberly sambil menangis.


Demon yang melihat emosi istrinya sedang tidak stabil ia berusaha menenangkannya dengan penuh kesabaran.


"Baiklah aku berjanji padamu, aku tidak akan pergi, jangan menangis ya!" bujuk Demon dengan mencium bibir istrinya.


"Apa kau hanya membohongiku?" tanya Kimberly yang mengeluarkan air mata.


"Aku berjanji padamu, dan aku tidak akan membohongimu," jawab Demon yang mengusap air mata istrinya.


"Berjanjilah padaku dan jangan sesekali membohongiku!"


"Tidak akan, selama ini aku tidak pernah membohongimu," ucap Demon dengan mencium wajah istrinya.


"Mari kita istirahat ya! kau pasti sudah mengantuk," kata Demon yang mencium bibir istrinya.


Sesaat kemudian Demon mengendong istrinya menuju ke kamar dan menidurkan di atas kasur samping si kembar yang telah ketiduran.


Demon lalu tidur sambil memeluk Kimberly sambil mencium bibirnya.


"Selamat malam," ucap Demon dengan senyum.


"Selamat malam," balas ucapan Kimberly yang memeluk suaminya dengan erat sehingga buah dadanya menempel dada suaminya.


"Gawat, aku tidak boleh terangs*ng, Kimberly baru hamil muda, aku tidak boleh menyentuhnya," batin Demon.


"Ada apa, Demon?kenapa kamu tidak bisa tidur?"

__ADS_1


"Tidak ada, mungkin karena aku belum mengantuk," jawab Demon dengan alasan dan memeluk istrinya dengan erat sambil menahan hasrat.


__ADS_2