
"Kimberly" seru seorang pria yang di hadapannya itu
"Raymond.?"
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Raymond yang meniup bagian dahi Kimberly yang terbentur tubuhnya itu
"Kenapa kau lama sekali baru datang?" tanya Kimberly yang sedang menangis
"Maafkan aku, aku terlambat" ucap Raymond yang mengecup dahi Kimberly dan memeluk tubuh istrinya dengan erat
"Kau tidak tahu apa yang sudah terjadi padaku, sehingga aku berlari berusaha menyelamatkan diri" ujar Kimberly dengan menangis tanpa berhenti
"Kimberly, maaf. aku sudah salah. membiarkan mu sendirian" ucap Raymond yang membujuk istrinya itu
"Ada benda aneh yang mengejarku sepanjang jalan, kenapa belakangan ini aku selalu saja melihat sesuatu yang aneh, kali ini lebih menakutkan" kata Kimberly yang sambil menangis
"Benda apa yang mengejarmu?" tanya Raymond yang sedang memeluk Kimberly dan sambil mengelus kepalanya
"Benda aneh pria itu, dia pasti hantu mesum yang ingin mengincar wanita, aku tidak mau menjadi sasarannya" jawab Kimberly yang menangis tanpa berhenti
Tidak lama kemudian Teddy menampakkan dirinya di hadapan tuannya itu
Raymond yang sedang memeluk istrinya menatap kesal ke arah anak buahnya itu sehingga bola matanya berubah menjadi kobaran api, Teddy yang sudah paham dengan kemarahan tuannya itu ia menunduk dan menghilangkan dirinya
Raymond memeluk Kimberly sambil memujuk istrinya dengan penuh kesabaran
Setelah setengah jam kemudian Kimberly masih belum berhenti menangis di pelukan Raymond
"Jangan takut, aku sudah berada di sini tidak ada sesiapapun yang bisa menyakitimu" bujuk Raymond
"Aku sudah berlari selama setengah jam, kakiku sudah merasa sakit" kata Kimberly yang masih terisak
Raymond melepaskan pelukannya dan kemudian melihat kaki Kimberly yang merah dan terluka
"Di mana sepatu mu?" tanya Raymond dengan merasa khawatir
"Aku mengunakan sepatuku melempar benda itu, dan kemudian aku melarikan diri sampai ke sini" jawab Kimberly
"Kau berlari selama setengah jam di jalan aspal?" tanya Raymond yang menahan emosi karena merasa kesal dengan anak buahnya itu
__ADS_1
"Iya" jawab Kimberly yang sedang mengusap air matanya
Karena merasa sakit hati melihat kaki istrinya yang terluka Raymond kembali memeluk istrinya lagi, dan sesaat kemudian Raymond melepaskan pelukan dan mengendong Kimberly
"Kita akan ke rumah sakit sekarang juga" ucap Raymond yang berjalan sambil mengendong istrinya
"Wilson" ucap Kimberly
"Kenapa dengan dia?"
"Kami di kejar bayangan itu dan tanpa ku sadari aku mendorong Wilson, dan tidak tahu kenapa dia bisa sangkut di atas pohon" jelas Kimberly
"Kita akan menjemputnya dan kemudian kita akan ke rumah sakit untuk mengobati luka kakimu" ujar Raymond
"Aku berharap dia masih hidup" ucap Kimberly
Tidak lama kemudian Raymond bersama Kimberly dan Wilson tiba di rumah sakit
Wilson yang kesakitan di seluruh tubuh dan rambut yang berantakan duduk dikursi roda dengan di dorong oleh suster, sementara Kimberly di gendong oleh Raymond
Kimberly yang di temani oleh Raymond di dalam ruangan dan sedang menunggu kedatangan dokter yang akan menangani kaki Kimberly
"Apa Wilson baik-baik saja? aku terlalu kasar sehingga dia cedera" tanya Kimberly dengan merasa bersalah
"Iya"
"Tuan, Nona" sapa seorang dokter laki-laki muda dan tampan yang baru melangkah masuk ke dalam ruangan itu
"Saya adalah dokter yang akan mengobati kaki nona" ucap Dokter itu dengan ramah
"Wah masih muda sudah menjadi dokter, wajahnya juga cukup tampan, andaikan di jadikan suami ke dua juga lumayan, lain kali jika aku berobat tidak perlu bayar" batin Kimberly yang sedang asal-asalan
Raymond yang bisa membaca semua pikiran Kimberly membuatnya merasa cemburu dan menahan emosi
"Carikan dokter wanita ke sini" bentak Raymond yang menarik lengan dokter muda itu dengan kasar
"Hei...apa yang kau lakukan?" tanya Kimberly
"Tapi..?" ucap Dokter itu yang terhenti
__ADS_1
"Pergi atau tidak aku akan membuatmu di pecat" gertak Raymond yang mendorong dokter itu hingga keluar dari ruangan
"Hah..kenapa kau mengusirnya? jadi siapa yang mengobati kakiku?" tanya Kimberly yang merasa heran dengan sikap suaminya itu
"Apa kau sangat suka jika dia yang mengobatimu?" tanya Raymond dengan menahan emosi
"Iya, apa salahnya? dia adalah seorang dokter" jawab Kimberly dengan kesal
"Kimberly, jangan berharap aku akan mengizinkan pria itu menyentuh kaki mu" bentak Raymond dengan nada tinggi
Kimberly yang kesal karena di bentak oleh suaminya itu, ia pun menangis dengan nada memenuhi ruangan itu
"Raymond Martineeeez, kau jahat. kau adalah suami yang jahat, aku sudah di kejar oleh sotong itu semalaman dan aku harus melarikan diri sehingga kakiku terluka dan sekarang kau malah membentak ku" tangisan Kimberly dengan sengaja
"Lebih baik kita tidak bertemu lagi, kakiku sudah sakit kau masih membentakku, kenapa kau tidak menangkap sotong yang mengejarku itu, dan malah meninggikan suaramu di hadapanku" bentak Kimberly dengan menangis tanpa berhenti
Karena melihat istrinya yang sedang menangis, Raymond yang merasa tidak tega lalu memeluk dan membujuk Kimberly dengan sabar
"Kimberly, jangan menangis lagi. aku tidak membentakmu, aku hanya tidak suka jika dokter itu menyentuh kakimu" bujuk Raymond
"Dia adalah dokter, kenapa tidak bisa? jika tidak bisa untuk apa membawaku ke sini?"
"Aku akan memanggilkan dokter lain ya, untuk mengobati kakimu, sudah jangan menangis" bujuk Raymond dengan mengusap air matanya
"Jangan melarangku untuk menangis, aku akan berhenti di saat aku puas" kata Kimberly yang sedang kesal
Setelah beberapa menit kemudian kaki Kimberly di obati oleh seorang dokter wanita
Sesudah di balut perban Raymond mengendong Kimberly meninggalkan ruangan itu, dan berjalan menuju ke kamar tempat Wilson di rawat
"Wilson, kau memang pasien setiaku, belum sebulan saja kau sudah terluka berkali-kali, dan kali ini lebih parah, supermarket yang letaknya di pinggir jalan kau juga bisa terlempar sehingga menghancurkan kaca besar dan barang yang di dalamnya, dan bagaimana ceritanya dirimu bisa tersangkut di atas pohon, apakah kau sedang terjun bebas dari helikopter?" ujar Dokter dengan seraya bercanda
"Apa kau sudah puas menertawakanku? kenapa di dunia ini bisa ada dokter yang gila sepertimy" tanya Wilson yang sedang berbaring di ranjang dengan tubuhnya di lilit perban
"Dokter, apakah serpihan kaca itu sudah di keluarkan semua?" tanya Kimberly yang duduk di kursi
"Sudah di keluarkan semuanya, Nona. dan luka di tubuhnya akan cepat sembuh jadi jangan khawatir" jawab Dokter dengan senyum
"Terima kasih, Dokter" ucap Kimberly
__ADS_1
"Sama-sama" jawab Dokter dengan sopan
"Bagaimana aku bisa keluar dari rumah sakit , jika tubuhku ini kau balut dengan perban? dan sekarang aku malah lebih mirip dengan mummi" tanya Wilson dengan merasa kesal