Mystery

Mystery
Kemarahan Raja ular


__ADS_3

Setelah beberapa saat kemudian gigi taring yang satu lagi berhasil di cabut oleh Kimberly, sementara siluman ular itu harus menahan siksaan yang di lakukan oleh Kimberly terhadap dirinya.


"Apa kau sudah puas! wanita gila!"ketusnya dari dalam hati.


"Aku belum puas! lidah mu belum ku cabut, setelah itu aku akan mengeluarkan otakmu!"


" Raja ulaaaar, tolong akuuu !" teriak siluman itu di dalam hati.


"Kau tidak perlu berteriak rajamu! dia juga akan ku potong alat kela.minnya dan kemudian memasak dagingnya dan berikan pada Wilson," kata Kimberly dengan masih sibuk dengan tangannya.


Lalu Kimbely ingin mencabut lidah ular itu, dan di saat ia ingin melakukannya Raymond menghentikan aksi istrinya dengan mengambil siluman ular itu yang sedang terluka parah.


"Kimberly, hentikan!" kata Raymond dengan menghentikan aksi istrinya.


"Hei...hei...siapa kau?" tanya ular itu yang di dalam genggaman Raymond.


"Siluman ular sudah mulai berkeliaran di kota ini, malam ini aku sudah bertemu dengan siluman seperti kalian sebanyak tiga kali,"ujar Raymond.


"Tiga kali? yang satunya lagi di mana?" tanya Kimberly dengan penasaran.


"Di kamar mandi," jawab Raymond.


"Jadi, di mana dia? jangan di buang lagi ya! aku mau masak untuk Wilson dan yang ini juga mau ku masak," ujar Kimberly.


"Kimberly, ular seperti ini jangan di masak untuk di makan, karena mereka adalah siluman. jadi, seharusnya di bunuh saja!"


"Apakah dia jahat?" tanya Kimberly.


"Iya, hewan ini dia memangsa manusia, jika tidak di bunuh maka dia akan memangsa manusia, dalam satu hari mereka bisa menelan puluhan orang," ujar Raymond.


"Berarti dia sudah menelan orang ya?"tanya Kimberly yang sedang memikirkan sesuatu.


"Tentu saja! dia mendatangimu juga karena ingin menelanmu."jawab Raymond.


"Lepaskan aku! jika kalian tidak mau mati cepat lepaskan aku!"kecam ular itu yang dari dalam hati.


"Aku tidak peduli dengan raja ular mu itu, dan aku juga sedang menunggunya," kata Raymond.


"Kau akan mati di tangannya!"


"Sebelum kau mati aku ingin bermain denganmu dulu!" ucap Kimberly yang merebut kembali ular itu dari tangan suaminya.


Kimberly menuangkan saos sambal yang ada di meja ke mulut ular itu yang sudah terluka.


"Aaarrgh... "


"Aaarrgh... "

__ADS_1


"Aaarrgh... "


"Pedas! kurang ajar!"


"Selama ini kau sudah menelan orangkan? lihat saja apa yang ku lakukan!" bentak Kimberly dengan kesal dan menekan ular itu ke meja, ia mengambil pisau pemotong makanan yang ia gunakan tadi, lalu menikam langsung ke tubuh ular itu.


"Aaarrgh... "


"Aaarrgh... "


"Kimberly....apa yang kau lakukan?" tanya Raymond yang melihat aksi istrinya.


"Aku ingin tahu apa isi perut ular, dan di mana bagian perutnya?" jawab Kimberly yang mengiris tubuh ular itu sehingga ********** keluar dan berserakan di meja.


"Aaarrgh... "


"Aaarrgh... "


"Aaarrgh... "


"Aaarrgh... "


"Sakiiiit...."


"Sudah hentikan! jangan bermain lagi!" kata Raymond dengan tegas dan menarik lengan Kimberly menjauh dari ular itu sudah sekarat.


Tidak lama kemudian pelayan restoran masuk untuk menagih tagihan makanan malam.


Saat Kimberly melihat pelayan itu masuk ia pun langsung memberikan ular itu kepada si pelayan


"Apa kalian bisa memasaknya?" tanya Kimberly dengan membawa ular itu ke depan mata pelayan restoran itu.


Pelayan restoran itu membuka matanya lebar-lebar melihat ular yang berwarna hijau yang sedang terluka parah dan isi dalamnya bergelantungan. tidak lama kemudian ia pun~✓


Bruk...


Hentakan tubuh si pelayan itu yang pingsan karena mengalami ketakutan secara tiba-tiba.


"Hei...kenapa kau pingsan?" panggil Kimberly


"Kimberly, buang ular ini! jangan menyentuhnya lagi, kotor sekali," kata Raymond yang merebut ular itu dan kemudian melemparnya ke lantai sana.


"Mari kita pergi! dan bayar di kasir saja! tapi sebelum kita pergi kau harus mencuci tangan dulu!" ajak Raymond dengan merangkul pundak Kimberly.


"Iya!"


"Raja, Raja, aku tidak tahan lagi.sakit sekali!" batin ular itu yang sekarat dan kemudian tewas tergeletak di sana.

__ADS_1


Mansion Raymond.


Teddy dan Licon datang menemui Raja Api.


"Aku ingin kalian perintahkan semua iblis api mencari jejak ular di kota ini, jika dapat maka bunuh saja, mereka semakin merajalela di sini, siluman ular betina dan jantan mencari mangsa di dalam kota, ini sangat membahayakan manusia, cepat lakukan sekarang juga!" perintah Raymond dengan tegas.


"Dan selain itu selidiki sarang ular di mana! jika sudah dapat langsung hubungi aku!" perintah Raymond.


"Baik Raja, segera di laksanakan!" jawab mereka dengan serentak.


Tidak lama kemudian mereka menghilang dari hadapan Raymond.


"Raja ular, aku tidak sabar ingin bertemu denganmu!" gumam Raymond.


Di sisi lain Raja ular yang berada di goa bersama anak buah lainnya.


"Kenapa tidak melihat si Abu dan si Hijau?" tanya Rajanya.


"Raja, dia tidak bersama kami hari ini, mungkin saja dia mencari mangsa dan masih di dalam kota," jawab salah satu siluman.


"Tidak seperti biasanya mereka tidak hadir, selama ini mereka berdua tidak pernah terlambat, dan selalu datang."


"Apa mereka mengalami kesulitan?"


"Tidak mungkin! semua manusia yang melihat kita pasti ketakutan, mereka bahkan pingsan duluan sebelum kita bertindak, terutama wanita."


"Aku ingin mencari jejak mereka! sepertinya mereka sudah tidak ada!" ujar Raja ular itu yang sedang mendeteksi keberadaan anak buahnya itu.


"Raja, kita harus mencari di mana?"


"Aku akan pergi sendiri!" jawab Rajanya yang kemudian berubah wujud dan meninggalkan tempat itu.


Raja ular kemudian muncul di suatu tempat yang gelap dan berdekatan dengan sungai, di situ ia melihat seekor ular yang telah hangus terbakar.


"Siapa yang berani membakar anak buahku? ini adalah si Abu," ucap Raja ular dengan mengepal ke dua telapak tangannya.


"Apakah memang Demon Fire? ataupun iblis api lainnya?" batinnya


"Di mana si Hijau?" gumam Raja ular.


Tidak lama kemudian dia menghilang dari tempat itu.


Karena kekuatannya yang lebih tinggi memang tidak sulit untuk ia mencari anak buahnya, tidak lama kemudian ia muncul di restoran yang di mana tempat si Hijau yang sudah tergeletak tidak bernyawa.


Saat ia muncul mata raja ular penuh dengan kemarahan, karena melihat anak anak buahnya itu tewas dengan sangat mengenaskan, tentu saja si Hijau harus menerima siksaan bertubi-tubi sebelum tewas.


"Siapa pelakunya? berani sekali mereka menyiksa si Hijau!" gumam Raja ular dengan merasa kesal.

__ADS_1


"Aaaarrghhhhh!" teriakan Raja ular dengan nada tinggi sehingga memenuhi ruangan makan itu. karena mengeluarkan kekuatannya menyebabkan jendela kaca mulai retak dan kemudian pecah berjatuhan ke lantai.


__ADS_2