
"Nenek, aku adalah istrinya kenapa tidak mengizinkanku merawatnya?" tanya Kimberly..
"Istri dari kalangan manusia memang tidak berguna sama sekali, di saat suamimu sedang sekarat kau tidak bisa melakukan apapun. jadi untuk apa lagi kau bersamanya?" ketus Diana.
"Nenek, nenek berkata demikian karena dari awal nenek sudah tidak menyukaiku. tapi ini tidak bisa menghalangku bersama dengan Demon, kami sudah sah sebagai suami istri," kata Kimberly.
"Kimberly, apa kau masih ingin bersama suamimu yang sudah di ujung tanduk ini?" tanya Diana.
"Nenek, bukankah nenek tadi mengatakan bahwa Demon bisa di selamatkan?"
"Bisa saja aku selamatkan dia, akan tetapi kalau kau masih bersamanya, maka ini sama saja kau ingin dia cepat mati."
"Aku tidak mengerti apa maksudmu?" tanya Kimberly
"Demon hanya akan selamat setelah dia menelan obat yang ku berikan padanya. tapi ada syaratnya," jawab Diana.
"Apa syarat?"
"Tinggalkan dia dan jangan pernah muncul lagi di hadapannya! kalau kau tidak bisa melakukannya maka Sean dan Holdie akan mati,"jawab Diana dengan mengancam.
Diana menunjukan bola ajaib miliknya. Kimberly yang melihat ke arah bola itu ia melihat sejumlah iblis sedang berada di depan rumah paman Sean.
"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Kimberly.
"Semua tergantung padamu aja, kalau kamu memilih Demon maka keluarga mu akan mati. dan jika kau memilih mereka maka segera menjauh dari cucuku. dan aku berjanji tidak akan melukai keluargamu," kecam Diana.
"Anda adalah nenek dari Demon, kenapa malah ingin memisahkan kami?" tanya Kimberly.
"Karena aku adalah neneknya oleh karena itu aku tidak ingin cucuku bersama dengan manusia sepertimu" ketus Diana.
"Salahku di mana? aku di lahirkan sebagai manusia tapi aku juga sangat mencintai Demon," ujar Kimberly.
"Manusia dan iblis memang tidak seharusnya bersama, apa lagi menjadi ratu," jawab Diana.
__ADS_1
"Nenek, aku tidak pernah memikirkan menjadi ratu. aku hanya ingin bersamanya. itu saja."
"Kau tidak rela kalau Demon menikah lagi, kan? kalau kau tidak rela maka kau boleh pergi."
"Walau aku pergi aku yakin Demon pasti akan mencariku," jawab Kimberly.
"Kalau aku menyuruh mu pergi. itu artinya aku juga ada cara membuat cucuku ini melupakanmu," kata Diana yang memasukan sebutir obat ke mulut cucunya itu.
"Melupakan? apa maksudmu?" tanya Kimberly yang merasa kecewa.
"Obat yang ku berikan barusan ini adalah obat penghapus ingatan, itu artinya dia akan melupakan semua tentangmu," jawab Diana.
Kimberly yang mendengar jawaban Diana serasa hancur dan sakit di hatinya. ia tidak bisa percaya jika suaminya akan segera melupakan dirinya.
"Tidak mungkin, kau tidak boleh melakukan itu padaku. kenapa nenek sangat egois? aku adalah istrinya!" teriak Kimberly yang sedang menangis.
"Istrinya? tanpamu Demon masih bisa menikah lagi dengan wanita yang dari kalangan iblis. menikah denganmu anggap saja dia sedang bermain. setelah Demon sadar maka dia sudah lupa tentang keberadaan mu. dia juga tidak ingat kalau dirinya sudah menikah."
"Kau jangan lupa, kami adalah iblis. jadi kami memiliki jenis obat apa saja. Demon bukan manusia yang di pukul kepalanya bisa hilang ingatan. dan dengan jenis obat ini bisa menghilangkan semua ingatan tentangmu," jelas Diana.
"Obat ini adalah ciptaanku, walaupun tidak ada kejadian ini suatu saat aku tetap akan memberikan obat ini padanya,'' jawab Diana .
"Kau tidak ada pilihan lain lagi. kalau kau masih tidak menghilang dari kota ini maka jangan salahkan aku membakar mereka hidup-hidup," kata Diana yang memperlihatkan anggotanya yang sedang mengeluarkan api di tangan mereka.
"Nenek, jangan menyakiti mereka! mereka tidak bersalah sama sekali," tangisan Kimberly yang merasa cemas.
Diana melangkah keluar dari kamar menuju ke ruangan dengan di ikuti Kimbery dari belakang.
Diana menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Kimberly sambil berkata, "Aku bisa melepaskan mereka, asal kau menurut dengan kataku, pergi jauh dari Demon. jangan pernah muncul lagi di kota ini. kalau kau menolak juga tidak masalah. karena keluarga mu akan di bakar hidup-hidup,"kecam Diana yang sambil memegang bola itu.
Kimberly yang melihat beberapa iblis api yang berjalan menghampiri rumah pamannya dirinya pun semakin cemas, dan kemudian dia pun berlutut di hadapan Diana.
"Nenek, tolong jangan sakiti mereka! tolong jangan pisahkan aku dengan Demon! tolong jangan!" tangisan Kimberly yang sedang berlutut dan menghampiri Diana yang berdiri di hadapannya.
__ADS_1
"Kau hanya bisa memilih salah satu dari mereka, Kau boleh bersama dengan Demon. akan tetapi kau akan kehilangan keluargamu," jawab Diana dengan mengancam.
Kimberly menangis dengan begitu histeris karena harus membuat pilihan di antara keluarga dan suaminya. tentu keputusan yang sangat sulit bagi dirinya harus kehilangan salah satu dari mereka.
"Bunuh saja aku! jangan melukai keluargaku! aku tidak akan bersama Demon. jadi bunuh saja aku! agar aku tidak menderita karena harus kehilangan dia. tolong lepaskan keluargaku. silakan ambil saja nyawaku!" tangisan Kimberly yang menangis dengan terisak.
"Membunuhmu hanya mengotori tanganku saja," ketus Diana yang menendang bagian dada Kimberly dengan kuat sehingga menyebabkan tubuh Kimberly terlempar jauh dan menabrak tembok.
Bruk...
"Uhuk...uhuk...uhuk...uhuk...."suara batuk Kimberly yang muntah darah akibat tendangan kuat dari Diana yang mengenai dadanya.
"Manusia tidak berguna, di dunia kami masih banyak wanita yang lebih cantik darimu. mereka lebih layak menjadi istri cucuku. aku akan membawa Demon pergi dan kalau kau masih berani muncul jangan salahkan aku membakar keluargamu," kata Diana dengan ancaman.
"Nenek, jangan pisahkan aku dengan Demon!" pinta Kimberly yang merangkak mengejar langkah Diana yang sedang menuju ke kamar. dengan mulutnya yang masih keluar darah dan sambil menahan sakit di bagian dadanya.
"Nenek, jangan membawa dia pergi! aku mohon padamu. tolong jangan membawa dia pergi dariku!" tangisan Kimberly yang merangkak mendekati Diana yang menghentikan langkahnya.
"Nenek, jangan jauhkan dia dariku! tolong jangan melakukan ini, Nek. aku sangat mencintainya," pinta Kimberly yang menangis dengan histeris dan berlutut nenek suaminya itu.
Rasa cinta yang mendalam membuat Kimberly tidak ingin berpisah dari suaminya. ia berlutut dan memohon sambil membenturkan kepalanya berulang kali sehingga mengeluarkan darah di bagian dahi.
Brugh...brugh....brugh....
"Nenek, aku mohon padamu! jangan pisahkan kami! kami saling mencintai dan tidak akan berpisah. Demon sudah berjanji padaku akan bersama denganku untuk selamanya," tangisan Kimberly yang sambil membentur kepalanya.
Brugh...brugh....brugh....
"Semua sudah terlambat, obat yang ku berikan sudah mulai bekerja, saat Demon sadar dia sudah melupakanmu. semua tentang mu dia tidak ingat lagi. walau kau bersamanya kau hanyalah orang asing yang dia benci," ketus Diana.
"Tidak...dia tidak boleh melupakan ku. tidak boleh...," tangisan Kimberly yang sedang histeris.
"Nenek, bunuh saja aku! kau membenciku, kan? maka bunuh saja aku! dengan begini aku tidak akan muncul lagi!" pinta Kimberly.
__ADS_1
"Membunuhmu sangat mudah bagiku. tapi tidak ada manfaat sama sekali bagiku, dan ingat satu hal. jangan coba-coba muncul lagi di hadapan Demon. aku memberimu waktu selama dua hari kemas barangmu dan pergi! kalau kau masih di sini maka keluarga mu akan mati," kata Diana dengan mengancam.