
Tangan Han Ciu di tarik oleh Sa Sie Hwa, sementara Racun cilik mengikuti sambil menundukan kepala.
Di dalam kamar, Han Ciu hanya duduk termenung pikirannya menerawang, mendengar perkataan dari Li Er.
"Mimpi"
"Apa benar selama ini aku bermimpi ?"
"Aaahh"
"Ada apa seh dengan kepalaku ini ?" ucap Han Ciu dalam hati, sambil tangannya menggaruk kepala yang tak gatal.
"Bukankah aku sering marah jika orang bilang bahwa aku suami Li Er, tapi kenapa tadi aku yang kesal ketika mendengar dia berkata seperti itu."
Han Ciu terus minum arak dari cawan yang ia pegang.
Matanya mulai merah, Sa Sie Hwa melihat perubahan yang terjadi pada wajah Han Ciu, Sa Sie Hwa tersenyum, lalu menghampiri Han Ciu.
Kakak Han, kenapa harus jadi pikiran ?
Tidurlah dahulu, istirahat biar segar, karna nanti malam pasti ada jamuan dari ketua Cen.
Han Ciu memegang tangan Sa Sie Hwa, lalu ia pergi ke tempat tidur.
Racun cilik langsung mengikuti Han Ciu berjalan ke arah tempat tidur.
Sa Sie Hwa menyambar tangan Racun cillik.
"Mau kemana kau ?" ucap Sa Sie Hwa sambil melotot.
"Aku mau menyelimuti kakak Han."Racun cilik membalas ucapan Sa Sie Hwa.
Sa Sie Hwa mengangguk, membiarkan Racun cilik menyelimuti Han Ciu.
lalu berkata.
Biarkan ia istirahat, tapi kau harus ingat !" aku yang lebih tua, dan aku yang atur.
Racun cilik mengangguk mendengar perkataan Sa Sie Hwa.
Gedung ruangan tengah di siapkan oleh ketua Cen untuk menjamu para tamu serta sahabat dekat perguruan api suci.
Meja meja dan kursi di siapkan untuk perjamuan makan malam.
Pakaian dan semua persiapan Han Ciu semua sudah di siapkan Sa Sie Hwa.
Pakaian Hitam Yang Han Ciu kenakan, dengan sedikit dada terbuka, membuat penampilan pemuda itu sangat tampan dan menarik hati, layaknya seorang bangsawan muda.
Dengan di kawal oleh Sa Sie hwa bersama Racun cilik di samping kiri dan kanan, Han Ciu berjalan keluar kamar, menuju ruang tengah gedung utama Perguruan api suci.
Banyak yang sudah berada di ruangan, tapi ketua Cen belum terlihat.
Han Ciu di dampingi Sa Sie Hwa serta Racun cilik, duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh tuan rumah.
Zhain Li Er berpakaian putih keperakan dengan pedanng angin berada di punggung bersama Dewi angin dan Iblis seribu wajah, meja mereka berdekatan dengan Han Ciu.
Tak lama kemudian ketua Cen masuk, bersama dengan cucunya Xiao Er yang berpakaian biru langit, wajah Xiao Er terlihat segar, begitu pula ketua Cen.
Semua yang berada di ruangan berdiri ketika melihat Ketua perguruan api suci masuk ruangan.
Ketua Cen memberi isyarat untuk para tamu agar duduk di tempatnya masing masing.
Tuan sekalian, Cengcu, Pangcu, serta para tamu yang kami hormati.
Xiao Cen mewakili perguruan api suci mengucapkan terima kasih kepada kawan, dan para sahabat yang telah membantu mengatasi kemelut yang terjadi di perguruan api suci.
Setelah berbasa basi sebentar ketua Cen duduk.
Kebetulan posisi ketua Cen berdekatan dengan Han Ciu, Xiao Er jadi duduk agak berdekatan dengan Han Ciu.
Hidangan di siapkan oleh tuan rumah, arak dan berbagai makanan ringan tersedia.
Setelah santai, para tamu mulai bercakap cakap.
__ADS_1
Xiao Cen lalu mengajak Han Ciu keruangan sebelah, mereka lalu bersama dan duduk di sebuah meja yang terdapat beberapa kursi.
Xiao Cen yang berdekatan dengan Han ciu bertanya.
"Apa langkah Cengcu selanjutnya ?"
Hmm "
Han Ciu menarik napas panjang mendengar perkataan Xiao Cen.
"kami harus kembali dulu kekota Nan, nama baik Naga hitam sudah bersih.
"Setelah di kota Nan baru akan aku pikirkan untuk memburu Han Ci Kung, sekaligus perguruan Selaksa racun."
Xiao Cen mengangguk mendengar perkataan Han Ciu.
"Perguruan api suci selalu siap jika di butuhkan, Cengcu hanya tinggal memberi kabar."
"Terima kasih atas kebaikan ketua Cen." Han Ciu membalas perkataan ketua Cen
Orang tua ini sebenarnya ada perkataan pribadi yang hedak di katakan jika anak Han berkenan.
Han Ciu mengerutkan kening ketika mendengar perkataan ketua Cen.
"Cengcu !" aku sudah tua, sebenarnya sudah lelah dan ingin istirahat, perguruan api suci adalah perguruan terbesar golongan putih.
"Jika aku tinggalkan dan mendapat ketua yang mampu mengendalikan dan menundukan semua hati anak buah perguruan api suci, memang itu yang di harapkan tetapi jika tidak, perguruan ini akan hancur.
"Ketua Cen benar,"
"Panggil paman atau kakek Cen saja."
Han Ciu mengangguk mendengar perkataan Xiao Cen
"Anak Han !" aku hanya mempunyai seorang cucu manja, serta adat yang keras kepala, yang menurutku sudah siap di didik oleh seorang pendamping hidup."
Xiao Er wajahnya merah, gadis itu tertunduk malu mendengar perkataan kakeknya.
tapi sesekali Xiao er melirik ke arah Han Ciu.
Wajah Sa Sie Hwa langsung cemberut mendengar perkataan Xiao Cen.
"Anak Han, aku percaya kau mampu memimpin perguruan api suci, aku percaya di tanganmu perguruan api suci akan lebih maju serta berkembang."
Han Ciu mengehela napas mendengar perkataan Xiao Cen.
"Kakek Cen, Aku sudah ada perkampungan selaksa pedang, umurku juga masih muda belum siap mengurus partai sebesar perguruan api suci."
"Anak Han, aku tahu kau masih ragu, tapi satu satunya jalan jika kau mau membalas dendam terhadap musuh musuhmu, dan membantu pamanmu Liu bang, perguruan api suci adalah tempat yang pas untuk mewujudkan cita citamu."
Han Ciu menarik napas mendengar perkataan ketua Cen.
Han Ciu mengerti dan membenarkan perkataan dari Xiao Cen tapi Han Ciu masih banyak yang harus di kerjakan dan ia belum siap untuk.
"Aku hanya menitipkan cucuku yang manja ini, dan aku yakin dia hanya bisa tunduk olehmu."
"Kakek, bikin malu saja !" kakak Han tidak suka padaku, kek" Xiao er berkata dan wajahnya menunduk malu, sedangkan,
Sa Sie Hwa mendengus.
ucapnya dalam hati, "Kau pikir Han ciu koko tempat penitipan anak."
"Ketua Cen dan nona Xiao er mungkin sudah tahu bahwa aku sudah mempunyai beberapa wanita, jika bisa memaklumi, itupun aku harus merundingkan dulu masalah ini dengan yang lain dan belum bisa mengambil keputusan."
Ha Ha ha.
"Anak Han tak usah khawatir, seorang pendekar mempunyai beberapa orang istri dan selir adalah hal yang wajar, Xiao er tak akan mempermasalahkan hal itu."
Han Ciu tersenyum, sebenernya ia mau menolak permintaan Xiao Cen, tapi entak kenapa sewaktu ia melirik dan bertemu pandang dengan Xiao er ia berkata lain.dan tak tega mengatakan penolakannya.
Setelah semuanya saling sepakat, Han Ciu memutuskan 2 hari lagi berangkat ke kota Nan.
ketua Cen menyarankan Rombongan ke kota Jiujiang, lalu melalui jalur sungai menuju kota Nan.
__ADS_1
Han Ciu menyetujui usul ketua Cen, jalur sungai, banyak pemandangan dan tidak membuat lelah.
Setelah malam lalu merela pamit undur diri.
Han Ciu jalan bersam Sa Sie Hwa dan Racun cilik.
"Pelayan !"
Han Ciu mengerutkan kening mendengar teriakan San Sie Hwa.
Seorang pelayan datang lalu memberi hormat.
"Apa.yang bisa hamba bantu ?"
"Tunjukan pada adiku, kamar kosong yang dekat dengan kamar kami"
"Kak !" Racun Cilik berkata,
Sebelum Racun cilik melanjutkan perkataannya, Sa Sie Hwa memotong terlebih dahulu.
"Aku lebih tua, sekarang adalah bagianku, kau besok malam
"Sekarang tidak ada pengacau, jadi kau besok juga akan tenang."
Racun cilik akhirnya mengikuti pelayan yang menunjukan arah jalan ke kamar.
Di dalam kamar ada arak dan makanan.
Han Ciu minum beberapa cawan arak.
Sa Sie Hwa menemani dan sesekali minum arak dari cawan yang ia pegang.
"Kak Han !" Sa Sie Hwa mendekat.
Han Ciu tersenyum ketika Sa Sie Hwa memegang tangan.
Perlahan Sa Sie Hwa menarik tangan Han Ciu, sambil melirik ke arah tempat tidur.
Han Ciu tak menolak, keduanya lalu terlihat saling peluk, Sa Sie hwa sambil memeluk, tangannya bergerak liar
Han Ciu lalu mengibaskan tangan,
Setelah lilin Padam.
Hannya terdengar deruan napas yang memburu dan rintihan dari sepasang muda mudi yang tengah di mabuk asmara.
Han Ciu membuka mata, ketika merasakan angin sejuk menerpa wajahnya, selimut tebal menutupi tubuh Han Ciu, sementara itu Sa Sie Hwa masih tertisur lelap, kepalanya berada di dada Han Ciu, keduanya tertutup selimut.
Han Ciu kaget ketika melihat Racun cilik duduk dengan wajah cemberut.
Ketika Sa Sie Hwa bangun, Sa Sie Hwa menjelaskan kepada Racun cilik bahwa, mereka semua adalah milik Han ciu, jadi harus berbagi waktu, dan tempat
Setelah di jelaskan Racun cilik tidak cemberut lagi.
Tak ada kegiatan berarti yang mereka lakukan, hanya makan tidur dan jalan jalan, semua kebutuhan perjalanan di siapkan oleh perguruan api suci.
Setelah melewati malam bersama Racun Cilik.
Pagi hari rombongan siap untuk berangkat, Xiao er setelah memaksa akhirnya di perbolehkan ikut, dengan alasan untuk lebih dalam mengenal Han Ciu.
Han Ciu jalan sambil mengusap usap dadanya.
Sa Sie Hwa mengerutkan kening melihat Han Ciu.
Racun cilik tertunduk malu ketika berhadapan dengan Han Ciu.
Semalam ia di marahi oleh Han Ciu.
Han Ciu menatap Racun cilik ketika akan naik kereta kuda,
Saat Racun cilik mengangkat kepala, matanya saling tatap dengan Han Ciu, wajah Racun cilik langsung merah, lalu menundukan kepala, sedangkan Han Ciu menggelengkan kepala.
Hmm !
__ADS_1
Paling muda, jarang bicara dan paling pemalu diantara yang lain, tapi semalam dadaku habis ia gigit, sampai saat ini masih terasa sakit dan merah.
.