
"Kurang ajar, siapa kau berani beraninya mengganggu kaum tua, pergi kau !"
"Umur mu saja tua, tapi otakmu seperti anak kecil.
Sementara melihat pemuda bopeng yang selama ini berjalan bersama dan di sebut suami oleh Zhain li er, suasana di tengah ruangan berubah, apalagi setelah melihat pedang pendek berwarna hitam dengan ukiran kepala naga di ujung gagang.
Sa sie hwa dan Xiao er langsung berdiri dari kursi, wajah mereka tersenyum lebar melihat pemuda bopeng dengan tompel hitam di pipi yang tengah berada di hadapan Dewa tombak.
Sepasang pedang naga hitam sudah cukup bukti untuk mereka, siapa pria bopeng yang sedang berhadapan dengan Dewa tombak.
Han ciu menatap ke arah Ahn nio.
Kau mundur dan perketat penjagaan.
Ahn nio tersenyum lebar kepada pemuda buruk rupa yang ada di hadapannya.
"Baik ketua !" ucap Ahn nio sambil memberi hormat.
"Hu cengcu !" mundur dan beritahu anggota selaksa pedang untuk bersiap dan berjaga menghadapi kerusuhan, sekiranya ada yang mencurigakan dan tak mau memberi keterangan, tebas di tempat, segala urusan aku yang tanggung jawab.
Perintah Cengcu akan segera Zhi dong laksanakan, setelah berkata dan memberi hormat Zhi dong mundur.
Suasana di ruangan tempat tamu kehormatan langsung geger ketika mendengar percakapan dari Han ciu, Zhi dong dan Ahn nio.
Begitu juga dengan para tamu lain dan Iblis seribu wajah beserta keluarga, mereka sama sekali tak menyangka bahwa pemuda yang selama ini bersama mereka adalah pemilik penginapan, juga Cengcu dari perkampungan selaksa pedang.
"Muka ayaaaaam !"
Bayangan sangat cepat melesat dan berdiri di samping Han ciu.
Zhain li er langsung mengandeng tangan Han ciu, "kenapa kau tak ajak ajak aku ?"
"Li er, lepaskan tanganmu dan duduk saja."
"Aku sebal liat wanita tua itu, ingin tampar mukanya 3 kali."
Han ciu tak menjawab perkataan Zhain li er.
"Tua bangka !" kau tadi bilang ingin menjajal Cengcu perkampungan selaksa pedang ?"
"Aku sudah siap !"
Hmm !
"Rupanya kau Cengcu selaksa pedang,"
"Tak usah banyak bacooot tua bangka."
Setelah berkata Han ciu melesat, salah satu pedang naga hitam yang berputar di kedua tangan menyambar kepala Dewa tombak.
Trang !
Dewa tombak menangkis, tombak pendeknya tegak lurus menghantam pedang naga hitam yang menyambar kepala.
__ADS_1
Setelah menangkis, Tombak berputar lalu gagang menghantam dada, Han ciu menyabetkan pedang ke badan tombak milik Ho liang.
Trang !
Bunga api terpencar setiap kedua senjata bertemu, ketika sodokan gagang tombaknya dapat di tangkis oleh pedang hitam musuh, tangan Dewa tombak bergerak mundur, dan mendorong gagang tombak, sehingga mata tombak meluncur menusuk leher Han ciu.
Kali ini Han ciu mundur selangkah, memghindari tusukan ke lehernya.
Setelah mundur, Han ciu menyabetkan kaki ke arah pinggang Ho liang.
Plaak !
Badan Tombak menangkis telapak kaki Han ciu,
Ho liang alias Dewa tombak mendorong tombak yang ia pegang, Han ciu ikut terdorong ke belakang, Han ciu lalu melentingkan tubuhnya dan dan sudah berada di belakang Dewa tombak, Pedang naga hitam di tangan Kiri Han ciu menyabet pungung Dewa tombak.
Dewa tombak merasakan angin sambaran dari belakang, tangan kanannya menggerakan tombak ke arah belakang dan menangkis sabetan pedang naga hitam Han ciu.
Trang !
Setelah pedangnya kembali di tangkis, Pedang di tangan kanan menusuk dari atas ke kepala Dewa tombak.
Dewa tombak terkejut, dengan serangan yang menurutnya tak seperti jurus pedang yang sering ia lihat.
Dewa pedang mundur dua langkah sambil berbalik ia melemparkan tombaknya ke arah dada Han ciu.
Sriiiiing !
Tombak melesat kencang, Han ciu bergerak ke samping kanan.
Han ciu terkejut dan menunduk ketika tombak melesat mengincar kepala.
Han ciu mendengus, melihat ujung gagang tombak terbuka, dan ada sebuah tali kecil yang terikat dengan tangan menggerakan tombak untuk menyerang Han ciu.
Setelah menunduk Han ciu melemparkan Pedang naga hitam yang berada di tangan kiri ke arah tangan yang memegang tali dan menggerakan tongkat.
Sriiiiing !
Pedang pendek berwarna hitam berputar, menyambar ke arah pergelangan tangan Ho liang yang sedang memegang Tali.
Melihat pedang berputar kencang menuju tangan kanannya yang memegang tali, Ho liang menarik tombaknya dan tombak kembali ke tangan kanan lalu di hantamkan ke arah Pedang naga hitam yang mengancam tangannya.
Traang, trang.
Kembali tombak menghantam Pedang naga hitam yang berputar, dan 2 kali pedang Han ciu. menghantam badan tombak Ho liang
Han ciu lalu menyusul pedang yang ia lemparkan
Setelah dekat Han ciu mengibaskan tangan kirinya ke arah Dewa Tombak.
Angin menderu keluar dari kibasan Han ciu yang di aliri oleh pukulan Dewa angin
Dewa tombak terkejut, lalu mendorong tangan kirinya menyambut kibasan tangan kiri Han ciu.
__ADS_1
Blaaaar !
Bangku dan meja kosong berhamburan terkena pecahan angin akibat beradunya 2 tenaga dalam tinggi antara Dewa tombak dan Han ciu.
Dewa tombak terkejut ketika merasakan tubuhnya seperti di dorong oleh angin yang sangat kencang.
Dewa tombak berusaha bertahan, tapi tetap saja kakinya bergeser dan tubuhnya bergerak mundur.
Han ciu setelah berhasil mendesak lawan, pedang yang berputar, gagangnya ia sentil dan pedang pendek naga hitam melesat dengan cepat ke arah leher Dewa tombak.
Suara angin dan desingan pedang terdengar oleh para tamu terhormat yang berada di sekitar tempat mereka bertarung.
Dewa tombak menekan gagang tombak dan menekan dengan tangan kiri, tombak melesat manyambut pedang Han ciu.
Han ciu bergeser ke samping kiri, pedang naga hitam di tangan kanan, tiba tiba seperti mengeluarkan sinar berwarna kuning emas dan berubah jadi panjang, dan menyabet ke arah tombak yang hendak menghantam pedang Han ciu.
Traaang, traak.
Semua orang di ruangan tertegun, dan tak tahu harus berkata apa, ketika melihat tombak jatuh ke lantai dan mata tombak sudah putus menjadi dua.
Sedangkan Han ciu telah mundur dan berdiri di samping Zhain li er.
Wajah Dewa tombak pucat pasi dan berubah merah, tampak raut wajah Dewa tombak terlihat mengerikan.
Bagaimana tidak, di depan tempat pertemuan yang di hadiri oleh para tokoh, dan pembesar negri seperti tuan Xiang yu dan Liu bang, tombak nya bukan hanya jatuh tapi juga putus menjadi dua, dan itu sudah merupakan kekalahan yang amat memalukan bagi tokoh sekelas Dewa tombak, yang namanya dianggap sebagai tokoh papan atas dan panutan bagi golongan putih.
Xiang yu tampak terkejut melihat jagoannya kalah, "paman Jari api !" sungguh hebat anak muda bopeng itu, jika benar ia ketua bunga naga, kita harus menariknya untuk bergabung dengan kelompok kita, sebelum Liu bang mendahului."
"Benar apa yang tuan katakan, Tokoh sekelas Dewa tombak bisa ia kalahkan, pemuda itu memang pantas menjadi Cengcu dari perkampungan selaksa pedang, jika ia menjadi musuh kita, akan sangat tidak menguntungkan buat perjuangan kita nantinya." orang yang dipanggil paman jari api berkata kepada Xiang yu.
Liu bang hanya tersenyum melihat Xiang yu berbisik bisik dengan anak buahnya, hati Liu bang sangat senang ternyata keponakannya masih hidup.
"Kwe an, berikan tombakmu !"
Mendengar perkataan gurunya, Kwe an lalu memberikan tombaknya kepada sang guru.
"Anak muda, anggap saja tadi aku lengah, tapi sekarang kau harus merasakan pertarungan yang sesunggunya."
Ha ha ha.
"Malas aku bicara dengan orang sok hebat tapi tak punya kemampuan sepertimu." ucap Han ciu membalas perkataan dari Dewa tombak.
"Tuan Dewa jangan terpancing emosi oleh bocah itu," Siluman lembah bunga berkata.
"Kau belum di suruh bicara sudah bicara Siluman bunga bangkai."
"Akulah lawanmu, muka ular."
"Istri melawan istri."
Mendengar ia di sebut istri Dewa tombak siluman lembah bunga sangat kesal kepada Zhain li er, Siluman lembah bunga setengah berteriak berkata kencang
"Tutup mulutmu, apa kau sudah gila ?"
__ADS_1
Han ciu mendengar perkataan Kokcu lembah seribu bunga perlahan mundur, apalagi setelah melihat wajah Zhain li er merah dan matanya tampak beringas.
"Apa kau bilang !?"