
Lima Racun adalah didikan dari Han Ci Kung, masing – masing dari kelima orang itu di beri ke ahlian khusus oleh Han Ci Kung untuk menguasai teknik yang menggunakan racun, orang yang memakai baju hitam adalah ahli menggunakan senjata beracun dari binatang – binatang beracun.
Sementara orang yang memakai baju coklat ahli menggunakan bubuk beracun, sisa ketiga dari mereka, ahli jebakan, ahli memanggil binatang beracun dan di pimpin oleh seorang ahli yang menggunakan pukulan beracun.
Mereka berlima jika bergabung saling isi akan susah di hadapi, jika kelimanya bergabung mereka akan menjadi tulang punggung perguruan selaksa racun
Kelimanya terkenal karna masing – masing memakai baju yang berbeda, hitam, coklat, hijau, kuning serta merah.
Baju hitam dan baju coklat hendak menyusul ketua mereka bergabung dengan penguasa timur, tetapi saat melihat rombongan Han Ciu naik kapal menuju Hanzhong mereka memutuskan berbalik untuk mencari tahu siapa mereka dan akhirnya terjadi pertempuran di atas kapal.
Kelabang – kelabang yang di lemparkan racun baju hitam melesat menyambar Han Ciu, tapi sekarang Han Ciu tidak menghindar, hanya dengan sekali kibas, kini senjata rahasia berupa kelabang hancur di udara terkena kibasan tangan Han Ciu.
Baju Hitam terkejut saat melihat senjata rahasia kelabang merah miliknya hancur,
lalu Baju Hitam meloloskan sabuk hitam yang melilit pinggang, se ekor ular hitam beracun yang sudah di keringkan kini berada di tangan salah seorang anggota lima racun.
Tanpa ragu kemudian menyerang Han Ciu.
Ular hitam yang panjang dan bisa di pakai seperti cambuk meliuk kemudian menyambar ke arah kepala Han Ciu dengan jurus cambuk ular hitam.
Putaran cambuk mengeluarkan angin yang berbau busuk, terus bergulung di sekitar Han Ciu, sambil sesekali melemparkan senjata rahasia berupa kelabang merah ke arah Han Ciu.
Dengan Jurus yang terdapat dalam kitab Dewa pedang, kedua tangan Han Ciu menyambar ke arah ular kering yang menjadi senjata andalan racun Baju Hitam.
Tangan yang sudah di lapisi hawa tenaga dalam dari ilmu jiwa pedang menangkis ular panjang yang menjadi senjata andalan racun baju hitam.
Plak !
“Keparaat ! Jika ku aliri dengan tenaga dalam ular hitam ini pasti akan putus, siapa mereka ? Agaknya kepandaian mereka tak beda jauh dengan ketua ,” batin baju hitam, sambil memutar mutar ular yang menjadi senjata.
Angin kehitaman dan bau busuk semakin tercium, sambil melemparkan 3 buah kelabang merah ke arah leher dan ke arah badan, cambuk ular hitam menyambar ke arah kepala Han Ciu.
Tongki serta Talaba mundur menjauh karna bau busuk semakin tercium dari putaran cambuk ular yang di pergunakan musuh.
Han Ciu semakin gencar menyerang, 3 ekor kelabang merah berhasil ia hancurkan dengan jurus pedang hampa sebelum sampai, sambil menghindar ke samping kanan, tapi cambuk ular hitam terus memburu ke arah Han Ciu setelah serangannya berhasil di hindari.
Setelah bergerak kekanan, Han Ciu langsung melesat menghampiri Racun Baju Hitam dan menebas ke arah kepala musuhnya.
Pria paruh baya itu terkejut tak menyangka akan di serang.
Racun Baju Hitam menjatuhkan dirinya lalu bergulingan di lantai perahu, sambil cambuk ular hitamnya dialiri tenaga dalam sehingga kaku dan menusuk ke arah perut Han Ciu.
Shing !
Han Ciu mundur sambil tangannya menebas ke arah cambuk ular hitam.
Crash !
Tangan yang sudah di aliri jiwa pedang menebas cambuk ular hitam.
__ADS_1
Cambuk ular hitam putus terkena tebasan tangan Han Ciu.
Racun Baju Hitam terkejut sambil lompat mundur melemparkan senjata cambuk ular hitam yang tinggal setengah karena putus terkena tebasan tangan Han Ciu.
Pria baju hitam yang mundur melihat adiknya tengah terdesak, lalu melemparkan kelabang merah ke arah Iblis Biru.
Shing....Shing !
Dua buah sinar merah melesat ke arah lblis Biru.
Iblis Biru melihat dirinya di serang oleh senjata rahasia, lalu menghindar ke samping kiri, melihat musuh menjauh Racun baju Coklat melesat ke arah kakak seperguruannya, setelah keduanya saling anggukan kepala, tanpa menunggu waktu lama, keduanya lalu lompat ke dalam sungai.
Byur....Byur !
Han Ciu serta lblis Biru terkejut tak menyangka musuh akan melarikan diri.
Mereka langsung memburu ke arah keduanya, tapi hanya riak air yang terlihat.
Iblis Biru hendak lompat ke sungai, tapi Han Ciu memegang tangan lblis Biru.
“Jangan di kejar paman, biarkan saja,” ucap Han Ciu.
“Tapi ketua ! jika mereka sampai lolos, nanti kita sendiri yang akan repot, mereka pasti membuat persiapan untuk menyambut kedatangan kita,” seru lblis Biru.
Han Ciu anggukan kepala mendengar perkataan lblis Biru.
Iblis Biru akhirnya mengangguk mendengar perkataan Han Ciu, sambil mendengus kesal ia melirik ke arah Tongki serta Talaba.
Phuih !
“Ada dua orang bukannya berjaga jaga malah menjauh, jadi musuh berhasil melarikan diri,” gerutu lblis Biru.
“Apa maksudmu berkata seperti itu ?” tanya Tongki karna ia tahu perkataan lblis Biru di maksudkan untuk mereka berdua.
“Kenapa kau masih tanya, kau pikir saja sendiri ! Seru lblis Biru.
“Harusnya kau yang bisa menahan musuh untuk tidak melarikan diri, kami kan hanya berjaga jaga, siapa yang tahu mereka berniat melarikan diri.” Ucap Tongki membela diri.
Iblis Biru yang mendengar perkataan Tongki melotot, wajahnya terlihat gusar.
“Sudah....sudah, kau tak usah bicara, bikin pusing kepalaku saja.” Ucap lblis Biru sambil mendengus.
Lalu pergi meninggalkan Tongki serta Talaba.
Melihat Iblis Biru pergi, Tongki lalu menepuk bahu Talaba.
“Nah kau lihat sendiri Talaba ! jangan kau tiru adat si Ming Mo itu, makanya jika kau sudah punya wanita yang cocok, segera menikah biar nanti kalau sudah tua, tidak gampang marah seperti Ming Mo.” Tongki berkata.
Talaba anggukan kepala mendengar perkataan Tongki.
__ADS_1
“Baik paman, aku akan menuruti nasehat paman, tapi paman ! paman Tongki juga sudah tua sama seperti paman Ming Mo belum menikah, bukankah berarti itu sama saja dengan paman Ming Mo ? Tanya Talaba.
“aku sudah ada calon, jadi beda dengan Ming Mo yang memang susah untuk cari istri.
Mendengar perkataan Tongki, Talaba terkejut.
“Setahu aku, paman Tongki selalu bersama denganku dan aku belum pernah melihat paman Tongki bersama dengan seorang wanita,” batin Talaba.
“Benarkah paman sudah ada calon ? Tanya Talaba.
Tongki anggukan kepala. “Aku sudah ada calon, tinggal menunggu hari baik,” ucap Tongki.
“Selamat....Selamat paman,” Talaba berkata sambil tersenyum.
Talaba yang masih penasaran kemudian bertanya kembali, “paman ! Kalau boleh tahu, wanita mana calon istri paman Tongki, apakah Talaba mengenal wanita itu ?”
Tongki tersenyum, lalu berbisik kepada Talaba.
“Kau kenal dengannya malah kita sering jalan bersama,” ucap Tongki dengan wajah serius.
“Benarkah paman, Siapa bibi yang paman maksudkan itu ? Talaba bertanya karna ia masih belum tahu wanita yang di maksud oleh Tongki.
Tongki lalu berbisik, “wanita itu sering membawa kipas,”
Talaba yang mendengar perkataan Tongki wajahnya sedikit berubah dan wajah yang tampak seperti tak percaya, sambil menatap ke arah Tongki.
“Jadi....jadi maksud paman, Dewi Kipas ? Tanya Talaba.
Sebelum Tongki menjawab, dari belakang mereka terdengar suara halus.
“Ada apa, kenapa kalian sebut namaku ?”
Talaba serta Tongki langsung berbalik dan melihat Dewi kipas menatap ke arah Talaba, sambil menatap dengan pandangan curiga.
Wajah Tongki Pucat, sedangkan Talaba tersenyum.
Sebelum Talaba bicara, Tongki langsung menginjak kaki Talaba.
Buk !
“Talaba tak percaya bahwa Dewi tahu jalan ke tempat perguruan Selaksa Racun” ucap Tongki, kakinya masih menginjak kaki pemuda yang berada di sampingnya.
Zhain Li Er yang datang bersama Dewi kipas dan memperhatikan gerak gerik Tongki, apalagi melihat kaki Tongki masih menginjak kaki Talaba.
Zhain Li Er mendengus kesal
Cis !
“Kau pikir aku dan bibi Dewi tak dengar perkataan kalian berdua ?”
__ADS_1