Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch 166 Setuju bekerja sama


__ADS_3

Mendengar perkataan Sa Sie Hwa, gubernur Ping An tampak termenung.


“Aku belum begitu mengerti, apa maksud nyonya ketua, coba tolong jelaskan kembali padaku !” ucap gubernur Ping An.


“Tuan gubernur, sekarang aku ingin bertanya pada tuan, siapa yang menguasai kota Sishui ? Tanya Sa Sie Hwa sambil menatap tajam.


“Aku penguasa kota Sishui,” jawab gubernur Ping An.


Mendengar jawaban gubernur Ping An, Sa Sie Hwa tersenyum, lalu bertanya kembali.


“Siapa yang menguasai kota Sishui dan memiliki kekuatan terbesar di kota ini ?” tanya Sa Sie Hwa.


Kali ini gubernur Ping An, Tak menjawab perkataan Sa Sie Hwa, wajahnya tampak berkerut sedikit agak gusar.


“Nyonya benar !” aku penguasa kota, tapi terkadang sepertinya aku wakil dari penguasa kota ini,” ucap gubernur Ping An.


“Itu yang kumaksudkan tuan,” Sa Sie Hwa berkata sambil tersenyum.


“Jadi aku menawarkan kepada tuan gubernur untuk kemajuan kota ini, jika gubernur mau.” Ucap Sa Sie Hwa sambil menatap ke arah pria gemuk yang berada di depannya.


“Yang nyonya maksudkan pasti perguruan Naga Api yang berada di Sishui.”


Lanjut perkataan gubernur Ping An.


“Jumlah kekuatan kami tidak seimbang dengan mereka, malah jika dipikir kami hanya mempunyai setengah dari kekuatan yang mereka miliki, itu yang berada di kota ini, belum lagi markas cabang mereka yang letaknya agak jauh dari kota Sishui.


“Mereka juga mempunya pendekar yang terkenal kejam, seperti Jagal utara, nenek Kipas Hitam, serta Setan Tangan Putih Serta Tongkat Naga dengan kedua muridnya.”


“Tuan juga punya pendekar di belakang tuan,” ucap Sa Sie Hwa sambil menatap pendekar Baju Merah.


“Satu tak akan bisa melawan 2 apalagi melawan pendekar mereka yang banyak nyonya.” Ucap gubernur Ping An.


“Maka dari itu, aku menawarkan bantuan !” jika tuan mau maju di depan sebagai ujung tombak, kami yang akan menghadapi para pendekar yang mereka miliki.” Sa Sie Hwa berkata sambil menatap ke arah gubernur Ping An.


Han Ciu yang berdiri di belakang Sa Sie Hwa melihat wajah pendekar baju merah, tampak wajahnya berubah mendengar perkataan istrinya, ia tahu ada yang tak beres dengan pengawal pribadi gubernur Ping An itu.


Gubernur Ping An tampak termenung mendengar perkataan Sa Sie Hwa.


“Gubernur !” jangan dengarkan omongan mereka.” Ucap Pendekar baju merah.


Sa Sie Hwa menatap tajam ke arah pendekar Baju Merah.


“Kau hanya seorang bawahan, tidak pantas kau bicara di sini,” ucap Sa Sie Hwa dingin.


Phuih !

__ADS_1


“Aku seorang pengawal, jadi aku berhak memikirkan majikan yang aku lindungi.” Pendekar Baju merah membalas ucapan Sa Sie Hwa.


“Tapi aku lihat kau bukan seperti seorang pengawal, malah dari ucapanmu sepertinya kau anak buah Bu Ban Liong, apa benar ucapanku ?” Sa Sie Hwa berkata ketus.


“Gubernur ! jangan dengarkan ucapan ketua penginapan Bunga Naga ini, kekuatan prajurit Sishui dengan markas yang di pimpin oleh Tongkat Naga sama banyaknya, apalagi dengan markas pusat, kita jika melawan perguruan Naga Api, seperti Telur melawan Batu.” Pendekar Baju Merah berkata kepada gubernur Ping An.


“Apa kau belum tahu kabar terbaru ?” tanya Sa Sie Hwa.


“Kabar terbaru !” kabar terbaru apa maksudmu ?” tanya pendekar Baju merah.


“Baik aku ceritakan di sini, karna kau tak akan mungkin bisa keluar dari ruangan ini.


“Markas cabang yang di pimpin oleh Tongkat Naga mau macam – macam dengan rombonganku yang akan ke kota Sishui, dan hanya dengan 50 orang, kami hancurkan semua orang dari markas cabang itu, termasuk Tongkat Naga, kedua murid serta 200 orang anggota perguruan Naga Api.” Sa Sie Hwa berkata dingin sambil menatap tajam ke arah pendekar Baju Merah.


Gubernur Ping An, Penasihat serta pendekar Baju Merah terkejut mendengar perkataan Sa Sie Hwa.


“Ap....apa benar perkataan ketua ? Tanya gubernur Ping An.


“Apa untungnya aku berbohong kepada gubernur !” gubernur jika tahu tentang penginapan Bunga Naga, tentu tahu bukan kekuatan di balik penginapan Bunga naga ?” Sa Sie Hwa berkata sambil menatap tajam ke arah gubernur Ping An dan pendekar Baju Merah.


Gubernur Ping An menganggukkan kepala, mendengar perkataan Sa Sie Hwa, memang ia pernah mendengar selentingan kabar bahwa penginapan Bunga Naga berdiri kokoh sampai saat ini dan banyak cabang di berbagai kota karna mempunyai pelindung yang kuat.


Pendekar Baju merah yang melihat gubernur Ping An termenung, kemudian bicara.


“Tuan gubernur, sebelum terbukti sebaiknya gubernur terlebih dahulu mencari tahu kebenaran kabar yang masuk, karna jika tidak, akan berakibat dengan terancamnya nyawa gubernur sendiri.” Pendekar Baju Merah berkata.


“Gubernur Ping An, sepertinya kau memelihara seekor ular di kediamanmu, jika tidak kau pentung kepala ular itu, dia akan terus ikut dan diam, tapi suatu saat ular itu akan mematukmu dari belakang, karna yang namanya Ular tetap saja ular.


“Keparat, kau hanya seorang wanita tapi mulutmu begitu tajam, aku pantang menyerang seorang wanita, tapi jika ucapanmu sudah keterlaluan, aku tak akan segan lagi terhadapmu.” Pendekar Baju merah berkata sambil menatap tajam ke arah Sa Sie Hwa.


“Gubernur ! pengawalmu adalah orang perguruan Naga Api, jika kau ingin mengambil alih kota dengan bantuan kami, hal pertama yang harus dilakukan adalah membunuh pengawalmu ini, karna dia adalah duri dalam daging untukmu kelak di kemudian hari.” Ucap Sa Sie Hwa.


Pendekar Baju merah yang sudah tak bisa mengendalikan kemarahannya bergerak menyerang Sa Sie Hwa.


Whuut !


Gubernur Ping An terkejut, melihat anak buahnya menyerang ketua penginapan Bunga Naga.


Sa Sie Hwa hanya tersenyum melihat tangan pendekar baju merah bergerak ke arah kepalanya, Sa Sie Hwa yakin karna ada Han Ciu yang berada di sampingnya pasti tidak akan tinggal diam melihat ia di serang.


Tap !


Han Ciu mencengkeram tangan pendekar Baju Merah yang hendak memukul Sa Sie Hwa.


Matanya menatap tajam ke arah pendekar Baju Merah.

__ADS_1


Sambil perlahan meremas kepalan tangan pendekar Baju Merah, Han Ciu berkata dengan nada dingin.


Berani sekali kau memukul istriku di depan mataku.


Krek...Krak !


Tulang jari yang terkepal di remas hingga hancur oleh Han Ciu, lalu sekali sentak, lengan pendekar Baju Merah putus dari pangkal bahu.


Darah muncrat dari pangkal bahu pendekar Baju merah dan muncrat ke arah penasihat serta sebagian wajah gubernur Ping An, tapi ketika semburan darah muncrat ke arah Sa Sie Hwa seperti ada hawa tipis menghalangi muncratan darah Pendekar Baju Merah, sehingga Sa Sie Hwa, Talaba dan Han Ciu tetap bersih dari darah yang menyembur.


Wajah pendekar Baju merah pucat, terlihat raut ketakutan tergambar dari wajahnya, melihat kepandaian Han Ciu yang sekali remas dan tarik jari tangan hancur dan putus.


Han Ciu yang masih memegang putusan tangan pendekar Baju Merah kemudian menghantam pria itu dengan putusan lengannya sendiri.


Buk !


Pendekar Baju Merah terpental, dan langsung tak sadarkan diri.


“Tawan dia” Han Ciu berkata sambil mendengus dingin.


Talaba langsung bergerak ke arah pendekar Baju merah yang pingsan, kemudian menotoknya.


Gubernur Ping An serta penasihat, gemetar melihat kejadian itu, apalagi setelah mendengar, Han Ciu mengatakan bahwa Sa Sie Hwa adalah istri dari orang yang dianggap pengawal oleh pendekar Baju Merah.


“Tu....Tuan ini adalah ?” ucap gubernur Ping An gagap.


“Oh ya perkenalkan !”ini adalah suamiku, pemilik penginapan Bunga Naga sekaligus ketua perguruan Selaksa Pedang, juga keponakan dari Liu Bang, penguasa barat negeri ini." ucap Sa Sie Hwa sambil tersenyum.


Gubernur Ping An serta penasihatnya mendengar perkataan Sa Sie Hwa langsung berdiri dari kursi, kemudian bersujud di depan Han Ciu, sambil keduanya berkata.


“Maafkan kami, punya mata tapi tak melihat.”


Kami ke sini ingin membantu membebaskan kota Sishui dari belenggu perguruan Naga Api, yang di katakan oleh istriku benar, markas cabang mereka yang di pimpin oleh Tongkat Naga beserta kedua muridnya sudah aku tumpas.


Gubernur Ping An anggukan kepala mendengar perkataan Han Ciu.


Lalu memanggil pelayan dan menjebloskan pendekar Baju Merah ke dalam penjara.


Memang ketua, perguruan Naga Api selalu ikut campur dalam masalah kota Sishui yang bukan hak mereka, itu yang terkadang membuat kami kesal terhadap Bu Ban Liong, tetapi kami tak bisa ambil tindakan, karna kalah dalam segala hal dengan perguruan Naga Api.


Jika ketua ingin membantu kota Sishui terlepas dari belenggu perguruan Naga Api, aku mewakili penduduk kota Sishui sangat berterima kasih kepada ketua,” ucap Gubernur Ping An sambil memberi hormat kepada Han Ciu.


Han Ciu serta Sa Sie Hwa mengangguk mendengar perkataan gubernur Ping An, yang artinya mereka mau bekerja sama dengan mereka memberantas perguruan Naga Api.


Kami minta petunjuk langkah apa yang harus kami lakukan untuk menghabisi perguruan Naga Api pimpinan Bu Ban Liong

__ADS_1


Han Ciu tersenyum, sambil menatap gubernur Ping An.


“Pancing dia datang kesini, lalu kita habisi.”


__ADS_2