Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch 238 : Siasat Han Cikung


__ADS_3

Di pusat kekuatan pasukan bintang timur di kota Hengshan timur, Xiang Yu tampak mondar mandir di dekat tempat anak buahnya berkumpul, wajahnya merah karena kesal menahan emosi yang sudah sampai kepala.


Anak buah yang melihat pimpinan mereka sedang kesal tak berani berkata apa², hanya diam sambil sesekali melirik ke arah tuan mereka.


Brak!


Kaki kanan Xiang Yu menjejak ke arah lantai gedung, tampak retakan lantai akibat kerasnya injakan Xiang Yu yang sedang marah.


“Dasar orang² tak becus yang tiada guna,” teriak Xiang Yu.


Hampir 8000 pasukan kita habis oleh pemuda She Han itu, dan tak ada sedikit pun keuntungan yang bisa kita raih. Walau kita sudah kehilangan banyak pasukan,” ucap Xiang Yu dengan wajah kesal.


“Hanya tahu bersenang senang tanpa mau berusaha dan berpikir,” lanjut perkataan Xiang Yu,” penuh dengan emosi tinggi.


“Kota Shang yang sangat penting, bisa di ambil alih oleh segelintir pasukan musuh.


“Memalukan....sangat memalukan!? Teriak Xiang Yu.


Seorang kakek yang masih terlihat segar berdiri, kemudian memberi hormat lalu berkata.


“Yang mulia Xiang Yu harap sabar dan berpikiran jernih,” ucap Kakek itu yang tak lain adalah Han Cikung, penghianat dari sekte Naga hitam.


“Kami dari perguruan selaksa racun selalu berusaha membantu, tetapi sepertinya mereka semua sudah di bekali oleh ramuan anti racun, sehingga racun kami tak terlalu berpengaruh terhadap pasukan Liu Bang.


“Mengenai keponakan hamba yang berhasil menduduki kota Shang, memang seorang yang tak boleh di pandang enteng, otaknya pandai dalam mengolah strategi dan bisa membangkitkan semangat pasukannya dalam bertempur.


“Belum lagi pasukan yang ia bawa, rata² murid perguruan selaksa pedang, dan sebagian dari perguruan api suci.


Jika di pikirkan kembali, kemampuan para pendekar dari dunia persilatan lebih hebat berkali lipat dari prajurit yang kita miliki, tuan.” Ucap Han Cikung.


Mendengar perkataan Han Cikung, Xiang Yu tampak menarik nafas dalam dan memandang atap langit².


Xiang Yu akhirnya duduk, lalu menatap ke arah Han Cikung.


“Apa paman punya rencana? Tanya Xiang Yu.


Menurut perkiraan hamba, melihat gerakan pasukan barat yang berada di pusat ( Sanchuan ) tidak pernah menyerang kota² besar selain pasukan yang di pimpin oleh keponakan hamba.


“Dugaan hamba, Pasukan yang di miliki oleh Liu Bang masih kalah jauh jumlahnya dari pasukan kita tuan, dan mereka mengulur waktu sambil menambah serta melatih pasukan, agar bisa sebanding dengan pasukan kita,” ucap Han Cikung.

__ADS_1


“Apa yang tuan Han katakan memang benar, pasukanku memang lebih banyak dari pasukan Liu Bang, tetapi setiap kita menurunkan bantuan, terhadap kota kita yang di serang, mereka selalu tahu dan menyergap, setelah kota itu jatuh para penyergap juga menghilang,” itulah yang membuat pasukan repot untuk membantu kota² yang berada di depan.


“Henei, Dang serta kota Dong adalah kota kecil yang sudah mereka ambil alih, dan itu contoh dari strategi yang mereka terapkan,” ucap Xiang Yu.


Han Cikung tersenyum mendengar perkataan Xiang Yu, “ketiga kota itu tak ada artinya untuk kita tuan, kita masih mempunyai Zulu dan Handan di barisan depan, serta masih ada Taiyuan di sisi kiri, untuk menahan pasukan Han Ciu yang bergerak dari kota Shang.


“Tapi jika kita terus bersabar dan membiarkan mereka berkembang, itu akan menjadi bumerang bagi kita.”


Xiang Yu anggukan kepala mendengar perkataan Han Cikung, karna apa yang di katakan oleh penasihat partai selaksa racun itu memang benar.


“Lalu apa rencana tuan Han? Tanya Xiang Yu.


“Menurut hamba, kita harus menyerang secara besar besaran langsung ke pusat pasukan Liu Bang Di Sanchuan.


“Dalam segi jumlah pasukan, pasukan kita lebih banyak dari mereka. “Bagaimana menurut tuan Xiang Yu ? Tanya Han Cikung.


Xiang Yu tampak termenung mendengar perkataan Han Cikung dan belum menjawabnya.


“Maksud tuan Han, kita perang dengan semua prajurit yang ada? Xiang Yu balik bertanya.


“Benar tuan! Selagi pasukan Liu Bang jumlahnya masih jauh di bawah kita, kita harus berupaya menghancurkan mereka dengan segenap kemampuan yang kita miliki,” ucap Han Cikung.


“Itu sudah hamba pikirkan, hamba mengutus murid hamba si Manusia racun serta murid² nya untuk bersama pasukan yang ada di Taiyuan, menahan pasukan Han Ciu, sampai kita berhasil membasmi Liu Bang di kota Sanchuan.


Xiang Yu anggukan kepala mendengar penjelasan dari Han Cikung.


“Memang apa yang di katakan oleh Han Cikung benar, jika tidak cepat² bertindak, kedepannya malah aku sendiri yang akan terjungkal,” pikir Xiang Yu.


Bagaimana dengan tuan Iblis mata satu, apa tuan Han sudah dapat kabar? Tanya Xiang Yu.


“Dewi racun belum memberi kabar, sepertinya belum menemukan sahabat hamba itu, tapi jika sudah menemukan Iblis mata satu, hamba sudah menugaskan kepada Dewi racun, sebuah rencana yang akan membalas perbuatan ponakan hamba terhadap apa yang lakukan pada hamba dan pasukan bintang timur,” ucap Han Cikung.


Xiang Yu tersenyum mendengar perkataan Han Cikung.


Sebuah perang besar tampak terbayang di mata Xiang Yu.


“Perang penentu, akan segera terjadi,” batin Xiang Yu.


****

__ADS_1


Hari – hari di kota Shang, para pasukan di bawah pimpinan Han Ciu di wajibkan untuk berlatih, sambil menunggu keputusan dari pusat, bagaimana, dan selanjutnya apa yang akan mereka lakukan.


Sedangkan Zhain Li Er selalu berada di dekat Han Ciu, gadis itu berkata, bahwa hal ini adalah bawaan anak yang ada di dalam kandungannya, Xiao Er mengerti dan tak mengganggu Zhain Li Er yang selalu bersama dengan Han Ciu.


Mata – mata pasukan Han Ciu menyebar, sampai ke kota Taiyuan, kota terdekat dari markas pusat kekuatan pasukan bintang timur yang baru, yaitu kota Hengshan timur.


Malam hari Han Ciu menyuruh anak buahnya berkumpul, karena akan membahas surat yang datang dari Sanchuan, Liu Bang mengirim surat untuk membahas tindakan selanjutnya yang akan mereka lakukan.


“Apa yang tertulis dalam surat yang di kirim oleh Tuan Liu Bang, ketua? Tanya Pedang api.


Han Ciu lalu memberikan surat dari pamannya kepada Pedang api.


Lalu berkata kembali, paman berkata dalam surat ini, bahwa kita untuk sementara berdiam diri dulu di kota Shang.


“Jangan membuat gerakan, sambil kita menambah pasukan, karena jumlah pasukan yang kita punya masih jauh jumlahnya di bandingkan dengan pasukan bintang timur.


“Banyak rakyat yang mengungsi dan mendaftar jadi prajurit, tetapi mereka harus di latih terlebih dahulu, karena mereka belum ada kemampuan dan pengalaman dalam perang,” Han Ciu menjelaskan inti surat yang di kirim oleh pamannya kepada mereka yang belum membaca surat.


Pedang api setelah membaca surat dan mendengar perkataan Han Ciu anggukan kepala.


Tuan Liu Bang benar, kita hanya punya semangat, tapi dalam soal jumlah pasukan, tuan Liu Bang kalah jauh.


“Kalau tidak di bantu oleh perguruan Selaksa pedang dan Perguruan api suci, mungkin dari kemarin² tuan Liu Bang sudah kalah dalam pertempuran ini,” ucap pedang api.


Informasi yang masuk kepada penguasa barat juga semakin banyak, karena menurut beberapa mata² yang telah kembali dari Sanchuan mengatakan, pasukan pengemis tongkat hitam yang di pimpin oleh Hek kay sudah menyatakan bergabung dan siap bertempur sampai titik darah penghabisan.


“Tetapi yang paling membantu dari pasukan pengemis itu adalah informasi yang mereka dapatkan, perguruan pengemis tongkat hitam adalah yang terbesar diantara perkumpulan pengemis lain, anak buah mereka ada di setiap kota, jadi kita bisa tahu keadaan kota² yang menjadi musuh kita, melalui para pengemis tongkat hitam.,” ucap Pedang api.


Mereka yang berkumpul, wajah mereka terlihat gembira mendengar perkataan Pedang api, begitu pula Han Ciu.


Sebenarnya Han Ciu sudah jenuh dengan perang ini, ia selalu berharap perang akan segera berakhir, agar ia bisa hidup tenang dengan kelima istrinya di telaga barat.


Melatih anaknya, bermanja dengan para istri, serta hidup dalam kedamaian seperti apa yang telah ia cita²kan dari dulu.


Tapi perang ini tak bisa ia tinggalkan, karena perang ini ia jadi mengerti beratnya tanggung jawab menjadi seorang pemimpin.


Han Ciu hanya berharap perang ini cepat selesai.


Dan jika Han Ciu ingin kedamaian seperti yang ia harapkan, hanya ada sebuah satu cara.

__ADS_1


“Kita harus menang,”


__ADS_2