
Pagi hari di telaga barat telah sibuk, mereka akan mengadakan upacara sembah bumi dan langit, untuk meresmikan hubungan antara ke 4 gadis dengan Han ciu.
Tie Ahn Nio, Sa Sie Hwa, Zhain Li Er serta Zee ln Biauw, memakai baju merah dengan penutup kepala, hiasan hiasan warna warni di telaga barat tampak terlihat di setiap sudut bangunan, dua hari setelah malam itu, lalu mereka melakukan persiapan untuk upacara sembah langit dan bumi, sebuah upacara pernikahan sederhana, tapi tidak mengundang orang luar.
Han Ciu berpakaian merah, wajah Han ciu terlihat cerah dan sangat tampan, dengan umur sudah mencapai kurang lebih 20 tahun, garis garis kedewasaan terlihat di wajah dan menambah ketampanan wajah Han ciu.
Iblis seribu wajah dan Dewi angin bertindak sebagai wali ke 4 gadis, sementara Pedang langit menjadi wali Han Ciu.
Han Ciu berhadapan dengan ke empat gadis, lalu mereka saling membungkuk satu sama lain, setelah menyembah langit dan bumi, dan menyembah para leluhur.
Upacara akhirnya selesai, karna mereka berempat hanya menjadi selir, upacara tidak resmi, tidak mengundang tamu dan pendekar dunia persilatan sebagai saksi, hanya kerabat dekat yang berada di telaga barat yang menjadi saksi dan meramaikan suasana bahagia buat Han Ciu dan para selirnya.
Upacara sakral yag tak berlangsung lama akhirnya selesai, merekapun menyantap hidangan hidangan yang telah di sediakan. makanan ringan dan berat serta arak tak ketinggalan.
Wajah wajah ceria terlihat dari mereka.
Di satu meja, Han Ciu dan ke 4 selir mendapatkan selamat dari mereka yang hadir dan mengikuti upacara. Xiao Er sangat terharu mata gadis itu berkaca kaca, melihat kebersamaan diantara mereka.
Ketika tengah menikmati arak dan hidangan seorang penjaga melaporkan bahwa ada 2 buah perahu mendekat.
Pedang langit kemudian keluar, untuk melihat siapa yang datang.
Tapi tak lama kemudian Pedang langit masuk, wajah kakek tua itu ceria dan di sampingnya berjalan seorang pria paruh baya yang tampak gagah dan berwibawa.
Melihat siapa yang datang, Han Ciu langsung berdiri.
Melihat Han Ciu berdiri, Sa Sie Hwa dan Tie Ahn Nio dan yang lain ikut berdiri, apalagi setelah melihat tamu yang datang, mereka semua tersenyum.
Han Ciu membungkukkan badan memberi hormat.
"Paman Liu Bang, selamat datang !" ucap Han Ciu.
Anak Han, kau benar benar masih hidup, paman senang sekali, jika tak mendengar cerita yang beredar bahwa Naga hitam telah kembali, dan memporak porandakan perguruan Elang putih, nungkin paman tak akan tahu kau masih hidup."
"Aiiih, kau sungguh terlalu anak Han, sampai sampai hari bahagia kau tak memberitahu paman," ucap Liu Bang.
"Maafkan anak Han paman, karna ini acara dadakan dan Han Ciu sendiri tidak tahu keberadaan paman dimana," ucap Han Ciu.
Setetelah bercakap cakap sebentar, Liu Bang lalu menikmati hidangan dan arak yang di sediakan, Ahn Nio masih memakai pakaian pengantin meniup suling dan menyanyikan beberapa lagu yang membuat suasana semakin semarak.
Han Ciu kemudian bercakap cakap dengan Liu Bang dan Pedang langit di sebuah ruangan khusus, membahas tentang yang terjadi di dunia persilatan.
Para selir dan yang lain memberi kesempatan Han Ciu dan paman angkatnya yang seorang pembesar negri untuk berbincang bincang.
__ADS_1
"Jadi Ketua Cen bilang seperti itu pada anak Han ?" ucap Liu Bang
"Benar tuan Liu, aku mendengar sendiri perkataan dari ketua Cen."
"Kau sangat beruntung anak Han, Xiao Er gadis yang cantik, dan perguruan api suci adalah perguruan terbesar saat ini di dunia persilatan, jika selaksa pedang bergabung dengan api suci, aku yakin anak Han akan menguasai dunia persilatan." Ucap Liu Bang sambil tersenyum.
"Lalu bagaimana dengan perjuangan paman Liu Bang sendiri ?" Han Ciu bertanya.
"Aku masih melakukan gerakan gerakan bawah tanah untuk menghadapi Xiang Yu, karna jika perang terbuka, aku masih kalah dalam hal prajurit, financial serta kantong kantong daerah yang kita miliki.
"Secara diam diam Xiang Yu, menghasut serta mengajak gubernur gubernur kota dan mengancam untuk membantunya, jika tidak maka kota itu akan di serang oleh anak buah Xiang Yu.
"Cara cara yang licik, tentu saja rakyat yang akan menjadi korban," ucap Han Ciu.
"Anak Han benar !" tapi aku tak bisa mencegah perbuatan Xiang Yu, karna setelah mereka berhasil menguasai daerah tersebut Xiang Yu menempatkan seorang pendekar tangguh untuk menjaga daerah yang ia miliki.
Han Ciu menarik nafas mendengar perkataan Paman angkatnya.
"Bagaimana dengan telaga Tong ini paman ?"
"Kau aman di telaga Tong, karna telaga Tong adalah daerah kekuasaanku.
"Ada ciri dari kekuasaan yang di pegang oleh Xiang Yu, daerah itu pasti menerapkan pajak yang besar dan sangat memberatkan penduduknya untuk bekal mereka berperang denganku, aku tak suka dengan cara cara seperti itu, karna mencekik penduduk." Ucap Liu Bang.
Liu Bang menghela napas panjang.
"Jika bukan karna rakyat aku sudah malas berperang, aku hanya ingin duduk sambil menikmati hari hari tua bersama anak dan cucu," ucap Liu Bang.
"Paman, aku akan membantu paman sebisa kemampuan yang aku miliki, tapi aku juga ingin paman tidak berharap terlalu banyak padaku, karna aku adalah orang kecil yang hanya mempunyai segelintir orang, berbeda dengan paman yang mempunyai separuh negri ini."
"Anak Han ! mendengar kesanggupanmu untuk membantu saja sudah anugrah untuk pamanmu ini, aku sangat berterima kasih dengan bantuanmu, mari kita bantu rakyat lepas dari kelaliman Xiang Yu, kita pimpin serta kelola negri ini sebaik baiknya, jika kita berhasil mengalahkan Xiang Yu.
"Paman tak bisa berlama lama di sini karna masih banyak urusan yang harus di selesaikan, jika kau sudah siap menikah dengan nona Xiao Er, beritau paman, paman siap menjadi walimu untuk melamar nona Xiao Er."
Han Ciu tersenyum malu mendengar perkataan Liu Bang.
Setelah berbasa basi sebentar, kemudian Liu Bang pamit undur diri, tak lupa pembesar negri itu memberi hadiah kepada Han Ciu dan ke 4 selirnya yang baru saja meresmikan hubungan mereka.
Han Ciu dan Pedang langit mengantar kepergian Liu Bang sampai ke pintu gerbang telaga barat.
Han Ciu dan ke 4 selirnya menghabiskan bulan madu di telaga barat, sambil mengawasi pembangunan yang di lakukan.
Han Ciu lalu mengumpulkan orang orangnya beserta para selir untuk berbagi tugas.
__ADS_1
sebelumnya selama berbulan madu ia sudah memberi sedikit gambaran dan pengertian kepada para selirnya.
Pedang langit mengantarkan Xiao Er kembali ke perguruan api suci dan membicarakan langkah kedepan tentang hubungan Han Ciu dengan kakek Xiao Er, ketua perguruan api suci.
Paman pedang langit juga sambil mencari orang orang yang mau bergabung dengan selaksa pedang, karna kita membutuhkan banyak orang supaya selaksa pedang menjadi sebuah perguruan besar, tapi harus benar benar orang yang bisa di percaya.
Sementara Sa Sie Hwa berdiam di telaga barat. sambil menunggu kedatangan Pedang langit.
Tetapi Sa Sie Hwa mempunyai tugas khusus mengurus keuangan penginapan bunga naga dan mengalirkan dana untuk pengembangan serta membuka cabang di tempat tempat yang strategis, karna rencana mereka sekarang adalah membantu Liu Bang melawan Xiang Yu.
Iblis seribu wajah serta Dewi angin mengawal Tie Ahn nio kembali ke kota Nan, untuk mengurus pusat penginapan bunga naga yang ada di sana.
Han Ciu, Zhain Li Er, Racun cilik serta Sin Ko akan menuju Laoxi mencari pedang tulang naga, sambil berusaha sebisa mungkin membunuh diam diam pengikut Xiang Yu selama mereka dalam perjalanan.
"lngat !"
Jika aku kembali dari Laoxi, aku ingin melihat hasil kerja kalian semua, karna saat aku kembali. kejayaan Selaksa pedang dan penginapan bunga naga akan kujadikan nomor 1 di dunia persilatan.
Tapi aku melakukan semua itu tak bisa, jika tidak di bantu oleh kalian semua.
"Bagaimana apa kalian sudah siap ?"
Suara menggelegar terdengar dari ruangan, menyatakan kesiapan mereka untuk maju dan besar bersama.
Setelah mereka mendapat tugas dan rincian masing masing lalu membubarkan diri.
"Li Er dan kau adik Zee !"
"Sebelum kalian berangkat bersama dengan kakak Han."
"Kau tidur saja berdua, kakak Han bersama aku dan cici Ahn Nio jangan sekali kali kalian ganggu, jika tidak !"
"Jika tidak apa !" enci Sa mau mengancam aku ?" ucap Li Er sambil berdiri.
"Aku tidak mengancam !" tapi jika kalian tak menuruti perkataanku kali ini, jangan harap kalian semua pergi akan kuberi uang.
"Tanpa uang, kalian akan keluar masuk hutan untuk menginap dan mencari makanan," ucap Sa Sie Hwa sambil melotot ke arah Zhain Li Er.
Mendengar perkataan Sa Sie Hwa, Zhain Li Er langsung duduk sambil menundukan kepala.
Dari mulut gadis itu terdengar suara pelan.
"Aku menuruti perkataan enci Sa"
__ADS_1