Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 226 Persiapan kedua Penguasa


__ADS_3

Wu Ching mendengar perkataan Ming Mo langsung bergerak dengan pedang menyambar ke arah kepala.


Tapi serangan Wu Ching hanya menemui tempat kosong, sementara itu Huang Zilin mengamuk begitu pula di sisi lain, Pedang api dan sepasang siluman hutan Hanzhong.


Sedangkan Talaba yang mendengar suara pertempuran di dalam benteng kota Hedong keluar dari tempat persembunyian dan mulai memanah para prajurit bintang timur yang berada di atas benteng.


Dan itu membuat perhatian para pemanah yang berada di atas benteng perhatiannya terpecah, karena serangan yang di lakukan Talaba.


Jendral Lou Mintang juga turun dan bertempur melawan Pedang api.


Suasana malam itu di dalam kota Hedong menjadi sangat menyeramkan, suara beradunya pedang dan jerit kematian terdengar dari kedua belah pihak yang meregang nyawa.


Wu Ching terus menyerang Ming Mo di bantu oleh beberapa anak buahnya.


Iblis Biru menghindari serangan pedang Wu Ching ke arah pinggang dengan loncat, sambil menghantam kepala seorang prajurit yang hendak menyerang.


Prak !


Kepala prajurit yang di serang Ming Mo langsung pecah, Ming Mo setelah berhasil lalu menarik pedang dari tangan prajurit yang tewas dan menangkis pedang yang menyambar punggungnya.


Trang !


Pedang prajurit terpental akibat kerasnya senjata mereka beradu.


Ming Mo melihat musuhnya mundur kemudian langsung melemparkan pedang rampasan, ke arah sang prajurit.


Shing.....Crep !


Pedang menembus dada prajurit itu yang langsung tersungkur, Tewas seketika.


Setelah berhasil menewaskan prajurit yang hendak membokong, Ming Mo merasakan sambaran pedang ke arah leher.


Dengan sigap Ming Mo tundukkan kepala, sambil tangannya yang berubah kebiruan menghantam ke arah perut Wu Ching.


Tangan kiri Wu Ching membalas hantaman telapak tangan Ming Mo.


Blam !


Wu Ching mundur dengan tubuh bergetar dan gigi gemeretuk menahan hawa dingin akibat pukulan titik beku yang di keluarkan Ming Mo.


Keparaat....!


Rupanya tenaga dalamnya lebih tinggi dariku, batin Wu Ching.


Tubuhnya terasa sangat dingin setelah beradu pukulan dengan Ming Mo, setelah mengerahkan tenaga dalam dan menyalurkan ke seluruh tubuh, perlahan hawa dingin berangsur hilang.


Setelah berhasil mengatasi hawa dingin, Wu Ching bergerak kembali menyerang Ming Mo, tetapi kali ini ia lebih berhati hati setelah tahu tenaga dalamnya masih berada di bawah musuh yang matanya berwarna kebiruan.


Pertempuran semakin sengit terlihat dan membuat prajurit di kedua belah pihak mundur, karena angin dingin dan hawa pedang yang membuat beku dan mengiris tubuh mereka yang ada di dekat di kalangan kedua tokoh yang bertempur.

__ADS_1


Pasukan yang masuk melalui lubang terowongan terus merangsek dan mendesak pasukan bintang timur.


Dan berusaha naik ke benteng, kemudian menyerang para pemanah yang bersiaga diatas benteng.


Serangan dari dalam, serta panah yang melesat dari luar yang di pimpin Talaba membuat pasukan musuh kerepotan.


Wu Ching terus menyerang Iblis Biru, begitu pula sebaliknya, keduanya berusaha mencari kelemahan lawan.


Tapi perlahan Wu Ching terdesak karena kalah tenaga dalam dari lblis Biru, dan pikiran Wu Ching yang bercabang memikirkan jendral Lou Mintang yang belum juga terlihat di sekitar mereka.


Plak !


Tangan lblis Biru menghantam badan pedang Wu Ching, pedang melenceng lalu berputar dan balik menyerang pinggang lblis Biru.


Suara sorak para prajurit yang berhasil membuka gerbang kota Hedong, semakin membuat Wu Ching hilang konsentrasi.


Talaba dan pasukannya yang berada di luar langsung menyerbu ke dalam, dan membabat pasukan bintang timur yang berusaha menghalangi mereka,


Pertempuran menjadi semakin tak berimbang, pasukan bintang timur semakin terdesak dengan masuknya pasukan yang di pimpin oleh Talaba.


Ming Mo mundur sambil bergerak ke kiri, telapak kirinya menghantam punggung Wu Ching.


Wu Ching yang punggungnya terasa dingin, langsung loncat sambil berguling di tanah menghindari serangan Ming Mo.


Ming Mo yang melihat serangannya berhasil di hindari semakin marah, tubuhnya melesat dan terus memburu ke arah Wu Ching.


Wu Ching melentingkan tubuhnya dan berdiri, tapi kaki Ming Mo menebas ke arah kaki Wu Ching yang baru saja berdiri.


Plak !


Wu Ching terpelanting dan wajahnya pucat ketika melihat telapak kanan Ming Mo menghantam ke arah dadanya.


Blam....Aaaaarrrghh !


Darah segar menyembur dari mulut Wu Ching, dadanya terasa sesak dan tubuh menggigil karena hawa dingin.


Tubuh Wu Ching yang terhempas dan berusaha bangkit tak bisa bergerak, ketika kedua kaki lblis Biru menjepit leher Wu Ching, lalu kedua kaki di putar.


Krek !


Suara patahan tulang leher terdengar, dan wakil jendral Lou Mintang tewas dengan tulang leher hancur.


Tak lama kemudian, pedang Api melesat sambil membawa sebuah kepala ke atas benteng.


Berhenti !


Teriak Pedang Api sambil mengangkat sebuah kepala.


Suara teriakan Pedang api yang di aliri tenaga dalam membuat pertempuran terhenti, perhatian kedua pasukan yang bertempur langsung terpusat kepada pedang api yang berdiri sambil mengangkat sebuah kepala.

__ADS_1


Pasukan bintang timur terkejut melihat kepala putus yang di pegang oleh pihak musuh, kepala jendral Lou Mintang.


Satu persatu prajurit bintang timur membuang senjata mereka tanda menyerah, setelah melihat kedua pemimpin mereka tewas.


Teriakan gegap gempita terdengar dari mulut para prajurit Liu Bang yang di pimpin oleh Pedang api.


Pedang api, Ming Mo, Huang Zilin, sepasang siluman hutan Hanzhong serta Talaba berkumpul di gedung tempat jendral Luo Mintang, untuk membahas langkah selanjutnya.


****


Berita kekalahan pasukan bintang timur, serta kota Hedong dan Beidi yang berhasil di rebut oleh Pihak Liu Bang membuat Xiang Yu murka, setelah ia berembuk dengan penasihat dan tokoh dunia persilatan yang membantu pasukan bintang timur, akhirnya Xiang Yu memutuskan membawa semua pasukannya ke kota Hengshan.


Hampir 30.000 pasukan bintang timur yang berada di kota Dai bergerak ke kota Hengshan timur.


Kota Hengshan yang besar, dengan kota – kota kecil yang ada tak jauh di depannya seperti, Taiyuan, Julu, Handan, Jibei serta Dong menjadi pertempuran yang akan menentukan antara pasukan timur dan barat.


Liu Bang bersama pasukannya, di bantu oleh Pedang langit dari Sanchuan berhasil mengambil alih kota Henei serta Dang.


Di kota Henei yang berhasil di taklukan.


Liu Bang, Beng San serta Pedang Langit tampak bercakap – cakap.


Menurut mata – mata kita, sekitar 30 ribu pasukan Xiang Yu sudah bergerak, ke kota Hengshan timur.


“Perang yang menentukan akan segera terjadi, ucap Liu Bang.


Pedang Langit dan Beng San anggukan kepala mendengar perkataan Liu Bang.


“Mereka sudah terdesak, jika mereka memimpin pasukan dari kota Dai, satu persatu kota di bagian timur akan kita ambil alih, dan itu sudah ada di pikiran mereka sehingga mereka memindahkan pusat pasukan ke Hengshan timur,” Beng San membalas perkataan Liu Bang.


“Jika ketua Han berhasil merebut kota Shang, maka Hengshan bisa kita kepung dari 3 bagian tuan Liu,” Pedang langit menambahkan perkataan Beng San.


“Apalagi Hengshan timur adalah kota besar yang berada dekat sungai besar, jika Sin Ko berhasil menguasai jalur sungai, walau kita kalah dalam jumlah pasukan, tetapi kita lebih di unggulkan dalam posisi,” Pedang Langit menambahkan ucapannya.


“Semoga saja perang ini tidak berlarut – larut, kasihan rakyat menderita akibat perang yang berkepanjangan,” Liu Bang berkata sambil menarik napas, wajahnya tampak sedih ketika berkata.


Mereka bertiga kemudian diam.


****


Han Ciu beserta pasukannya mulai bergerak menuju kota Shang, setelah tinggal 2 hari di kota Yangku, pedang kiri serta pedang kanan dan penduduk kampung Yangku yang berlatih akhirnya ikut bergabung bersama pasukan Han Ciu.


Sementara itu di kota Hedong, Pedang api, Talaba, lblis Biru, Huang Zilin serta sepasang siluman hutan Hanzhong, tengah berkumpul, di tangan pedang api terdapat surat yang di kirim oleh Han Ciu.


Isi surat adalah memberi perintah agar mereka bergerak ke kota Shang.


“Kapang kita bergerak ? Tanya lblis Biru kepada Pedang api.


Pedang api membalas pertanyaan Iblis Biru.

__ADS_1


“Besok kita bergerak ke kota Shang !


__ADS_2