Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 42 Walet Terbang 2


__ADS_3

"Aku sudah banyak pikiran, sekarang tambah lagi dengan 1 orang yang bikin aku pusing, cepat kau keluar dari sini !" gubernur Li berkata sambil menatap tajam ke arah Han ciu.


Sedangkan Lan an yang merasa seperti di ejek mendengar jawaban Han ciu, sudah meraba gagang pedang yang berada di punggungnya.


tapi Lan kim menahan tangan putrinya dan menggelengkan kepala.


"Gubernur Li apa aku salah bicara ?" bagaimana menangkap seorang yang hanya terlihat matanya, dan orang itu tak mungkin mau mengaku sebagai Walet terbang jika di tanya."


Hmm !


"Kalau bicara pikir dulu, jika tahu wajahnya mana mungkin pelukis gambar tidak menggambar secara utuh, karna walet terbang selalu memakai kerudung hitam jika beraksi.


"Apa kau mengerti sekarang ?" gubernur Li berkata sambil menatap ke arah Han ciu.


"Jadi begitu !" ucap Han ciu, lanjut perkataannya kembali.


"Berapa hadiah yang di keluarkan oleh kota Jiu jiang buat menangkap Walet terbang ?"


Hmm !


"Apa kau ingin ikut menangkapnya ?" ucap gubernur Li.


"Jika harganya cocok dan bisa menemukan walet terbang, aku akan berusaha untuk menangkapnya." ucap Han ciu.


"Harga dari kepala walet terbang 2 rb tail perak, kau bisa ambil ke sini jika menyerahkannya hidup atau mati," gubernur Li berkata.


"Murah sekali !" bukankah setiap gambar yang banyak di pasang, artinya kepala orang itu harganya mahal, masa cuma 2 ribu tail perak ?" ucap Han ciu.


"Lalu kau mau berapa ?" gubernur Li berkata kepada Han ciu, nada perkataannya mulai berubah agak keras, dan hatinya merasa kesal kepada pemuda lusuh itu.


"Jika 10 ribu tail perak mungkin aku akan mengadu nyawa untuk mencari Walet terbang."


"Apa kau bilang 10 ribu tail perak !" kau mimpi di siang bolong anak muda, walet terbang hanya pencuri, bukan buronan kerjaaan, mana ada pencuri yang di hargai 10 ribu tail perak." ucap gubernur Li.


"Ya sudah kalau tak bisa, buat apa aku pertaruhkan nyawa hanya untuk 2 ribu tail perak." Han ciu kemudian melangkah keluar setelah mendengar perkataan gubernur Li.


Chiiis !


"Dasar orang gila, tapi ada yang aneh sama pemuda itu ?"


Apa maksud nona Lan ? ucap gubernur Li.


"Kami sebelum kesini tadi melihat dia makan lahap sekali di rumah makan terbesar di kota ini, pemuda itu memesan banyak makanan, dan mampu membayar makanan yang dia makan, bukankah ini aneh ?"


"Pemuda lusuh yang berpakaian busu tapi mampu membayar makanan yang harganya mahal." ucap Lan an.


"Lan ji, kau jangan sembarang bicara !" sudah beberapa kali ayah katakan jangan menilai orang hanya dari luarnya saja."


Lan an langsung diam ketika mendapat teguran dari ayahnya.


"Maaf kan kelancangan putri saya gubernur, nanti malam kami bertiga akan keliling kota, siapa tahu kami bisa bertemu dengan walet terbang." ucap Lan kim.


Setelah bercakap cakap sebentar dan gubernur Li mengucapkan terima kasih kepada keluarga Lan, yang mau membantu kota Jiu jiang mengatasi Walet terbang, sepasang pedang keluarga Lan pamit undur diri dan kembali ke penginapan, untuk istirahat karna malamnya mereka akan berpatroli mengelilingi kota Jiu jiang untuk menangkap walet terbang.


Di tengah kota, ada sebuah pohon rindang, dan di bawah pohon rindang itu, Han ciu tengah duduk sambil bersandar di batang pohon, melihat orang orang yang lewat di depannya.


Phuih..!


"Cuma 2 ribu tail perak, murah sekali" Han ciu berkata, dan perkataan Han ciu di dengar oleh seorang gadis cantik jelita bersama seorang dayang yang tengah lewat di depan Han ciu.


"Kenapa tuan muda, sepertinya sedang gundah ?" Han ciu menatap ke arah gadis itu, lalu pandangannya berbalik ke belakang, mencari cari orang yang di panggil tuan muda oleh gadis itu.

__ADS_1


Dayang yang melihat tingkah Han ciu tertawa pelan.


"Nona Sa bertanya padamu, kenapa kau malah melihat lihat kebelakang ?" ucap dayang itu.


Han ciu tertawa mendengar perkataan dari dayang itu.


Ha ha ha.


"Sungguh panjang umur dan nasibku yang amat baik, aku yang seperti gembel ini di sebut tuan muda oleh nona yang begini cantik."


"Apa nona buta ?" Han ciu berkata kepada nona Itu.


"Dasar pengemis tak tahu diri, sudah baik nona Sa memanggilmu tuan muda dan kau masih saja banyak tingkah, dasar gembel," ucap dayang itu dengan nada ketus yang di tujukan kepada Han ciu


"Sudahlah A ling," orang yang di sebut nona Sa berkata.


Dayang itu langsung diam mendengar perkataan dari sang majikan.


"Maaf nona Sa, tadi aku sedang kesal kepada gubernur Li," ucap Han ciu.


"Kenapa tuan muda sampai kesal dengan gubernur Li, bukankah dia orang yang baik ?"


Lalu tanpa ragu Han ciu menceritakan, awal mula ia merasa kesal kepada gubernur Li


xi xi xi.


"Kau saja yang kurang kerjaan kalau seperti itu."


"Mana ada maling yang sampai di hargai 10 ribu tail perak, duit darimana gubernur untuk membayar harga maling yang sebesar itu ?" dayang itu setelah berkata kembali tertawa.


Phuiih !


"Kau hanya dayang, mana tau dengan masalah yang sedang ku hadapi, aku sedang banyak hutang, jadi butuh uang untuk membayar hutang hutangku." ucap Han ciu teringat akan perjanjiannya dengan bangsawan Kwee.


"Tuan muda !" jika dapat membantu, ambil uang ini untuk membayar hutang hutangmu.


Han ciu mengerutkan dahi melihat uang 5 tail perak di tangan gadis itu.


"Nona terima kasih untuk niat baikmu, tapi aku butuh banyak uang untuk membayar hutangku.


Jika saja harga kepala dari Walet terbang seharga 10 ribu tail perak, itu dapat meringankan bebanku jika kembali kekota Nan," ucap Han ciu


Chiiis !


"Pantas kau hidup seperti gembel, masih muda sudah banyak hutang." ucap dayang itu


Tapi kembali dayang itu bersungut sungut ketika melihat Han ciu seperti tidur, tak mendengar perkataan darinya, "mari nona kita kembali ke penginapan, hari sudah mulai sore.


Nona yang bernama asli Sa sie Hwa, lalu pergi bersama dayangnya kembali ke penginapan, masih terbayang bayang oleh Sa sie hwa wajah Han ciu yang lusuh dan kotor, menolak pemberian 5 tail perak darinya, dan lebih memilih untuk tidur.


Malam itu sengaja Han ciu duduk di sebuah pohon besar di dekat rumah seorang bangsawan kaya raya di kota Jiu jiang.


Han ciu terus mengawasi rumah bangsawan itu, jika benar dugaanya, Walet terbang akan menyatroni rumah bangsawan yang tengah ia lihat.


Menurut desas desus dari para penduduk, hanya rumah bangsawan ini yang belum pernah di rampok oleh Walet terbang, dan dari yang ia dengar, Walet terbang selalu merampok bangsawan bangsawan kaya yang kikir dan suka memeras rakyat, dan sebagian kecil hasil dari mencuri ia bagikan kepada para penduduk.


Han ciu melihat 3 buah bayangan baru saja datang dan berdiam di salah satu atap rumah bangsawan itu yang juga telah mempersiapkan para jago jago bayaran untuk melindungi harta benda yang ia miliki.


Mata Han ciu bersinar ketika melihat bayangan hitam melesat dengan cepat, berlari dari atap ke atap dengan sangat lincah.


Hmm !

__ADS_1


"Ilmu meringankan tubuh yang sangat tinggi, pantas saja mereka selalu kehilangan jejak, tampaknya ilmu langkah raja angin sebanding dengan ilmu meringankan tubuh Walet terbang," Han ciu berkata dalam hati.


Han ciu terus mengawasi bayangan hitam itu, yang sepertinya sudah mengetahui seluk beluk jalan di dekat rumah bangsawan yang sedang ia incar.


Setelah menunggu beberapa waktu.


Akhirnya Han ciu mendengar suara kentongan ramai di pukul oleh para penjaga malam.


Pencuri, walet terbang datang, kejaaar.


Beberapa teriakan terdengar dari halaman rumah bangsawan itu, obor obor tampak bergerak kesana kemari.


Han ciu tersenyum ketika melihat sebuah bayangan hitam yang berlari sangat cepat, sambil memanggul sebuah buntalan.


Sementara di belakang Walet terbang 3 orang tengah berusaha mengejar Walet terbang, dan ketiga bayangan itu adalah orang orang dari keluarga Lan.


Han ciu terus membuntuti walet terbang dari arah yang berbeda dengan ketiga orang dari keluarga Lan.


Berhenti !


Terdengar suara keras dari arah depan.


Han ciu langsung melesat ke arah pohon besar dan duduk sambil melihat ke arah 2 orang yang sedang berdiri berhadapan.


Tak lama kemudian 3 orang dari keluarga Lan sampai ke tempat 2 orang yang tengah berdiri berhadapan.


Walet terbang kepalanya melihat ke arah sekeliling, seperti mencari jalan untuk melarikan diri.


Ha ha ha


"Kembalikan barang barang bangsawan Kim, dan kau lebih baik menyerah karna kau sudah terkepung," seorang kakek berwajah bengis dengan wajah yang berbentuk tirus yang mirip se ekor srigala berkata.


Walet terbang tak menjawab dan tetap diam.


Seharusnya setelah merampok 5 orang pedagang dan bangsawan, kau pergi dari Jiu jiang dan menikmati hasil curianmu di tempat lain," ucap kakek itu kembali.


"Siluman srigala, kau rupanya telah menjadi centeng bangsawan Kim."


Han ciu terkejut ketika mendengar perkataan Walet terbang, ia seperti pernah mendengar suara itu, tapi yang lebih bikin terkejut lagi ketika Walet terbang menyebut nama Siluman srigala.


Seorang tokoh sesat, yang namanya ada di buku catatan kecil yang ia miliki.


Wajah Han ciu langsung berubah kelam.


Tanpa menunggu waktu lama Han ciu melesat dari pohon besar tempat ia mengintai.


Whuuut !


Dan sudah berdiri di samping Walet terbang


Mata Han ciu menatap tajam ke arah Siluman Srigala.


"Benar kau yang bernama Siluman srigala ?"


Siluman srigala terkejut ketika melihat kedatangan Han ciu, begitu pula dengan 3 orang keluarga Lan yang memang sudah pernah melihat Han ciu.


"Benar akulah Siluman srigala, jika kau sudah tahu namaku dan kau bukan komplotan Walet terbang, cepat kau tinggalkan tempat ini, jangan kau ikut campur urusan orang," ucap kakek berwajah bengis itu yang di sebut siluman srigala, tokoh golongan hitam yang mau melakukan apa saja asal ia mendapat keuntungan besar.


Walet terbang yang melihat Han ciu berdiri di sampingnya kemudian berbisik pelan.


"Bantu aku menghalau mereka, dan hasil yang kudapat malam ini kita bagi 2, kutunggu kau di selatan kota." ucap walet terbang dan bersiap untuk pergi.

__ADS_1


Han ciu yang mengenali suara itu, kemudian membalas bisikan yang hanya di dengar oleh Walet terbang, sambil menarik baju Walet terbang agar tidak meninggalkan tempat.


"Kenapa buru buru nona Sa."


__ADS_2