Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 63 Berbagi rencana dengan Sin ko


__ADS_3

"Kenapa diam !" apa kau tak tahu penginapan bunga naga ?" Iblis seribu wajah berkata.


"Hamba tahu tuan, apa tuan akan menginap di penginapan bunga naga ?"


"Aku di undang untuk menghadiri peresmian penginapan bunga naga oleh temanku, dan katanya bakal ada keramaian."


Hmm !


"Apa maksud kakek ini di undang, dan siapa yang mengundangnya, dan keramaian apa yang dimaksud, apa mereka bertiga datang untuk mengacau ?" aku harus memberitahu ketua, masalah ini," Sin ko berkata dalam hati.


Sin ko lalu mempersilahkan Iblis seribu wajah untuk segera naik kapal, karna kapal akan segera berangkat.


****


Di kota Nan, persiapan persiapan di lakukan untuk acara peresmian penginapan bunga naga yang waktunya semakin dekat, para tamu dan sahabat dekat sudah mulai berdatangan ke penginapan bunga naga.


Kwe an, kwe hu orang orang dari perkumpulan selaksa pedang juga sudah datang secara bertahap ke kota Nan tapi atas perintah Cengcu dan Hu cengcu, identitas perkampungan selaksa pedang harus tetap tersembunyi untuk berjaga jaga, begitu pula dengan keluarga Lan yang baru saja datang dan menyatakan siap membantu acara persiapan.


Tie ahn nio, keluarga Lan, Kwe hun ti berkumpul di ruangan depan, membicarakan acara persiapan.


"Kakak, aku tak melihat Han ciu koko," tiba tiba Lan an berkata.


Han ciu koko sedang ada keperluan, nanti setelah beres keperluannya akan segera kembali.


"A nian, apa belum ada kabar dari ketua atau nona Sa ?" pelayan wanita yang berada di samping Ahn nio geleng kepala.


Belum sempat berkata kembali, dari luar masuk seorang penjaga datang melapor.


"Waki ketua, nona Sa sudah kembali, dan langsung ke tempat ketua."


Wajah Ahn nio, Kwe hun ti serta kedua keponakan yang sedang berkumpul langsung ceria begitu mendengar Sa sie Hwa kembali, hanya keluarga Lan yang belum mengenal Sa sie hwa.


"Mari kita ke tempat ketua !"


Ahn nio, mengajak Kwe hun ti dan keluarga Lan ketempat Han ciu.


Sesampainya di tempat Han ciu, mereka terkejut karna mendengar suara perempuan menangis.


Ahn nio langsung bergegas masuk, dan langsung ke kamar Han ciu karna suara tangis perempuan berasal dari kamar.


Ahn nio berdiri mematung di pintu kamar yang terbuka ketika melihat Sa sie hwa tengah menangis tersedu sambil duduk di atas tempat tidur Han ciu, mendadak perasaan hatinya tak enak.


"Adik Sa !" ada apa denganmu, kemana Han koko ?"


Sa sie hwa, melihat ke arah pintu kamar begitu mendengar suara orang menyebut namanya.


Ketika melihat Ahn nio, Sa sie hwa langsung berdiri dan memeluk Ahn nio.


"Ahn cici, Han koko Ahn cici !"

__ADS_1


"Kenapa dengan Han koko adik Sa ?" Han koko tewas cici." ucap Sa sie hwa.


"Ap, apppaaa kau bilaaang ?"


Ahn nio seperti tak percaya dengan perkataan Sa sie hwa, tubuh gadis itu terhuyung mundur, seperti tak kuat mendengar dan menerima kenyataaan atas berita yang di sampaikan Sa sie hwa.


Begitu juga Lan an dan Kwe hu dan yang lain, mereka juga tak percaya dengan perkataan Sa sie hwa.


Kwe hu memberi air minum kepada sepupunya, dan menghibur Sa sie hwa supaya tenang.


Setelah tenang, Sa sie hwa lalu menceritakan kejadian di telaga Qianzhong kepada Ahn nio dan yang lain.


Braaak !


Lan mo ci langsung menghantam meja, mendengar cerita Sa sie hwa.


Keluarga gubernur Fu su harus menanggung akibat dari perlakuan mereka terhadap Cengcu.


"Semua yang bertempur dalam kapal tidak ada yang selamat paman, anak buah gubernur Fu juga sudah mencari tapi tak menemui hasil."


"Tutup semua pintu, jangan sampai ada yang masuk." Sa sie hwa berkata.


"Ahn cici kami di jebak, di penginapan bunga naga ada penyusup, pesan terakhir Han koko ketika melepaskanku adalah, cari mata mata di penginapan bunga naga."


Hmm !


"Semua informasi penting, jangan sampai ada yang keluar dan bicara harus hati hati," aku akan bicara dengan Hu cengcu."


****


Kapal berjalan menyusuri sungai menuju kota Nan.


Han ciu berdiam di kamar yang sudah di sediakan oleh Sin ko.


Sin ko lalu menceritakan tugasnya membunuh gubernur Fu su kepada Sin ko.


"Ja, jaaaadi keributan di telaga Qianzhong yang menewaskan gubernur Fu su adalah perbuatan ketua ?" Han ciu mengangguk.


"Paman gendut, apa yang paman dengar ?"


Sin ko lalu menceritakan kabar heboh, ada seorang pembunuh yang menghabisi gubernur fu su, dan kabar yang beredar adalah gubernur dan pembunuh itu tewas.


Hmm !


"Jadi begitu rupanya." tiba tiba Han ciu tersenyum.


"Paman gendut, setelah sampai kota Nan, apa paman akan berlayar kembali ?"


Ketua, bagaimana hamba bisa berlayar, bukankah perayaan peresmian bunga naga semakin dekat, tapi jika ketua menyuruh hamba berlayar, hamba akan menuruti perintah ketua.

__ADS_1


"Paman gendut, sesampainya di kota Nan kau sebarkan isu bahwa aku terbunuh, ingat hanya kau yang tahu bahwa aku masih hidup, dan kau harus waspada dan hati hati, di penginapan bunga naga ada mata mata musuh, jika kematian ku tersebar luas, aku ingin melihat apa musuh musuh yang akan mengacau di penginapan bunga naga akan datang."


Sin ko mengangguk dan mengerti apa yang di maksud oleh ketuanya.


"Hamba akan memberitahu nona Ahn agar menyiapkan pemakaman bagi ketua."


"Apa nona Ahn juga tidak boleh di beritahu ketua ?"


"Hanya paman dan aku yang tahu rencana ini, dan aku juga ingin tahu kesetian orang orang selaksa pedang setelah mendengar aku telah tewas, apa benar mereka menganggapku ketua."


"Akal ketua memang hebat, serahkan saja tugas ini pada Sin ko dan mata mata di penginapan bunga naga akan hamba habisi," Sin ko berkata dengan penuh semangat.


"Aku untuk saat ini hanya bisa mengandalkan paman gendut."


"Untuk sementara aku akan tinggal di kapal dan jika keluar akan menyamar melihat situasi kota Nan sebelum acara peresmian."


"Benar ketua, untuk saat ini sebaiknya ketua tinggal saja di kamar, jangan keluar dulu, karna gadis gila itu sering teriak teriak mencari ketua."


"Hamba takut terjadi bentrok dan kapal ini akan hancur, karna hamba sudah melihat kemampuan gadis itu, apalagi sekarang ada kakek dan neneknya, pasti ketua akan repot jika sampai bertarung dengan mereka bertiga."


Han ciu menghela nafas mendengar perkataan Sin ko, memang harus ia akui, ia masih kalah setengah tingkat dalam hal ilmu meringankan tubuh oleh bidadari gila, tapi untuk bertempur dengan ilmu pukulan atau ilmu pedang Han ciu merasa ia masih sanggup untuk melawan bidadari gila jika memang benar benar ia sudah terdesak.


Mukaa ayaaam, Mukaaaaaaa ayaaaam !


"Suara gadis gila itu terdengar lagi ketua," Sin ko berkata ketika mendengar suara teriakan Zhain li er


Hmm !


"Aku tak habis pikir, bukankah ketika sudah berada di atas kapal urusan selesai, lalu untuk apa dia manggil manggil aku terus bikin pusing orang saja." ucap Han ciu.


He he he.


Tiba tiba Sin ko tertawa.


Han ciu mengerutkan kening ketika melihat Sin ko tertawa, kemudian bertanya.


"Apa yang kau tertawakan ?"


Sin ko tersenyum senyum sambil menatap ketuanya yang masih muda dan tampan.


"Jangan jangan dia suka dengan ketua !"


Sebelum Sin ko bicara lebih lanjut.


Braaak !


Pintu kamar di dorong dan terbuka.


"Muka ayam !" rupanya kau sembunyi di sini."

__ADS_1


__ADS_2