Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 120 Konflik Keluarga Hwang


__ADS_3

"Maaf tuan, aku tidak kenal dengan kalian, kami adalah pengelana yang baru saja sampai."


"Apa di sini hanya aku saja yang membawa golok ?"


"Kami tanya, apa yang di punggungmu adalah golok api ?" kenapa kau jawab kesana kemari."


Hmm !


"Baru makan sudah ada dua lalat yang mengganggu selera makanku." ucap Zhain Li Er, sambil mendengus.


"Apa Kau bilang ?"


Salah seorang kakek mencabut golok, kemudian membacok ke arah Zhain Li Er,


Racun cilik mengebutkan tangannya ke arah kedua kakek, sebelum Zhain Li Er mencabut pedang angin.


Whuus !


Wajah kedua kakek itu pucat, melihat gadis yang di dekat mereka bergerak, keduanya diam karna mencium bau wangi menusuk hidung, tapi apa yang terjadi, golok yang tengah mengayun jatuh, tak lama kemudian kedua kakek itu jatuh ke lantai tak bergerak.


"Siapa kalian sebenarnya ?" jika tak menjawab kalian akan tewas terkena racun hati wangi, ucap Racun cilik.


"Ampun nona, ampun tuan, kami hanyalah orang suruhan." ucap kedua orang itu sambil merintih rintih ketakutan, dengan tubuh lemas tak bertenaga.


Mendengar perkataan kakek itu, Han Ciu berkata.


"Totok dulu, baru beri penawar, ucap Han Ciu.


Cis


"Gatal tanganku menotok orang seperti mereka, hai gendut !" kau saja yang totok." Zhain Li Er berkata.


"Lagaknya sudah seperti nyonya besar, dasar selir peaa," ucap Sin Ko dalam hati.


Sambil menghampiri kedua orang itu.


Tuk .. Tuk.


Dada kedua kakek berpakaian hitam di totok oleh Sin Ko.


Racun cilik mengibaskan tangan, lalu serbuk putih melayang kearah kedua orang kakek yang sudah tertotok oleh Sin Ko.


Han Ciu melihat dua orang datang dengan tergopoh gopoh.


"Tuan, maafkan kami tuan, jangan bunuh orang di tempat kami, bunuh saja dua orang begundal pasar ini di luar." ucap salah seorang pria berkumis lancip dan bertubuh gendut, yang merupakan pemilik rumah penginapan.


"Begundal pasar ?" Han Ciu berkata.


"Benar tuan !" dua orang tua bangka ini adalah begundal begundal pasar yang sering memeras para pedagang."


Hmm !


"Siapa yang menyuruhmu ?" ucap Han Ciu dingin.


"Itu orangnya di sana tuan muda !" kakek itu menunjuk meja dekat pintu keluar, tapi hanya meja dan kursi yang terlihat, karna yang orang yang di tunjuk sudah tidak ada.


"Kau ingin mati rupanya." Sin Ko mendelik kepada kakek yang menunjuk ke arah meja dekat pintu keluar.


"Beb .. benar tuan, tadi kami berempat."


Plaak !


Sin Ko menepak kepala kakek itu.


"Juragan Co !" tolong jelaskan pada tuan pendekar, kakek itu lalu berbisik kepada pemilik penginapan.

__ADS_1


Wajah pemilik penginapan berubah mendengar bisikan dari kakek itu.


"Apa kau tidak salah orang ?" aku berkata yang sebenarnya juragan Co." kakek itu berkata.


"Tuan muda jika berkenan, tolong lepaskan saja bajingan tengik ini, masalahnya akan aku jelaskan, makanan yang tadi kalian makan anggap saja hadiah dari kami, tidak usah bayar."


Han Ciu mengangguk mendengar perkataan juragan Co, kedua kakek begundal di bebaskan setelah ilmu silat mereka di lenyapkan oleh Han Ciu, agar mereka tidak bisa lagi memeras para pedagang di pasar.


Juragan Co mempersilahkan Han Ciu duduk.


Mereka berdua sedang berada di ruangan khusus juragan Co, pemilik penginapan yang sekarang menjadi tempat mereka menginap.


Tuan muda, orang yang di sebut oleh kedua kakek itu berasal dari keluarga Hwang.


Tepatnya, Hwang Ziyi serta Hwang Rong,


Keluarga Hwang terkenal akan ilmu goloknya, dan di takuti di kota ini, tapi keluarga Hwang sedang cemas, karena keluarga mereka sedang bersitegang dengan perguruan Golok utara, tapi untuk menyerang mereka masih pikir pikir, karena keluarga Hwang terkenal susah untuk di hadapi walaupun jumlah keluarga mereka tak lebih hanya sekitar 200 orang saja, berbeda dengan perguruan golok utara yang mencapai kurang lebih 500 orang anggota.


Dulu mereka bersahabat, Karna masalah lamaran ketua partai yang di tolak oleh keluarga Hwang, akhirnya terjadi hal hal yang seperti ini.


"Keluarga Hwang mendengar kabar, pusaka perguruan golok utara, yaitu golok api telah di curi, dan hingga kini tak ada kabarnya, keluarga Hwang mencari golok api sebagai penawar permusuhan antara keluarga mereka dengan perguruan golok utara.


"ketika melihat golok tuan, orang dari keluarga Hwang langsung mengira itu golok api, karna golok tuan sangat aneh, berbeda dengan golok golok yang ada di daerah Yuyang.


"Jadi keluarga Hwang belum tahu golok api itu seperti apa ?" sepertinya belum tuan, karna kejadian seperti yang tuan alami bukan sekali saja terjadi," ucap juragan Co.


"Aneh, seharusnya sebagai teman mereka tahu pusaka perguruan sahabatnya," ucap Han Ciu.


"Oh ya satu lagi tuan, dimana perguruan Golok utara, apa bersama sama keluarga Hwang berada di sini ?"


"Perguruan golok utara berada di luar kota Yuyang.


"Sebenarnya situasi seperti ini tidak mengenakan buat kami kami sebagai pelaku bisnis, banyak tamu yang datang dan kenal dengan perguruan golok utara dan keluarga Hwang jadi takut ke kota Yuyang." ucap juragan Co.


Han Ciu mengerti maksud dan perkataan dari Juragan Co, setelah menerima informasi yang cukup, Han Ciu undur diri kembali ke kamarnya.


Han Ciu lalu menceritakan apa yang ia dapat dari juragan Co.


Golok itu jadi pembawa petaka buat kita, ucap Sin Ko.


"Menurutku ada yang aneh dari cerita tentang golok ini," ucap Han Ciu.


Perguruan golok utara bilang pusaka mereka lenyap karna ada yang mencuri, tapi mereka tidak mencari, dan menurutku kabar tentang golok api pasti di dengar oleh murid orang orang dari golok utara, tapi kenapa mereka tak mau menyusul ke kota Xue untuk memastikan pusaka itu.


"kita bersihkan badan lalu istirahat, nanti sore atau malam, mari kita berkunjung ke keluarga Hwang," ucap Han Ciu.


Sin Ko kemudian keluar kamar, sedangkan Han Ciu masih memikirkan perkataan dari juragan Co.


Setelah selesai membersihkan badan serta istirahat sejenak, sore hari Han Ciu, serta ketiga rombongannya pergi ke tempat keluarga Hwang, setelah bertanya tanya, akhirnya mereka sampai di rumah keluarga Hwang yang besar.


Setelah Han Ciu memberi kabar, penjaga masuk memberi laporan tak lama kemudian, Han Ciu serta rombongan di persilakan masuk.


Han Ciu masuk dan diantar ke sebuah gedung besar tempat kediaman keluarga Hwang.


Didalam gedung, terlihat duduk 3 orang lelaki beserta seorang perempuan muda.


Seorang lelaki paruh baya serta perempuan muda mengerutkan kening melihat Han Ciu datang.


"Kami pengembara yang baru saja datang kekota Yuyang, sewaktu kami baru saja sampai terjadi kesalahpahaman dengan orang suruhan keluarga Hwang, jadi kami mampir ke sini untuk meluruskan kesalahpahaman itu.


"Kesalah pahaman !" ucap pria tua yang wajahnya tampak bijaksana dan selalu tersenyum.


"Kesalahpahaman apa yang dimaksud tuan ?"


Han Ciu lalu menceritakan kejadian sewaktu mereka makan di restoran di ganggu oleh dua orang kakek begundal pasar.

__ADS_1


Hmm !


Orang tua itu mendengus mendengar perkataan dari Han Ciu, lalu menoleh ke arah pria paruh baya serta seorang gadis yang duduk di sebelahnya.


"Adik Hwang Zi yi, serta kau Hwang Rong, sudah sering aku nasehati kalian, kenapa kalian tak mau juga mendengar nasehatku !"


"Maaf tuan, aku adalah Hwang Fu Yi, ini adiku Hwang Zi Yi, serta kedua anakku, Hwang Fei dan Hwang Rong.


"Kami memang sedang mencari golok api, tapi aku sudah menasehati jangan sembarang menegur orang, malah akan menambah musuh saja." Hwang Fu yi berkata sambil menarik napas, seperti ada beban berat yang hendak ia lepaskan.


"Maafkan aku kak, aku tak ingin keponakanku jadi tumbal karna masalah yang kurang jelas dengan perguruan golok utara." ucap Hwang Zi yi.


"Maaf tuan Hwang, kami sebagai tamu tak mau ikut campur dengan masalah keluarga Hwang, kami hanya ingin meluruskan saja masalah yang tadi terjadi sewaktu di penginapan."


Hwang Fu Yi sebagai kepala keluarga mengangguk dan meminta maaf, kepada Han Ciu atas perbuatan adiknya.


Han Ciu mengerti, keluarga Hwang lagi banyak masalah dan tak mau menganggu urusan mereka, Han Ciu pamit undur diri.


Hwang Fu Yi, adik serta anaknya mengantar Han Ciu sampai depan gedung.


Ketika mereka keluar, dari arah depan berjalan 3 orang menghampiri.


2 orang pria serta seorang perempuan muda yang cantik.


Pria tua dan seorang pemuda berpakaian sama, sedangkan yang wanita memakai pakaian berwarna hijau.


Hwang Fu Yi berhenti ketika melihat siap yang datang, sementara wanita cantik yang berpakaian hijau mengerutkan kening melihat Han Ciu.


"Tuan Fu Mayin, selamat datang," ucap Hwang Fu Yi.


Orang yang di sebut Fu Mayin mendengus mendengar perkataan Hwang Fu yi.


"Aku kesini bukan untuk basa basi, tapi ingin memastikan pembicaraan kita."


Hmm !


"Apalagi yang harus kita bicarakan," kau pikir walau kita bersahabat, aku mau menyerahkan anakku untuk di jadikan selir oleh anakmu itu !"


ucap Hwang Fu Yi dengan nada dingin.


"Sepertinya hanya satu jalan untuk membuat kau mengerti, yaitu menundukkan keluarga Hwang di bawah perguruan golok utara.


Hmm !


"Enteng sekali perkataanmu, kau pikir mudah menundukan keluarga Hwang ?" ucap Hwang Fu Yi dengan nada dingin


Han Ciu, Li Er, Racun cilik serta Sin Ko hanya mendengarkan perkataan mereka.


Tapi Han Ciu langsung waspada terhadap gadis cantik berpakaian hijau yang datang bersama Fu Mayin, setelah Racun cilik memberitahu bahwa gadis itu seorang ahli racun seperti dirinya.


"Fu Mayin, urusan kita mari kita selesaikan, tapi aku harap kalian jangan ganggu tamuku yang hendak kembali," ucap Hwang Fu Yi.


Ha ha ha.


"Suruh pulang saja, Golok utara tak mau ber urusan dengan kaum rendahan." Fu Mayin berkata sinis.


Han Ciu mendengus mendengar perkataan dari Fu Mayin.


"Lagak mu, seperti orang yang sudah paling sakti, malah yang kutakutkan, jika aku ikut turut campur, maka perguruanmu hanya tinggal menghitung hari." ucap Han Ciu dingin.


Fu Mayin menatap tajam kearah Han Ciu,


"Hebat juga omonganmu bocah ?"


"Siapa kau, dan apa hubunganmu dengan keluarga Hwang ?" aku hanyalah tamu, tapi jika perguruan golok utara ingin aku ikut campur.

__ADS_1


"Lebih baik kau pulang dan persiapkan semua kekuatanmu." ucap Han Ciu.


"Karna perguruan kalian tak ada artinya buatku."


__ADS_2