Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 118 Cinta Tak Harus Memiliki


__ADS_3

Kota Xue berhasil direbut kembali, prajurit kota Xue teriak gembira, mereka menari nari merayakan kemenangan.


Prajurit dan penduduk kota Xue berkumpul, mereka langsung memebereskan mayat mayat yang tewas, kemudian di kubur di pemakaman.


Han Ciu kini di punggungnya terselip sebuah golok.


Golok api kini menjadi senjata yang menemani Han Ciu.


Han Ciu setelah bercakap cakap sebentar dengan Kai Sek, Hek Kay serta Xue Yang pamit undur diri.


Han Ciu di beri tempat sebuah rumah tamu yang terpisah, di belakang gedung dekat taman


Setelah membersihkan tubuh, Han Ciu merebahkan diri di kamar, Zhain Li Er serta racun cilik menemani, mereka bertiga terlelap akibat pertempuran yang melelahkan, ketiganya saling peluk.


Pagi hari di gedung gubernur Xue.


Suara burung berkicau, di taman dan pohon pohon kecil, bunga bunga yang membuat indah dan harum di suasana pagi hari.


Perlahan Racun cilik menurunkan tangan Han Ciu yang memegang dadanya, lalu turun kemudian membuka jendela kamar.


Hawa pagi dan bau bunga masuk ke dalam ruangan.


Zhain Li Er menggeliat di dada Han Ciu, pakaian atasnya terbuka, dada Li Er memeluk serta terus menekan Han Ciu.


"Udara bertambah dingin," ucap Li Er sambil terus memeluk Han Ciu.


Racun Cilik tahu dan mengerti, Han Ciu cici Li Er yang menghadapi lawan berat, keduanya pasti lelah.


Racun Cilik lalu keluar kamar, gadis itu pergi ke dapur, kemudian minta air panas kepada pelayan, buat cuci muka, tak lupa teh panas, serta makanan ringan, pelayan tak boleh masuk, air panas di taruh di luar, setelah menaruh teh serta makanan, baru Racun Cilik membawa air panas ke dalam kamar.


Racun cilik sambil membawa teh panas, berdiri dekat jendela melihat ke arah taman.


Han Ciu menggeliat, perlahan membuka mata.


Aaahhhh !


Sambil menarik napas, Han Ciu berkata.


Segar sekali badan setelah istirahat, lalu melihat Li Er masih terlelap, wajah Han Ciu merah, melihat dada Li Er tanpa terhalang kain, menekan dadanya.


Racun Cilik kemudian membawakan teh panas. Han Ciu mengeser sedikit kepala Li Er, kemudian duduk sambil menerima teh panas pemberian Racun cilik.


Sruup...aahhh !


"Segar sekali teh ini, terima kasih adik Zee !"


Racun cilik tersenyum mendengar perkataan Han Ciu.


"Jika masih merasa letih, kak Han tiduran saja dulu, biar nanti adik yang akan menyiapkan hidangan buat kakak Han di dalam kamar."


Han Ciu mengangguk mendengar ucapan Zee ln Biauw.

__ADS_1


Han Ciu turun dari tempat tidur kemudian menyelimuti Li Er yang masih terlelap, lalu Han Ciu membasuh mukanya dengan air hangat yang tadi di bawa oleh Racun cilik.


Sudah siang rupanya, Han Ciu tersenyum malu.


Saat berdekatan perut Han Ciu bunyi.


Kriuuk..kruuk !


Racun Cilik tersenyum.


"Sebentar kak !" adik akan meminta pelayan untuk meyiapkan hidangan." ucap Racun cilik sambil beranjak keluar.


Han Ciu mengangguk sambil menikmati teh panas.


Tak lama kemudian hidangan datang, Xue Hwa sendiri yang menyiapkan berbagai hidangan mewah buat Han Ciu.


"Kenapa nona Xue repot repot, biarkan saja pelayan yang mengantarkan," ucap Han Ciu.


Xue Hwa tersenyum, tidak apa kakak Han, dibandingkan pengorbanan yang kakak Han Lakukan, membawakan makanan bukanlah satu hal yang memberatkan bagi kami.


Cici Zhain Li Er sungguh lelah hingga sekarang masih saja tidur, ucap Xue Hwa pelan.


"Aku sudah bangun, cuma malas untuk turun dari tempat tidur," ucap Zhain Li Er.


Adik Zee, ambilkan pakaianku, ucap Zhain Li Er.


Zee ln Biauw kemudian mengantarkan baju buat Li Er.


"Kakak Han jika semua sudah beres, kita jangan keluar dulu dari kamar, puas puasin masa istirahat kita, biar Sin Ko yang urus semuanya,"Han Ciu mengangguk mendengar perkataan Li Er, untuk saat ini memang ia malas untuk keluar kamar, karna ingin istirahat lebih lama tanpa di ganggu oleh siapapun.


Di meja dalam kamar, akhirnya, Han ciu, Zhain Li Er, Racun cilik serta Xue Hwa makan bersama dalam kamar, makanan lezat yang di hidangkan tak menunggu waktu lama semuanya habis di sikat oleh mereka ber 4, yang memang sudah lama tak kuat, menahan harumnya bau masakan yang di hidangkan.


Setelah bersantap, mereka santai sejenak sambil duduk dan minum arak, Han Ciu melihat Xue Hwa minum arak, terkadang sesekali melirik ke arahnya.


Han Ciu hanya bisa menarik napas tanpa berkata.


"Xue Hwa, berapa umurmu ?" tapi aku yakin kau lebih tua dari kami berdua," Zhain Li Er menjawab sendiri pertanyaannya.


Hmm !


"Masih mengharapkan orang yang tak mungkin bisa bersama, apa kau mau ?" Zhain Li Er bertanya sambil menatap tajam ke arah Xue Hwa.


Aku tak pernah menghalangi siapapun gadis yang menyukai Han Ciu Koko.


Hanya sekedar mengingatkan saja, aku tak pernah menghalangi siapa saja gadis yang menyukai kakak Han, tetapi kakak Han juga harus menyukainya, jangan sampai suka secara sepihak, karna itu akan menyakitkan.


"Aku tahu kau suka dengan Kakak Han Ciu, tapi kakak Han Ciu belum tentu suka denganmu."


"Kau lihat !" aku serta adik Zee lebih muda, wajah kami tidak kalah cantik, belum lagi enci Sa yang duitnya tak bisa di hitung..karna Sa Sie Hwa tak boleh ada yang mendekati tempat uang miliknya.


"Terkenal ketat akan uang, selain untuk Han Ciu, Susah minta uang kepada enci Sa, ia juga seorang putri bangsawan.

__ADS_1


Sedangkan enci Tie Ahn Nio adalah gadis pertama yang ada di dalam hati kakak Han.


"Sekarang aku tanya, apa kelebihanmu ?" tanya Li Er sambil menatap Xue Hwa.


Xue Hwa tak bisa menjawab perkataan Zhain Li Er.


Sambil menunduk Xue Hwa berkata pelan.


"Bagaimana menurut kakak Han ?"


Han Ciu menarik napas panjang.


"Adik Hwa, aku akui adik Hwa gadis yang cantik, tapi aku bukanlah jodoh yang tepat dengan adik Hwa.


"Kakak yakin, adik pasti bisa menemukan seorang putra bangsawan atau saudagar yang cocok, serta selalu bisa menemani adik Hwa."


Dua butir air mata menetes jatuh dari pipi Xue Hwa.


Zhain Li Er memeluk Xue Hwa, ia mengerti bagaimana perasaan gadis itu.


"Enci Hwa, banyak lelaki di dunia ini, kau harus hidup bahagia, jika bersama kakak Han kau tidak akan bahagia.


"Kakak Han juga tidak mau menyakiti enci Hwa." karna cinta tak harus memiliki, ucap Zhain Li Er.


Xue Hwa mengangguk, lalu tersenyum sambil memeluk Zhain Li Er.


"Terima kasih adik Li, di balik wajahmu yang dingin ternyata kau sangat bijak," ucap Xue Hwa.


"Tadi kalian menyebut 4 nama, bukankah ada 5, siapa lagi satu gadis yang beruntung itu ?" ucap Xue Hwa.


"Cici Xiao Er memang gadis yang beruntung," ucap Zhain Li Er.


Setelah puas bercakap cakap dan entah kenapa dada Xue Hwa merasa terbuka mendengar penjelasan dari Zhain Li Er, gadis itu tidak mengharapkan lagi Han Ciu.


Xue Hwa pamit undur diri.


Setelah Xue Hwa keluar, Racun Cilik memberi jempol kepada Zhain Li Er.


Kakak hebat, omongan kakak sangat mendalam, membuat orang tersentuh dengan omongan kakak.


Cis !


"Kau pikir, aku mau membagi jatahku lagi kepada gadis lain ?" ucap Li er ketus.


"Jadi .. Jadi kata kata enci tadi tidak berasal dari hati ?" ucap Racun cilik.


"Tidak !" aku hanya asal bicara saja, tak lama kemudian Zhain Li Er serta Racun cilik tertawa tawa.


Han Ciu menggelengkan kepala mendengar perkataan dan tertawa kedua gadis itu


Hmm !

__ADS_1


"Kupikir sudah waras, ternyata belum"


__ADS_2