
Han ciu memegang kedua bahu Ahn nio, dan menariknya dari pelukan lalu menatap gadis itu.
"Apa kau siap menjadi selirku " kau juga harus tahu pengorbanan yang akan kau berikan jika kau menjadi selirku, aku berkata seperti itu, karna aku banyak musuh dan harus memberitahu terlebih dahulu sebelum kau menyanggupi menjadi selirku."
"Han koko, sejak kau datang ke perguruan api suci melihat diriku dan memberikan semangat hidup yang baru, aku sudah bertekad apapun yang terjadi akan selalu berada di sampingmu dan membantu apapun yang Ahn moi bisa."
Han ciu setelah mendengar kesanggupan dan janji setia dari Ahn nio lalu memeluk gadis itu sambil membelai kepala Ahn nio.
"Bersabarlah, jika dendamku sudah terbalas dan kita hidup tenang, kita bisa hidup bersama."
Mendengar perkataan pemuda yang sudah mengetuk pintu hatinya, Ahn nio semakin erat memeluk Han ciu dan berbisik, "aku akan menantikan hari baik itu."
****
Pagi hari Han ciu sudah menadapat laporan bahwa ada yang meminta pekerjaan dan Ahn nio tak bisa mengambil keputusan karena mereka meminta menjadi wanita penghibur, sedangkan Ahn nio semalam sudah di beritahu oleh Han ciu bahwa surga malam akan di ganti menjadi Bunga naga dan meniadakan wanita penghibur, hanya ada wanita yang untuk menemani minum arak, teh dan bernyanyi di ruangangan khusus yang telah di sediakan untuk tamu tamu yang berkantong tebal.
Han ciu membasuh wajahnya dengan air hangat, sambil mendengarkan Ahn nio yang memberi laporan.
"Jadi bagaimana menurut Han koko, apakah kita akan menerima mereka ?"
"Apa mereka bisa bernyanyi dan bermain musik seperti yang kau bisa ?" ucap Han ciu sambil mengelap wajah dengan kain yang telah di sediakan.
"Aku sudah tes mereka !" tapi agaknya mereka tak bisa apa apa selain menghibur, jika dulu surga malam masih ada mereka sangat cocok menjadi wanita penghibur, tapi sekarang kan wanita penghibur sudah di hapus oleh Han koko."
"Kau berangkat saja kesana nanti aku menyusul, takut mereka membuat keributan."
Ahn nio lalu pergi setelah menerima perintah.
Sementara itu di sebuah ruangan, 5 orang gadis yang berpakaian mahal dan berwajah rata rata cantik, wajah mereka sudah terlihat kesal karna lama menunggu.
"Mana pemilik surga malam, kenapa dari tadi belum juga datang, apa belum di beriahu ?"
"Nona sabar sebentar, yang lain juga masih menunggu dengan sabar dan jika nona tak sabar, tinggalkan saja tempat kami dan mencari kerja di tempat lain, aku yakin nona pasti akan di terima karena di kota Ahn ini banyak rumah hiburan malam yang pasti akan menerima nona nona sekalian."
"Kami ingin bekerja di surga malam, tak ingin ketempat lain" salah seorang gadis berkata menjawab perkataan Ahn nio.
Ketika pintu ruangan di buka dan Han ciu masuk bersama dengan Kim ho, Ahn nio langsung berdiri, sementara kelima gadis yang hendak mencari kerja terkejut ketika melihat pemuda tampan dengan pakaian warna hitam yang terlihat berbeda dengan waktu pertama kali mereka jumpa.
"Ka, kau busu yang waktu itu di kapal, apa kesini juga ingin melamar kerja menjadi busu ?"
"Jaga mulutmu !" apa yang kau maksud dengan busu, ini adalah ketua kami pemilik surga malam yang baru."
"apa"
Sebelum mereka berlima siap, Han ciu terlebih dahulu melesat, sebuah totokan ia lancarkan ke arah dua gadis paling depan.
Tuk, tuk.
Setelah berhasil, Han ciu menghindari pukulan dari pemimpin gadis gadis itu yang mengarah kepala, Han ciu memutar tubuhnya kemudian menotok punggung pemimpin para gadis itu.
Tuk !
Dan dua gadis yang lain berhasil di lumpuhkan oleh Kim ho.
Han ciu menatap kelima gadis itu yang sudah di pindahkan ke ruangan khusus di bawah tanah, yang berpungsi juga sebawai tempat menawan orang orang yang membuat kerusuhan di Bunga naga.
Han ciu, Ahn nio dan Kim ho duduk sambil memandang kelima gadis yang tangan dan kedua kakinya di ikat dengan tali.
"Aku sewaktu di kapal sudah curiga kepada kalian, kalian datang dari jauh dan pergi ke kota Nan pasti punya satu tujuan yang pasti."
__ADS_1
"Ketika kalian melamar kerja di sini, aku semakin yakin bahwa kalian punya maksud tertentu terhadap tempatku ini."
"Sekarang katakan tujuan kalian datang ketempatku ini ?"
Chiiis !"
"Bisanya cuma membokong orang !"
Plak !
Sebuah tamparan dari Anh nio langsung mendarat di pipi gadis yang tadi bicara
"Ketua mungkin tak tega melihat gadis cantik dan tak mau menurunkan tangan keras, tapi aku berbeda, sekali turun perintah maka aku sendiri yang akan membunuh kalian dengan tanganku," tatapan mata Ahn nio terlihat bengis ketika berkata sambil menatap kelima gadis itu bergantian.
"Bunuh saja, kau pikir kami takut mati !"
Hmm !
Han ciu mendengus mendengar perkataan dari pemimpin gadis itu.
"Ahn nio !" apa yang paling di takuti oleh seorang gadis ?"
Ahn nio mengerutkan kening ketika mendengar perkataan Han ciu.
Tak lama kemudian menjawab, "seorang wanita paling takut jika wajahnya rusak."
"Hmm, begitu rupanya."
Aku tak akan bicara dua kali pada kalian, jika kalian tetap tak mau bicara maka Ahn nio akan memberikan kalian masing masing 5 tanda di wajah.
Kelima gadis itu tetap diam mendengar perkataan Han ciu.
"Ahn nio, apa kau membawa pisau ?"
"Aku memang tidak tega membunuh kalian, tapi jika menyiksa aku sanggup untuk melihat sampai di mana kalian sanggup bertahan."
Ahn nio mulai dari pemimpin mereka, potong satu persatu hidung mereka, kedua telinga, bikin buta satu mata lalu yang terakhir potong lidah mereka, setelah itu lepaskan mereka.
"Beritahu aku jika kau sudah melaksanakan apa yang aku perintahkan.
"Baik ketua !"
Setelah mendengar jawaban Ahn nio, Han ciu lalu mengajak Kim ho pergi.
Melihat Han ciu hendak meninggalkan ruangan kelima gadis yang mendengar hukuman yang akan di berikan sangat terkejut dan dengan wajah pucat dan ketakutan.
"Tuan muda tunggu dulu tuan."
Han ciu tetap melangkah dan tak peduli.
"Tuan muda !" baik aku akan bicara, kami akan bicara tuan."
Han ciu berhenti melangkah kemudian berbalik menatap pemimpin kelima gadis lembah seribu bunga yang tadi memanggil Han ciu.
"Kau ceritakan tugasmu dan jangan sedikitpun kau sembunyikan, jika tidak hukuman akan tetap berlaku."
Pemimpin kelima gadis itu manarik nafas dalam dalam, setelah memandang dan melihat adik adik seperguruannya mengangguk, lalu gadis itu mulai bercerita.
"Kokcu memerintahkan kepada kami untuk mencari tahu 2 bangsawan yang membangun rumah hiburan surga malam ini, dan kami di perintahkan untuk menyusup dan membunuh kedua bangsawan yang membangun surga malam dan memberikan laporan siapa saja orang orang yang terlibat dengan surga malam, karna mereka tak sehaluan dengan sekutu kokcu kami, yakni tuan Xiang yu.
__ADS_1
Setelah berkata lalu gadis itu diam.
"Hanya itu tugas kalian ?"
"Benar Kongcu kami tidak berbohong,"
Han ciu lalu melihat ke arah Ahn nio, melihat selir barunya mengangguk Han ciu lalu berkata kepada kelima gadis itu.
"Aku tidak tahu maksud Kokcu kalian, memang dulu ini adalah surga malam milik Nio nio, api sekarang sudah menjadi milikku, dan aku meminjam uang untuk membangun tempat ini."
Beritahu Kokcu kalian, sekarang sudah tidak ada lagi surga malam, dan aku tidak kenal 2 bangsawan yang di maksud oleh Kokcu kalian.
"Sekarang tempat ini aku berinama Bunga naga, bukan rumah hiburan lagi, melainkan penginapan dan rumah makan, aku tak kenal dengan tuan Xiang yu yang tadi kalian sebut, dan Kokcu kalian aku undang di acara pembukaan penginapan Bunga naga yang kurang lebih sebulan lagi akan kami umumkan."
"Kalian mengerti apa yang kukatakan tadi ?"
Kelima gadis itu mengangguk, tanda mengerti akan perkataan Han ciu.
"Ahn nio sesuai janji, bebaskan mereka semua !" tapi jika mereka masih berkeliaran di kota Nan hukuman tetap berlaku." Baik ketua."
Han ciu lalu pergi ketempat kediamannya bersama dengan Kim ho, untuk membicarakan bahwa mereka butuh orang orang dari perkampungan selaksa pedang untuk mengamankan acara peresmian berdirinya Bunga naga.
Sementara itu Ahn nio ke ruangan depan. karna tadi ada laporan bahwa ada yang ingin bertemu dengannya.
Ketika sampai di ruangan depan, Ahn nio melihat bangsawan Kwe bersama dengan seorang gadis cantik, dan gadis itu bukan Kwe hu yang sering bersama dengan bangsawan Kwe, Ahn nio baru kali ini melihat gadis cantik yang bersama dengan bangsawan Kwe.
"Bangsawan Kwe, selamat datang !"
"Terima kasih nona Ahn," bangsawan Kwe berkata sambil memberi hormat, gadis yang bersama bangsawan Kwe hanya melirik ke arah Ahn nio.
"Nona Ahn, sebagian pemilik uang yang di pakai membangun ingin melihat rumah hiburan surga malam adalah milik keponakanku."
"Pemilik uang !" bukankah bangsawan Kwe pemilik uang itu ?"
"Nona Ahn perkenalkan dahulu, ini adalah anak adiku, dulu ayahnya kawan dekatku sewaktu di istana, setelah akrab akhirnya adikku di lamar oleh bangsawan Sa sin rui, tapi ada sebuah fitnah keji yang menyebabkan keluarga bangsawan Sa tewas dan hanya tersisa satu anak berumur 5 tahun yang bisa di selamatkan oleh pendekar sakti, memang tidak banyak yang tahu bahwa ia masih keponakanku, karna anak selalu mengambil marga dari ayah bukan marga dari ibu yang sama dengan ku, Kwe."
"Dan dialah pemilik modal sebenarnya, sewaktu tuan muda berkata memang aku menyanggupi, tapi setelah tuan muda pergi utusan tuan Liu meminjam hartaku untuk membantu perjuangan dan aku memberikannya."
"Aku bingung setelah harta ku berikan, bagaimana aku membantu tuan muda membangun surga malam."
"kemudian datang keponakanku ini, lalu aku menceritakan kesulitanku dan akhirnya mau membantuku memakai uangnya untuk membangun surga malam, tapi dengan catatan ia berhak memintak hak setengah dari surga malam jika tak ingin uangnya kembali."
"Aku menyanggupi perkataannya, dan akhinya surga malam selesai dengan megah dan lebih cepat dari perkiraan berkat bantuan dari Keponakanku ini."
Ahn nio sekarang mengerti kenapa Kelima gadis yang sudah ia bebaskan berkata, bahwa mereka ingin tahu siapa 2 bangsawan yang telah membangun surga malam, rupanya bangsawan Kwe dengan nona ini.
"Keponakanku ingin melihat tuan muda dan membicarakan tentang uang yang di pinjam atau akan ia ambil hak setengah dari kepemilikan surga malam."
Ahn nio menghela nafas mendengar perkataan dari bangsawan Kwe, dan merasa kasihan kepada Han ciu, ia tahu pemuda itu tak punya uang untuk membayar biaya untuk membangun surga malam, karna surga malam yang sudah berubah nama menjadi Bunga naga belum ber oprasi jadi belum menghasilkan keuntungan.
"Sebentar bangsawan Kwe dan Nona, tadi aku sudah memberitahu pelayan untuk memanggil ketua."
Lalu mereka bertiga bercakap cakap ringan.
Ketika mendengar suara langkah kaki memasuki ruangan, Ahn nio dan Bangsawan Kwe tersenyum ketika Han ciu datang.
"Itu ketua datang," Ahn nio berkata.
Keponakan bangsawan Kwe yang melihat Han ciu datang mendengus.
__ADS_1
Hmm !
"Rupanya si mesum pemilik tempat ini"