
Iblis Biru yang melihat Tongki masih mengikuti, kemudian berbalik.
“Mau apa kau mengikuti kami ?” tanya lblis Biru.
“Aku kan kawan kalian, kenapa aku tidak boleh bersama dengan kalian ? Ucap Tongki.
“Kau selalu saja mengganggu orang, jadi lebih baik kau sendiri,” lblis Biru menjawab perkataan Tongki.
“Tunggu dulu, apa maksud perkataanmu, apa aku pernah mengganggumu ?” Tanya Tongki.
Sebelum lblis Biru menjawab, Tongki berkata kembali.
“Apa aku salah jika bilang bahwa orang itu tolool, dan dia salah pilih sasaran.” Ucap Tongki.
Hmm !
“Pikir dengan otakmu, tak usah kau banyak bicara, jika bikin kesal aku terus, kupindahkan nanti mulutmu ke belakang kepala.” Ucap lblis Biru dengan nada kesal.
Tongki langsung diam melihat wajah lblis Biru yang mulai berubah kesal, kemudian Tongki tanpa bicara matanya menatap ke arah Han Ciu dan Huang Zilin yang tengah bersiap.
He He He
“Bagaimana ketua muda, apa kau masih ragu untuk bertanding denganku ?” Huang Zilin kembali bertanya sambil senyum mengejek ke arah Han Ciu.
“Kau boleh pakai kedua pedang hiasan di punggungmu itu jika kau mau, biar aku pakai tangan kosong saja,” kembali Huang Zilin mengejek Han Ciu.
Hmm !
“Kau terlalu banyak bicara orang tua ! aku jadi tak sabar serta ingin tau, apa benar 2 iblis dunia persilatan adalah pendekar tangguh, yang sering di gemborkan orang tapi tanpa ada bukti nyata.” ucap Han Ciu membalas ejekan Huang Zilin.
Hmm !
“Dari mana kau tahu soal 2 iblis ketua muda, tetapi jika memang kau sudah dengar tentang 2 iblis, apa tidak sebaiknya kau bawa rombonganmu pergi dari Hengshan sebelum aku kesal dan membunuh mereka semua di sini.” Suara Huang Zilin mulai berubah kesal mendengar perkataan Han Ciu.
Ha Ha Ha
“Mendengar omonganmu aku jadi penasaran, apa benar 2 iblis adalah tokoh yang di takuti, atau hanya sekedar omong kosong belaka,” ucap Han Ciu
“Bangsaat ! Mari sini, biar kupatahkan tulang tubuhmu.” Tapi ketika baru selesai Huang Zilin berkata.
Ia tak melihat Han Ciu di depan, hanya sebuah bayangan melesat dengan cepat.
Huang Zilin wajahnya terkejut melihat sebuah tangan menyambar ke arah kepala.
Huang Zilin langsung bergerak ke samping menghindari serangan Han Ciu, lalu kaki Huang Zilin membalas dengan menyabet ke arah kaki Han Ciu.
Whut !
Han Ciu loncat sambil melentingkan tubuhnya, dan tangannya tetap menyambar ke arah kepala Huang Zilin.
Huang Zilin terkejut, melihat Han Ciu kembali menyerang kepalanya dengan cepat dari atas.
Bangsaat !
Pantas saja dia di panggil ketua, gerakannya sangat cepat, agaknya memang dia adalah ketua sebuah perguruan bukan pemuda manja anak seorang bangsawan, tapi jurusnya sangat aneh dan baru kali ini aku lihat, Huang Zilin berkata dalam hati, sambil menunduk menghindari serangan Han Ciu.
Setelah menunduk, Huang Zilin menghantam perut Han Ciu.
Han Ciu yang tak mau perutnya terkena tinju Huang Zilin menghindar ke samping kiri, kemudian dengan jurus cakar naga hitam Han Ciu menyambar bahu Huang Zilin.
__ADS_1
Huang Zilin terkejut, kali ini ia terpaksa mundur dua langkah ke belakang untuk menghindari serangan Han Ciu.
Melihat Huang Zilin mundur dua langkah ke belakan dan agak jauh, Han Ciu tak mengejar.
“Kenapa paman tidak balas menyerang ? Tanya Han Ciu sambil tersenyum.
Wajah Huang Zilin tampak gusar mendengar perkataan Han Ciu yang seperti mengejek dirinya.
Raut wajah lblis petaruh mulai terlihat sangat gusar.
“Harap tuan muda hati – hati, pertaruhanku sangat besar kali ini, dan aku tak mau kalah, jadi jangan salahkan aku jika sampai terlepas tangan dan melukai tuan muda,” Huang Zilin berkata dengan nada dingin.
Mendengar perkataan Huang Zilin, Han Ciu tersenyum dan membalas perkataan dari salah seorang 2 iblis yang di takuti oleh dunia persilatan.
“Kenapa paman masih bertanya ! jika paman tak mau menyerah dan akan mungkir dengan pertaruhan ini, aku juga tidak akan sungkan untuk memecahkan kepala paman.”
Hmm !
“Baik jika begitu, aku tak akan sungkan lagi terhadap tuan, bersiaplah !” setelah berkata, Huang Zilin langsung pasang kuda – kuda dan kedua tangannya tampak berputar dan menimbulkan suara angin yang bercuitan.
“Hati – hati terhadap jurus pukulan badai petir ku tuan muda,” Huang Zilin berkata.
Han Ciu tak menjawab perkataan Huang Zilin.
Dengan posisi tangan kiri terbuka serta tangan kanan ke arah Huang Zilin dan bergerak gerak, menyuruh Huang Zilin untuk segera menyerang.
Membuat amarah Huang Zilin tak bisa terbendung lagi, setelah mendengus dengan sangat gusar, Huang Zilin melesat ke arah Han Ciu.
Whut !
Kedua tangan berputar, menimbulkan suara gemuruh di sertai kilatan petir, melesat ke arah Han Ciu.
Hanya ada satu di pikiran lblis petaruh saat ini, yaitu menghabisi Han Ciu.
Huang Zilin terkejut, karna pandangannya tertutup oleh kabut dingin yang di ciptakan oleh Han Ciu.
Han Ciu bergerak ke samping kanan, kemudian telapak tangan kanannya menghantam dengan pukulan Dewa Angin.
Saat melihat sang musuh sudah berada di sampingnya, Huang Zilin dengan gusar bergerak memutar menghindari pukulan Han Ciu yang menimbulkan angin.
Whut....Blar !
Pukulan Dewa Angin Han Ciu menghantam tanah tempat Huang Zilin tadi berdiri.
Debu serta kerikil Kecil beterbangan di sekitar tempat mereka bertempur, rombongan Han Ciu serta Jiang Sun juga beberapa orang yang menyaksikan menjauh karna takut terkena salah sasaran.
“Bangsaat muda itu ilmunya hebat juga, tapi belum tentu tenaga dalamnya juga hebat dengan umur yang masih muda, akan ku pancing supaya dia mau beradu pukulan, karna anak muda itu selalu menghindar, tak mau beradu pukulan denganku.”
Huang Zilin berpikir, walau ilmu yang di gunakan Han Ciu adalah ilmu – ilmu yang hebat, tetapi dalam hal tenaga dalam belum tentu bisa menandinginya karna umur Han Ciu yang masih muda.
ketika mereka bertempur memang Han Ciu selalu menghindar jika akan beradu pukulan, itulah yang membuat Huang Zilin berpikir tenaga dalam yang di miliki oleh Han Ciu masih berada jauh di bawahnya.
Huang Zilin yang ingin membuktikan pemikirannya, bahwa jika berhasil beradu tenaga dalam, Han Ciu pasti akan terluka parah.
Huang Zilin menyerang Han Ciu dengan segala kemampuan yang ia miliki.
Whut !
Huang Zilin menyerang, tangan kanan menyambar ke arah kepala Han Ciu.
__ADS_1
Han Ciu menghindar dengan menundukkan kepala, tapi baru saja Han Ciu menundukkan kepala, tangan kiri Huang Zilin kembali menghantam bahu kanan, tapi kembali Han Ciu hanya sedikit memiringkan tubuh, sehingga serangan Huang Zilin kembali mengenai tempat kosong.
Pukulan Huang Zilin semakin lama semakin cepat, mengeluarkan angin dan sambaran petir yang keluar dari angin pukulan badai petir.
Semakin lama gerakan mereka semakin cepat, dan Han Ciu masih berusaha menghindari pancingan Huang Zilin agar mereka beradu pukulan.
Ketika mereka menyerang dengan jurus pukulan Jarak dekat Huang Zilin berkata.
“Kenapa kau selalu menghindar, apa kau takut jika beradu tenaga dalam denganku ?” ucap Huang Zilin.
Paman tak usah banyak bicara, bukankah itu tandanya paman masih tak mampu untuk, menyentuh diriku ini.
He He He.
Mendengar perkataan Han Ciu, yang tadinya Huang Zilin ingin memancing kemarahan Han Ciu, tapi malah dia sendiri yang kesal dan marah.
Huang Zilin semakin menyerang dengan gencar, semakin banyak jurus pancingan dan tipuan untuk membuat Han Ciu semakin terus berkelit kesana kemari.
Hingga satu saat, ketika Han Ciu menyapu kaki Huang Zilin, melihat kesempatan baik itu Huang Zilin tak mau membuang kesempatan bagus.
Huang Zilin lompat, sambil kedua tangannya menghantam ke arah kepala Han Ciu.
Melihat serangan Huang Zilin, Han Ciu mundur sambil menepis pukulan Huang Zilin hingga melenceng, tak menemui sasaran.
Plak !
Huang Zilin lompat sambil mundur kemudian melesat kembali sambil menghantamkan kedua telapak tangannya ke arah Han Ciu, sambil berteriak kencang.
Mampuus kau !
Han Ciu melihat kedua telapak Huang Zilin, sudah mengarah dada dan terlihat dari telapak tangannya seperti keluar kilat kecil yang menyambar ke segala arah di sekitar telapak tangan, Han Ciu langsung memutar kedua tangannya dengan cepat.
Mengeluarkan ilmu pukulan Dewa Naga.
Han Ciu menarik napas dalam – dalam, perutnya mengempis, lalu mengembang kembali seiring kedua tangannya menerima kedua pukulan Huang Zilin.
Blam !
Ledakan keras terdengar, kilatan petir menyambar keluar dari tangan Huang Zilin ke sebuah pohon besar, pohon langsung hangus terbakar ketika terkena kilatan petir dari Huang Zilin.
Han Ciu mundur selangkah, dadanya terasa panas.
Tapi Huang Zilin malah lebih parah, lblis petaruh malah mundur sampai dua langkah ke belakang, kedua kakinya gemetar, lutut goyah dan akhirnya, Huang Zilin kakinya tak kuasa menahan berat tubuhnya sendiri.
Huang Zilin langsung jatuh seperti bersimpuh dengan kedua kaki tertekuk.
Hoaak...!
Dari mulut Huang Zilin, memuntahkan darah segar, tetapi darah yang keluar berbentuk gumpalan seperti beku, darah membeku layaknya kerikil kecil, keluar dari mulut Huang Zilin.
Sedangkan Han Ciu menarik nafas, kemudian menyalurkan tenaga dalam jubah emas dan hawa tenaga dalam dari mutiara naga es, ke arah dadanya yang panas seperti terbakar.
Tak lama kemudian setelah berhasil menyalurkan tenaga dalam ke arah dada yang terluka, wajah Han Ciu yang pucat kembali merah.
Dengan rambut ke emasan yang berkibar tertiup angin, pemuda itu menatap tajam ke arah Huang Zilin yang masih duduk bersimpuh di depannya.
Tongki yang berdiri bersama dengan Iblis Biru, mengadukan bahunya ke arah bahu lblis Biru, lalu bicara.
"Apa kubilang tadi, benarkan Huang Zilin salah pilih sasaran,"
__ADS_1
Iblis Biru mendengar perkataan dari Tongki tak menjawab, tapi dari mulut kakek itu keluar suara dengusan.
Hmm !