
Ta Tong kembali ke tenda sambil senyum senyum sendiri memikirkan hadiah yang akan ia terima.
Ta Tong masuk kedalam tenda kemudian bertepuk tangan.
"Anak anak, sebelum kita tampil makan dahulu, aku sudah putuskan, tuan pendekar bersama kedua istrinya tampil lebih dulu, sebagai pembuka penampilan akrobat kuda terbang.
"Tuan, kenapa kami tampil lebih dulu ?" harusnya kami tampil pertengahan," ucap Han Ciu sambil menatap heran ke arah Ta Tong.
"Yang pertama, dan kami yang asli penghibur akan menutupi kekuranganmu,"
"Apa kau mengerti !" ucap Ta Tong.
Han Ciu akhirnya mengangguk.
Setelah selesai makan, mereka istirahat sebentar, malam akhirnya tiba.
Anggota rombongan akrobat kuda terbang sudah berdandan, sesuai dengan peran yang mereka mainkan.
Han Ciu, Zhain Li Er serta Racun cilik juga di beri kostum, tadinya mereka tak mau, setelah di jelaskan dan di bujuk oleh Ahouw, akhirnya Han Ciu mau memakai kostum yang agak besar, agar tetap memakai pakaian yang biasa mereka pakai begitu pula dengan Zhain Li Er serta racun cilik.
"Bagaimana kau siap ?" tanya Han Ciu kepada Li Er.
"kakak, kenapa tidak adik Zee saja yang tampil pertama !" Li E membalas pertanyaan Han Ciu.
Adik Zee ilmu silatnya bukan gerakan gerakan indah yang kau miliki.
"Kau punya jurus pedang yang baik serta bisa menjadi hiburan, jadi kau tampil lebih dulu."
Zhain Li Er mengangguk sambil cemberut, mendengar perkataan Han Ciu.
Tepuk tangan dan suara riuh dari para penonton terdengar sampai tenda.
Kata sambutan telah diberikan oleh golok api selaku gubernur kota Xue yang baru, kini saatnya atraksi hiburan buat para penonton.
Rombongan akrobat kuda terbang keluar dengan masing masing kostum yang mereka pakai.
Han Ciu, Zhain Li Er, serta Racun cilik, memakai kostum yang sama, sebuah pakaian berwarna merah, model yang biasa di pakai oleh Kauwsu ( guru silat ) di desa desa.
Rombongan berhenti sebelum mendekati lapang arena, Ta Tong lalu basa basi memberi pengarahan dan semangat kepada anak buahnya.
Sedangkan Zhain Li Er menarik napas dalam dalam berusaha menahan ketegangan dalam dirinya, bertempur di hadapan banyak orang dengan berbagai jurus sering di lakukan dan tidak membuat gadis itu salah gugup, tapi sengaja menampilkan ilmu silat di depan banyak para penonton adalah hal yang berbeda, dan ini membuat Zhain Li Er gugup dan malu.
Ta Tong memimpin rombongan akrobat kuda terbang ke tengah lapang pertunjukan. Rombongan yang terdiri dari 20 orang ber iringan sambil memperagakan ketrampilan mereka.
Tampak sesekali Ta Tong melirik kearah kursi tuan rumah.
Pemandu acara lalu memperkenalkan kepada para penonton, akrobat kuda terbang yang terkenal.
Acara di buka oleh, pertunjukan silat yang dilakukan oleh rombongan akrobat kuda terbang teriak pemandu acara.
Ta Tong lalu mengarahkan rombongan akrobat kuda terbang berdiri di depan tenda besar yang di tempati oleh Golok api dan Musang utara.
Han Ciu mengerutkan kening melihat Rombongan akrobat berdiri di depan tenda besar milik tuan rumah, tak lama kemudian puluhan prajurit berdiri di kiri kanan rombongan akrobat kuda terbang.
"Silahkan di mulai"
Pemandu acara berkata sambil melangkah mundur ke arah Ta Tong.
Zhain Li Er mulai bersilat dasar dasar putaran bidadari, tubuhnya seperti menari nari, penonton banyak yang bertepuk tangan.
Zhain Li Er memang seperti seorang penari daripada seorang pesilat, masih muda dengan wajah yang cantik, sedikit senyum agak dingin.
"Kau lihat gerakannya !" ucap Golok api kepada Musang utara yang duduk disebelah.
"ltu gerakan ilmu pedang tingkat tinggi, aku ahli golok jadi aku tau, walau gadis itu tidak menggunakan pedang, dan golok adalah pasangan dari pedang," Golok api kembali berkata
Musang utara menatap tajam kearah Zhain Li Er, rupanya gadis ini yang suka menggampar orang, ucapnya dalam hati.
Zhain Li Er selesai memainkan jurus jurusnya untuk atraksi pembuka pertunjukan.
Kini giliran racun cilik bersama Han Ciu, Han Ciu hanya berpura pura menyerang, sedangkan Racun cilik yang menangkisnya.
Saat melakukan atraksi, Han Ciu melihat para penonton berubah, kali ini penampilan mereka sama, ini bukan penduduk kota Xue.
Hmm !
"Ada yang tidak beres," ucap Han Ciu dalam hati
Han Ciu saling tatap dengan Racun cilik.
Racun cilik mengerti maksud tatapan suaminya.
Perlahan ia menyiapkan racun
Musang utara melihat Racun cilik meraba raba,serta tangannya masuk kedalam baju, memberi isyarat tangan.
Puluhan orang memakai pakaian hitam sambil membawa obor mengelilingi lapang pertunjukan
Zhain Li Er, Han Ciu serta Racun cilik merapat, lapang menjadi terang karna banyaknya obor yang mengelilingi mereka.
"Api, api melemahkan racun," Zee In Biauw berkata pelan.
Musang utara berdiri dari kursi lalu berjalan ke arah lapang tempat Zhain Li Er atraksi.
Ta Tong memberi hormat saat Musang utara lewat.
"Rupanya ada penghianat, Ta Tong keparat,"
Han Ciu mendengus, sambil menatap tajam ke arah Ta Tong.
Tak lama kemudian Musang utara bersama Ta Tong menghampiri Han Ciu.
"Menurut Ta Tong, kalian anak buah gubernur Xue, tapi aku berani bertaruh, kalian bukan anak buah gubernur Xue.
"Katakan siapa kalian sebenarnya, dari perguruan mana ?"
"Perguruan !" ucap Zhain Li Er nanti saja kita. bicarakan,
Cis
__ADS_1
"Keparat, aku sudah sudi mau memakai pakaian badut ini, karna ingin menolong cecurut cecurut seperti kalian.
"Tapi air susu kau balas dengan air tuba."
Whuut .. Plak !
Ta Tong menjerit kencang tubuhnya langsung terpental dan ambruk, tulang rahangnya seperti hancur di tampar oleh Zhain Li Er.
Musang utara terkejut, lalu mundur 2 langkah ke belakang.
Ta Tong memegangi pipinya, ketika meludah, 3 buah giginya ikut meluncur keluar, dalam keadan remuk setengah bubuk.
Ahouw terkejut begitu juga dengan rombongan akrobat kuda terbang yang lainnnya, mereka tak menyangka Ta Tong bisa berkhianat.
"Mereka tau aku ahli racun, ahli racun sangat takut pada api, bubuk racun akan langsung terbakar, masih ada bubuk racun yang bisa bersatu dengan air, tapi aku tak membawa air," ucap Racun cilik.
"Jangan jauh jauh dariku," Han Ciu berkata.
"iya kak," Racun cilik menjawab lalu bersender di punggung Han Ciu.
Cis.
"Kesempatan dalam kesempitan," ucap Li Er.
Hmm !
Han Ciu mendengus.
"Li Er, babat semua api yang mendekat, aku dan adik Zee akan melindungi."
Mendengar perkataan Han Ciu, Zhain Li Er mencabut pedang angin lalu membuka baju Kauwsu yang ia pakai.
Seorang gadis berpakaian biru ketat, lekuk tubuhnya terlihat indah.
Zhain Li Er memutar mutar pedang angin.
Beberapa pedang hampa mengelilingi Han Ciu, Li Er dan Racun cilik.
Musang utara memakai sarung tangan dari kulit buaya yang keras dan liat, dengan kelima ujung jari yang runcing seperti pisau kecil.
Tangan Musang utara, memberi isyarat untuk maju.
Obor obor yang mengelilingi mereka, semakin mendekat.
Zhain Li Er melesat, pedang angin menebas dua buah obor, yang menusuk ke arahnya, setelah itu
melesat kembali, sambil kakinya menendang potongan obor yang menyala.
Sreet .. Craash !
Kepala seoranng pemegang obor langsung mengelinding sewaktu lehernya putus tertebas pedang angin Zhan Li Er.
Sementara itu potongan obor yang menyala menghantam tubuh penyerang lain, bajunya langsung terbakar, ia berlari kesana kemari, dan teriak karna ketakutan.
Dalam suasana kacau pedang angin Li Er melesat, perut, leher, dada bahkan kaki ia tebas, jerit kesakitan semakin menjadi.
Pedang hampa Han Ciu juga ikut menyerang, dua orang pengawal yang mencoba menyerang pinggang Li Er, kepalanya hancur terkena hantaman pedang hampa Han Ciu.
Creeps !
Pengawal itu diam, lalu tangannya bergerak ke arah leher, kemudian mencabut jarum yang menancap di lehernya.
Tiba tiba tubuhnya bergetar, lehernya perlahan berubah kehijauan, dari mulut pengawal itu keluar busa yang juga berwarna hijau.
Pengawal itu mati dengan tubuh kehijauan, matanya melotot, seperti menahan rasa sakit.
Jarum beracun yang mengandung racun ular hijau mata api memang sangat mematikan, jarang ada yang selamat bila terkena racun ular hijau mata api, tapi Racun cilik mempunyai penawarnya.
Musang utara menyambar pinggang Li Er, tapi gerakannya tertahan oleh sebuah bayangan pedang, yang melesat cepat ke arah lehernya.
Musang utara menyilangkan tangan yang memakai sarung tangan kulit buaya, menahan serangan pedang hampa Han Ciu.
Plaak !
Musang utara mundur selangkah terkena hantaman pedang hampa.
Sebuah bayangan, merah melesat dan menebas kearah Han Ciu
Whuuut !
Angin panas terasa dari tebasan, bayangan merah yang menyerang tangan Han Ciu.
Han Ciu mundur, lalu tangan kirinya mengibas, sebuah pedang hampa melesat.
Menyerang bayangan merah, tapi sebuah golok bercahaya kemerahan menebas ke arah pedang hampa, pedang hampa langsung putus terkena tebasan golok yang mengeluarkan cahaya kemerahan.
Hmm !
"Saudara, kau tidak apa apa ?" kakek yang masih tampak gagah menyarungkan golok, lalu bertanya kepada Musang utara.
"Untung ada mustika sarung tangan kulit buaya.
"Jika tidak leherku pasti bolong, masih muda tetapi tenaga dalamnya tinggi sekali, kita harus hati hati !"
"Anak muda siapa kau sebenarnya ?" katakan saja dengann jujur, siapa tahu kita teman atau bisa menjadi teman."
"Siapa tuan ?" ucap Han Ciu sambil menatap orang yang berpakaian mewah, berwarna merah.
"Aku gubernur kota Xue yang baru, orang menyebutku golok api, Cu Tayin dan ini wakil ku Musang utara."
"Kami tak ada urusan dengan kalian, aku dijebak, karna masuk kota Xue sangat sulit, kami ikut rombongan akrobat kuda terbang, ternyata malah jadi seperti ini."
"Lalu apa yang kalian inginkan ?" Golok api bertanya sambil menatap tajam ke arah Han Ciu.
"Kami ingin pergi dari sini, dan tak ingin membuat kekacauan." ucap Han Ciu.
"Kalian sudah membunuh pengawal kota Xue, kau pikir gampang pergi begitu saja ?" Golok api berkata sambil menatap tajam ke arah Han Ciu.
"Lalu apa mau mu ?" ucap Han Ciu mencabut sebuah pedang tipis dari pinggang seorang prajurit yang lehernya putus oleh Zhain Li Er.
__ADS_1
Tayin mencabut golok yang mengeluarkan cahaya kemerahan, "Golok Api" sebuah pusaka yang sangat terkenal di daerah utara.
"Kita lihat, golok pusaka milikmu atau pedang pusaka milikku ini, yang menjadi pemenang." ucap Han Ciu.
Apa kau bilang, pedang pusaka ?
Ha ha ha
Dari tertawa wajah Golok api mulai merah menahan hawa amarah.
"Mari mari kita buktikan ucapanmu !" ucap golok api.
"Li Er, lindungi Racun cilik, jangan ragu bertindak."
Zhain Li Er mengangguk mendengar perkataan Han Ciu.
Han Ciu menyalurkan Jiwa pedang.
Pedang pengawal pinggiran badan pedang mulai berubah putih keperakan, layaknya sebuah pedang pusaka yang terbuat dari baja perak.
Golok api tertegun, saudaraku, kita hadapi bersama.
Tahapan ilmu pedangnya sangat mengerikan, kita harus hati hati.
Golok api dan Musang utara bergerak dari arah berlawanan menyerang Han Ciu, dan itu juga menjadi tanda bagi para prajurit di bawah pimpinan Golok api untuk menyerang Li Er dan Racun cilik.
Golok api melesat menebas bahu Han Ciu, angin panas mendahului tebasan golok.
Han Ciu ingin mencoba golok api, kemudian menghantamkan pedangnya, menangkis tebasan golok.
Traang !
Percikan api terlihat akibat beradunya golok api dengan pedang yang di pakai Han Ciu.
Tayin menekan golok api miliknya, pedang Han Ciu turun, tapi perlahan naik kembali.
Musang utara yang melihat Han Ciu tengah di tekan oleh sahabatnya si golok api.
Kakek berambut putih itu melesat, lalu sarung tangan kulit buaya, menyabet ke arah pinggang Han Ciu.
Han Ciu mendorong golok api milik Tayin hingga terlepas, terpental kebelakang.
Lalu Han Ciu mundur, menghindari serangan Musang utara yang menyerang pinggang.
Tangan kiri mengibas, Pedang hampa melesat menyerang kepala Musang utara.
Musang utara menunduk, lalu cakar besi menyambar kaki Han Ciu.
Han Ciu melesat ke atas, dari atas Han Ciu malah balik menyambar turun mengincar kepala Musang utara.
Musang utara terkejut, tangannya menyambar pergelangan tangan, pedang Han Ciu menebas jari jari sarung tangan yang seperti pisau yang mencakar ke arah tangan.
Tring .. Tring.
Dua buah jari runcing yang di sambung kesarung tangan kulit buaya, yang di pakai oleh Musang utara, putus.
Tangan kiri Musang utara menyambar perut Han Ciu, tapi Han Ciu sudah menduga, kaki Han Ciu menendang pergelangan tangan kiri Musang utara.
Plak !
Musang utara meringis, pergelangan tangannya serasa patah terkena tendangan Han Ciu.
Han Ciu menebas kepala Musang utara.
Tapi angin panas dari golok api menyambar ke arah pedang Han Ciu.
Traang !
Setelah menangkis, golok kembali menyambar dada, tetapi pedang Han Ciu menangkis serangan golok api milik Tayin.
Trang .. trang .. trang
Suara beberapa kali beradunya pedang yang di pakai oleh Han Ciu dengan golok milik Tayin.
Musang utara selalu menyerang Han Ciu jika pemuda itu lengah, sarung tangan kulit buaya yang ujung jarinya masing masing pisau tajam, selalu terus membokong.
Pedang Yang di pakai Han Ciu berubah menjadi banyak.
Tayin berusaha menangkis serangan cepat Han Ciu, yang menggunakan jurus selaksa pedang, terkadang pedang berputar saat lengah, pedang Han Ciu terkadang menusuk atau menebas leher Tayin.
Baju mewah Tayin sobek di satu tempat, di pinggang terkena tusukan pedang yang di gunakan Han Ciu.
Zhain Li Er Sibuk dan selalu berusaha melindungi Racun cilik, pedang angin menebas tanpa pandang bulu, siapa saja yang mendekat akan tewas oleh pedangnya.
Jerit mengerikan dari prajurit yang terkena sabetan Li Er dan jarum beracun, Racun cilik, mereka tak mau gegabah, sekali serang harus tewas.
Tapi prajurit yang menyerang tak pernah putus.
Beberapa orang maju menyerang Li Er, Racun cilik melemparkan bubuk hitam ke arah penyerang LI Er.
Tiga orang langsung gemetar lalu tewas dengan tubuh menghitam, terkena racun jamur hitam milik Racun cilik, Li Er serta Han Ciu kebal karna sudah di beri pil anti racun oleh Racun cilik.
Bubuk racun Zee ln Biauw memang keras serta beraneka ragam, tapi gadis itu tak mau menyiksa, menggunakan racun keras agar lawan langsung tewas adalah pilihan yang paling tepat.
Puluhan mayat prajurit menumpuk di lapang arena.
Sedangkan Han Ciu menghadapi Golok api serta Musang utara, yang merupakan orang kepercayaan dari Xiang Yu.
Ketika mereka sedang bertempur dengan sengit, terdengar suara gemuruh dari arah pintu gerbang kota Xue, teriakan gemuruh sorak sorai terdengar.
Han Ciu lompat mundur, begitu pula Golok api dan Musang utara, menjauh
Mereka melihat beberapa prajurit mundur karna terus di desak.
Akhirnya para prajurit anak buah Golok api tewas.
Dua buah bayangan yang membawa tongkat hitam.
"Pangcu pengemis tongkat hitam serta muridnya pengemis muka hitam."
__ADS_1
Gubernur Xue serta Sin Ko berlari di belakang.
"Cengcu, maaf Kami terlambat."