
Sudahlah, kau jangan bersedih putriku, Suma Han berkata sambil mengelus kepala Suma Lan, seharusnya kau bersyukur karna terhindar dari bencana.
Suma Lan memeluk ayahnya, sudahlah Suma Han Berkata kembali menenangkan putrinya.
Orang perguruan Selaksa pedang lalu membersihkan ruangan, 2 mayat muris perguruan Naga Api serta mayat Bu Heng serta anaknya, Bu Khi.
Suma Han kemudian memberi hormat kepada Han Ciu dan berkata.
“Terima kasih atas bantuan yang ketua berikan, berkat bantuan ketua, keluarga Suma bisa terhindar dari rencana keji musuh.
“Kami tak bisa membalas atas kebaikan yang ketua lakukan terhadap perguruan Naga Air, tapi mulai hari ini, jika perguruan selaksa pedang membutuhkan tenaga perguruan Naga Air, kami akan siap berada di depan jika di perlukan oleh perguruan selaksa pedang.”
Han Ciu tersenyum mendengar perkataan Suma Han.
“Keluarga Suma adalah sahabat selaksa pedang, kenapa harus seperti itu, antar sahabat memang sudah sewajarnya kita saling bantu.”
“Sekarang tuan Suma bisa istirahat dengan tenang, karna 1 masalah sudah di atasi,” ucap Han Ciu.
Suma Han mengangguk mendengar perkataan Han Ciu, kemudian diantar oleh seorang dari anak murid perguruan selaksa pedang, mereka pergi ke tempat istirahat yang telah di siapkan.
Tapi ketika berjalan, ada sebuah perkataan dari Han Ciu yang menggelitik di pikiran Suma Han. “satu masalah sudah diatasi,” jika bicara seperti itu, bukankah ada masalah kedua,”
Setelah rombongan keluarga Suma pergi, kemudian Han Ciu kembali berdiskusi dengan para petinggi perguruan selaksa pedang dan penginapan.
“Bagaimana dengan tamu undangan ?” apakah ada yang akan menimbulkan kerusuhan di acara peresmian perguruan.” Tanya Han Ciu.
“Kami mengundang tuan Xiang Yu, selain tuan Xiang Yu, kami yakin belum ada kekuatan yang bisa mengimbangi kekuatan Selaksa pedang untuk saat ini.” Jadi ketua tidak usah khawatir, sebab tuan Xiang Yu aku yakin tak berani bertindak sebab tuan Liu Bang juga akan hadir.”
“Tapi apa mereka mendengar bahwa aku terkubur di bukit serigala ?” tanya Han Ciu.
Sebenarnya tentang kematian ketua yang terkubur di bukit serigala sudah tersebar luas, entah siapa dan dari mana berita itu tersebar, kami juga tidak tahu siapa yang memulainya.
Han Ciu mengangguk mendengar perkataan Pedang langit yang merupakan wakil dari perguruan selaksa pedang.
“Tetapkan saja seperti itu,” aku ingin tahu seperti apa sikap mereka jika aku tak ada, termasuk paman Liu Bang, dan tolong beritahu semua anggota agar masalah ini tak bocor keluar.
Ketika mereka sedang bercakap cakap, seorang anggota perguruan memberitahu.
Bahwa perguruan Api suci telah sampai di telaga barat.
Han Ciu langsung berdiri, paman tolong urus masalah ini, aku akan mengamati situasi dari belakang, jika keadaan mendesak aku akan keluar untuk menyelesaikannya,”
“Baik ketua !” tentang ketua Cen dan nona Xiao Er bagaimana harus menjelaskannya ?” tanya pedang Langit.
“Jelaskan saja seperti yang sudah di rencanakan, aku juga akan melihat serta menilai bagaimana sikap gadis yang akan menjadi istriku, dan kalian tetaplah berpakaian putih sampai semuanya terbuka.” Han Ciu berkata kepada ke empat selirnya.
Ke empat selir Han Ciu mengangguk dan mengerti apa maksud suami mereka, kemudian Han Ciu masuk ke dalam ruangan yang sudah di sediakan untuknya di antar oleh Ahn Nio serta Racun Cilik sementara Sa Sie Hwa bersama dengan Zhain Li Er menerima tamu yang datang.
Xiao Cen bersama dengan Xiao Er yang berpakaian putih datang bersama para petinggi dari perguruan Api Suci, Pedang Langit memberi hormat kepada ketua perguruan Api suci.
Ketua Cen, nona Xiao Er selamat datang, terima kasih bersedia hadir di tempat kami.
Ketua tak usah sungkan, bukankah Selaksa Pedang dan perguruan Api suci adalah saudara, ucap ketua Cen, sayang sekali anak Han tak bisa melihat kebesaran dari selaksa pedang serta penginapan bunga naga yang sudah tersebar di berbagai kota, Xiao Cen berkata sambil menarik nafas panjang.
Sedangkan Xiao Er matanya merah, karna teringat kembali dengan Han Ciu.
__ADS_1
Sa Sie Hwa kemudian memeluk Xiao Er, “sudahlah adik, adik Xiao Er harus bersabar semua sudah ada jalan yang di gariskan,” ucap Sa Sie Hwa.
Rombongan ketua Cen kemudian diantarkan langsung oleh Pedang Langit ke tempat yang telah di siapkan untuk tamu kehormatan.
Satu persatu tamu berdatangan, telaga barat menjadi penuh, kapal – kapal berjajar terparkir sampai ke luar gerbang, karna banyaknya tamu yang datang.
Rombongan Xiang Yu dan Liu Bang yang banyak membawa pengikut.
Pagi sebelum acara peresmian, pintu kamar Han Ciu di ketuk, Ahn Nio membuka pintu, Ahn Nio langsung menundukkan wajahnya, serta terlihat malu ketika mengetahui siapa yang datang.
“Ayah, ibu silahkan masuk,” Ahn Nio berkata kepada Iblis seribu wajah serta Dewi angin.
Keduanya tersenyum, “ Kau memang pantas menjadi pemimpin para istri si muka ayam,” ucap Dewi Angin sambil memegang tangan Ahn Nio.
Han Ciu mengetahui siapa yang datang kemudian memberi hormat, mereka adalah orang tua angkat, serta yang mengasuh Zhain Li Er dari kecil.
“Kau memang bukan orang yang akan mati muda, mendengar keterangan kau tertimbun, aku yakin kau pasti selamat dan ternyata dugaanku benar,” iblis seribu wajah berkata sambil tertawa.
Cis !
Memangnya kau saja, aku juga tak percaya menantuku mati dengan mudah, kalau dia mati, siapa yang akan mengatasi Li Er kalau mengamuk.
Aku dengar kau ingin pura – pura mati, kalau seperti itu lebih baik menyamar, aku datang untuk merias kau, hanya Pedang langit, serta ke empat selir yang akan tahu penyamaranmu,
“Tapi bagaimana dengan pedang tulang naga ini ?” aku tak bisa meninggalkannya.
Phuuih !
“Hal seperti itu kau risaukan, apa kau tak ingat siapa gelarku ?” lblis seribu wajah berkata.
Sebentar lagi kau akan menjadi teman Pedang langit, percayakan saja padaku.
Kemudian Han Ciu di rias oleh lblis Seribu Wajah.
Sambil mengajarkan teori ilmu, pelemas tulang pelekuk otot.
Sementara di ruangan lain, Pedang Langit mengumpulkan semua orang, untuk bersiap dan memberitahu bahwa Han Ciu menunggu di ruangannya, segala sesuatunya ia yang akan mengambil alih, dan itu juga atas perintah sang ketua.
Semua yang hadir mengangguk setuju mendengar perkataan Pedang Langit, siapa yang meragukan kesetiaan Pedang Langit, apalagi di situ ada Zhain Li Er serta Sa Sie Hwa.
Baiklah, kita sudah tahu tugas masing – masing, sebentar lagi perkampungan menjadi perguruan, kita akan berubah menjadi besar dan lebih baik lagi.
Semua orang yang mendengar perkataan Pedang Langit, merasa bersemangat lalu pergi ke tempat mereka bertugas.
Tak lama kemudian Pedang langit berjalan bersama seorang pria tua dengan celana agak besar menutupi kedua kakinya yang buntung, dibantu dua buah batang tongkat batu yang berwarna putih untuk membantunya berjalan, rambut berwarna putih serta kedua bola mata juga berwarna putih.
Kakek tongkat putih berjalan di bantu tongkatnya bersama Pedang Langit.
Pedang langit kemudian sampai di tempat Iblis biru serta Tongki kemudian, menunjuk kursi kosong diantara mereka.
Kawan duduk disini bersama kawan yang lain, terima kasih sudah ikut bergabung.
Kakek itu adalah Han Ciu yang telah di dandani oleh lblis seribu wajah, dengan ilmu pelemas tulang, pelekuk otot yang di pelajari, Han Ciu kedua kaki sebatas dengkul di lipat lalu di ikat dengan tali, kedua pedang tulang naga di tancapkan pada batu putih yang di pakai sebagai tongkat, memberi pewarna pada rambut, serta menutupi bola mata yang hitam.
Dengan sedikit mengerutkan otot dan tulang di bahu, sehingga terlihat sedikit bungkuk.
__ADS_1
Jadilah Han Ciu kakek tongkat Putih, sahabat pedang langit.
Iblis biru mempersilahkan Han Ciu duduk, begitu pula Tongki.
Pedang langit kemudian duduk di kursi ketua, sambil tersenyum menatap para tamu undangan, di samping tempat duduk Pedang Langit ada sebuah pedang yang indah.
Tempat duduk rombongan Liu Bang berseberangan dengan Xiang Yu.
Liu Bang di kawal oleh Beng San si Telapak Dewa serta si Pedang Biru yang biasa di panggil Paman Bin.
Sementara Xiang Yu bersama Jari api, Dewi Racun serta ayahnya si Manusia Racun yang menjadi ketua perguruan selaksa racun dan Dewa Api.
Setelah pemandu acara mempersilahkan Pedang Langit untuk memberi sambutan
Kemudian Pedang langit meminta dukungan para tokoh dan ketua persilatan yang hadir, untuk menjadi saksi atas berdirinya perguruan Selaksa Pedang serta penginapan bunga naga berada di bawah naungannya.
Lalu sebuah tali di tarik, kain sutra penutup papan diatas Pedang langit berdiri terbuka, dan di papan besar itu terlihat tulisan dengan tinta emas bertuliskan “Selaksa Pedang”
Para tamu yang hadir bertepuk tangan.
Sementara itu di kursi tempat Han Ciu, Tongki selalu menjelaskan kepada Kakek tongkat putih apa yang terjadi di depan panggung.
“Kenapa kau bawel terus, liat saja, dengarkan dan diam !” ucap lblis biru kepada Tongki.
“Kau kan bisa lihat, sedangkan dia buta, aku kasih ia penjelasan kenapa kau yang marah ?” ucap Tongki, lblis biru langsung diam mendengarkan perkataan Tongki.
Sebenarnya Han Ciu merasa kesal, dari tadi di sebut buta oleh Tongki, tapi ia selalu diam.
Acara lalu di lanjutkan dengan atraksi bermain pedang oleh anak murid perguruan selaksa pedang, para tamu undangan bertepuk tangan.
Setelah selesai atraksi.
Acara di lanjutkan dengan santai sambil makan makanan dan minum arak yang telah di sediakan.
Setelah makan dan minum, Xiang Yu berkata kencang ke arah Pedang Langit.
Sekarang Selaksa pedang silahkan ambil keputusan kemana ia akan berpihak, Xiang Yu berkata sambil menatap ke arah pedang langit.
“Maaf tuan Xiang Yu, masalah itu lebih baik di bicarakan di lain kesempatan, karna sekarang bukan saat yang tepat, untuk membicarakannya.” Pedang Langit berkata.
Mendengar perkataan Pedang Langit, Xiang Yu mendengus.
“Seharusnya kau lebih pintar, jika bergabung denganku sekarang, maka sekarang juga kita bisa memastikan merebut Negri ini.” Ucap Xiang Yu sambil menatap ke arah Liu Bang.
“Hati – Hati kau bicara, kau pikir aku takut padamu ? Liu Bang berkata.
“Setelah mendengar perkataan dari ketua selaksa pedang yang belum memberi dukungannya kepada siapapun, apa kau berani melakukan tindakan di sini ?” ucap Liu Bang dengan nada Sinis.
Xiang Yu diam tak menjawab perkataan dari Liu Bang.
“Sementara itu, Tongki memegang tangan Tongkat putih.”
“Kau pilih yang mana ?” Tongki bertanya kepada tongkat putih yang merupakan Penyamaran dari Han Ciu, tapi sebelum Han Ciu menjawab, Tongki sudah lebih dulu berkata
"Oh Iya kamu buta, aku lupa."
__ADS_1
Iblis biru mendengus mendengar perkataan, Tongki,
“Kau bisa diam tidak ?” jika tidak, nanti lehermu yang akan ku tebas biar kau diam."