Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch 257 : Rencana pulang ke telaga barat


__ADS_3

Para prajurit penguasa barat bersorak ketika tahu penguasa timur tewas.


Rasa letih, lelah dan terluka dari pasukan penguasa barat yang sudah bertempur lama dengan pasukan bintang timur terbayar sudah, melihat tewasnya sang pemimpin dari penguasa timur.


Hidup penguasa barat, hidup Yang Mulia Liu Bang.


Teriak para prajurit sambil mengangkat senjata berteriak dengan penuh semangat dan gegap gempita.


Liu Bang memberi isyarat kepada para prjurit untuk tenang.


Setelah semua prajurit diam


Liu Bang memberi hormat kepada penguasa timur Xiang Yu.


“Kakak! aku akan merubah negeri ini, agar para petani seperti kita bisa hidup tenang.


Memerintah dengan adil dan bijaksana sesuai dengan cita – cita kita, saat bahu membahu menghancurkan kerajaan Qin.


Liu Bang menyuruh anak buahnya menguburkan Xiang Yu dengan penuh penghormatan, untuk menghargai kerja keras Xiang Yu yang dulu pernah menumbangkan kerajaan Qin yang Lalim dan kejam.


Setelah menguburkan Xiang Yu dan pasukan bintang timur mengucapkan sumpah setia kepada penguasa barat yang berhasil memenangkan pertempuran.


Mereka kemudian kembali ke Sanchuan untuk membahas langkah apa selanjutnya yang akan mereka ambil setelah memenangkan pertempuran.


Setelah sampai Sanchuan kemudian Liu Bang kembali berdiskusi dengan mereka yang telah membantu perjuangannya.


Di sisi lain Han Ciu terus gelisah memikirkan perkataan Xiang Yu.


Sedangkan Tongki selalu merajuk kepada Dewi Kipas untuk memberitahu maksud hatinya kepada Beng San.


“Kau selalu tidak sabar, apa kau tidak lihat mereka sedang sibuk berencana membangun negeri ini? Ucap iblis biru.


“Diam kau! Ucap Tongki ketika mendengar perkataan Iblis biru.


“Kau bilang sabar....sabar! Tetapi setahu aku, kau yang paling tak sabar di antara yang lain,” ucap Tongki.


“Lantas kau mau apa? Tanya Iblis biru dengan wajah kesal.


“Kenapa kau masih tanya? Sudah jelas aku mau kawin,” Tongki berkata dengan wajah merah.


“Aku tahu itu!"


Maksudku kau mau apa denganku? Tanya Iblis biru.


"Aku mau apa denganmu! ucap Tongki.


“Kau pikir aku mau kawin denganmu? Tongki berkata kembali karena kesal dengan Ming Mo


Kali ini iblis biru mulai kesal dengan Tongki yang tak juga mengerti maksud perkataannya.


“Lama – lama kalau seperti ini terus, tanganku rasanya gatal ingin menghajarmu,” Ming Mo berkata.


Phuih!


“Kau pikir aku takut! Balas Tongki.

__ADS_1


Mendengar perkataan Tongki.


Tanpa ragu, Iblis biru langsung menghantam dan di balas oleh Tongki.


Blam!


Ruangan bergetar, mereka yang sedang duduk berdiskusi sampai loncat, mendengar suara keras dan bergetarnya gedung.


“Apa....apa yang terjadi? Ucap mereka yang sedang bercakap cakap.


Tongki dan Iblis biru menyadari kesalahan mereka ketika semua mata memandang ke arah mereka berdua.


Untuk membuang rasa malu mereka.


Tongki menepak nepak bahu Ming Mo, sambil berkata, "kau tidak apa – apa? Tapi Tongki menepak bahu Ming Mo dengan menyalurkan tenaga dalamnya.


Ming Mo yang merasakan bahunya terasa berat karena tekanan tenaga dalam, berusaha menahan, kemudian balik menepak bahu Tongki sambil mempergunakan ilmu inti es.


Plak....plak!


“Aku tidak apa² saudara Tong,” jawab Ming Mo, udara di dalam gedung langsung dingin, oleh hawa pukulan inti es yang di keluarkan Ming Mo.


keringat keluar dari wajah kedua kakek itu yang saling tepak bahu sambil mengerahkan tenaga dalam.


Zhain Li Er melotot ke arah kedua kakek itu, sedangkan Han Ciu gelengkan kepala melihat tingkah mereka berdua.


Keduanya lalu keluar dari dalam gedung.


Sambil berjalan keluar, kedua tangan mereka saling serang, menimbulkan hawa panas dan hawa dingin di tempat yang mereka lewati.


Han Ciu maju ke hadapan Liu Bang, lalu memberi hormat.


“Paman! Maafkan ponakan yang telah mengganggu pembicaraan,” ucap Han Ciu


“Tidak....tidak apa, coba kau katakan nak! Liu Bang berkata.


“Paman! Han Ciu mohon ijin untuk mengunjungi telaga barat, terus terang Han Ciu khawatir dengan perkataan Xiang Yu tentang Dewi racun, apalagi jika di pikir, sudah hampir satu tahun Han Ciu meninggalkan Zee ln Biauw dalam keadaan mengandung.”


Liu Bang anggukan kepala mendengar perkataan Han Ciu dan mengerti apa yang ada di pikiran keponakan angkatnya itu.


"Baiklah! Silahkan keponakan Han pergi, tapi keponakan Han harus hati – hati, aku rasa Iblis mata satu bukan manusia sembarangan, dan jika benar apa yang di katakan oleh Kak Xiang Yu.


“Han Cikung pasti sudah menyiapkan segalanya untuk menggempur telaga barat,” ucap Liu Bang.


“Kau bawa saja pasukan yang di perlukan! Menurut paman, tidak ada lagi ancaman untuk paman sekarang ini,” lanjut ucapan Liu Bang.


“Tidak perlu paman! Anak buah selaksa pedang sudah cukup, sekalian kami akan membenahi perguruan selaksa pedang.


"Biar paman pedang langit membantu paman di sini! Jika sudah selesai, nanti paman pedang langit pasti akan melaporkan semua hal kepadaku di telaga barat,” Han Ciu berkata.


Liu Bang anggukan kepala mendengar perkataan Han Ciu.


Pedang langit memberi hormat kepada Han Ciu dan siap menemani Liu Bang dan memastikan keamanannya bersama ketua Xiao Cen.


“Kapan keponakan akan berangkat ke telaga barat? Tanya Liu Bang.

__ADS_1


“Kami akan bersiap terlebih dahulu, dan membiarkan anggota perguruan selaksa pedang 1 hari untuk istirahat, kami akan berangkat besok pagi,” ucap Han Ciu.


Liu Bang anggukan kepala, mendengar perkataan Han Ciu.


Setelah pemuda itu pergi, Liu Bang menatap kepergiannya.


“Jika dia mau, dialah yang bisa menjadi kaisar,” Liu Bang berkata dalam hati melihat kepergian Han Ciu.


Han Ciu setelah keluar dari ruangan tempat, Liu Bang, Beng San, Xiao Cen serta Pedang langit berkumpul, kemudian menemui pedang api dan Talaba, memberitahu kepada mereka agar menyiapkan anggota perguruan selaksa pedang bahwa mereka besok akan kembali ke telaga barat.


Malam itu dengan wajah babak belur karena habis berkelahi dengan Ming Mo, di belakang gedung, Tongki mondar mandir dengan wajah gelisah, sebentar² pandangannya menuju ke arah samping gedung.


“Kenapa belum juga datang! Apa pelayan itu tidak menyampaikan pesanku? Batin Tongki, dengan raut wajah gelisah.


Senyum di bibir Tongki terlihat ketika melihat sebuah bayangan melesat datang ke arahnya.


“Akhirnya datang juga,” ucap Tongki dalam hati, melihat bayangan itu semakin mendekat.


Bayangan yang datang ternyata memang orang yang di tunggu, yakni Dewi Kipas.


Setelah datang, Tongki langsung memegang tangan Dewi kipas.


“Bagaimana Dewi, apa sudah bicara dengan kakak Beng San? Tanya Tongki.


“Belum,” jawab Dewi Kipas.


“Aduh! Ucap Tongki sambil menepak keningnya.


“Lalu kapan kita menikah jika Dewi tak bicara? Tongki kembali bertanya.


Dewi Kipas gelengkan kepala ketika mendengar perkataan Tongki, kemudian berkata.


“Aku tak tahu! Tapi kakak ku sedang sibuk dengan Yang Mulia Liu Bang, aku tak berani mengganggu,” jawab Dewi kipas.


“Kalau begini terus kapan kita kawinnya? Tanya Tongki dengan wajah kecewa.


“Tunggu dulu! Apa besok kau ikut denganku dan ketua ke telaga barat? Tanya Tongki.


Dewi Kipas gelengkan kepala, mendengar perkataan Tongki.


“Kak Beng San dan Yang Mulia Liu Bang memintaku tinggal untuk membantu mereka berpikir, untuk mengetahui pandangan seorang wanita, dan menetapkan aturan agar tak merugikan kaum wanita di kerajaan yang baru,” ucap Dewi Kipas sambil menarik nafas panjang.


“Susah...! Ternyata ingin menikah, setelah berhasil menang perang lebih susah,” ucap Tongki dengan wajah cemberut.


Tiba² Tongki teringat satu hal, dan meraih tangan Dewi kipas.


Setelah memegang kedua tangan Dewi kipas, Tongki lalu menatap Dewi kipas dengan pandangan mesra


“Dewi aku punya usul,” ucap Tongki


Dewi kipas mengerutkan keningnya memdengar perkataan Tongki.


“Apa usulmu? Tanya Dewi kipas.


Tongki menatap Dewi kipas dengan penuh percaya diri, kemudian berkata.

__ADS_1


“Kita kawin lari”


__ADS_2