Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch 265 : Pertarungan terakhir


__ADS_3

Iblis mata satu saling pandang dengan Dewi racun, tidak ada pilihan bagi mereka saat ini selain bertempur hidup dan mati.


Untuk melarikan diri juga sudah tidak mungkin, karena kapal mereka sudah terkepung.


Han Ciu menatap tajam, sambil menggenggam erat sebatang pedang tulang naga di tangan kanan.


Han Ciu melesat dengan pedang berwarna putih menyambar ke arah kepala iblis mata satu.


Trang!


Iblis mata satu menangkis pedang Han Ciu dengan golok besarnya.


Sedangkan Dewi racun merogoh kantung racun yang terdapat di pinggang, lalu melemparkan 3 buah jarum beracun ke arah Han Ciu.


Shing!


Han Ciu mengibaskan tangannya sambil mengerahkan pukulan Dewi angin.


Whut!


Jarum beracun Dewi racun terpental dan sebatang jarum berbalik melesat ke arah pemiliknya sendiri.


Dewi racun bergerak ke kanan menghindari serangan jarumnya sendiri.


Jarum melesat dan menghantam anak buah kapal iblis mata satu.


Crep!


Anak buah kapal langsung terjungkal, tubuhnya bergerak gerak menahan rasa sakit, kemudian diam tak bergerak. Perlahan tubuhnya mulai menghitam.


Hmm!


“Racun yang sangat keji,” batin Han Ciu setelah melihat hasil dari jarum yang menancap di tubuh anak buah iblis mata satu.


Iblis mata satu yang melihat ke jadian itu semakin marah, golok besarnya berputar putar sebelum membacok ke arah kepala Han Ciu.


Han Ciu menangkis bacokan Iblis mata satu.


Trang!


Tangan kiri Han Ciu dengan jurus cakar naga hitam, menyambar ke arah Perut Iblis mata satu.


Iblis mata satu menarik goloknya dan lompat mundur menghindari serangan cakar Han Ciu.


Dewi racun melihat Iblis mata satu berhasil di desak mundur, pedang Dewi racun menusuk ke arah punggung Han Ciu.


Merasakan angin dingin ke arah punggung, Han Ciu langsung berbalik, kemudian pedang tulang naga menangkis pedang Dewi racun.


Trang!


Setelah pedangnya berhasil di tangkis, tangan Dewi kipas melemparkan bubuk racun ke arah Han Ciu.


Whuus!


Bubuk berwarna merah menggulung di sekitar tubuh Han Ciu.


Han Ciu menahan nafas, obat penawar racun pemberian Zee In Biauw selalu di gunakan oleh Han Ciu jika ia melawan musuh.


Tapi yang di khawatirkan bukanlah racun bubuk berwarna merah, tapi pandangan Han Ciu jadi kabur dan tak dapat melihat jelas, karena tertutup bubuk racun yang tersebar.


Tangan kiri Han Ciu mengibas, berusaha menghalau bubuk racun yang menutupi pandangannya.


Tapi kakinya merasakan angin dingin menyambar, golok Iblis mata satu membabat ke arah kaki Han Ciu.


Tanpa pikir panjang Han Ciu loncat melesat, kemudian pedang tulang naga mengibas ke arah Dewi racun dari atas


Whut!


Dewi racun terkejut, kemudian lompat mundur sambil bersalto, menghindari hawa pedang Han Ciu.


Golok penghancur tulang Iblis mata satu melihat posisi Han Ciu yang berada di atas.


Membacok dari bawah seelangkangan Han Ciu.


Han Ciu mendengus melihat kekejian serangan Iblis mata satu.


Dengan tenaga penuh, pedang tulang naga menghantam ke arah golok Iblis mata satu.


Trang!


Tangan Iblis mata satu bergetar, telapak tangan kanan yang memegang golok terasa panas.


Bunga api terpercik, Han Ciu melesat ke arah Dewi Racun, dengan tenaga pantulan dari benturan pedang


Pedang tulang naga langsung menebas ke arah leher gadis itu.

__ADS_1


Sret!


Dewi racun tundukkan kepala, menghindari tebasan Han Ciu.


Tangan kiri Han Ciu langsung menyambar ke arah dada.


Sebelum mundur menghindar, Dewi racun membanting sebuah benda bulat, yang langsung meledak dan mengeluarkan asap putih.


Han Ciu terkejut, pandangannya tertutup.


Tetapi telinganya mendengar suara desingan halus jarum beracun.


Shing....Shing.


Han Ciu mendengus, tangan kiri menghantam ke arah datangnya suara mendesing sebuah pedang hampa melesat, sementara pedang tulang naga di putar di depan dada.


Tring....Tring!


Jarum beracun terpental, tapi wajah Dewi racun berubah pucat, saat melihat sebuah pedang yang berupa bayang² berwarna putih melesat dan menembus dadanya.


Augh!


Keluhan pelan terdengar dari bibir Dewi racun, tubuhnya langsung ambruk ketika pedang Hampa menembus dada perempuan beracun itu.


Bruk!


Iblis mata satu yang melihat sekutunya tewas, langsung mengamuk, goloknya menderu setiap menebas karena di aliri tenaga dalam.


Iblis mata satu berharap setiap beradu senjata, pedang musuh yang tipis dan seperti terbuat dari tulang, tetapi kembali ia kecewa, malah mata goloknya banyak yang rompal akibat beradu senjata dengan Han Ciu.


“Keparat! Senjata pemuda ini entah terbuat dari apa, golok yang berat dan besar bisa rompal oleh pedang tipis itu,” batin Iblis mata satu.


Iblis mata satu dan Han Ciu terus saling serang, golok dan pedang saling sambar untuk mencari kelengahan lawan.


Sementara, tangan kiri menahan dan menangkis ketika kedua senjata beradu.


Plak!


Kedua tangan beradu, lalu keduanya mundur satu langkah, tanda tenaga dalam mereka berimbang.


Golok Iblis mata satu, menusuk ke arah dada Han Ciu, Han Ciu menghindar dengan bergerak ke kanan menggunakan jurus 10 langkah naga langit.


Ketika Iblis mata satu berbalik, golok langsung berputar dan menebas ke arah pinggang.


Han Ciu sedikit bergeser ke kiri, lalu tangan kiri menghantam keras badan golok yang lewat dekat pinggang.


Plak!


Melihat musuh kehilangan keseimbangan, pedang tulang naga langsung menebas ke arah tangan kiri yang tidak terjaga.


Crash!


Aaaaarrrghh!


Jeritan panjang terdengar dari mulut Iblis mata satu, ketika tangannya putus tertebas pedang Han Ciu.


Mata sang iblis yang memang tersisa satu, menatap beringas ke arah Han Ciu.


Setelah menotok dua buah urat di bahunya, agar darah berhenti dari tangan kiri yang tertebas.


Iblis mata satu menyerang dengan beringas ke arah Han Ciu, goloknya menyambar ke arah badan kepala dan kaki Han Ciu.


Serangan² Iblis mata satu sudah tidak menghiraukan lagi pertahanannya sendiri.


Pendekar tua itu ingin mati bersama Han Ciu.


Tapi Han Ciu bukan pemuda bodoh, ia selalu menjauh jika di serang dengan cara adu jiwa, dan balik menyerang ke arah bahu kiri Iblis mata satu yang lengan kirinya sudah putus tertebas pedang tulang naga.


Iblis mata satu tampak kerepotan jika bagian kirinya di serang.


Darah mengucur dari tangan kiri Iblis mata satu yang putus.


Perlahan gerakan² pendekar tua itu mulai melemah dengan banyaknya darah keluar dari tangan kiri.


Keadaan berbanding terbalik dengan Han Ciu yang semakin lama semakin cepat, pedang tulang naga dengan jurus selaksa pedang.


Terus menyerang ke berbagai bagian tubuh Iblis mata satu.


Iblis mata satu, melihat banyaknya pedang yang menuju ke arahnya.


Matanya yang hanya satu sudah lelah karena terus berputar putar mengikuti gerakan pedang Han Ciu.


Iblis mata satu berteriak kencang sambil memutar goloknya dengan cepat.


Han Ciu melihat musuhnya mulai panik, dengan jurus 10 langkah naga langit bergerak ke kiri, lalu pedang tulang naga menusuk ke arah pinggang Iblis mata satu.

__ADS_1


Blesh!


Jeritan tertahan terdengar dari mulut pendekar tua itu.


Goloknya berhenti berputar, rasa sakit di pinggang di tahan oleh Iblis mata satu, ia berusaha membacok Han Ciu dengan posisi yang sulit.


Han Ciu mendengus melihat golok musuh berubah arah.


Dengan pedang yang sudah setengahnya masuk ke dalam pinggang, Han Ciu sambil bergerak berputar.


Sreeet!


Pedang menyayat dari pinggang kiri sampai pinggang kanan dari arah belakang, lalu Han Ciu lompat mundur.


Trang!


Golok terlepas dari genggaman tangan Iblis mata satu.


Darah muncrat dan berhamburan dari tubuh yang setengahnya tertebas pedang.


Tubuh Iblis mata satu ambruk dan tewas seketika, Han Ciu langsung menendang tubuh iblis mata satu, tubuh pendekar tua itu melesat dan jatuh ke dalam sungai.


Sorak sorai langsung terdengar dari lima rombongan kapal Han Ciu meng elu elukan ketuanya dan perguruan Selaksa pedang.


Kapal Sin Ko mendekat, anak buah kapal Iblis mata satu yang masih hidup langsung di tawan.


Han Ciu melesat ke arah kapal selaksa pedang, lalu matanya berkaca kaca menatap Zee In Biauw yang tengah memeluk seorang bayi yang masih ber umur beberapa bulan.


"Kak....ini buah hati kita," ucap Zee In Biauw sambil tersenyum.


Han Ciu langsung tertawa dan tampak air mata mengucur dari matanya sambil kemudian menggendong seorang bayi laki² yang lucu dan mungil.


Ha Ha Ha


"Aku punya anak....aku punya anak," teriak Han Ciu sambil tertawa senang.


In Nio yang sudah sadar, Sa Sie Hwa, Zhain Li Er serta Xiao Er tertawa bahagia melihat Han Ciu yang berteriak teriak sambil menggendong bayi pertamanya.


Han Ciu sambil mengendong sang bayi lalu menoleh ke arah Sin Ko.


“Sin Ko kita kembali dan membangun telaga barat.”


*****


Berita kemenangan Han Ciu atas Iblis mata satu di sambut hangat oleh kawan dan sahabat.


Anggota selaksa pedang mulai berdatangan dan membangun kembali telaga barat sebagai markas pusat selaksa pedang yang habis di bakar oleh Iblis mata satu.


Dalam waktu yang tidak lama karena di kerjakan oleh ratusan anggota mereka, markas pusat selaksa pedang berdiri kembali dan lebih megah dari yang pertama.


Sedangkan sang paman Liu Bang akhirnya pada tahun 206 SM di tunjuk sebagai kaisar dengan sebutan kaisar Gaozu dan mendirikan Dinasty Han dan menetapkan Chang ’an sebagai ibu kota kerajaannya yang baru.


Dinasty Han akirnya menjadi sebuah Dinasty ke emasan yang berlangsung selama empat abad dan di sebut dengan zaman ke emasan.


Setelah menetap di telaga barat, datang utusan dari kaisar Gaozu mengundang Han Ciu ke istana.


Setelah berada di istana, Han Ciu di minta untuk bersama dengan kaisar Gaozu membangun negeri yang baru, tetapi di tolak oleh Han Ciu.


Tetapi setelah mendengar keterangan Liu Bang tentang pembagian wilayah, Han Ciu mulai tertarik.


Karena sistem yang di bagi 2 antara bagian barat yang di sebut Jun yang pemerintahannya masih tetap di kendalikan oleh pemerintah pusat.


Sedangkan wilayah timur dibagi menjadi 10 kerajaan semi otonom.


Atas desakan Sa Sie Hwa dan istrinya yang lain, akhirnya Han Ciu mau menjadi raja muda diantara 10 kerajaan semi otonom bagian timur.


Han Ciu juga atas anjuran Sa Sie Hwa, akhirnya memilih daerah Sishui, karena itu daerah yang dekat dengan telaga barat.


Negara kecil yang di pimpin Han Ciu sangat kuat, para anak buahnya dan sahabat dekat yang berjasa menjadi mentri dan jendral sesuai dengan kapasitas yang di miliki oleh orang tersebut, di topang oleh para prajurit yang merupakan anggota selaksa pedang, negara kecil Han Ciu sangat di takuti.


Han Ciu dan ke lima orang istri serta pengikutnya hidup bahagia, mereka mengelola negara kecil itu menjadi makmur dan sejahtera.


The End


*************************************************


Saya sebagai penulis Mohon Maaf bila banyak kekurangan dalam hal penulisan, dan cerita yang tidak memuaskan para pembaca.


Terima kasih untuk para reader yang sudah membaca dan memberi dukungan and suport selama penulisan novel Naga Hitam dan empat selir.


Semoga di lain kesempatan saya bisa meneruskan cerita ini, yang akan di lanjut oleh generasi penerus Naga Hitam dan suka duka kerajaan mereka yang baru.


🙏🙏


————————————————————

__ADS_1



Cerita Classic nusantara, cerita ringan hanya untuk menghibur para pembaca, jika berminat Silahkan mampir


__ADS_2