Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch 246 : Rasa rindu Sa Sie Hwa


__ADS_3

“Sudah lama aku tak melihat kakak Han, bagaimana keadaannya sekarang? Batin Sa Sie Hwa.


Siang malam aku terus berkuda, pagi hari akhirnya sampai juga ke tempat kak Han


Ketika Sa Sie Hwa hendak masuk ke dalam tenda.


Tenda terbuka dan tampak Xiao Er keluar dari dalam tenda.


Melihat gadis cantik yang berpakaian mewah ada di depannya, Xiao Er langsung teriak gembira.


“Enci Sa Sie Hwa! Teriak Xiao Er kemudian langsung memeluk Sa Sie Hwa yang langsung di balas peluk oleh Selir ke dua Han Ciu itu.


“Adik Xiao bagaimana keadaanmu sekarang? Tanya Sa Sie Hwa.


Sebelum Xiao Er menjawab, Sa Sie Hwa kembali bertanya.


“Eh, kemana adik Zhain?


“Enci Sa, aku disini,” suara Zhain Li Er terdengar di belakang Sa Sie Hwa.


Zhain Li Er lalu mendekat kemudian memeluk Sa Sie Hwa.


“Kapan Enci sampai, dan bagaimana Enci tahu rombongan kami ada di sini? Tanya Zhain Li Er.


“Hei....Hei! Kenapa perkataanmu seperti curiga padaku, jika aku tahu kakak Han ada di sini lalu apa salahnya? itu namanya ikatan batin antara suami dan istri,” jawab Sa Sie Hwa sambil tersenyum.


“Iya....iya ,” Aku tahu, ucap Zhain Li Er.


“Aku mau ambil air dulu buat cuci muka,” kembali Zhain Li Er berkata sambil beranjak pergi.


Tanpa di suruh, Sa Sie Hwa langsung masuk ke dalam tenda.


Melihat Han Ciu masih tidur lelap di atas ranjang, Sa Sie Hwa memberi isyarat tangan ke arah bibir kepada Xiao Er.


Xiao Er anggukan kepala melihat Sa Sie Hwa.


Diantara selir Han Ciu, Xiao Er paling cocok dan akrab dengan Sa Sie Hwa.


Dengan An Nio, Xiao Er merasa segan.


Dengan Zhain Li Er ada rasa merinding di hati Xiao Er, apalagi jika melihat kilatan mata gadis itu sewaktu menatap ke arah Tongki.


Apalagi dengan Racun Cilik, Zee In Biauw, yang pemalu dan jarang bicara.


Hanya Sa Sie Hwa yang Xiao Er anggap seperti kakak juga kawan.


Ia tahu Enci Sa rindu kepada Han Ciu, ia beruntung selalu bersama setelah menikah.


Xiao Er tersenyum melihat tingkah Sa Sie Hwa mendekati Han Ciu, yang masih terlelap dengan baju tidur, sedikit terbuka di bagian dada.


Sa Sie Hwa langsung naik ke atas qranjang.


Kemudian kedua kaki Sa Sie Hwa menjepit pinggang kanan dan kiri Han Ciu.


Hem!


Han Ciu mendesah sambil menggeliat.


Sa Sie Hwa menunduk, kini wajahnya berada tepat di depan Han Ciu.


Sa Sie Hwa meniup mata Han Ciu.


Hem!


Suara Han Ciu terdengar, sambil membuka mata.


Mata Han Ciu terbelalak seperti tak percaya.

__ADS_1


Ketika Han Ciu hendak berkata.


Bibir Sa Sie Hwa langsung mencium bibir Han Ciu, kemudian **********.


Han Ciu berusaha bergerak karena susah bernafas, tapi kaki Sa Sie Hwa langsung Menjepit pinggang Han Ciu, hingga Han Ciu tak bisa bergerak.


Sa Sie Hwa berusaha membuka baju tidur Han Ciu.


Ketika tangannya hendak membuka.


Brak!


Sa Sie Hwa sampai jingkrak saking kaget, mendengar suara keras dan suara cipratan air.


Begitu pula dengan Xiao Er yang terpana melihat Sa Sie Hwa, sehingga ia tak menyadari ada yang masuk ke dalam tenda.


Xiao setengah loncat saking kaget, mendengar suara keras di meja yang ada di sampingnya.


“Air untuk Cuci muka sudah Siap! Ucap Zhain Li Er menaruh baskom dengan keras setengah membanting baskom berisi air diatas meja.


Lalu mengelap air yang berada di meja yang terkena cipratan air.


"Selalu saja kau mengganggu aku,” ucap Sa Sie Hwa kepada Zhain Li Er.


“Banyak orang yang mencari kak Han, kalau mereka masuk dan melihat, bagaimana?


Hmm!


Sa Sie Hwa akhirnya turun dari tempat tidur, lalu menuju ke arah meja tempat Zhain Li Er menaruh baskom air.


Sa Sie Hwa kemudian membasuh wajahnya dengan air dari baskom yang di bawa Zhain Li Er, lalu mengambil kain yang lembut dan ada di samping baskom kemudian mengelap wajah.


“Segar sekali,” ucap Sa Sie Hwa sesudah mengelap wajahnya.


Ribut....Tidak....Ribut....Tidak!


Xiao Er berkata dalam hati.


“Aku pernah mendengar kabar, sebenarnya Enci Sa Sie Hwa yang berkuasa diantara para selir.


“Adik Zhain! Kulihat kau yang tambah gemuk, atau aku yang salah lihat? Tanya Sa Sie Hwa.


“Adik Sa! Beri selamat kepada adikmu,” ucap Han Ciu sambil membasuh wajahnya dengan air.


Han Ciu mengambil kain, kemudian mengelap wajahnya setelah di basuh oleh air.


“Adik mu sekarang berbadan dua,” ucap Han Ciu.


“Hah...Kau benar mengandung adik Zhain!


Teriak Sa Sie Hwa, lalu mendekati Zhain Li Er kemudian memeluk gadis itu.


“Selamat....Selamat! Lanjut perkataan Sa Sie Hwa.


“Jika kau butuh sesuatu, katakan saja! Enci Sa akan mengabulkan permintaanmu, kau jangan pikirkan masalah uang, berapa pun yang kau minta akan ku beri.”


Cis!


Zhain Li Er setelah mendengus, kemudian melepaskan pelukan Sa Sie Hwa.


Xiao Er mundur mendengar dengusan Zhain Li Er, biasanya jika ada suara seperti itu, pasti akan terjadi sesuatu.


Tetapi Han Ciu tampak masih terlihat tenang.


Kening Xiao Er berkerut ketika mendengar suara Zhain Li Er.


“Apa syaratnya? Tanya Zhain Li Er.

__ADS_1


“Seperti biasa, jangan membantah perkataanku, bagaimana? Tanya Sa Sie Hwa sambil mengedipkan mata ke arah Zhain Li Er.


Zhain Li Er anggukan kepala, kemudian berkata.


“Nanti kalau adik butuh, akan minta kepada Enci Sa,” ucap Zhain Li Er.


“Katakan saja, akan Enci siapkan,” Sa Sie Hwa berkata, lalu memeluk Zhain Li Er.


Xiao Er gelengkan kepala melihat yang terjadi.


"Kenapa bisa berubah seperti itu? Aku pikir mereka akan ribut.


Hmm!


“Ternyata uang memang berkuasa,” batin Xiao Er.


Han Ciu setelah menyuruh pelayan untuk membersihkan meja, lalu meminta para pelayan untuk menyiapkan makanan untuk mereka.


“Adik Sa! Bagaimana kau bisa sampai sini? Tanya Han Ciu.


Aku sengaja keluar setelah berembuk dengan Enci An Nio.


Pasukan paman Liu Bang pasti membutuhkan dana besar, adik Sa menuju Henei sambil meminta para bangsawan dan saudagar kaya untuk membantu perjuangan Paman Liu.


Setelah terkumpul dan menyerahkan uang, lalu aku kesini setelah bertanya kepada ketua Chen dimana kak Han berada.


“Berita kemenangan ketua perguruan selaksa pedang, di padang rumput Taiyuan sudah tersebar luas di kota Hedong, aku jadi mudah mencari keberadaan kak Han,” Sa Sie Hwa berkata sambil tersenyum


Setelah bercakap cakap, akhirnya makan pagi datang, mereka berempat makan bersama, Sa Sie Hwa tampak lahap.


Tidak makan waktu lama, makanan yang di hidangkan habis mereka santap, Han Ciu memakai pakaian di bantu oleh ketiga orang istrinya, setelah semua berdandan.


Han Ciu bersama dengan satu orang istri dan dua selir keluar dari tenda,


Ketika mereka keluar, tampak Tongki dan Huang Zilin datang menghampiri.


“Selamat pagi ketua! Ucap Tongki dan Huang Zilin.


Han Ciu anggukan kepala kepada keduanya lalu lanjutkan perjalanan.


Saat Tongki hendak membungkuk memberi hormat kepada Sa Sie Hwa.


Sa Sie Hwa langsung angkat tangan kanannya dan berkata.


“Tidak usah memberi hormat.”


Tongki tak jadi membungkuk, lalu tersenyum.


Ketika mulut Tongki sudah terbuka dan hendak bicara.


Sa Sie Hwa mendahului berkata sambil melanjutkan perjalanan.


“Aku sedang tak ada uang!


Tongki termenung, sambil melihat ke arah Sa Sie Hwa yang berjalan di temani oleh Zhain Li Er serta Xiao Er.


Huang Zilin bertanya, ketika melihat Tongki termenung,”


“Saudara Tong, kenapa melamun? Tanya Huang Zilin.


Tongki berkata sendiri.


“Memang pantas nyonya ke tiga menjadi penjaga harta ketua,” ucap Tongki sambil menarik nafas panjang.


“Tidak biasanya kau memuji orang! Ucap Huang Zilin.


“Aku belum bicara, tetapi nyonya ketiga sudah menjawab apa yang ingin ku katakan,” Tongki berkata sambil menghela nafas.

__ADS_1


Memang apa yang ingin kau katakan? Tanya Huang Zilin.


“Pinjam uang.”


__ADS_2