Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 67 Penyusup Berdatangan


__ADS_3

Setelah membuka topeng kemudian Han ciu menotok dada dan membawa pelayan Ahn nio ke tempat mereka tinggal.


Bruuuk !


Han ciu membanting A nian di depan kim ho, Zhi dong, iblis seribu wajah dan Dewi angin.


"Rasanya wajah perempuan ini pernah aku lihat, tapi dimana ya ?"


"Kau pelayan Ahn nio," Kim ho berkata,


tapi gadis itu hanya diam.


"Cepat katakan !" siapa yang telah menyuruhmu memata mati kami ?"


Chiiis !


"Kau pikir aku mau bicara, bunuh saja biar cepat !"


Li er yang sedang memegang guci arak.


Guci arak itu langsung di hantamkan ke kepala A nian.


"Praaaak !"


Pecahan guci, arak dan darah mengucur membasahi lantai.


Semua orang yang berada di ruangan terkejut, Tak menyangka, bahwa Li er akan menghantamkan guci arak ke kepala A nian.


Kenapa kalian semua melihatku, bukankah dia sendiri yang ingin mati, ucap Li er sambil mencabut pedang dari punggung.


Ha ha ha.


"Dari kecil Zhain li er tak berubah Dewi !" Pedang langit berkata sambil tersenyum ke arah istri Iblis seribu wajah.


Han ciu yang ada di dekat Li er langsung memegang tangan gadis itu dan menggelengkan kepala, lalu memberi isyarat Li er agar memasukan pedangnya kembali.


Wajah cantik A nian langsung berubah, dari cantik menjadi menyeramkan akibat mengucurnya arak dan darah dari kepala yang membasahi wajah gadis itu.


"Katanya ingin mati, baru di getok saja sudah ketakutan."


Phuuih !


"Dasar gadis gila." ucap A nian


Plaak !


3 buah gigi A nian tanggal keluar menyembur dari mulut bersama dengan darah segar, ketika di tampar oleh Li er yang marah di sebut gadis gila.


"Sekali lagi kau bilang aku gila, ku congkel keluar kedua matamu itu !"


A nian langsung diam mendengar perkataan dari Li er.


"Kim ho !" cepat panggil nona Ahn, biar tahu bahwa pelayan setianya adalah mata mata."


"Baik Hu cengcu," lalu Kim ho meninggalkan ruangan untuk menjemput Ahn nio.


"Aku ulangi lagi !" darimana dan siapa yang menyuruhmu ?" ucap Pedang langit


A nian tetap bungkam.


Hmm !


"Agaknya kau lebih suka ponakanku yang bertanya."


Mendengar perkataan Pedang langit, wajah A nian tampak ketakutan, sedangkan Li er langsung tertawa senang, seperti mendapat hadiah.

__ADS_1


xi xi xi.


"Terima kasih paman," ucap Li er sambil kakinya menginjak kaki A nian dan menekan, hingga terdengar suara tulang kaki yang retak.


Aaaarghhh !


Baru jeritan A nian terdengar, ketika Li er menginjak mata kaki A nian dan menekan dengan kencang.


"Kau sudah membuat repot aku dan suami ku."


"Paman mau bertanya apa, tanya saja jika tak jawab biar aku cabut kupingnya," Li er berkata kepada Pedang langit, sambil menarik kuping A nian yang wajahnya sudah sangat ketakutan.


Han ciu yang melihat Li er kali ini merinding.


"Untung aku hanya suami palsu, kalau suami asli Li er, bisa bisa salah sedikit gigiku rontok semua," ucap Han ciu dalam hati.


"Cepat katakan !"


"Aku aku dari lembah seribu bunga."


"Lembah seribu bunga !" Pedang langit berkata.


"Mau apa kalian memata matai, penginapan bunga naga, dan apa hubungan lembah seribu bunga dengan penginapan bunga naga, sehingga kalian sangat bernafsu memata matai kami ?"


"Aku, aku."


"Kau ingin mati," Li er berkata sambil menarik kuping A nian.


"Aku jawab, aku jawab."


A nian wajahnya tampak ketakutan ketika melihat tatapan Li er.


"Kami lembah seribu bunga mendengar bahwa penginapan bunga naga di bangun oleh bangsawan pendukung Liu bang, dan kami harus mencari tahu siapa bangsawan yang mendukung dan membantu membangun Penginapan bunga naga."


"Dan kau sudah tahu siapa ?" ucap Pedang langit.


Han ciu memperhatikan pakaian A nian, tiba tiba wajah pemuda itu berubah.


"Celaka !"


"Li er ayo kita pergi !" Han ciu lalu melesat keluar dari jendela yang masih terbuka di ikuti oleh Zhain Li er, dan sebelum melesat, Li er terlebih dahulu menghantamkan dengkulnya ke arah wajah A nian yang langsung membuat gadis itu tak sadarkan diri.


"Whuuuut !"


"Suara pemuda itu ?" suaranya seperti aku kenal !" ucap pedang langit.


Ha ha ha


"Kau tak mungkin kenal dengannya,


dia menantu kami, namanya eh kau kenal tidak namanya ?" Iblis seribu wajah berkata sambil menatap Dewi angin.


"Muka ayaam,"


Bukan itu !" Iblis seribu wajah berkata kepada istrinya, "nama asli menantu kita, siapa namanya ?"


"Mana aku tahu, bukankah kau yang sering bicara dengan muka ayam ?"


Zhi dong menggelengkan kepala ketika melihat dan mendengar perkataan dari kedua suami istri itu.


Zhi dong kemudian menotok A nian dengan sebuah totokan khusus yang dapat melumpuhkan dan tak bisa menggunakan tenaga dalam.


"Saudara Bing tolong jaga dia, aku akan menyusul ponakanku dan suaminya."


Iblis seribu wajah mengangguk.

__ADS_1


Pedang langit lalu keluar dan melesat pergi ke arah menghilangnya Li er dan Han ciu.


Han ciu melesat ke arah atap lalu melihat sekeliling penginapan bunga naga bersama Li er.


"Muka ayam, kau ingin melihat bulan dengan jelas dari sini ?"


Hmm !


"Menunduk," Han ciu berkata sambil menekan kepala Li er, supaya tak terlihat.


Tapi Han ciu tanpa sadar menekan kepala gadis itu, ke arah diantara kedua pahanya.


Ketika sedang melihat ke arah sebuah bayangan, yang kadang terlihat dan kadang tidak.


Han ciu terkejut ketika merasakan, ada yang menggigit di daerah terlarang miliknya."


"Plaaak !"


Han ciu menepak pelan kepala Li er, "apa apaan kau ?"


"kenapa kau tepak tepak kepalaku," bukankah aku sudah nurut, sewaktu kepalaku kau tekan."


"Apa maksudmu ?"


"Kenapa kau tanya aku ?" dan kenapa kepalaku kau tekan kesitu, aku sebagai istri kan hanya bisa nurut suami !"


Han ciu hanya mendengus, tak menjawab perkataan Li er, ia terus mengawasi bayangan hitam yang timbul tenggelam diantara atap yang pendek dan tingginya beragam di penginapan bunga naga.


Ketika bayangan itu terlihat, Han ciu masih ingat itu adalah tempat menginap Kwe hun ti.


Hmm !


"Jika paman Kwe hun ti mereka incar, pasti Sa sie hwa juga menjadi incaran mereka, "celaka !"


"Li er, kau lihat bayangan itu ?" Zhain li er melihat sekilas ketika bayangan itu muncul lalu mengangguk, tangkap tapi jangan di bunuh."


"Baik suami,"


Han ciu yang hendak pergi lalu menoleh, "apa kau bilang ?" ucap Han ciu.


"Baik muka ayaam, nanti aku tangkap."


Han ciu mengangguk setelah mendengar perkataan dari Li er, kemudian melesat ke arah tempat Sa sie hwa tinggal di penginapan bunga naga.


Whuuuut !


Sambil melesat, Han ciu tetap berhati hati dan bersembunyi di tempat yang gelap, dan langkahnya sangat hati hati ketika menuju tempat Sa sie hwa menginap.


Han ciu setelah menuju gedung utama lalu memutar ke kiri, ketika melihat bayangan hitam hendak masuk dari atas atap.


Han ciu langsung melesat dan menangkap bayangan hitam itu dari belakang.


Han ciu terkejut ketika tangannya yang meraba dada dari belakang, dan bentuk yang berbeda dengannya.


Tetapi bayangan hitam itu berbeda, yang di tangkap Han ciu tak memakai topeng dan berambut panjang.


Plaaak !


Tamparan keras langsung mendarat di pipi Han ciu.


Dan wajah pemuda itu langsung merah dan jengah ketika bayangan hitam itu berbalik.


Han ciu menahan ucapan yang hendak keluar dari mulutnya ketika melihat wajah gadis itu.


"Xiao er" Han ciu berkata dalam hati.

__ADS_1


Xiao er melesat mundur dan wajahnya menatap bengis ke arah Han ciu.


"Rupanya pemetik bunga"


__ADS_2