Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 75 Gelap mata membutakan logika


__ADS_3

Pagi hari di depan penginapan bunga naga gempar, karna di depan gerbang penginapan bunga naga ada sebuah gerobak yang tertutup tikar, dan darah mengucur dari gerobak itu.


Ketika di buka, mereka terkejut melihaf Kwe an, terbujur kaku di dalam gerobak dengan dada hampir terbelah dua.


Penginapan bunga naga langsung geger, banyak yang berdatangan untuk melihat, Kwe hun ti yang melihat keponakannya langsung tertegun, wajah bangsawan kwe sedih dengan mata berkaca kaca, bangsawan kwe tak tega melihat keponakannya seperti itu, ia lalu menyuruh orang untuk membawa masuk kedalam penginapan bunga naga.


Seorang lalu ke tempat pembuat peti mati untuk memesan, sementara bangsawan Kwe teringat akan Kwe hu yang bersama Kwe an pergi, khawatir terhadap keponakan perempuan yang tidak ia lihat dari semalam, bangsawan Kwe lalu bergegas ke tempat Han ciu.


Sebelum bangsawan Kwe mengetuk pintu.


Pintu rumah Han ciu terbuka, Sa sie hwa keluar ketika melihat pamannya berada di depan rumah Han ciu, Sa sie hwa tersenyum malu.


"Ada apa paman pagi pagi sudah ada di sini !" apa paman ada keperluan dengan Han ciu koko ?"


"Ponakan Sa, untung kau ada di sini."


Ponakan Kwe, ponakan kwe tewas di bunuh orang !"


Sa sie hwa terkejut, wajahnya berubah mendengar perkataan paman kwe.


Ahn nio juga terkejut mendengar perkataan Kwe hun ti.


"Kwe hu, apa kwe hu ?" ucap Ahn nio.


"Bukan, tapi Kwe an, tetapi Kwe hu tak terlihat di sekitar sini, aku mau minta tolong Cengcu untuk bantu mencari Kwe hu."


"Paman Kwe aku ingin melihat Kwe an," Sa sie hwa berkata dengan air mata bercucuran.


"Paman Kwe dengan adik Sa, berangkat lebih dulu !" biar aku beritahu Cengcu nanti langsung menyusul." Ahn nio setelah berkata lalu masuk, kedalam, sementara Sa sie hwa dan Kwe hun ti pergi ke ke tempat Kwe an.


Han ciu setelah di beritahu oleh Ahn nio, lalu pergi ketempat Kwe an di semayamkan.


Setelah sampai, Han ciu melihat Sa sie hwa menangis terisak sambil memegang peti mati.


"Han ciu koko !" sepupu Kwe an, sepupu Kwe an."


Han ciu memeluk Sa sie hwa.


"Tenangkan pikiranmu." ucap Han ciu. sambil mengelus kepala Sa sie hwa.


Wajah Han ciu lansung berubah ketika melihat keadaan Kwe an, yang tewas dengan cara mengerikan.


"Kurang ajar, keparaaat !"


"Siapa yang berani membunuh saudaraku."


Braaak !"


Lantai penginapan Han cur terkena hentakan Han ciu yang marah.


Iblis seribu wajah, ketua Cen, Pedang langit datang, dan Wajah mereka menunjukan kemarahan melihat keadaan Kwe an.


"Hu cengcu !" perintahkan orang orang selaksa pedang untuk menyisir kota Nan, dan cari nona Kwe hu sampai ketemu." ucap Han ciu


Begitu mendengar perintah ketuanya yang sedang gusar, Pedang langit langsung berbalik hendak keluar, dan memerintahkan orang orang selaksa pedang untuk bergerak.


"Tunggu dulu !" ketua Cen berkata, ketika matanya melihat sesuatu di tangan Kwe an.


Pedang langit kembali, lalu melihat Xiao cen mengambil sesuatu dari tangan Kwe an.


Sebuah kertas yang sudah tercampur dengan noda darah yang mulai mengering.


Xiao cen, mengerutkan dahi ketika membaca tulisan di kertas kecil itu.


Han ciu lalu membaca kertas yang berisi tulisan yang di berikan oleh ketua Cen.


Kwe hu ada pada kami, jika ingin gadis itu selamat, Cengcu selaksa pedang datang sendiri ke bukit sebelah barat kota Nan.


Datang sendiri atau gadis ini mati

__ADS_1


Xiang yu


"Kurang ajar !" Han ciu membanting kertas yang ia pegang.


"Xiang yu, Xiang yuuuu, tunggu pembalasanku !"


"Sabar dulu ketua, jangan terbawa emosi !" pikirkan baik baik masalah ini,"


"Aku akan ke barat kota,"


"Tunggu dulu ketua !" siapa tahu ini jebakan pihak musuh," ucap Ahn nio untuk menenangkan Han ciu.


"Jika kita terlambat, mungkin Kwe hu tak akan selamat, Paman naga langit, tolong bantu Ahn nio, untuk yang lain aku mohon maaf atas kekacauan yang terjadi, aku pergi dulu."


"Ketua hati hati !" bukit sebelah barat kota Nan sangat terjal."


"Muka ayam, aku ikuut !"


"Kau tinggal di sini bantu yang lain, takut ada musuh datang menyerang, mereka butuh kau untuk menjaga penginapan bunga naga." setelah berkata, Han ciu lalu memakai topengnya.


"Dengarkan kata suami mu Li er !" Han ciu langsung menoleh ke arah Dewa angin ketika mendengar perkataannya, tapi kemudian ia melangkah ke luar.


Han ciu melesat ke arah barat ke kota Nan.


Ketika Han ciu keluar gerbang penginapan. Sepasang mata tua dengan memakai jubah menyeringai di bawah pohon rindang, bersama beberapa penduduk yang ingin tahu ada kejadian apa di penginapan bunga naga.


He he he.


"Surat yang di sisipkan oleh bocah perempuan itu sudah ku ganti, dan kini tinggal hasil yang akan kudapatkan, mereka akan saling gebuk dan aku yang akan menikmati hasilnya, tapi jika tidak aku yang akan menghabisi menghabisi bocah itu," ucap pria berjubah, lalu melesat ke arah barat kora Nan.


Ketua Cen, Sepasang tokoh aneh, Zhain li er dan Sa sie hwa menyusul ke arah barat, karna khawatir terhadap Han ciu


Han ciu melesat seperti terbang ke arah barat, ia terus berlari dan terus naik ke arah barat yang jalannya terus menanjak.


"Tinggi sekali bukit ini, baru aku tahu ada tempat seperti ini," ucap Han ciu dalam hati sambil berlari.


Semakin tinggi bukit yang di daki oleh Han ciu, semakin ia memperlambat larinya karna jalan dan medan yang semakin terjal.


"Nona kwe !" Han ciu berkata sambil berjalan menghampiri, Han ciu heran melihat Kwe hu duduk sambil minum arak.


Kwe hu menoleh, matanya merah dan terlihat menyendul karna terlalu banyak menangis.


Ketika melihat Han ciu datang matanya beringas menatap Han ciu, sorotan mata Kwe hu terlihat penuh dendam.


"Nona Kwe, apa kau baik baik saja ?" Kwe hu yang mendengar perkataan Han ciu mengerutkan kening.


"Han ciu koko !" kau sudah membunuh guru, tetapi kenapa kau menyuruh orang untuk membunuh kami berdua, apa kami punya salah padamu ?"


Han ciu terkejut mendengar perkataan Kwe hu.


"Apa maksud dari perkataanmu, aku sungguh tak mengerti, aku datang kesini karna akan menyelamatkanmu." ucap Han ciu sambil berjalan mendekat, ia melihat beberapa guci arak berada di dekat Kwe hu dan satu guci sudah kosong di minum oleh gadis itu.


"Aku menyuruh ia datang bersama paman kwe dan adik Sa, kenapa ia datang sendiri ?"


"Agaknya memang benar, ia ingin membunuh kami berdua, dan kini giliranku yang ia incar." Kwe hu berkata dalam hati.


Kwe hu menatap dingin kedatangan Han ciu.


"Menyelamatkanku ?" ucap kwe hu.


"Benar !" tapi aneh, mereka bilang kau di tahan, tapi aku merasa, kau hanya berada seorang diri di sini."


"Aku ingin bertarung hidup atau mati, tapi sebelum itu aku ingin bertanya, kenapa kau lakukan hal keji terhadap kakak Kwe an, kenapa...!?"


Kwe hu berkata, air matanya mengucur deras ketika berkata, hatinya sakit.


Kwe hu menyukai Han ciu dari pertama berkenalan, dan gadis itu juga tahu bahwa Han ciu tak menyukainya karna melihat sikapnya yang acuh, tapi Kwe hu tak peduli, dengan melihat dan berdekatan dengan pemuda itu ia sudah senang.


Tapi setelah Han ciu membunuh gurunya, rasa suka berubah menjadi benci dan rasa benci di campur dendam semakin meruncing ketika Kwe an tewas oleh anggota selaksa pedang.

__ADS_1


Han ciu mendekat kemudian memegang tangan Kwe hu, "mari kita pulang !" ucap Han ciu.


"Lepaskan tanganmu !" Kwe hu berkata sambil menatap pemuda bopeng dan berwajah tompel di depannya.


"Temani aku minum arak dan aku akan menyudahi urusan antara kita," kwe hu berkata, sambil melemparkan guci arak kecil, tatapan matanya tampak berkilat ketika melempar guci.


Han ciu menangkap guci, lalu duduk di samping Kwe hu, ia menghela nafas panjang.


Lalu meminum arak pemberian Kwe hu.


"Nona Kwe aku akan membalaskan dendam saudara Kwe an, akan kucari dan kucincang pembunuhnya."


Ha ha ha.


"Han ciu !" kau tidak usah basa basi lagi, aku sudah tahu akal busukmu itu," Kwe hu berkata sambil berdiri menatap Han ciu.


Han ciu terkejut mendengar perkataan Kwe hu.


"Apa maksud perkataanmu ?"


"Hari ini aku akan membalaskan dendam guru dan kakak Kwe an."


Setelah berkata, Kwe hu mencabut pisau dari balik baju dan menyerang Han ciu.


Han ciu terkejut dan menghindari serangan Kwe hu, gadis itu tampak beringas dan tatapan matanya liar penuh dendam.


"Tunggu dulu nona Kwe, apa apaan ini ?"


Setelah menghindari serangan, Wajah Han ciu berubah hebat, Han ciu mundur selangkah sambil menunjuk Kwe hu.


"Ka..kaaau, menaruh racun di arak yang ku minum ?"


"Benar," Kwe hu berkata, tatapan matanya sangat bengis menatap pemuda yang berwajah bopeng dengan tompel di pipi yang berada di depannya.


Ketika Han ciu bergerak menghindari serangan, dari dalam perutnya seperti bergolak, hawa panas menyerang dada, dari dalam perut dan isi perut seperti tercabik cabik.


Han ciu mengerahkan tenaga dalam berusaha menahan racun, tapi racun sudah mulai menyebar, jika tak memakai topeng akan terlihat wajah Han ciu sudah mulai berubah kehitaman.


Kwe hu menyerang kembali, pisau menyambar ke arah Leher, Han ciu menangkis dengan tangan kanan, tapi begitu Han ciu menggunakan tenaga dalam, racun menyerang dari dalam tubuh, dada dan isi perut seperti terbakar dan di iris iris, Han ciu batuk dan tak lama kemudian darah menyembur keluar dari mulutnya dan membasahi sebagian baju Kwe hu yang berada di depannya.


Melihat darah menyembur, Kwe hu semakin beringas, Pisau kembali melesat ke arah leher.


Han ciu dengan bibir mulai berubah menjadi hitam dan dari mulut mengeluarkan busa bercampur darah, berusaha menangkis dengan tangan kiri, tapi tangkisan pelan tanpa tenaga mengarahkan pisau ke bahu Han ciu.


Creeeps !


Pisau menancap sampai gagang di bahu Han ciu.


Kwe hu lalu mencabut pisau, darah kehitaman muncrat dari bahu Han ciu.


Kwe hu setelah mencabut pisau kemudian menendang perut Han ciu.


Bhuuuk !


Han ciu terpental, terlempar dan masuk jurang.


Dari kejauhan lima bayangang melesat dengan sangat cepat dan yang terdepan adalah Zhain li er.


Zhain li er sempat melihat dari kejauhan, ada 2 orang dan 1 orang terlempar, masuk jurang, perasaan Li er entah kenapa jadi tak enak dan cemas.


"Aku harus cepat, sebelum terlambat"


Dari kejauhan di sebuah pohon besar yang tinggi, seorang pria berjubah, yang di baju dalam nya ada sebuah gambar api lambang perguruan api suci, melihat apa yang terjadi antara Kwe hu dan Han ciu.


Pria itu tersenyum puas.


He he he


Racun peremas hati penghancur usus milikku belum pernah gagal.

__ADS_1


"Setelah naga hitam, sekarang giliran perguruan api suci yang akan ku bereskan."


Setelah berkata pria berjubah itu lalu melesat, dan menghilang diantara pepohonan.


__ADS_2