Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 84 Gangguan di kota Henei


__ADS_3

Kereta bergerak dengan tujuan Sanchuan, rombongan akan sampai di kota Henei dalam 3 hari karna jarak yang lumayan jauh, dari Kota Henei jika memakai kuda pilihan dan segar, sehari perjalanan sampai kota Sanchuan, tempat perguruan api suci.


Di dalam kereta, Han ciu duduk bersama dengan Sa sie hwa, sedangkan Li er bersama Racun cilik.


Kereta berjalan cepat jika jalan yang di lewati bagus dan rata, tapi terkadang ada juga batu yang agak besar, ketika batu aga besar terlindas roda kereta, kereta berguncang, dan Sa sie hwa langsung memegang tangan Han ciu dan merapatkan tubuhnya.


Racun cilik cemberut.


Sedangkan Li er menatap tajam, dan matanya mulai liar.


"Jika masih seperti itu, kita tukar tempat."


Han ciu menggeser badan Sa sie hwa begitu mendengar perkataan dari Li er.


Mata Han ciu sebentar sebentar terpejam, karna semalam tidak tidur, tapi ia selalu mendengar celotehan Li er dan Sa sie hwa, sehingg matanya susah untuk di pejamkan


Hari mulai gelap ketika mereka sampai di sebuah desa yang lumayan besar, desa tersebut memang biasa menjadi tempat istirahat, para pedagang yang melakukan perjalanan dari Handan ke kota Henei.


Han ciu yang memang sudah tak kuat menahan ngantuk, begitu sampai di tempat menginap langsung tidur.


Begitu pula dengan Sa sie hwa, Li er dan Racun cilik.


Selama perjalanan tak ada gangguan berarti hingga rombongan sampai kota Henei tepat sesuai hari yang di tentukan, setelah berunding, Han ciu memutuskan menginap beberapa hari di kota Henei sambil mencari informasi dari perkumpulan pengemis tongkat hitam.


Sa sie hwa mengurus biaya penginapan, uang yang ada di Han ciu di berikan kepada Sa si hwa, 1000 tail perak berbentuk pecahan uang kertas di pegang Han ciu.


Kota Henei lumayan ramai, karna kota Henei berada di tengah di kelilingi kota kota kecil seperti, Hedong, Dang dan Sanchuan.


Setelah istirahat, pagi pagi Han ciu di kawal oleh Li er dan Racun cilik pergi untuk melihat lihat kotah Henei.


Kedua gadis itu sangat senang bisa jalan bersama Han ciu, Li er dan Racun cilik, semakin lama semakin akrab, Racun cilik juga lebih berani dan tidak malu terhadap orang, tapi terhadap Han ciu, Racun cilik masih malu dan tak berani bila saling pandang.


Sa sie hwa lebih memilih di penginapan, sambil menunggu kabar.


Li er dan Racun cilik malah senang Sa sie hwa tidak ikut.


Sa sie hwa bisa menjadi kakak yang baik, tapi terkadang dia juga orang yang suka memancing kemarahan kedua adiknya, Li er dan Racun cilik.


Han ciu membelikan Li er dan Racun cilik, tusuk rambut yang mempunyai hiasan kepala naga hitam.


Keduanya langsung memakai tusuk rambut pemberian Han ciu.


Li er malah berputar putar di tengah jalan.


Han ciu tersenyum dan senang melihat kegembiraan mereka berdua.


Ketika berjalan sambil melihat lihat, tiba tiba seorang pengemis menabrak Han ciu.


Bhuuuk !


"Maaf..maaf tuan !"


Pengemis itu membungkuk bungkuk, meminta maaf sambil memberi hormat.


Han ciu mengerutkan kening, tapi kemudian memberi isyarat tangan agar pengemis itu agar berlalu dari hadapannya.


Han ciu, mengajak Zhain li er dan Racun cilik kesebuah kedai arak, untuk sekedar minum dan melepas lelah sehabis berjalan jalan.


Setelah memesan arak dan beberapa makanan ringan, Han ciu lalu melihat surat kecil yang di susupkan ketangan oleh pengemis yang tadi sengaja menubruknya di jalan.


"Hati hati, banyak mata mata musuh di kota Henei."


Rupanya yang tadi menubruk adalah anak buah perkumpulan pengemis tongkat hitam, pikir Han ciu.

__ADS_1


Setelah minum dan membaca surat, Han ciu lalu berniat kembali ke penginapan, tapi di tengah jalanan yang agak sepi, Han ciu melihat 2 orang pengemis sedang berhadapan dengan 3 orang pria berwajah bengis.


Setelah memperhatikan bahwa salah seorang dari 2 pengemis itu adalah yang tadi memberi surat, Han ciu melesat kearah mereka yang bertempur, lalu mengibaskan tangan.


Whuuut !


Ketiga pria yang mengeroyok kedua pengemis itu mundur, ketika merasakan sambaran angin.


Han ciu lalu berdiri di hadapan kedua pengemis dan menatap tajam ke arah ketiga orang pria bengis yang ada di hadapan mereka.


Tengah hari menyiksa pengemis di jalanan, apa tuan tidak takut di hukum.


Phuuih !


"Anak muda !" jangan ikut campur urusanku, pengemis itu adalah musuh perguruan kami, ucap salah seorang pria bengis yang berpakaian hitam.


"Tuan !" kenapa tidak dibicarakan baik baik, jangan main hantam, mereka bukan binatang juga bukan budak belian" ucap Han ciu.


"Mereka berdua sering berkeliaran di sekitar perguruan kami, mereka mata mata, dan orang orang perkumpulan pengemis tongkat hitam, harus di basmi dari kota Henei, dan itu adalah perintah langsung dari ketua kami."


Phuuih !


"Perguruan pengecut !" kalian yang telah menjebak ketua kami dengan racun, dan perguruan kalian juga yang selalu mengawasi orang orang yang masuk ke kota Henei, lalu melaporkan kepada penghianat penghianat dari perguruan api suci."


Ha ha ha.


"Oleh sebab itu, kalian perguruan tongkat hitam, pendukung setia Xiao cen harus mati."


Hmm !


"Siapa sebenarnya kalian bertiga ?"


"Bocah cilik !" apa kau tidak tahu bahwa di kota Henei hanya ada satu penguasa, yaitu beruang dari lembah iblis ?" pria bengis berkata sambil menatap tajam Han ciu.


"Li er, kau pernah dengar ada beruang di kota ?"


"Belum pernah !" tapi kita harus menangkapnya,"


"Buat apa menangkapnya ?" ucap Han ciu sambil tersenyum.


"Kata kakek kulit beruang mahal, akan ku kuliti dan ku jual"


Ha ha ha


Han ciu tertawa mendengar perkataan Zhain li er.


"Dan kau adik Zee ?"


"Kakak !" beruang itu seperti apa ? aku belum pernah lihat."


"Kau sabar saja, nanti kau akan lihat bentuk beruang yang menguasai kota." ucap Han ciu sambil tersenyum.


Ketiga pria bengis berpakaian hitam, wajah mereka terlihat sangat gusar mendengar perkataan muda mudi di depan mereka yang mereka anggap mengolok olok sang ketua.


"Anak muda, kau rupanya ingin mati, apa kau pernah dengar perguruan Beruang hitam."


Mendengar perguruan Beruang hitam, wajah Han ciu berubah bengis.


Dengan nada dingin Han ciu berkata.


Li er bunuh kedua orang itu dan kau Racun cilik lumpuhkan orang ini, aku ingin tanya dia, jika jawabannya tak memuaskan hatiku, akan ku pecahkan batok kepalanya.


Li er ketika mendengar perkataan Han ciu langsung melesat, suara mencicit dari pedang angin terdengar.

__ADS_1


Craaas !


Seorang pria bengis anak perguruan Beruang hitam, kepalanya putus di sambar pedang angin Li er, seorang teman dan pemimpin ketiga orang terkejut, tapi Li er setelah menebas leher bergerak memutar, dan menebas orang kedua yang di tunjuk oleh Han ciu.


Sedangkan Racun cilik mengambil jarum, lalu jarum itu di celupkan ke botol kecil.


Li er yang memutar, melihat musuh bergerak menjauh, gerakannya lebih di percepat, tak ada teriakan ketika pinggang musuh terpotong menjadi 2 oleh tebasan Li er.


Orang yang di anggap pemimpin wajahnya langsung pucat, hanya dalam 3 gebrakan, 2 kawannya tewas.


Pria bengis itu berusaha melatikan diri, tapi Racun cilik sudah bergerak memotong jalan anak perguruan Beruang hitam yang berniat untuk kabut, dan jarum yang tadi di pegang, di lemparkan dan menancap di dada pria bengis itu.


Pria bengis itu mundur, wajahnya pucat, rasa gatal dan panas mulai menyerang dadanya, tulang tulang di seluruh tubuhnya terasa lemas dan kakinya tak mampu berdiri.


Pria bengis itu jatuh, dan kini baru ia tahu yang namanya rasa takut, ketika mengalami sendiri, dada panas seperti di tusuk tusuk, sedangkan kaki dan tangannya tak bisa di gerakan.


Kedua pengemis yang di selamatkan, wajah mereka gembira melihat musuh sudah berhasil di atasi.


Salah seorang pengemis yang memberikan surat lalu membawa pria bengis yang sudah tak bisa bergerak, dan membantingnya di hadapan Han ciu.


Bruuuk !


"Ampun tuan, ampuni hamba !"


Racun cilik mengambil jarum yan ada di dada pria bengis, lalu memasukan kembali ke wadah kulit yang berada di saku baju.


"Apa Racunmu mematikan ?"


"Kalau tidak di beri penawar, dadanya akan membusuk dan mati." Racun cilik menjawab pertanyaan Han ciu.


Mendengar perkataan Racun cilik pria bengis menangis, dan berteriak minta ampun.


Li er langsung menendang perut pria itu.


Bhuuk !


"Diam kau !"


Han ciu memberi isyarat kepada Li er untuk diam.


Sambil menginjak dada, Han ciu menatap pria itu.


"Apa hubungan kalian dengan perguruan api suci, dan kenapa perguruan kalian menjebak pangcu perkumpulan pengemis tongkat hitam ?"


"Kami hanya menjalankan perintah, selebihnya tidak tahu tuan."


Hmm !


"Kalian masih bawahan tapi lagakmu seperti ketua perguruan, orang seperti kalian di ampuni, pasti akan berbuat kejahatan lagi."


Han ciu lalu menginjak dada pria bengis, suara tulang dada yang patah terdengar dan pria itu tewas.


"Paman, tolong kuburkan mereka bertiga." kedua pengemis mengangguk.


Han ciu lalu mengajak Li er dan Racun cilik kembali kepenginapan.


Setelah berada di penginapan, Han ciu lalu meminta orang orang perkampungan selaksa pedang untuk mencari tahu tempat perguruan beruang hitam dan mencari informasi, tentang keadaan perguruan beruang hitam dan para petinggi yang berada di perguruan beruang hitam.


Pedang langit mengerutkan kening mendengar perkataan Han ciu.


"Memangnya ada apa dengan perguruan Beruang hitam cengcu ?" Han ciu mendengar ucapan pedang langit, menatap bengis ke arah pedang langit, sambil menggebrak meja


Braaak !

__ADS_1


"Malam ini ketua dan tetua Perguruan beruang hitam akan ku bunuh, hingga perguruan itu besok hanya tinggal nama."


__ADS_2