Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 198 Akhir dari sebuah pertaruhan.


__ADS_3

Dewi Kipas melihat gerakan cepat dari Zhain Li Er memang tidak beraturan.


Tapi gerakan – gerakan yang tidak beraturan serta asal malah membuat repot Tan Ling, yang susah menebak arah serangan Zhain Li Er sehingga cambuknya berhasil di tangkap dan dirinya hampir terkena tamparan tangan gadis itu.


Sehingga membuat Tan Ling harus melepaskan cambuk yang bisa membahayakan diri sendiri.


Wajah Tan Ling cemberut saat melepaskan cambuk.


“Baru kali ini ada orang yang sanggup melepas cambuk dari tanganku, kau sungguh hebat, tapi jangan senang dulu ! permainan baru saja dimulai,” ucap Tan Ling sambil menatap tajam ke arah Zhain Li Er.


Cis !


“Kau pikir aku akan gentar, majulah ! Biar perjalanan kami tidak terganggu,” Zhain Li Er berkata.


Tan Ling mencabut 2 batang tusuk rambut, yang berada di rambutnya, rambut Tan Ling tergerai panjang.


Tusuk rambut yang terbuat dari giok putih kini menjadi senjata di kedua tangan Tan Ling.


Zhain Li Er mencabut kembali pedang yang telah ia simpan, kemudian memutar mutar pedang angin.


Maju !


Tangan kiri Zhain Li Er memberi tanda kepada Tan Ling untuk maju.


Hiaaaaat !


Tanpa ragu Tan Ling berteriak sambil melesat dengan kedua tusuk rambutnya sebagai senjata.


Gerakannya kali ini berbeda ketika Tan Ling bersenjata cambuk.


Tadi Tan Ling selalu menjaga jarak, sekarang pasangan siluman hutan Hanzhong malah mendekati Zhain Li Er.


Zhain Li Er tidak tinggal diam, gadis itu berputar dengan suara riuh pedang angin, menyambut serangan Tan Ling.


Zhain Li Er menebas bahu kanan kiri Tan Ling.


Shing !


Tan Ling menangkis pedang angin dengan tusuk rambut giok putih yang berada di tangan kiri


Ting !


Pedang Zhain Li Er tertahan, lalu tusuk rambut di tangan kanan Tan Ling menusuk ke arah pinggang Zhain Li Er.


Whut....Des !


Tangan kiri Zhain Li Er menepis tangan Tang Ling.


Tusuk rambut giok putih melenceng, tapi langsung bergerak menebas bahu Zhain Li Er.


Tak ada pilihan lain, Zhain Li Er mundur satu langkah menghindari serangan Tan Ling.


Hi Hi Hi


“Bagaimana dengan jurus sepasang tusuk rambut silumanku bocah, hebat tidak ? Tan Ling berkata sambil menggoda Zhain Li Er yang sudah mundur satu langkah.


Cis !


“Jangan senang dulu,” ucap Zhain Li Er sambil menatap dingin ke arah Tan Ling dan memutar pedang angin.


Setelah berkata, Zhain Li Er melesat sambil menyabetkan pedang angin ke arah leher Tan Ling.

__ADS_1


Sing !


Jika tadi hanya menyerang tempat yang tidak berbahaya di tubuh Tan Ling.


Kali ini Zhain Li Er langsung mengincar tempat mematikan.


Tan Ling kembali menangkis pedang angin yang mengarah leher.


Dan kembali tusuk rambut Tan Ling di tangan kanan menyerang, kali ini serangannya menusuk ke arah perut.


Whut !


Kembali Zhain Li Er menepis tangan yang menyerangnya, dan kali ini tusuk rambut Tan Ling melesat menusuk ke arah leher Zhain Li Er.


Melihat serangan Tan Ling, Zhain Li Er tersenyum dingin.


“Kau pikir aku bodoh, bisa terjebak dua kali dengan jurus yang sama,” batin Zhain Li Er sambil menarik pedang angin, kemudian badan pedang menahan tusukan.


Ting !


Saat tusuk rambut tertahan Zhain Li Er menggerakkan pedang ke bawah, tusuk rambut masuk ke salah satu lubang di badan pedang, kemudian Zhain Li Er, menggerakkan kembali pedang.


Ting !


Tan Ling terkejut, tangannya tergetar saat tusuk rambutnya tersentak oleh lubang yang berada di badan pedang angin.


“Keparat,” Tan Ling berkata dalam hati, ketika tangannya tak bisa menahan tusuk rambutnya.


Tusuk rambut giok putih terlepas karna kerasnya sentakan.


Tapi tangan kiri turun Tan Ling bergerak ke bawah, lalu tusuk rambut yang berada di tangan kiri menahan tusuk rambut sebelum jatuh ke tanah, kemudian tangan kiri bergetar, kemudian tusuk rambut giok putih terpental dan di tangkap oleh tangan kanan Tan Ling.


Dewi Kipas menatap kagum melihat pertempuran antara Tan Ling dengan Zhain Li Er.


Pertarungan antara Han Ciu dengan Tan Kui juga tak kalah seru.


Semakin lama mereka bertempur semakin cepat, kepalan tangan Tan Kui terlihat seperti puluhan jumlahnya mengincar bagian tubuh Han Ciu.


Han Ciu tak mau menyalurkan ilmu jiwa pedang ke kedua tangannya karna tak ingin melukai Tan Kui salah seorang dari sepasang siluman hutan Hanzhong, karna menurutnya mereka bukan orang jahat.


Han Ciu dengan jurus cakar naga hitam juga terus menyerang Tan Kui.


Mata Han Ciu yang tajam tahu mana kepalan tinju Tan Kui yang asli dan mana yang bayangan.


Keringat mulai membasahi wajah Tan Kui, ia hanya bisa menghindar jika di serang, karena Tan Kui tak berani menangkis, sebab tenaga dalamnya masih berada di bawah Han Ciu.


Cakar kanan Han Ciu menyambar ke arah perut.


Whut !


Tan Kui mundur menghindari cakar Han Ciu, tapi dari kiri kembali tangan Han Ciu menyambar pinggang Tan Kui.


Whut !


Tan Kui menggeser tubuhnya ke kanan kembali menghindari serangan Han Ciu


Tapi wajah Tan Kui langsung pucat, saat melihat cakar kanan Han Ciu sudah berada di depan wajahnya.


Aish !


Teriak Tan Kui menarik kepalanya sedikit ke belakang tapi gerakannya tetap terlambat.

__ADS_1


Bret !


Cakar Han Ciu menyambar topi bulu yang di pakai Tan Kui.


Topi yang terbuat dari kulit binatang itu terlempar, sedangkan wajah Tan Kui langsung berubah pucat.


Tan Kui lalu diam tak melakukan gerakan, sambil gelengkan kepala ia berkata.


“Sudahlah anak muda, kau menang dan kau boleh bawa serigala itu,” ucap Tan Kui.


Han Ciu tersenyum mendengar perkataan Tan Kui sambil anggukan kepala.


“Terima kasih paman,” ucap Han Ciu


Setelah berkata, Tan Kui kemudian melihat pertempuran antara istrinya dengan gadis yang bersama Han Ciu


Gerakan cepat dari jurus bidadari angin, membuat Tan Ling terdesak, apalagi setelah melihat suaminya berhenti bertempur, gerakannya semakin kacau.


Berhenti....!


Teriak Tan Kui saat melihat istrinya terdesak oleh Zhain Li Er.


Tan Ling dan Zhain Li Er hentikan pertarungan ketika mendengar suara keras Tan Kui, keduanya lalu mundur dua langkah.


“Istriku ! pertarungannya tak usah di lanjutkan,” Tan Kui kembali berkata.


“Biarkan mereka membawa serigala itu,” lanjut perkataan Tan Kui.


“Tapi suami,” Tan Ling berkata sambil menatap ke arah suaminya.


“Sudahlah ! Kita berdua tak akan menang melawan rombongan tuan muda ini,” Tan Kui membalas perkataan istrinya


Akhirnya Tan Ling mengerti maksud suaminya dan anggukan kepala.


Mendengar perkataan Tan Kui, Tongki langsung melesat ke arah Fang Ji, kemudian melepaskan ikatan di kedua kaki serigala peliharaan sang ketua.


Setelah kakinya terlepas dari belenggu, Fang Ji langsung lari ke arah Han Ciu kemudian mengelus elus kaki Han Ciu dengan lehernya.


“Apa benar kalian akan menuju Xianyang ? Tanya Tan Kui.


“Benar paman,” jawab Han Ciu.


“Jika kalian akan ke Xianyang, aku akan tunjukan jalan agar lebih cepat sampai,” lanjut perkataan Tan Kui.


“Kita nanti bergerak ke arah timur, jika ke arah selatan, kalian pasti akan di hadang oleh orang yang berada di perkampungan di luar hutan Hanzhong.”


Han Ciu ketika mendengar kata perkampungan, mengerutkan keningnya.


“Perkampungan apa paman ? Tanya Han Ciu.


“Aku juga tidak tahu, karna mereka tidak mengganggu, aku pun tidak ambil pusing dengan perkampungan baru itu, Tan Kui berkata.


“Perkampungan baru,” ucap Han Ciu tak mengerti.


“Belum lama ini, ada perkampungan yang hanya terdiri dari para pria, jumlah mereka juga banyak, diatas 200.” Tan Kui menjelaskan kepada Han Ciu.


Hmm !


“Akhirnya aku menemukan tempat salah satu markas penyergap musuh,” batin Han Ciu


Han Ciu lalu menatap tajam setelah mendengar perkataan Tan Kui, lalu ia berkata.

__ADS_1


“Antarkan kami ke perkampungan itu paman !


__ADS_2