
Pengurus kuda penginapan bunga naga terkejut mendengar perkataan Han Ciu, lalu mengangkat wajahnya.
Sambil mengusap usap mata seperti orang yang tak percaya, Kwe Hun Ti terus mengusap mata.
“Sudahlah paman, kenapa di usap terus ? Aku benar Han Ciu paman,” ucap Han Ciu.
Mendengar perkataan pemuda itu, Kwe Hun Ti langsung berlari ke arah Han Ciu, lalu memeluk erat suami dari keponakannya Sa Sie Hwa.
“Anak Han....Anak Han, apa aku sedang tidak bermimpi ? Tanya Kwe Hun Ti.
“Tidak paman, aku benar Han Ciu, maaf kan aku yang telat menengok paman di sini,” Han Ciu berkata dengan nada sedih.
“Oh jadi ini paman Kwe Hun Ti, maafkan Xiao Er yang tak mengenali paman,” seru Xiao Er sambil memberi hormat.
“Sudahlah Xiao Er, tak usah kalian pikirkan, aku senang ternyata anak Han masih hidup.
"Aku sekarang sama sekali buta akan keadaan negara ini, tak ada informasi yang bisa masuk ke telingaku, gerak gerikku selalu saja di awasi oleh Sang Kui si keparat itu.
"Mereka ak berani membunuhku karena takut kepada Sa Sie Hwa, tetapi mereka malah menyiksaku setiap hari.
“Sang Kui memang licik, syukur saja dia telah tewas.” Teriak Kwe Hun Ti dengan nada geram.
"Sudah lah paman, paman pilih saja mana di antara mereka yang benar orang dari penginapan bunga naga, jika bajak sungai siluman air, jika mereka tak mau bertobat lebih baik bunuh, untuk tidak membuat ke onaran kembali." ucap Han Ciu
Kwe Hun Ti mengangguk, kini wajahnya kembali terhias senyuman, siksaan dan hinaan yang telah ia terima kini sudah terbalaskan oleh Han Ciu.
Han Ciu kembali ke rumah tempat ia tinggal, Kwe Hun Ti di bantu Talaba serta yang lain membereskan penginapan bunga naga yang penuh dengan mayat anak buah Sang Kui.
***
Ketika sudah berada di penginapan, Xiao Er bertanya ke pada Han Ciu.
“Dari mana kak Han tau paman Kwe Hun Ti berada di penginapan bunga naga kota Nan ?
Han Ciu menghela napas sebentar sebelum menjawab perkataan Xiao Er.
“Aku melihat paman Kwe sewaktu pertama masuk, tapi aku belum berani menyapa, karna jika aku langsung menyapa, Sang Kui akan menggunakan paman Kwe untuk menekanku dan itu akan membahayakan keselamatan paman Kwe.” Han Ciu berkata menjelaskan kepada Xiao Er.
__ADS_1
Han Ciu menarik napas kembali sambil menatap langit – langit ruangan.
“Aku banyak salah terhadap keluarga paman Kwe, gara – gara aku, Kwe An terbunuh serta Kwe Hu tak tahu dimana rimbanya.” Han Ciu kembali berkata, ada rasa sedih dalam perkataannya ketika ia teringat kembali akan peristiwa yang terjadi antara kakak beradik, Kwe An dan Kwe Hu.
“Sudahlah kak Han, aku sudah dengar peristiwa itu dari Enci Sa, aku lihat itu bukan kesalahan kak Han, tapi memang sudah takdir yang di gariskan,” ucap Xiao Er sambil memegang tangan Han Ciu.
Han Ciu tersenyum mendengar perkataan Xiao Er, lalu membalas genggaman tangan sang istri sambil anggukan kepala.
“Kak Han, selanjutnya apa yang akan kita lakukan setelah ini ?” Zhain Li Er bertanya di sela obrolan Han Ciu serta Xiao Er.
"Aku akan membantu dulu paman Kwe selama 1 sampai 2 hari di kota Nan, untuk membangkitkan penginapan bunga naga di kota Nan." ucap Han Ciu
Zhain Li Er mengangguk mendengar ucapan Han Ciu.
Ke esokkan hari saat siang, semua sudah di bersihkan.
Ruangan depan sudah bersih, dan kini meja – meja banyak hidangan serta arak, untuk mereka merayakan kemenangan.
"Ketua, semalam hamba sudah memeriksa di bantu oleh saudara Talaba, dan menemukan harta yang berhasil di kumpulkan oleh Sang Kui, menurutku itu lumayan banyak, ribuan tail emas, puluhan ribu tail perak, belum lagi permata yang sangat berharga.
Kwe Hun Ti adalah seorang bangsawan, dulu penginapan bunga naga kota Nan berdiri kembali juga berkat jasa Kwe Hun Ti bersama Sa Sie Hwa.
“Paman Kwe, kami tak bisa berdiam lama di kota Nan, aku titip penginapan bunga naga ini kepada paman, nanti aku akan kirim surat kepada paman pedang langit agar mengirim orang dari selaksa pedang untuk membantu dan menjaga paman di sini,” Han Ciu berkata sambil tersenyum kepada Kwe Hun Ti.
"Tetapi paman juga harus tahu, bahwa perang sudah di mulai dan paman pasti tahu kemana arah dukunganku terhadap salah seorang penguasa." Han Ciu berkata
Kwe Hun Ti anggukan kepala mendengar perkataan Han Ciu, ia jadi teringat masa lalu.
Sebelum orang lain tahu, sebenarnya Kwe Hun Ti adalah orang pertama kali tahu seberapa dekat hubungan Han Ciu dengan Liu Bang, sang penguasa barat.
Melihat Kwe Hun Ti termenung, Han Ciu tersenyum.
“Paman ! Aku tahu kota Nan sangat rentan dengan penyusup, karna kota ini terletak di wilayah pinggiran, tak banyak kota yang dekat dengan kota Nan.
Oleh sebab aku tak bisa menemanimu lebih lama di sini, karna besok aku akan berangkat ke Hanzhong.
Aku akan menugaskan paman Huang Zilin untuk menemanimu menjaga penginapan serta kota Nan sebelum paman Pedang Langit memberikan pasukan untuk mengawal paman.
__ADS_1
Mendengar perkataan dari Han Ciu, Kwe Hun Ti anggukan kepala, memang ia ingin meminta salah seorang yang bisa di andalkan untuk membantunya, tetapi Kwe Hun Ti merasa malu.
Sementara Huang Zilin mengerutkan keningnya mendengar perkataan Han Ciu.
“Tuan muda, apa....apa maksudnya ini, Bukankah aku harus selalu bersama dan mengawal tuan muda ?” tanya Huang Zilin.
“Paman Huang, ini hanya untuk sementara saja, paman kan tahu tujuanku setelah ke kota Hanzhong lalu aku ke kota Xianyang.
“Setelah ada paman Pedang langit mengirim orang dari selaksa pedang, baru paman Huang menyusul kami, biarpun paman Huang tak bertemu kami, paman sudah tahu rencanaku selanjutnya setelah dari Xianyang.”
Mendengar perkataan Han Ciu, Huang Zilin anggukan kepala walau terlihat ada raut kekecewaan di wajahnya.
“Paman Huang ! Aku tahu paman kecewa, tapi jika hasil yang telah kita dapat hari ini di rebut lagi oleh musuh, perjuangan kita memberantas Siluman Air Sang Kui akan sia – sia belaka.
“Anak Han jika memang tuan Huang keberatan tidak mengapa,” ucap Kwe Hun Ti sambil tersenyum.
“Saudara Kwe, bukannya aku keberatan, tapi aku sudah cocok dengan ketua dan saudara yang lain, berat rasanya untuk berpisah walau hanya sementara dengan mereka.” Huang Zilin membalas perkataan Kwe Hun Ti.
“Ajak saja Tongki untuk menemanimu di sini,” tiba – tiba Zhain Li Er berkata.
Phuih !
“Apa maksud nyonya ke 4 bicara seperti itu ?” tanya Tongki, terlihat wajahnya tidak begitu suka mendengar perkataan dari Zhain Li Er.
“Apa kau bilang, nyonya ke empat ? Wajah Zhain Li Er terlihat gusar ketika berkata.
“Apa aku salah ? Bukankah sekarang ada nyonya Xiao Er,” ucap Tongki.
Zhain Li Er langsung diam mendengar perkataan Tongki.
Sementara Huang Zilin langsung tersenyum mendengar perkataan Zhain Li Er, kemudian berkata kepada Tongki.
“Saudara Tong, bagaimana dengan usul nyonya ke empat, jika kau di sini bersamaku, jadi kita bisa bertaruh setiap hari di sini sambil menunggu bala bantuan, bagaimana ?
Tongki tersenyum sambil menatap ke arah Huang Zilin.
"Aku tak mau."
__ADS_1