Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 65 Sekutu baru dan Tambahan ilmu


__ADS_3

Ketika Han ciu berkata ada yang aneh dengan rasa arak, Sin ko langsung batuk batuk kemudian menyambar guci arak yang baru saja, di taruh di meja oleh Han ciu.


Sin ko tanpa basa basi langsung minum arak.


Han ciu, Dewi angin dan Iblis seribu wajah heran melihat kelakuan Sin ko.


Sin ko yang merasa di perhatikan tersenyum malu.


Maaf maaf, hamba takut arak ini beracun, jadi hamba minum biar orang lain tidak cilaka, sebentar aku ambilkan arak untuk ganti dan sekalian makanan ringan.


Sin ko langsung bergegas keluar kamar Han ciu untuk mengambil arak dan makanan kecil.


Pria bertubuh gemuk itu setelah keluar dari kamar Han ciu, kemudian setengah berlari menuju samping kapal dan di sana Sin ko muntah muntah di samping kapal.


"Dasar perempuan gila, aku yang ingin mengerjai gadis itu malah ketua dan aku yang kena akibatnya." ucap Sin ko.


Hmm !


"Apa benar gadis itu gila ?" bukan berpura pura gila."


"Ah, bodo amat, mau gila, sinting, peaa yang penting jangan ganggu aku dan ketua." ucap Sin ko.


Setelah memuntahkan arak yang ia minum, Sin ko lalu pergi ke tempat penyimpanan arak dan mengambil arak terbaik, kemudia berjalan kembali ke kamar Han ciu, kali ini guci arak di tangan Sin ko tak di ludahi.


"Anak muda ilmu Kim na jiu yang kau miliki lumayan hebat, darimana kau belajar ilmu itu ?"


"ilmu turunan keluarga !" ucap hanciu menjawab perkataan dari Iblis seribu wajah.


"Siapa she mu, dan keluargamu dari perguruan mana ?"


"Maaf jika ku beritahu, belum tentu kakek kenal,"


"Muka ayam, kapan kakekku menjadi kakekmu ?"


"Li er, jika kakek bicara Li er dengarkan saja."


"Tidak bisa, kalau ibu aku dengar, kakek tidak akan ku dengar."


"Gadis durhaka," desis Han ciu pelan ketika mendengar perkataan Zhain li er.


"Eh apa kau bilang, coba sebutkan lagi tadi kau bilang apa ?"


"Kau gadis durhaka !" ucap Han ciu sambil menatap tajam ke arah Bidadari gila yang wajahnya langsung berubah ketika mendengar perkataan Han ciu.


"Kau bilang apa sama anakku ?"


"Gadis durhaka, apa aku salah ?"


Whuuut, plaaak !"


Han ciu yang sudah mulai kesal dan bersiap, menangkis serangan Dewi angin.


Kedua tangan yang bertemu bergetar.


Han ciu menunduk ketika melihat tangan melayang ke arah kepala.


Han ciu setelah berhasil menghindari serangan Dewi angin dan bidadari gila melesat keluar dari kamar, dan sudah berdiri di buritan kapal menunggu Dewi angin, Bidadari gila dan Iblis seribu wajah.


Wajah pemuda itu tampak gusar, karna selalu di desak oleh mereka bertiga.


"Kalian maju saja bertiga, biar kita tentukan siapa yang terakhir berdiri di kapal ini."


"Kalian di beri hati minta jantung, aku selalu sopan menjawab tapi kalian malah sebaliknya, apa kalian pikir karna usia kalian jauh lebih tua dariku kalian bisa berlaku seenaknya,"


"Dan kau bidadari gila, jika tak ingin di sebut gila ubah kelakuanmu dari sekarang !"


"Apa kau bilang, apa kau bilang, aku gila !"


Zhain li er mendengar ia di sebut gadis gila oleh Han ciu, tubuhnya dengan cepat seperti terbang melesat dan menghantam kepala Han ciu.


"Han ciu mundur selangkah, sambil balas menyerang kearah leher bidadari gila dengan jurus cakar Naga hitam."


Plak, plak !


Kedua tangan menangkis serangan Han ciu.


Dan keduanya mundur selangkah.


Bidadari gila mencabut pedang sambil menatap buas ke arah Han ciu begitu pula dengan Dewi angin yang marah mendengar anaknya di sebut Bidadari gila.


Hanya Iblis seribu wajah saja yang tampak senyum senyum.


"Anak muda, aku ingin lihat kau bisa tidak menghindari serangan istri dan cucuku itu."


Ha ha ha,


Biar aku pernah kena tampar sekali oleh gadis gila ini, kau pikir aku takut, sekalian saja kalian bertiga hadapi aku.


Hmm !


"Belum saatnya kau berkata seperti itu anak muda."

__ADS_1


"Salah satu dari kami sudah cukup untuk menghabisi kau, tak perlu semua turun tangan."


"Baik siapa yang mau maju terlebih dahulu ?" aku ingin lihat siapa yang akan terkapar," Han ciu berkata dengan wajah gusar.


Iblis seribu wajah dan Dewi angin langsung diam dan terpaku melihat tangan kanan Han ciu berubah merah, sementara yang kiri seperti ada angin yang keluar dan menggeser barang barang kecil yang berada di dekat tangan kiri Han ciu.


Iblis seribu wajah saling tatap dengan Dewi angin.


Bidadari gila yang melihat ibu dan kakeknya diam, melesat ke arah Han ciu hendak menampar pemuda itu.


"Li er, jangaaaaaan !"


Iblis seribu wajah terkejut ketika Zhain li er tak mendengar perkataan istrinya dan terus melesat ke arah Han ciu yang tangannya perlahan mulai terangkat, dan siap melepaskan pukulan Dewa api yang akan ia gunakan untuk menyerang Bidadari Gila.


Iblis seribu wajah dan Dewi angin melesat sambil mengibaskan tangan meliah sinar merah meluncur keluar dari tangan Han ciu.


"Blaaaaam !"


Perahu berguncang hebat.


Pukulan Dewa api, belok terkena hantaman dari pukulan iblis seribu wajah dan Dewi angin, lalu menghantam sungai, air sungai muncrat ke atas, dan percikan percikan air yang masuk kapal terasa panas terkena kulit.


Setelah pukulan Dewa api berhasil di belokan, Bidadari gila tetap melesat ke arah Han ciu.


Plaaak !


Saking kerasnya tamparan Zhain li er, Han ciu terhuyung dan dari sela bibir Han ciu keluar darah segar.


Zhain Li er entah kenapa, ketika melihat bibir Han ciu mengeluarkan darah, gadis itu diam dan seperti termenung.


"Li er mundur kau !"


Zhain Li er seperti tak mendengarkan perkataan dari Dewi angin yang sangat cemas melihat gadis yang ia anggap sebagai anak, hanya termenung sambil menatap Han ciu, sementara itu, Han ciu sambil mengusap bibir nya dengan lengan baju, tangan kiri dan kanan mulai terangkat siap mengeluarkan pukulan Dewa api dan Dewa angin.


"Tahan anak muda !"


"Kita kawan, tahan jangan serang," Dewi angin hampir setengah berteriak ketika Han ciu.


Hendak melakukan 2 serangan tangan kanan dan kiri, ke arah anak angkatnya Zhain li er.


Phuuuih !


"Aku tidak punya kawan seperti kalian !"


"Tunggu dulu, bukankah kau murid Dewa gila ?"


"Aku tak mempunyai guru !"


Han ciu menarik mundur kedua tangan dan ketika hendak mendorong dengan tenaga penuh.


Han ciu menoleh kearah Iblis seribu wajah, yang menyebut nama kedua pukulan yang akan ia lepaskan ke arah Zhain li er.


"Tenang anak muda, tenang dan maafkan kami bertiga, kau tidak mempunyai guru, apa kakekmu bernama Kim tay han ?"


Han ciu menurunkan tangannya, sementara itu Sin ko yang melihat dari kejauhan bersama sama dengan para penumpang kapal.


Mereka datang ketika mendengar ledakan dashyat.


Sin ko lalu menyuruh mereka untuk bubar.


Sin ko setengah berlari menghampiri Han ciu sambil membawa guci arak.


Tuan sudahlah tuan, ini arak yang tuan pesan lebih baik istirahat di kamar sambil minum arak, biar pikiran tenang.


"Li er, cepat mundur dan diam bersama ibu."


Mendengar suara tegas dari iblis seribu wajah, Li er berbalik menuju ke arah Dewi angin, sementara itu Sin ko menenangkan Han ciu dan mengajak pemuda itu kembali kekamarnya.


Sementara iblis seribu wajah, mengajak Dewi angin dan Li er ke kamar mereka.


Mereka masing masing kembali ke kamar untuk menenangkan pikiran.


Kapal perlahan menyusuri sungai dengan tempo yang agak lambat karna malam itu di sungai angin tidak terlalu kencang.


3 orang berjalan menyusuri samping kapal mendatangi kamar Han ciu.


Sin ko yang tengah berada di kamar Han ciu, membuka pintu kamar ketika mendengar ketukan.


Wajah Sin ko berubah ketika melihat, Iblis seribu wajah, Dewi angin dan Zhain li er berdiri di depan pintu kamar.


Li er menarik bahu Sin ko, membuat pria gemuk itu hampir jatuh setelah di tarik, dan untungnya iblis seribu wajah waspada dan menahan Sin ko.


"Muka ayaaaam kau kawanku sekarang"


Zhain li er setelah masuk kamar dan teriak, langsung menubruk Han ciu dan memeluk pemuda itu.


Han ciu terkejut lalu mendorong Zhain li er, supaya gadis itu melepaskan pelukannya dan menjauh.


"Hai muka ayaaaaam, kita sekarang teman."


Hmm !

__ADS_1


Iblis seribu wajah dan Dewi angin tersenyum meliha Li er bicara.


Nak, kami adalah sahabat kakekmu Kim tay han.


"Dimana kakekmu sekarang ?"


Kakek sudah meninggal, Han ciu menjawab pertanyaan Iblis seribu wajah.


Iblis seribu wajah dan Dewi angin sangat terkejut mendengar perkataan dari Han ciu, wajah keduanya tampak sedih.


Kami adalah sahabat kakekmu nak, sudah lama kami mencari kakekmu sampai kami menemukan Li er.


"Menemukan Li er !" Han ciu berkata sambil mengerutkan kening.


"Jadi Li er bukan cucu asli kakek dan nenek ?"


"Bukan !" kami menemukannya ketika keluar mencari Kim tay han, dan mendengar kabar, bahwa Lim taihiap, tewas di bunuh


Dan kami melihat Zhain li er tengah duduk di samping mayatnya yang tewas


Lalu kami membawanya dan kami didik, tapi karna melihat aksi pembunuh ayahnya, sejak saat itu pikirannya terganggu, terkadang normal, tapi banyak tidaknya, dan tabib mengatakan jika Li er bisa bertemu dengan pembunuh ayahnya maka ia bisa sembuh dari penyakit yang ia derita.


Han ciu mengangguk mendengar perkataan Iblis seribu wajah.


Ini semua gara gara Sekte naga hitam, Dewi angin berkata dengan raut wajah gusar, Han ciu yang mendengar perkataan dari Dewi angin terkejut.


"Apa maksud nenek, kenapa dengan Sekte naga hitam ?" Sekte naga hitam yang telah membunuh Lim taihiap dan pendekar mata satu, ayah Zhain li er. kami pernah ke lembah hitam untuk membalas dendam dan ternyata pas kami datang Sekte naga hitam sudah habis oleh orang orang dunia persilatan.


"Lantas apa yang akan kau lakukan ?" Han ciu panas mendengar perkataan Dewi angin dan menyebut kau, begitu pula dengan iblis seribu wajah dan Dewi angin yang melihat perubahan wajah yang terjadi pada Han ciu, ketika mereka berkata akan membasmi sekte naga hitam.


"Nak !" apa keluargamu terbunuh oleh sekte naga hitam ?" Han ciu menggeleng lalu menatap tajam kearah kedua kakek dan nenek itu sambil membuka baju, dan memperlihatkan rajah naga hitam di dada kirinya.


Aku adalah keturunan terakhir dari Sekte naga hitam, jika nenek akan balas dendam, aku akan melayani kapanpun, dan asal kalian tau, Sekte naga hitam juga terkena fitnah sehingga musnah setelah di tuduh membunuh Lim taihiap.


"Tunggu dulu, apa maksud dari perkataanmu dengan di tuduh membunuh, bukankah memang sekte naga hitam yang membunuh Lim taihiap ?"


Han ciu lalu menceritakan apa yang ia dengar dari perguruan Pedang perak kepada sepasang tokoh tua yang ada di hadapannya.


Iblis seribu wajah dah Dewi angin terkejut mendengar penuturan Han ciu.


Hmm !


Aku mencium bau tidak beres dalam masalah ini, memang terkadang aku dengar ada berita miring dari tokoh tua yang mengatakan ada yang tak beres dengan pristiwa yang terjadi terhadap Lim taihiap.


"Sekte naga hitam memang sekte organisasi pembunuh yang hidup dengan membunuh orang sesuai pesanan, Sekte naga hitam memang menggunakan segala cara dan taktik untuk membunuh lawan yang menjadi target mereka, tapi menurut kakek Kim tay han, sekte naga hitam tak perna menggunakan racun, karna menurut Sekte naga hitam racun adalah perbuatan seorang pengecut.


Hmm !


"Tongkat setan !" aku pernah mendengar nama itu, tapi belum pernah berjumpa muka dengan tongkat setan." ucap iblis seribu wajah.


"Aku juga dalam perjalanan selalu mencari tahu keberadaan Tongkat setan, tapi orang itu seperti lenyap di telan bumi."


"Aku ingin ke kota Nan karna di sana akan ada keramaian, dan melihat siapa saja yang datang ke acara peresmian Bunga naga," Han ciu lanjut berkata.


Han ciu belum mau bercerita kepada iblis seribu wajah dan Dewi angin bahwa ia pemilik penginapan Bunga naga, karna Han ciu belum sepenuhnya percaya kepada mereka berdua.


"Bagaimana jika kau ikut dengan kami ke kota Nan !" nanti akan kami perkenalkan dengan sahabat kami, siapa tau ia bisa membantumu menemukan Tongkat setan."


"Tapi kau harus menyamar ketika masuk ke kota Nan, karna kami yakin musuh mu pasti banyak yang datang, biarpun kau murid Dewa gila, satu tangan melawan puluhan tangan akan sangat menyulitkan, malah bisa bisa berbalik, kau yang terbunuh sebelum membalas dendam."


"Lalu menurut kakek aku harus bagaimana ?"


"Kau harus menyamar sebelum masuk ke kota Nan dan ikut bersama kami."


"Menyamar !"


"Benar menyamar, kau harus menyembunyikan wajah aslimu nak !" biar orang orang tak tahu siapa kau sebenarnya."


Han ciu menghela nafas mendengar perkataan dari Iblis seribu wajah.


Iblis seribu wajah melihat perubahan wajah dari pemuda itu yang mendadak seperti tak bergairah mendengar usulannya.


"Kenapa !" kau tak setuju dengan usulanku ?"


Setelah menarik nafas lalu menatap Iblis seribu wajah, Han ciu berkata.


"Aku tak bisa menyamar."


Ha ha ha.


Iblis seribu wajah tertawa, Dewi angin tersenyum, mendengar ucapan Han ciu.


"Aku adalah Iblis seribu wajah, kenapa kau harus bingung ?" karna kau cucu sahabatku, aku akan menurunkan ilmu penyamaranku.


"Dan aku yakin ilmu penyamaranku akan sangat berguna bagimu."


Han ciu sangat senang mendengar bahwa iblis seribu wajah akan mengajarkan ilmu menyamar kepadanya dan Han ciu juga sepemikiran dengan iblis seribu wajah, bahwa menyamar memang sangat berguna baginya untuk menyelidiki dan memburu orang orang yang telah menghancurkan sekte naga hitam.


"Nak bagaimana jika masuk ke kota Nan kau menyamar menjadi suami Li er ?"


Mendengar perkataan Dewi angin, Han ciu melihat ke arah Li er yang sedang duduk sambil satu kakinya naik di atas kursi, sementara penutup matanya di taruh di atas kening dan asik makan makanan ringan yang di sediakan oleh Sin ko, tanpa peduli dengan keadaan di sekitarnya.

__ADS_1


Han ciu lalu menoleh kembali ke arah Dewi angin sambil menatapnya dan berkata.


"Aku tak mau"


__ADS_2