Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch 244 : Untuk hidup sudah susah untuk mati juga tidak mudah


__ADS_3

Pasukan berkuda bintang timur yang tidak siap dengan serangan panah dan serigala terkejut, apalagi pemimpin mereka tewas oleh panah musuh.


Belum lagi kuda mereka yang gelisah akibat banyaknya serigala² yang datang.


Belum lagi ratusan panah Talaba serta anak buahnya, yang terus menghujani pasukan berkuda bintang timur.


Kuda pasukan bintang timur terus meringkik, dengan kedua kaki depan terangkat ke atas.


Fang Ji loncat dan kaki depannya menyambar perut kuda pasukan bintang timur.


Bret!


Perut kuda Sobek.


Kuda langsung mengamuk langsung mengamuk, ketika merasakan sakit di perutnya, lalu menubruk apa saja yang ada di dekanya, kaki belakang yang terus menendang membuat seorang prajurit terlempar.


Fang Ji langsung menyambar leher prajurit yang terlempar


Crep!


Sekali tarik, taring Fang Ji langsung memutuskan urat besar di leher prajurit itu.


Prajurit itu menggelepar gelepar, sebelum akhirnya tewas.


Sementara itu di tempat lain.


Manusia racun terus menatap ke arah barat.


Manusia racun melihat debu mengepul dari arah barat, tetapi kenapa pasukan berkuda belum juga sampai, hatinya bertanya tanya sambil menatap debu yang terus membumbung tinggi dari arah barat.


Pedang api yang melihat Manusia racun tengah termenung, langsung melesat menyabet ke arah pinggang Manusia racun.


Shing!


Sinar merah dari pedang api melesat ke arah pinggang.


Trang!


Manusia racun menangkis serangan pedang api, setelah menagkis tubuhnya bergerak ke kiri, kemudian pedangnya balik menyambar ke arah bahu Pedang api.


Whut!


Pedang api langsung mengangkat pedangnya ke arah bahu, menahan serangan Manusia racun.


Trang!


Keduanya lalu mundur, sambil bersiap.


Manusia racun dan Pedang api bergerak, keduanya sama² menyabetkan pedangnya, Manusia racun ke arah leher, sementara Pedang api ke arah kaki.


Whut....Sret!


Pedang api tundukkan kepala menghindari tebasan pedang Manusia racun, sedangkan Manusia racun setelah pedangnya tak mengenai lawan.


Tubuhnya melesat loncat mundur sambil tangannya melempar sebuah bola berwarna hitam.


Whut....Blar!


Bola hitam meledak, asap berwarna putih keluar langsung menutupi tubuh pedang api.


Pedang api terkejut, matanya tak bisa melihat sekeliling, Pedang api terlambat menutup hidungnya, sebagian masuk terhirup oleh Pedang api.


“Rasakan asap penutup ingatan perguruan selaksa racun,” Batin Manusia racun sambil tersenyum licik.


Manusia racun langsung melemparkan pedangnya ke arah Pedang api yang berada di dalam asap dan tampak seperti orang kebingungan.


Pedang melesat sangat cepat.


Ketika akan menembus dada Pedang Api.


Sebuah bayangan berbentuk pedang melesat, menghantam pedang Manusia racun.


Trang....Jleb!


Manusia racun terkejut, melihat serangan pedangnya yang sebentar lagi akan menembus dada Pedang api berhasil di patahkan lawan, dan pedangnya terpental menancap di tanah.


Suara angin menderu, melewati tubuh Pedang api, asap penutup ingatan berbalik menuju ke arah Manusia racun.


Manusia racun terkejut melihat asap penutup ingatan menuju ke arahnya, tubuhnya langsung loncat melesat ke arah kanan.


Manusia racun mengambil sebuah tombak dari anak buahnya lalu melemparkan tombak ke arah orang yang telah menyelamatkan Pedang api.


Whut...Trang!


Tombak jatuh ke tanah di tebas oleh orang yang menyelamatkan Pedang api.


Pedang api yang sudah sadar ketika melihat Han Ciu langsung memberi hormat.


Ketua!


“Sudahlah paman, jangan banyak peradaban! Biar manusia licik ini aku yang hadapi, jika dia tak mau memberi keterangan dimana Han Cikung berada, akan ku hancurkan mulutnya,” ucap Han Ciu dengan nada dingin.


Han Ciu melepaskan pedang hampa dan pukulan Dewa angin untuk menolong Pedang api.


Manusia racun terkejut ketika mengetahui bahwa yang menyelamatkan Pedang api adalah ketua perguruan selaksa pedang, Han Ciu.


Manusia racun mundur dua langkah, sementara Pedang api bergerak ke arah prajurit bintang timur, dan mengamuk di sana bersama, Tongki, Iblis biru, Zhain Li Er serta yang lainnya.


Sewaktu mundur, Manusia racun kembali menatap ke arah barat.

__ADS_1


“Untuk apa kau selalu melihat ke arah barat, menunggu datangnya prajurit berkuda? Tanya Han Ciu sambi tersenyum sinis.


“Asal kau tahu! Sekarang prajurit berkuda bintang timur sedang di sergap oleh kawanan serigala dan para pemanah anak buahku,” lanjut perkataan Han Ciu.


Manusia racun terkejut, mendengar perkataan Han Ciu.


Phuih!


“Aku akan menahan pasukan kalian agar tidak sampai ke kota Julu,” ucap Manusia racun.


“Lakukan jika kau mampu,” jawab Han Ciu sambil melesat, kemudian menyabetkan pedang tulang naga ke arah tubuh Manusia racun.


Whut!


Manusia racun mundur menghindari sabetan pedang Han Ciu, sambil tangannya melempar lima buah paku berwarna hitam.


Shing....Shing!


Senjata rahasia paku beracun balik menyerang ke arah 5 jalan darah kematian di dada Han Ciu.


Han Ciu memutar pedangnya di depan dada.


Ting....Ting....Ting!


Senjata paku beracun rontok ke tanah, tak bisa menembus putaran pedang tulang naga.


Manusia racun langsung melesat di antara para prajurit yang bertempur, berusaha melarikan diri.


Han Ciu yang sudah tahu akan kelicikan lawan, bergerak dengan ilmu langkah angin terus mengejar Manusia racun


Setelah berada di belakang tubuh Manusia racun, Han Ciu langsung menebas punggungnya.


Whut!


Merasakan angin menyambar ke arah punggung, Manusia racun bergerak ke kanan, kemudian tubuhnya berguling menjauh dari Han Ciu.


Sambil melemparkan puluhan jarum beracun yang batangnya agak kebiruan.


Shing....Shing....Shing!


Han Ciu terkejut melihat jarum berwarna biru melesat ke arah dada dari jarak dekat.


Tangan kirinya langsung menghantam dengan pukulan Dewa angin


Whut....Blar!


Jarum beracun langsung berhamburan rontok ke tanah, sebagian balik menyerang Manusia racun dan anak buah yang berada di dekatnya.


Jleb...Jleb!


Jarum beracun milik ketua perguruan selaksa racun menancap di dada dua prajurit bintang timur yang berada di dekat pemimpin mereka.


Manusia racun ketika melihat ke arah sekeliling, dan menyaksikan pasukannya mulai balik terdesak menjadi nekat.


Ketua perguruan selaksa racun mengambil sebuah tombak besi, kemudian menusuk ke arah dada Han Ciu.


Han Ciu menggeser tubuhnya, kemudian pedangnya menebas ke arah kaki.


Manusia racun loncat menghindari serangan pedang Han Ciu.


Ketika Manusia racun lompat dan hendak menusuk ke arah kepala.


Tangan kiri Han Ciu langsung mengibas.


Sebuah pedang hampa melesat cepat ke arah dada kiri Manusia racun.


Manusia racun terkejut dan sulit untuk menghindar.


Whut....Crep!


Pedang hampa menembus dada kiri Manusia racun.


Tubuh ketua perguruan selaksa racun, langsung tersungkur dari bibirnya meleleh darah segar.


Sambil memegangi dada kirinya yang bolong, Manusia racun mundur menjauh kemudian berbalik, hendak melarikan diri.


Han Ciu langsung melemparkan pedang tulang naga ke arah Manusia racun.


Shing....Crash!


Manusia racun menjerit kesakitan saat kaki kananya putus oleh lemparan pedang tulang naga.


Saat tubuhnya ambruk, Han Ciu melesat lalu menarik punggung baju Manusia racun, di angkat kemudian di bantingkan ke tanah.


Brak!


Kedua tangan Manusia racun berusaha menahan tubuhnya yang di banting, agar dadanya tidak hancur, terdengar suara berderak.


Krek....Krek!


Kedua pergelangan tangan Manusia racun patah, tak kuat menahan kerasnya bantingan Han Ciu.


Han Ciu mendengus menatap ke arah musuhnya.


Lalu dengan kakinya Han Ciu membalikkan tubuh manusia racun.


Dengan kaki putus dan kedua pergelangan tangan patah, serta darah yang terus keluar dari mulut.


Manusia racun menatap ke arah Han Ciu dengan mata penuh kebencian.

__ADS_1


Han Ciu menginjak dada Manusia racun.


Krek!


Tulang dada Manusia racun retak oleh injakan kaki Han Ciu.


“Cepat katakan dimana Han Cikung berada? Tanya Han Ciu sambil perlahan menambah tenaga pada kakinya, yang sedang menginjak dada lawan.


Phuih!


“Lebih baik kau bunuh saja aku,” jawab Manusia racun.


“Untuk hidup kau sudah susah, untuk mati juga tidak semudah itu, cepat katakan? Teriak Han Ciu sambil terus menginjak dada musuhnya.


Krek!


Mata Manusia racun mendelik menahan sakit, saat Han Ciu menginjak dadanya.


“Cepat katakan? Ucap Han Ciu.


Manusia racun yang sudah tak kuat, hendak mengeluarkan dan menggigit racun, yang sudah ia taruh diantara gigi belakang.


Han Ciu yang melihat Manusia beracun menatapnya sambil menyeringai, langsung menampar pipi Manusia racun.


Plak!


Dua buah gigi mencelat bersama sebutir pil racun dari dalam mulut manusia racun, keadaannya jadi tambah sangat mengenaskan.


“Kau tidak dengar perkataanku? Jika kau mau mati juga tak semudah itu.”


“Gu....guru Han Cikung bersama tuan Xiang Yu di kota Julu,” ucap Manusia racun.


Prak!


Han Ciu langsung menendang kepala Manusia racun hingga hancur berantakan, setelah Manusia racun menyebutkan tempat musuh yang palling di benci oleh Han Ciu berada.


Tubuh manusia racun di tendang oleh Han Ciu.


Buk!


Tubuh pemimpin bintang timur yang kepalanya hancur, melesat dan menghantam para prajurit yang sedang bertempur.


Beberapa orang prajurit terjungkal setelah terkena hantaman tubuh Manusia racun.


Prajurit bintang timur terkejut, ketika melihat pakaian yang di pakai oleh tubuh tanpa kepala yang menghantam mereka.


Ke...Ketua! Teriak prajurit bintang timur.


Melihat pemimpin mereka tewas, akhirnya satu persatu prajurit bintang timur menyerah.


Iblis Biru bersama dengan Huang Zilin menyambar sebuah kuda lalu melecut kuda yang mereka tunggangi ke arah barat, di ikuti oleh ratusan prajurit, untuk membantu Talaba serta Fang Ji.


Sebelum malam, akhirnya pertempuran berdarah di padang rumput Taiyuan berhasil di menangkan oleh pasukan Han Ciu.


Han Ciu kehilangan hampir 3000 pasukan dalam pertempuran di padang rumput Taiyuan.


Pasukan bintang timur yang menyerah dan di tawan berjumlah hampir 1000 prajurit.


Han Ciu berkumpul bersama anak buahnya sambil menatap mayat² yang berserakan, rumput yang hijau menjadi merah, tersiram darah para prajurit dari kedua belah pihak.


“Nyonya! Kenapa tidak memanggil pasukan ular untuk membantu? Tanya Tongki kepada Zhain Li Er.


Han Ciu yang mendengar perkataan Tongki lalu menoleh dan berkata.


“Paman Tongki benar, kenapa adik tidak memanggil pasukan ular.


“Hidungku malas mencium bau ular, rasanya mual dan ingin muntah! Jawab Zhain Li Er.


Dewi kipas tersenyum mendengar perkataan Zhain Li Er.


“Ini pasti bawaan dari si jabang bayi,” ucap Dewi kipas sambil tersenyum.


Han Ciu anggukan kepala mendengar perkataan Dewi kipas, begitu pula Tongki yang sedang berada di sampingnya.


“Kenapa kau ikut mengangguk? Tanya Dewi kipas.


“Aku sedang berpikir," ucap Tongki sambil meraih tangan Dewi kipas kemudian ia genggam.


Jika Dewi mengandung, aku juga tidak akan menyuruh Dewi untuk memanggil ularku,” ucap Tongki.


Dewi kipas yang mendengar perkataan Tongki wajahnya langsung merah


Sambil menepiskan tangan Tongki, Dewi Kipas langsung melesat pergi.


Tongki terkejut melihat perubahan yang terjadi pada Dewi Kipas.


"Apa salahku? batin Tongki


Lalu menoleh ke arah Han Ciu, melihat Han Ciu tersenyum begitu pula Xiao Er yang menutup mulut dengan tangan menahan tawa, serta Zhain Li Er yang menatap tajam ke arahnya.


Tongki teringat akan perkataannya.


"Aduh...celaka! kenapa aku sebut ularku."


Tongki langsung melesat menyusul Dewi Kipas.


Zhain Li Er mendengus sambil menatap Tongki.


"Dasar kadal tua."

__ADS_1


__ADS_2