
Bu Ban Liong yang melihat kesempatan saat Nenek Kipas Hitam sedang beradu omong dengan Tongki serta lblis Biru melesat ke arah pintu lalu menendang.
Brak !
Pintu yang tadi tertutup langsung terbuka
20 orang yang tengah bersiap melihat pintu terbuka kemudian bergerak ke arah pintu, 2 orang yang paling dekat langsung melesat ke arah pintu, saat 2 orang itu keluar.
Puluhan panah melesat dan menyambar ke arah keduanya.
Shing....Shing....Shing !
Keduanya berusaha menangkis panah – panah yang meluncur dengan pedang yang berada di tangan.
Ting....Trank....Jleb !
Mereka berdua berhasil menangkis panah yang menyerang dari luar, tapi panah dari dalam sama sekali tak mereka sangka, punggung salah seorang dari murid Bu Ban Liong tertancap panah yang di lesakkan oleh Talaba.
Lesatkan tanda naga merah, teriak Bu Ban Liong.
Seorang murid mengeluarkan tabung kecil lalu membakar sumbu, tak lama kemudian sinar merah melesat dari dalam tabung kecil.
Syuuut....Blaar !
Langit si atas kota Sishui merah oleh ledakan tabung bambu, yang di pakai penanda oleh anak buah Naga Api.
Bu Ban Liong tersenyum sinis sambil menatap Ping An.
Ha Ha Ha
“Ping An ! kau sendiri yang mencari masalah, jangan salahkan aku jika kota ini aku rebut,” teriak Bu Ban Liong sambil menatap Ping An.
“Tanda naga merah tadi adalah sebuah isyarat buat Setan tangan putih, agar membawa semua anggota perguruan naga api untuk menyerang tempat ini,” ucap Bu Ban Liong.
Han Ciu melesat meninggalkan Tongki dan memburu ke arah Bu Ban Liong, yang tengah mengancam gubernur Ping An.
“Bu Ban Liong, kali ini perguruanmu akan ku basmi, sebagai tumbal darah atas apa yang kau lakukan terhadap keluargaku.” Ucap Han Ciu sambil menatap ke arah Bu Ban Liong.
“Apa maksudmu ? Aku tidak kenal siapa kau, kau jangan menuduh sembarangan.” Bu Ban Liong berkata.
Ha Ha Ha
“Bu Ban Liong, dengar baik – baik, aku adalah keturunan terakhir dari sekte naga hitam yang telah kalian perlakukan dengan keji, asal kau tahu, semua yang ikut andil dalam penyerangan, 2 dewa, 1 iblis, 3 siluman 4 setan dan 5 perguruan, hanya tinggal beberapa saja yang tersisa, semuanya telah kubunuh, kini giliran perguruanmu akan ku basmi,” teriak Han Ciu.
Mendengar perkataan Han Ciu? Bu Ban Liong terkejut wajahnya pucat, dan mundur selangkah.
“Tidak.....tidak, ini fitnah ini fitnah,” teriak Bu Ban Liong.
“Keparaat ! Kau masih berani mungkir,” teriak Han Ciu sambil melesat ke arah ketua perguruan Naga Api.
Bu Ban Liong menghindari serangan Han Ciu yang menggunakan ilmu cakar naga hitam warisan keluarganya.
Keduanya lalu saling serang.
Sedangkan Sa Sie Hwa bersama Talaba melesat dan menyambar ke arah 20 orang murid utama Naga Api.
Jagal Utara yang melihat Sa Sie Hwa menyerang murid utama perguruan naga api berusaha memburu, tapi langkahnya tertahan oleh lblis Biru.
“Kau lawanku rambut aneh,” ucap lblis biru berkata dingin sambil menatap tajam ke arah Jagal Utara.
“Kalian bantu nyonya Sa Sie Hwa habisi orang – orang dari perguruan Naga Api.” lblis Biru berkata kepada Sepasang Hantu malam.
“Baik paman,” keduanya langsung melesat setelah mendapat perintah dari Iblis Biru.
Saat Tongki Hendak melesat ke arah Jagal Utara, nenek Kipas Hitam kemudian menghalangi pergerakan Tongki.
He He He
“Mau kemana ?” ucap nenek kipas hitam sambil mengedipkan matanya ke arah Tongki.
Tongki yang melihat kelakuan nenek kipas Hitam meludah karna sebal.
__ADS_1
Phuih....Phuih....Phuih
“Kenapa sih kau selalu saja ingin bertempur denganku, apa kau tak lihat bahwa aku sedang sibuk ? Ucap Tongki dengan nada kesal.
“Bagaimana jika aku temani ? Ucap nenek Kipas Hitam sambil mengedipkan matanya ke arah Tongki.
Dua jari Tongki langsung melesat hendak mencolok mata nenek kipas Hitam.
Sret !
“Bayangan hitam melesat, lalu sebuah kipas telah berada di tengah, menghalangi dua jari Tongki yang hendak mencolok.”
Phuih....Phuih !
Tongki dengan raut wajah kesal menarik kedua jarinya, kemudian bersiap dengan kedua tangan terbuka sambil menatap ke arah nenek kipas hitam.
“Baiklah mari kita bertarung,” ucap Tongki.
Nenek kipas hitam yang melihat Tongki berposisi hendak menyerang, mengerutkan keningnya.
Sret !
Kipas yang di pegang oleh nenek kipas hitam terbuka sambil mengipas, nenek Kipas Hitam bertanya
“Sedang apa kau ?
Kini malah balik Tongki yang merasa heran dan bingung, mendengar perkataan nenek Kipas Hitam.
“Ya bertarung, kita kan musuh,” ucap Tongki.
“Aku lagi malas bertarung, lebih baik kita melihat pertarungan antara Jagal Utara melawan kawanmu,” nenek kipas hitam membalas ucapan Tongki.
“Makin lama aku semakin kesal padamu, kau pantasnya di sebut nenek Muka Hitam.” Ucap Tongki.
Tapi setelah melihat kedua golok Jagal Utara keluar serta Iblis Biru kedua tangannya mulai berubah, Tongki jadi tertarik ingin melihat pertempuran.
Nenek Kipas Hitam lalu mendekati Tongki dan berdiri di sebelah Tongki.
“Benar kan kataku, daripada kita bertarung, bukankah lebih baik kita melihat mereka bertarung.”
He He He
“Kau benar muka hitam,”
Cis !
“Dasar kakek tak punya perasaan,” ucap nenek Muka Hitam.
“Bagaimana jika kita bertaruh ? Tongki berkata sambil menoleh ke arah nenek Kipas Hitam.
Hmm !
Nenek Muka Hitam mengerutkan keningnya,
“Coba katakan !” ucap nenek Muka Hitam.
“Iblis Biru sahabatku jadi aku bertaruh untuknya,” ucap Tongki.
“Jika kau ingin bertaruh untuk Jagal Utara juga tak apa.” Nenek Muka Hitam berkata kepada Tongki.
Phuih !
“Masa aku bertaruh untuk keduanya, jadi supaya kalah atau menang aku sendiri yang dapat, begitu maksudmu ?” ucap Tongki.
Cis !
“Maksud aku kan dia bisa memilih Jagal Utara, sedangkan aku memilih lblis Biru, kenapa dia berpikir bahwa dia harus pilih dua – duanya,” pikir nenek Kipas Hitam dalam hati.
Setelah berpikir, kemudian nenek Kipas Hitam berkata “Dasar Tutol,”
Tongki mengerutkan kening lalu bertanya.
__ADS_1
“Apa Tutol ?
“Tua Tolol,” jawab nenek Kipas Hitam.
Saat melihat mata Tongki melotot, buru – buru nenek Kipas Hitam berkata.
“Sudah cepat katakan apa taruhannya ?” mereka sudah mulai bertarung.”
Mendengar perkataan nenek muka hitam, Tongki lalu menjelaskan.
“Jika iblis Biru menang, kau jangan ganggu aku lagi.
“Tapi jika Jagal Utara yang menang, kau boleh mengganggu aku, bagaimana ?”
“Baik ! anggap saja kita sepakat,” ucap nenek Kipas Hitam.
Kedua golok berbentuk kotak menyambar ke arah lblis Biru.
Sepasang golok jagal, tidak terlalu panjang dan berbentuk kotak.
Tetapi itu malah memudahkan lblis Biru, karna ia bisa bertarung jarak dekat dengan Jagal Utara, tetapi lblis Biru juga selalu waspada, sekali kena tebasan sepasang golok jagal pasti akan berakibat parah.
Iblis Biru memainkan jurus titik beku untuk menghadapi Jagal Utara.
Keduanya saling sambar, untuk mencari celah dan kelemahan lawan yang mereka hadapi.
Whut !
Golok menyabet ke arah pinggang lblis Biru.
Iblis Biru mundur sambil memutar ke samping balik menyerang punggung Jagal Utara.
Merasakan angin dingin, menyambar punggung, Jagal Utara tubuhnya berputar dengan sepasang golok jagal, balik mengancam tangan Iblis Biru yang menyerang punggung.
Iblis Biru menahan serangan, telapak kanan lalu mendorong, angin yang amat dingin keluar dari telapak kanan, lblis Biru mengeluarkan pukulan Angin Es menghantam Jagal Utara.
Merasakan Angin yang sangat dingin, Jagal Utara mundur, kemudian loncat sambil kakinya menendang ke arah kepala lblis Biru.
Iblis Biru mendengus, lalu menangkap kaki Jagal Utara.
Tap !
Setelah berhasil menangkap kaki Jagal Utara, Iblis Biru hendak meremas kaki Jagal Utara
Jagal Utara yang merasakan kakinya seperti Beku, kemudian menjatuhkan diri, sambil menebas kaki lblis Biru.
Iblis Biru melihat kakinya terancam lalu melempar Jagal Utara, Jagal utara yang berhasil melepaskan kakinya dari ancaman, lalu salto kemudian turun.
Iblis Biru yang melihat musuhnya masih berdiri, lalu menghantam dengan jurus Angin Es.
Jagal Utara terkejut, baru saja sampai sudah di serang lagi oleh lblis Biru dengan pukulan Angin Es.
Jagal Utara memutar sepasang golok Jagal, untuk melindungi tubuhnya dari pukulan Angin Es
Suara angin menderu keluar dari putaran golok Jagal Utara.
Blam !
Jagal Utara mundur dua langkah karna kalah tenaga dalam.
Nenek kipas Hitam yang melihat pertarungan, tampak kagum, lalu berkata.
“Hebat....ilmunya benar – benar tinggi.
Wajahnya juga tampan.” Ucap Nenek Hitam.
“Kau kan bertaruh untuk temanmu, lalu kenapa kau malah memuji lblis Biru ? Tanya Tongki.
“Biar saja, memang lblis Biru berwajah tampan, apa aku salah ? Jawab Nenek Kipas Hitam.
Phuih !
__ADS_1
“Sana sini bilang hebat, semua orang di beri kedipan.” Tongki mendengus sambil menatap nenek Kipas Hitam.
“Dasar muka Cabuul’