
Setelah tertawa tawa dan melambaikan tangan, Zhain li er lalu menghampiri Han ciu.
"Bagaimana muka ayam, aku hebat kan ?"
Han ciu tersenyum mendengar perkataan dari Zhain li er, memang harus di akui Li er hebat, dan itu sudah terbukti, 10 orang anak buah pilihan beruang hitam tewas dengan waktu yang tak lama.
"Kau mundurlah dan berhati hati tolong jaga Racun cilik !" dan kau racun cilik, jika kau lihat mereka menggunakan racun, langsung beritahu aku dan beri obat penawarnya, jangan kau kasih aku obat batuk lagi."
Zhain li er dan Racun cilik mengangguk mendengar perkataan Han ciu lalu mereka mundur dan berjaga dekat pintu keluar goa.
Han ciu maju, dan menatap ketiga orang yang berada di depannya.
Selain Beruang hitam, jika mempunyai informasi penting dan memberitahu aku, dia selamat di dalam goa ini.
"Bagaimana, ada yang tertarik ?"
Ha ha ha.
"Kau pikir bisa semudah itu mendapatkan informasi dari kami bocah."
Hmm !
"Kau selalu memanggilku bocah, jangan salahkan bocah ini nanti yang akan mencingcang tubuhmu."
Mendengar perkataan Han ciu, beruang hitam melepaskan rantai yang melilit pinggang, sebuah rantai baja putih yang memiliki bola berduri di ujung rantai.
Wakil ketua dan penasehat hukum, mengeluarkan tongkat cakar beruang, seperti yang di gunakan oleh 10 anak buah yang tewas, tapi senjata yang di miliki oleh kedua petinggi dari perguruan Beruang hitam, bukan tongkat kayu tapi besi hitam yang keras dan berat.
Ketika kedua tongkat cakar beruang di putar, keluar suara deru angin dari putaran tongkat.
Beruang hitam memutar mutar rantai di atas kepala, sambil menatap Han ciu.
"Keluarkan senjatamu bocah !"
"Senjataku ini !" Han ciu membalas perkataan Beruang hitam, sambil memutar mutar tombak pendek yang tadi berhasil ia tangkap, sebuah tombak bambu yang batangnya lebih besar dari anak panah, dan mata tombak dari besi berkarat yang tak terlalu besar.
Beruang hitam tak bisa menahan emosi mendengar perkataan Han ciu.
Rantai baja putih yang memiliki bandul berduri melesat menyambar kepala Han ciu.
Han ciu menunduk lalu mengeser tubuhnya kesamping, dan tombak pendek menyambar pingang Beruang hitam.
Phuuuih !
"Akan kuhancurkan tombak bambu itu dengan rantai bola duri." ucap beruang hitam dalam hati, sambil menyabetkan rantainya ke arah tombak yang di pegang Han ciu.
Rantai dari lemas berubah menjadi kaku dan menyabet ke arah tombak, Ketika kedua senjata akan bertemu, keduannya menyeringai.
Beruang hitam menyeringai penuh kemenangan, sementara Han ciu menyeringai sinis sambil menatap bengis ke arah Beruang hitam.
Ketika rantai akan bertemu dengan tombak bambu Han ciu, senyum di bibir beruang hitam langsung hilang, melihat tombak berubah di lapisi warna perak, dan siap menghantam rantai bola duri yang di pegang oleh Beruang hitam.
Beruang hitam menarik tenaga dalamnya dari rantai, rantai yang tadinya keras langsung lemas.
Suara gemerincing terdengar ketika tombak Han ciu menyusuri rantai bola duri milik Beruang hitam dan menimbulkan percikan percikan api kecil.
Beruang hitam menarik rantai bola duri, tapi Han ciu sudah menarik tombak, dan kakinya menendang ke arah kaki beruang hitam.
Bhuuuk !
Setelah menendang Han ciu mundur, begitu juga Beruang hitam.
Keduanya saling tatap, Beruang hitam terus memutar mutar rantai bola duri miliknya.
Han ciu sedikit terkejut ketika tendangannya tak berpengaruh terhadap Beruang hitam, Han ciu belum tahu jika Beruang hitam mempunyai kulit tubuh alami yang keras, pukulan atau tendangan yang tidak menggunakan tenaga dalam tinggi tak akan berpengaruh terhadap Beruang hitam.
Sedangkan Beruang hitam kaget ketika melihat tombak Han ciu yang langsung berubah seperti ada sinar perak menyelimuti tombak, hingga menarik tenaga dalam dan melemaskan rantai.
Beruang hitam setelah melihat hawa tenaga dalam Han ciu yang aneh dan bisa melapisi tombak bambu, Beruang hitam tanpa ragu lalu memberi isyarat kepada wakil ketua dan tetua bagian hukum untuk membantunya menghadapi Han ciu.
Kedua anak buah Beruang hitam memutar tongkat cakar beruang.
Suara angin menderu keluar dari putaran tongkat yang berat dari kedua anak buah Beruang hitam.
Han ciu memutar perlahan tombak bambu, dan matanya menatap kearah ketiga orang yang berada di depan.
"Semua maju !" Han ciu sambil berjalan cepat, lalu melesat, tombak bambu menyabet ke arah dada, Hu pangcu yang di sebut beruang gunung dan adik seperguruannya yang menjabat tetua bagian hukum, mereka di sebut sepasang cakar beruang, mereka berdua dan Beruang hitam adalah satu perguruan dan Beruang hitam adalah murid pertama.
Melihat kakaknya di serang, Cakar beruang bergerak dari kiri, lalu menghantamkan tongkatnya ke arah tombak Han ciu.
Han ciu yang melihat Cakar beruang menyerang dari kiri menarik tombaknya, Han ciu mundur selangkah sambil tangan kiri dengan jurus cakar naga hitam, menyambar perut Cakar beruang.
Melihat adik seperguruannya dalam bahaya, Beruang hitam menyabetkan rantai bola duri ke kaki Han ciu.
Han ciu yang tak mau kakinya terbelit rantai atau terkena bola duri, lompat melesat ke atas, sambil kakinya menendang dada Cakar beruang,
Bhuuk !
Cakar beruang terpental, sementara Han ciu menggunakan dada Cakar beruang untuk memantulkan tubuhnya kebelakang, sambil bersalto, Han ciu turun sambil tangan kiri mengibas ke arah Cakar beruang yang sedang terpental.
Sebuah pedang hampa melesat cepat ke arah Cakar beruang,
Sriing !
Beruang gunung melihat adikny dalam bahaya menghantamkan tongkat cakar beruang ke arah pedang hampa yang melesat cepat.
Traang !
Tongkat besi milik beruang gunung bergetar, tangannya terasa panas, pedang hampa arahnya berbelok dan menghantam dinding batu, percikan api terlihat ketika pedang hampa menghantam dinding batu.
Beruang hitam melesat dan menahan cakar beruang agar tidak jatuh, lalu memberi sebuah pil, kemudian menekan punggung adiknya berusaha membantu luka dalam yang di derita oleh Cakar beruang.
Beruang gunung berdiri di depang Beruang hitam yang sedang mengobati adik seperguruan.
__ADS_1
"Sute, apa kau baik baik saja ?" Beruang hitam bertanya ketika melihat Cakar beruang menarik nafas panjang.
"Terima kasih suheng, aku baik baik saja."
Dadaku seperti remuk dan susah bernapas ketika terkena tendangan bocah keparaat itu.
Dia tidak seperti yang kita duga, kita harus hati hati, Beruang hitam berkata kepada adik adik seperguruannya.
Kau pulihkan saja dulu, biar suheng dan sute yang akan menghadapi bocah itu.
Cakar beruang mengangguk lalu memejamkan mata, berusaha menyembuhkan luka dari dalam.
Han ciu yang sudah di liputi dendam mengibaskan tangan kiri, 3 buah pedang hampa sekaligus menyerang Beruang hitam.
Beruang hitam melemparkan rantai ke arah pedang hampa Han ciu, sedangkan Beruang gunung melesat ke samping dan membabat Pedang hampa dari arah samping.
Criiing !
Rantai bola duri mental ketika beradu dengan pedang hampa yang di keluarkan Han ciu.
sedangkan Tongkat cakar beruang menyabet dan menghantam pedang hampa.
Tombak Han ciu menyabet ke arah leher beruang gunung, beruang gunung terkejut dan menunduk menghindari sabetan tombak Han ciu.
Lalu tongkat cakar beruang, mencakar ke arah perut Han ciu.
Han ciu, tangan kirinya mendorong dan itu sama sekali tak di duga oleh Beruang gunung dan ia tak melihat tangan kiri Han ciu yang perlahan berubah menjadi merah.
Sebelum cakar yang berada di ujung tongkat mengoyak perut Han ciu.
Sinar merah melesat keluar dari tangan kiri, tongkat besi Beruang gunung menjadi merah, Beruang gunung menahan tangannya yang hangus terbakar sambil menarik tombak, dan memutarnya berusaha menahan pukulan Dewa api.
Blaaamm !
Pukulan dewa api, menghantam tongkat cakar beruang yang terbuat dari besi hitam.
tongkat yang sudah merah perlahan meleleh dan pukulan dewa api terus menghantam dada Beruang gunung.
Percikan logam yang terbakar dan mencair akibat panas dari pukulan dewa api muncrat dan banyak mengenai tubuh bahkan muka Beruang gunung.
Aaarrrrgh !
Bau daging terbakar dan asap yang mengepul menambah seram suasana di dalam markas pusat.
Setelah teriak menahan sakit, Beruang gunung langsung tewas.
Dada Beruang gunung hangus terbakar, dan sebagian dada.sampai kepala ada cairan merah menyala yang berasal dari tongkat besi yang mencair
Beruang hitam melihat kematian yang mengenaskan dari Beruang gunung,
Ia lalu melemparkan rantai bola duri, ke arah Han ciu.
Han ciu menangkis bola duri dengan tombak bambu.
Han ciu mundur lalu tubuhnya bergerak ke kanan, dari kanan Han ciu menusukan tombak nya ke arah pinggang.
Beruang hitam menarik lalu memutar rantai bola duri.
Whuut..Whuut !
Rantai bola duri kembali menyerang ke arah dada, sambil Beruang hitam mundur menghindari serangan tombak bambu Han ciu yang ke arah pinggangnya.
Keringat mulai tampak menghiasi wajah Beruang hitam.
Han ciu menggeserkan tubuhnya, lalu tombak di hantamkan ke rantai Beruang hitam.
Criiing !
Rantai mengendur dan bola duri menghantam lantai goa.
Blaaar !
Han ciu melihat bola duri menancap di lantai goa.
Lalu tombak bambu yang telah di aliri tenaga dalam tinggi, di lemparkan Han ciu ke arah beruang hitam.
Shiiing !
Beruang hitam terkejut melihat tombak yang di lapisi sinar perak dari ilmu jiwa pedang melesat cepat ke arah Dada.
Beruang hitam melepaskan rantai bola duri, lalu bergerak menghindari serangan tombak Han ciu.
Whuuut !
Melihat Beruang hitam menghindari serangan tombaknya, tangan kiri Han ciu mendorong dengan pukulan Dewa angin.
Angin menderu keluar dari tangan Han ciu dan menghantam tubuh Beruang hitam.
Bhuuuuk !
Beruang hitam langsung terlempar dan tubuhnya menghantam dinding goa.
Beruang hitam bangkit kembali, matanya menyorot tajam.
Hebat juga daya tahan tubuh Beruang hitam, pukulan Dewa angin telak menghantam dada tapi Beruang hitam seperti tak merasakan sakit dan bangkit kembali, ucap Han ciu dalam hati sambil menatap tajam beruang hitam.
Tubuhnya sangat kuat, agaknya pukulan tak mempan terhadap badan Beruang hitam.
Han ciu memutar kedua tangan, lalu di depan tubuhnya sudah terlihat beberapa pedang hampa siap melesat ke arah Beruang hitam.
Beruang hitam melihat pedang hampa seperti hawa tenaga dalam berbentuk seperti asap, langsung pasang kuda kuda dan bersiap, Beruang hitam tahu dan tidak khawatir terhadap pukulan tapi dengan senjata, kekuatan tubuh alami yang ia miliki belum tentu bisa menahan.
Han ciu lalu melesat pedang hampa berputar di sekitar tubuh Han ciu, kedua tangan Han ciu juga berubah keperakan karna di aliri hawa pedang dan ilmu jiwa pedang.
__ADS_1
Tangan Han ciu mengibas, 2 buah pedang Hampa melesat menyerang kepala dan dada Beruang hitam.
Beruang hitam melihat serangan pedang hampa milik Han ciu bergulingan di lantai goa menghidari serangan, sambil tubuhnya menggelinding bergerak menhampiri Han ciu, tangan beruang yang seperti cakar beruang menyambar perut Han ciu.
Han ciu menghantamkan tangan kanannya ke arah tangan beruang hitam.
Whuuut !
Beruang hitam menarik tangannya, lalu tangan kiri menyambar pinggang Han ciu.
Han ciu melihat kini pinggangnya di serang, mengerahkan tenaga dalam jiwa emas.
Beruang hitam tersenyum, ketika tangan kirinya menyambar dan mengenai pinggang Hanciu.
Breet..Bhuuk !
Beruang hitam terkejut sewaktu merasakan Tangannya yang seperti mencakar besi keras.
Han ciu melihat tangan kiri Beruang hitam, menebas dengan tangan kirinya yang sudah di kelilingi sinar berwarna perak.
Craaash, aaauuuuggghr
Beruang hitam menjerit seperti suara Beruang kesakitan sewaktu tangan kirinya putus terkena sabetan tangan kiri Han ciu yang di aliri jiwa pedang.
Beruang hitam loncat mundur sambl menotok jalan darah di pangkal lengannya agar darah berhenti keluar dari tangannya yang putus.
Han ciu tak mau memberi kesempatan kepada Beruang hitam.
Kedua tangan kanan dan kiri berputar, puluhan pedang hampa tercipta, Han ciu kemudian mendorong kedua tangannya, puluhan pedang hampa melesat menyerang Beruang hitam.
Shing..Shing..Shing
Beruang hitam wajahnya pucat, lalu dengan dengan sekuat tenaga mendorong tangan kanannya, angin kencang melesat dan berusaha menahan pedang hampa Han ciu.
Blaaaam !
Pedang hampa sebagian berhamburan ke samping, dan sisanya melesat melewati tubuh dan kepala Beruang hitam.
Sebuah pentalan pedang hampa menyambar bahu cakar beruang yang berusaha menyembuhkan luka dalam, bahu Cakar beruang bolong terkena pedang hampa Han ciu.
Cakar beruang langsung terjungkal dan dari mulutnya menyembur darah segar.
Han ciu terus memburu Beruang hitam yang hanya bisa mundur karna nyalinya sudah pecah melihat ilmu pedang musuh.
Han ciu menedang pinggang Beruang hitam,
Beruang hitam menangkis tendangan Han ciu.
Tapi posisi dada Beruang hitam yang kosong, Tangan kiri Han ciu menyambar dan lurus ke dada Beruang hitam.
Breeeesh !
Beruang hitam melotot, lalu tangan kanannya memegang erat tangan kiri Han ciu, agar tangan Han ciu berhenti dan tidak masuk lebih dalam ke dadanya.
Han ciu menyeringai, ketika wajahnya berhadapan dengan wajah beruang hitam.
"Kau tau !" aku adalah orang yang selamat atas pembantaian yang kalian lakukan terhadap sekte naga hitam.
Beruang hitam terkejut, raut wajahnya terlihat sangat ketakutan ketika mendengar bahwa Han ciu adalah keturunan sekte Naga hitam.
Perlahan mata Beruang hitam menutup, ketika tangan kiri Han ciu sedikit demi sedikit masuk kedalam tubuh beruang hitam.
Breesh !
Hampir setengah tangan Han ciu masuk, dan beruang hitam langsung terkulai, Han ciu lalu menarik tangan kirinya yang berlumuran darah.
Beruang hitam langsung jatuh, dan tewas seketika.
Han ciu dengan tangan masih berlumuran darah, menghampiri Cakar beruang yang masih merintih karna bahunya tertembus pedang hampa milik Han ciu
Han ciu jongkok dengan kaki menginjak bahu Cakar beruang.
"Kau mau cerita atau mau mati disini ?"
"Am..ampun tuan, jika tuan berjanji tidak membunuh hamba, apapun yang tuan tanyakan akan hamba jawab."
Baik, aku tak kan membunuhmu di sini, cepatk katakan apa yang kau ketahui tentang Mao san, dan siapa saja yang membantunya melakukan penghianatan.
Cakar beruang dengan wajah ketakutan lalu menceritakan yang ia tahu tentang pemberontakan yang terjadi di perguruan api suci.
Han ciu wajahnya berubah ubah menjadi gemas dan kesal, kadang merah karna emosinya memuncak mendengar kelicikan kelicikan Mao san, yang telah memprdaya ketua Cen dan para petinggi perguruan api suci.
Setelah menceritakan yang ia tahu, lalu cakar beruang berjalan tertatih tatih sambil memegangi bahunya yang bolong.
Racun cilik mengerutkan dahi ketika melihat Han ciu memberi isyarat agar kedua gadis itu memberi jalan, supaya Cakar beruang bisa keluar dari goa.
"Kenapa kau bebaskan dia !" Racun cilik berkata,
"Benar, bukankah kau tadi bilang akan membunuh semua yang ada di dalam goa ? ucap Li er, ia juga merasa heran atas keputusan Han ciu.
Aku berjanji tak akan membunuhnya di dalam goa, tapi aku kan tak berjanji ia keluar dengan selamat.
Selesai Han ciu berkata, dari luar terdengar teriakan kencang Cakar beruang.
yang kepalanya di tebas putus oleh pedang langit.
He he he
"Benar juga !" siapapun yang keluar goa jangan biarkan hidup," ucap Racun cilik.
Xi xi xi,
Li er tertawa sambil melirik ke arah Han ciu.
__ADS_1
Dasar Licik.