
Karna hari sudah siang rombongan berangka, malam itu mereka menginap, di sebuah hutan, lalu ke esokkan harinya mereka kembali melanjutkan perjalanan.
Sebelum sore rombongan menginap di luar kota Sishui, sepasang Hantu Malam memberi tahu jalan yang sering di gunakan oleh anggota perguruan, jadi rombongan bisa menjauh mencari tempat aman untuk mendirikan tenda sementara sambil menunggu kabar dari Talaba.
“Ketua !” kami akan masuk terlebih dahulu ke kota Sishui, ucap lblis biru.
“Ada sepasang Hantu Malam, kami juga bersama murid sahabatku ini akan masuk dan melihat lihat keadaan serta situasi di dalam perguruan,” lanjut perkataan lblis Biru.
“Apa tidak berbahaya paman ?” tanya Han Ciu.
“Ketua ! kami berdua akan bertanggung jawab, terhadap paman guru, paman guru orang yang tak mudah di kenali, apalagi kami ada perjanjian dengan Bu Ban Liong untuk mencari paman guru.
“Ketua perguruan Naga Api pasti akan senang jika kami menemukan paman lebih dulu, jadi mereka tidak usah mencari.” Ujar Hantu Malam rambut putih.
Han Ciu mengangguk mendengar perkataan Salah seorang dari Hantu Malam.
“Jika mereka bertanya tentang markas cabang, apa yang akan kalian jawab ?” tanya Han Ciu.
“Kami sudah memikirkan hal itu, ketua tidak usah khawatir. Jika ternyata kami sudah di curigai, kami akan keluar dan kalau bisa kami sekalian akan memancing para petinggi dari perguruan Naga Api.” Jawab Si rambut putih.
Han Ciu mengangguk mendengar perkataan dan alasan mereka.
“Ketua !” aku ijin untuk ikut bersama dengan lblis biru,” Tongki berkata.
Cis !
“Jika kau ikut, hancur semua penyamaran mereka,” ucap Zhain Li Er.
“Dasar gadis kampret, aku ingin ikut karna, malas bersama – sama denganmu disini,” Tongki berkata dalam hati mendengar perkataan Zhain Li Er.
“Paman,
“Benar kata adik Li, jika penyamaran mereka terbongkar gara – gara ulah paman bagaimana ?” tanya Han Ciu.
“Tidak akan ketua, hamba akan menuruti perkataan, si hitam putih dan lblis Biru,” ucap Tongki.
“Lagi pula....lagi pula,”
“Lagi pula apa paman ?” tanya Han Ciu melihat Tongki seperti yang ragu untuk bicara.
“Lagi pula aku merasa tak aman di sini ketua,” Tongki berkata sambil melirik ke arah Zhain Li Er yang juga sedang menatapnya.
Cis !
“Kau dimana mana juga tidak akan aman,” Zhain Li Er berkata ketus.
Han Ciu tersenyum, lalu bertanya kepada lblis Biru dan sepasang Hantu Malam.
“Bagaimana menurut kalian, jika paman Tongki ikut pergi bersama ?”
Sepasang Hantu Malam saling pandang, kemudian mengangguk sambil berkata.
__ADS_1
“Tak jadi masalah ketua, asalkan saudara Tongki mau menuruti perkataan kami, itu malah lebih bagus,” jika ada hal yang mendesak, saudara Tongki bisa ikut membantu kami.” Rambut putih berkata.
Han Ciu mengangguk, menyetujui Tongki ikut bersama lblis Biru.
Tiga orang ikut bersama sepasang Hantu Malam, sedangkan satu orang berpisah setelah masuk kota Sishui, mencari Talaba.
Iblis Biru, Tongki bersama sepasang Hantu Malam langsung bergerak menuju perguruan Naga Api.
Para penjaga memberi hormat kepada sepasang Hantu Malam dan tanpa bertanya siapa orang 2 orang yang bersama mereka.
Sepasang Hantu Malam di persilahkan masuk.
Bu Ban Liong yang mendengar kedatangan sepasang Hantu Malam sudah menunggu di ruang depan bersama beberapa pembantunya, Nenek Kipas Hitam, Jagal Utara serta, Setan Tangan Putih.
Bu Ban Liong sangat senang mendapatkan anak buah seperti sepasang Hantu Malam, tidak banyak bicara serta berilmu tinggi.
Mengenai Han Ci kung dan Ming Mo, Bu Ban Liong terus mengulur waktu sambil berusaha mengetahui orang yang di cari sepasang Hantu Malam, jika mereka orang yang berbahaya, Bu Ban Liong angkat tangan, tapi jika mereka bisa di ajak kerja sama, Bu Ban Liong akan mengajak mereka bergabung untuk menambah kekuatan perguruan Naga Api., itulah niat Bu Ban Liong.
Sepasang Hantu Malam masuk ke ruangan, lalu memberi hormat kepada Bu Ban Liong.
Bu Ban Liong tersenyum, lalu bicara.
“Sudah...Sudah, tak usah banyak adat.”
“Ketua, apa sudah ada kabar dari markas Cabang yang di pimpin oleh wakil ketua Tongkat Naga.” Rambut Putih bertanya.
Bu Ban Liong mengerutkan kening mendengar perkataan Rambut Putih.
Rambut Putih tampak heran mendengar perkataan Bu Ban Liong.
“Kami di perbatasan, bertemu dengan anak buah ketua Tongkat Naga yang sedang bertempur.
“Lalu kami membantu dan setelah bertempur, ternyata orang yang kami hadapi adalah orang yang selama ini kami cari, dia adalah sahabat guru kami, Ming Mo.
“Lalu kami menyuruh anak buah wakil ketua kembali ke markas untuk memberi tahu, sedangkan kami kembali ke Sishui.” Ucap Rambut Putih.
Hmm !
Bu Ban Liong mengangguk, lalu tersenyum sambil mengangguk.
“Yang mana Tuan Ming Mo, sahabat guru saudara ?” tanya Bu Ban Liong.
“Aku Ming Mo,” lblis Biru berkata dengan wajah dingin.
Bu Ban Liong tersenyum, kemudian memberi hormat, lalu bicara.
“Selamat datang di tempat kami tuan Ming Mo.”
“Panggil saja lblis Biru,” ucap Ming Mo.
“Panggil aku Tongki,” perasaan tidak enak di dengar, pikir Tongki dalam hati sambil mengerutkan kening.
__ADS_1
Bu Ban Liong tersenyum dan mengangguk.
Ia mengerti, semakin aneh sipat seorang tokoh tua, kepandaiannya pasti hebat.
Jagal utara yang bertubuh besar, dengan perut buncit, rambut agak keriting dan di pinggangnya terdapat golok jagal yang biasa untuk Merencah tulang hewan yang baru di sembelih.
Jagal utara mendengus kesal melihat sikap lblis Biru yang dingin.
Sedangkan Nenek Kipas Hitam yang bertubuh kurus, bergincu serta pupur tebal melirik ke arah Tongki sambil mengedipkan mata beberapa kali.
Phuih !
“Nenek peot itu matanya kedap kedip terus seperti obor tertiup angin.
“Kalau usil padaku, akan ku colok matanya,” Tongki berkata dalam hati
“Ketua, apa harus kita percaya begitu saja orang yang belum lama kita kenal ?” Jagal utara angkat bicara.
Iblis Biru mendengus mendengar perkataan Jagal utara, lalu menatap tajam ke arah pria bertubuh besar itu.
Ha Ha Ha
Hantu Malam rambut putih tertawa.
“Jagal utara, kau dari dulu tak suka pada kami, kau pikir sepasang Hantu Malam orang bodoh, Rambut putih berkata sambil menatap tajam ke arah pria besar berperut buncit.
“Kita semua kawan sendiri, kenapa harus bertengkar, jika ingin saling kenal silahkan, tapi ingat !” aku tak ingin ada permusuhan di sini,” Bu Ban Liong yang belum tahu kemampuan orang yang di sebut paman serta satu orang yang membawa golok di punggung.
Mendengar perkataan Bu Ban Liong, Jagal Utara melesat dan berdiri di samping ketua perguruan Naga Api.
“Ketua, jika boleh, hamba ingin mencoba kepandaian paman dari sepasang Hantu Malam.” Jagal Utara memberi hormat sambil bicara.
“Bagaimana menurut saudara Rambut Putih, serta tuan Iblis Biru terhadap usulan Jagal Utara ?” tanya Bu Ban Liong sambil tersenyum licik.
Melihat sepasang golok kotak yang biasa untuk menjagal hewan, Tongki memegang tangan lblis Biru, “biar aku saja yang maju,”
Ucap Tongki sambil tersenyum.
Iblis Biru mengerutkan kening melihat tingkah Tongki.
“Tidak biasanya kau menawarkan diri ?" ucap lblis Biru dengan wajah tak percaya.
“Aku sedang baik hati,” Tongki membalas perkataan lblis Biru.
“Ada apa dengan dia ? pasti ada alasan dia mau melakukannya,” lblis Biru berkata dalam hati
Tongki lalu menepak pelan Bahu lblis Biru, dan berbisik.
“Aku Hadapi Pria besar ini, sedangkan kau layani nenek centil itu,” Tongki berbisik sambil maju ke hadapan Jagal Utara.
“Saat melihat Nenek Kipas Hitam yang sedang mengedipkan matanya,” lblis Biru mendesis, wajahnya tampak kelam sambil menatap kesal ke arah Tongki.
__ADS_1
“Dasar keparaaat”