
Setelah mendengar rencana Han Ciu, ke esokan hari, Xue Yang memerintahkan anak buahnya untuk memberi kabar kepada orang yang berada di dalam kota Xue.
Burung burung merpati digunakan menyampaikan pesan lewat udara, dilepaskan dari hutan yang menuju beberapa sudut kota Xue.
Han Ciu sambil menunggu kabar dari Xue Yang, jarang keluar kamar, ia selalu di temani oleh Zhain Li Er dan Racun cilik, hanya terdengar suara canda tawa mereka dari dalam kamar, Xue Hwa dua kali mengantarkan makanan untuk Han Ciu, tapi kemudian tak mau lagi, karna merasa malu dan jengah, sering melihat kemesraan kemesraan mereka bertiga
Sin Ko dianggap perwakilan Han Ciu menunggu kabar, ia selalu bersama dengan Xue Yang.
Sin Ko cerita kepada Xue Yang bahwa ia orang pertama yang bertemu dengan Han Ciu.
membuat Sin Ko semakin dipercaya oleh Xue Yang.
Perkiraan Han Ciu benar, malamnya mereka mendapat kabar, serta ada seorang yang keluar dari dalam kota, menemui Xue Yang untuk membahas, meloloskan Han Ciu serta rombongan masuk ke dalam kota Xue.
Seorang lelaki tua, tengah bercakap cakap bersama Han ciu, Xue Yang serta Sin ko.
"Besok malam ada pertunjukan di kediaman golok api, mereka bilang itu hiburan untuk rakyat, memang benar yang di katakan golok api, hiburan sebelum rakyat Kota Xue di peras oleh golok api atas perintah Xuang Yu." ucap pria tua itu berapi api.
"Jadi siapa yang akan kami selundupkan tuan gubernur ?"
"Tuan pendekar ini dan kedua istrinya, apa menurutmu bisa A Sek ?"
Besok pagi pagi akan ada rombongan akrobat yang akan lewat untuk menghibur di kota Xue.
hamba rasa bisa tuan, ponakan hamba salah satu pemain akrobat itu.
A Sek tersenyum, besok aku akan menjemput dan membawa tuan ini bergabung bersama rombongan agar bisa masuk ke dalam kota Xue.
Han Ciu mengangguk mendengar perkataan A Sek, menurut Han Ciu, jika terjadi keramaian biasanya sistem penjagaan akan longgar dan tidak terlalu ketat, karna banyak orang keluar masuk kota.
Setelah menyusun strategi, Han Ciu, Zhain Li Er serta racun cilik yang akan menyusup dan membuat kekacauan dari dalam, sementara orang orang Xue Yang yang berada di dalam kota, ketika perhatian pasukan musuh terpecah. baru anak buah tuan Xue membuka pintu gerbang dan memberi isyarat agar pasukan yang berada di luar menyerbu masuk kota.
"Tuan, bagaimana denganku, apa aku juga termasuk bersama rombonga yang ikut masuk kedalam kota Xue ?"
Paman ikut bersama dengan rombongan Tuan Xue Yang, biat aku bertiga saja yang masuk kedalam.
Sin Ko tersenyum mendengar perkataan Han Ciu.
Benar saja apa yang dikatakan oleh si tua A Sek.
Sebelum siang, rombongan pemain akrobat yang akan meramaikan acara di kota Xue lewat.
A sek lalu berbicara dengan ponakannya dan meminta tolong untuk membawa 3 orang yang ingin masuk ke kota Xue, ponakan A Sek akhirnya mau menerima Han ciu setelah mendapat ijin dari pemimpin akrobat yang Bernama Ta Tong, lalu mereka bersama sama pergi ke kota Xue.
Siang hari rombongan akrobat yang bernama Kuda terbang sampai di kota Xue.
Rombongan tak mengalami pemeriksaan, tapi mereka di kawal ketat sampai mereka di tempatkan di tenda yang khusus untuk para penghibur.
Ta Tong baru menyadari bahwa keberadaan Han Ciu sangat membahayakan rombongan akrobat miliknya.
Pemimpin rombongan kuda terbang tidak berpikir bahwa rombongan akrobat mereka akan di jaga ketat dari pintu masuk sampai tenda tempat istirahat.
Sampai malam pertunjukan berlangsung baru mereka keluar dari tenda, kemudian langsung tampil untuk menghibur penduduk kota Xue, karna rombongan akrobat kuda terbang sangat tersohor dan disukai di banyak kota, penampilan mereka sangat di tunggu oleh para penduduk yang haus akan hiburan.
Pemimpin rombongan kuda terbang menatap Han Ciu, Zhain Li Er serta Racun cilik, begitu pula dengan keponakan A Sek.
Mereka bingung apa yang harus dilakukan terhadap Han Ciu, serta kedua gadis yang bersama mereka.
"Aku bingung, tadinya aku berpikir bahwa rombongan masuk gerbang, kalian akan pergi, ternyata penjagaan sangat ketat sampai saat ini.
"Jika kita tampil kalian tidak ikut, rahasia kalian akan terbongkar, rombongan kami juga yang akan celaka, kalian adalah pendekar, tapi kami bukan."
"Jadi apa yang harus kami lakukan agar bisa membantu persoalan ini ?" ucap Han Ciu.
Hmm !
Ta Tong yang bertubuh kurus, dengan jenggot berbentuk lancip, jalan mondar mandir di depan Han Ciu sambil satu tangan memegang dagu.
Wajahnya terlihat tegang.
__ADS_1
"Apa yang harus ku lakukan !"
"Apa yang harus ku lakukan !"
"Ah, begini saja, keahlian apa yang kalian punya ?"
"Kau..Kau, encinya dan lebih tua dari dia, apa yang kau bisa ?" ucap pemimpin rombongan kuda terbang kepada Zhain Li Er.
Zhain Li Er menjawab, "menggampar orang."
Haaah !
"Apa kau bilang, menggampar orang."
"Sudah diam kau, jangan bicara !" biarkan aku berpikir," ucap Ta Tong dengan wajah kesal.
Zhain Li Er yang hendak berkata, melihat Han Ciu melotot, langsung diam.
"Kau yang paling muda, kau bisa apa ? cepat katakan," ucap pemimpin rombongan kuda terbang.
"Aku bisa mengobati orang,"
"Selain itu," ucap Ta Tong.
"Meracuni orang" ucap Racun cilik.
"Hadeuuuuh, pusing aku pusiing" Ta Tong berkata sambil menepak nepak dahinya sendiri.
"Ah, begini saja, kalian kan pendekar, bagaimana jika kalian mempertunjukan ilmu silat kalian."
"Tidak usah jurus yang hebat, asal penonton senang, itu sudah cukup."
Han Ciu mengangguk.
"Baiklah, kalian bertiga rundingkan apa yang akan kalian tampilkan."
"Mau kemana ?" suara bentakan penjaga terdengar oleh semua yang berada di dalam tenda.
"Aku mau buang air besar."
kemudian terdengar suara langkah kaki yang cepat meninggalkan tenda.
Dari sebuah kamar kecil, yang biasa digunakan untuk buang hajat, keluar pria kurus berjenggot lancip, Ta Tong keluar sambil menarik napas menghirup udara segar.
Aaaahhhh !!
Tenang sudah, aku terlepas dari beban berat, semoga berhasil, ucap Ta Tong.
Hmm !"
"Apanya yang berhasil ?"
Wajah Ta Tong langsung pucat dan tubuhnya gemetar, mendengar suara yang dingin dari seorang kakek berpakaian coklat muda, yang tengah berjalan menghampiri dirinya.
"Si .. Siapa tu ..tuaan ?"
"Aku yang bertanya padamu !"
"Jika tak menjawab, aku pecahkan kepalamu."
"Ja ..Jangan tuan, jangan"
Hamba pemimpin rombongan akrobat kuda terbang, Ta Tong.
"Maksud hamba berhasil adalah, pertunjukan rombongan akrobat kami supaya bisa memuaskan penduduk kota Xue." ucap Ta Tong memberi penjelasan.
Hmm !
Kakek, itu mendengus kemudian matanya menatap ke arah langit.
__ADS_1
Ta Tong, tersenyum ada sebuah ide di kepalanya untuk mendapatkan uang, juga menolong rombongan akrobat kuda terbang.
Ta Tong menunggu kakek yang barpakaian coklat muda dengan bahan yang mahal, rambut dan jenggot nya sudah memutih tapi kulit muka masih terlihat segar.
Masih tetap memandang langit.
"Kenapa tidak pergi !" apa kau ingin kupatahkan dulu tanganmu."
"Boleh tahu siap nama tuan ?" jika berkenan dan harganya cocok akan hamba berikan sebuah informasi penting buat tuan, ucap Ta Tong sambil tersenyum.
"Aku Musang utara, wakil golok api."
"Jika informasi yang kau berikan tidak membuatku senang, akan kupatahkan lehermu, sebagai hukuman karna kau telah membuang buang waktuku.
Ta Tong menelan ludah mendengar perkataan Musang utara.
"Aku hanya minta rombongan kami tidak diganggu dan pihak gubernur memberi sedikit uang lebih untuk rombongan kami.
"Bukankah jika menunjukan tempat para penghianat akan mendapat hadiah ?"
"Benar !"
"Jika memang ia orang yang membahayakan kedudukan gubernur yang baru, kau pantas mendapat hadiah," ucap Musang utara.
"Tentu saja membayakan tuan, mereka disusupkan oleh orang dari dalam kota Xue, anak buah gubernur terdahulu, Xue Yang."
Hmm !
"Apa benar perkataanmu ?" ucap Musang utara.
Ta Tong kemudian menceritakan tentang Han Ciu, yang dititipkan oleh A Sek yang merupakan paman Ahouw, anak buahnya di rombongan akrobat kuda terbang, "mereka bertiga adalah pendekar, bagaimana menurut tuan !" apa informasi dari hamba yang setia pada tuan Xuang Yu tidak penting, Ahouw sering bercerita pada hamba, bahwa pamannya adalah pejuang kota Xue."
Seorang pemuda dengan dua orang istrinya yang gila.
"Yang satu suka menampar orang, serta yang satunya lagi suka meracuni orang."
"Tunggu dulu, apa katamu tadi, suka meracuni orang ?"
"Apa dia seorang perempuan cantik ber umur sekitar 20 tahun, dengan nama Dewi racun ?
"Tidak .. tidak, sepertinya ia lebih muda, sekitaran 17 tahun kebawah.
"Suaminya ber umur sekitar 20 tahun."
Phuuih !
"Bocah bocah ingusan kau sebut pendekar."
Ta Tong langsung diam, mendengar perkataan Musang utara.
Ta Tong juga sebenarnya tidak percaya dengan kemampuan Han Ciu, melihat umurnya yang masih muda.
"Jika perempuan itu ahli racun, aku akan menyiapkan api, karna bubuk racun akan terbakar bila terkena api." ucap Musang utara.
"Kau tunjukan saja mereka, kami akan mengepung dan membakar mereka,"
"Tuan jangan khawatir !" akan ku pastikan atraksi penampilan akrobat kuda terbang yang pertama tampil, adalah mereka bertiga," Ta Tong berkata.
Jika mereka benar orang penting, kau akan mendapat hadian dan rombonganmu selamat.
Tak lama kemudian, tampak senyum di bibir musang utara, Mata Musang utara tampak berkilat.
"Jika mereka tak mau menyerah.
"Akan kubakar mereka bertiga di tengah lapang arena pertunjukan."
Musang utara menatap tajam ke arah Ta Tong.
"Ingat !" jangan sampai gagal."
__ADS_1