
Anak buah bajak Siluman air berhasil di atasi, pria berkipas yang menjadi kepala pasukan, setelah siluman air pergi masih tak sadarkan diri karna terkena tamparan Zhain Li Er, ia lalu di tempatkan bersama Bin Kwi.
Kapal Han Ciu setengahnya terbakar, dan kiri kanan lambung kapal hancur.
Han Ciu dan rombongan akhirnya memutuskan mengambil kapal milik bajak siluman air untuk pergi ke kota Nan.
Han Ciu setelah memindahkan barang serta perbekalannya ke kapal yang baru kemudian memerintahkan Juru mudi agar segera berangkat ke kota Nan.
Menurut perkiraan Han Ciu, Siluman Air mempunyai markas di kota Nan, dan dia bisa mencari informasi tentang siluman air dari penginapan bunga naga yang ada di kota Nan, yang di kelola oleh orang yang bernama Sang Kui.
Melihat kekuatan kapal – kapal yang di miliki oleh bajak siluman air, tentu saja banyak para pedagang takut untuk lewat melalui jalur sungai.
Kapal melaju menuju kota Nan, jarak yang sudah tidak terlalu jauh.
Membuat sore itu rombongan Han Ciu sampai di kota Nan.
Hal yang tak biasa terjadi terlihat di kota terbelah oleh aliran sungai, kota yang mempunyai dermaga untuk kapal – kapal bersandar sekedar untuk berhenti dan mengisi perbekalan, juga semacam dermaga yang memang tempat menaiki dan menurunkan penumpang.
Di pinggir dermaga terlihat sebuah rombongan yang tengah menunggu, ketika kapal Han Ciu mulai melepaskan jangkar lalu di tambatkan, tampak seorang dari rombongan, maju dan memberi hormat kepada rombongan.
Seorang pria paruh baya yang berpakaian putih, membungkuk dan memberi hormat.
“Maaf ketua, jika penyambutan ini kurang berkenan di hati ketua,” ucap pria berpakaian putih.
Han Ciu mengerutkan kening mendengar perkataan pria berbaju putih.
“Maaf siapa tuan ?” tanya Han Ciu.
Pria paruh baya itu tersenyum kepada Han Ciu sebelum menjawab.
“Hamba adalah Sang Kui, pengurus cabang bunga naga kota Nan,” ucap Sang Kui sambil memberi hormat.
Setelah mendengar perkataan pria berbaju putih itu, Han Ciu tersenyum walau ada yang janggal dari penyambutan yang di lakukan oleh Sang Kui.
“Jadi ini paman Sang Kui, pengurus penginapan bunga naga di kota Nan ? Tanya Han Ciu.
“Benar ketua,” ucap Sang Kui.
“Dari mana tuan Sang Kui tahu, aku akan datang ke kota Nan ?” tanya Han Ciu.
“Ketua ! kabar dari mulut ke mulut lebih cepat dari kabar angin, jika penginapan bunga naga tidak tahu informasi seperti ini, bukankah nanti akan membuat malu ketua sebagai pendiri penginapan bunga naga.” Ucap Sang Kui.
Han Ciu anggukan kepala mendengar perkataan Sang Kui.
Han Ciu lalu jalan bersama Sang Kui dan rombongan mengikuti di belakang mereka,
Han Ciu di tempatkan di rumah tempatnya dulu pertama kali datang ke penginapan bunga naga.
Rumah yang dulunya kecil, kini sudah di perbesar oleh Ahn Nio sesuai dengan kebutuhan Han Ciu yang mempunyai empat selir, rumah yang dulunya kecil, kini terdapat beberapa kamar di dalamnya.
Mata Han Ciu menyipit melihat dari kejauhan, seorang pria bertubuh agak sedikit gemuk, sedang membawa sebuah sabit untuk mencari rumput makan kuda.
Seorang pria bertubuh besar tampak mendorong pria itu dan memakinya.
Han Ciu mengerutkan kening melihat kejadian itu.
__ADS_1
Hmm !
Memang benar ada yang tak beres di penginapan bunga naga ini.
Hari ini rombongan akan istirahat tapi besok malam menurut Sang Kui akan ada acara penyambutan untukku dan rombongan.
“Kak Han kenapa, seperti ada yang sedang di pikirkan ? Tanya Xiao Er.
Han Ciu memeluk Xiao Er, “kita harus berhati hati, entah kenapa perasaanku tak enak,” ucap Han Ciu.
Xiao Er membalas pelukan manja sambil berbisik di telinga Han Ciu.
Apapun yang terjadi asal bersama kak Han, aku tak peduli.
“Dan aku....aku ingin,” ucap Xiao Er sambil berbisik manja.
“Dimana adik Li Er ?” tanya Han Ciu,
“Sedang melihat lihat situasi, tapi tadi Enci Li Er sudah bicara, nanti malam baru dia akan bersama Kak Han.
Setelah mendengar perkataan Xiao Er, tanpa ragu lagi Han Ciu memeluk Xiao Er, dan mencium bibir istrinya, Xiao Er mendesah manja, kemudian membalas ciuman Han Ciu, keduanya lalu saling melampiaskan rasa rindu sejak perjalanan mereka dari telaga barat.
Desahan manja Xiao Er sangat menggoda Han Ciu, keduanya lalu melakukan hubungan suami istri, tanpa ada gangguan dari Zhain Li Er.
Xiao Er tertidur dengan lelap.
Han Ciu tersenyum melihat sang istri.
Kuping Han Ciu mendengar suara gerakan memasuki rumah tempat ia tinggal, dan Han Ciu hafal dengan gerakan ilmu meringankan tubuh yang di gunakan, lalu turun dari tempat tidur dan ke ruangan tengah.
“Mana Enci Xiao Er ?” tanya Zhain Li Er.
“Sudah tidur,” jawab Han Ciu.
Zhain Li Er tertawa kecil mendengar perkataan Han Ciu.
“Kak Han masih ada kewajiban untukku,” ucap Zhain Li Er dengan kerlingan manja.
Han Ciu hanya tersenyum mendengar perkataan Zhain Li Er.
Lalu mengambil cawan arak dan menyodorkan ke arah Zhain Li Er.
Gadis itu langsung menuangkan arak ke cawan Han Ciu.
“Aku lihat ada yang tak beres dengan penginapan ini, sebaiknya kita hati – hati selama berada di sini.” Ucap Han Ciu.
Zhain Li Er mengangguk mendengar perkataan Han Ciu, lalu minum arak bersama, setelah bercakap cakap sebentar lalu keduanya masuk kamar dan bercinta, sampai pagi.
Pagi harinya, Han Ciu masih tertidur pulas, semua keperluan makan, minum serta air hangat untuk mandi di siapkan oleh Xiao Er di bantu oleh Talaba yang pagi – pagi sudah datang ke tempat kediaman Han Ciu.
Setelah agak siang, Han Ciu selesai membersihkan badan dan berganti pakaian, rombongan makan bersama berkumpul.
Karna di sana ada Sang Kui yang ikut bergabung, Han Ciu jadi tak leluasa untuk bercakap cakap, dengan anak buahnya.
Setelah makan dan bercakap cakap, mereka kemudian membubarkan diri.
__ADS_1
Setelah selesai, mereka kembali ke tempat masing – masing, tapi sebelumnya Sang Kui kembali memberitahu bahwa nanti malam akan ada acara penyambutan, dan mereka di harap berkumpul di ruangan depan.
Han Ciu kembali mengerutkan keningnya ketika mendengar perkataan dari Talaba bahwa tempat Han Ciu serta rombongan mereka selalu di pantau.
Han Ciu lalu melihat ke arah Fang Ji, lalu mengusap usap leher serigala itu, kemudian menyelipkan sesuatu ke leher Fang Ji yang terdapat kalung yang memang baru di pakaikan oleh Han Ciu ketika mereka keluar dari telaga barat.
Fang Ji kau sebarkan surat – surat ini ke yang lain, ucap Han Ciu.
Fang Ji tampak seperti mengerti akan maksud majikannya, serigala itu angguk anggukan kepala setelah mendengar perkataan Han Ciu.
Lalu Fang ji keluar dari tempat Han Ciu, tanpa ada kecurigaan dari mereka yang memantau tempat Han Ciu tinggal.
Malam hari suasana pesta terlihat di penginapan bunga naga.
Panggung pertunjukan di gelar di dalam ruangan, banyak orang berkumpul, untuk menyaksikan acara keramaian yang diadakan oleh penginapan bunga naga.
Sang Kui memberi hormat kepada Han Ciu beserta rombongan lalu mengucapkan sepatah dua patah kata, sebelum pertunjukan di mulai.
Pertunjukan dari para penari di mulai, musik mengalun lalu suara penyanyi yang merdu mulai terdengar di dalam ruangan.
Han Ciu tampak memperhatikan lilin yang di pasang di sekeliling tempat pertunjukan.
Lilin yang mengeluarkan bau aneh.
Semakin lama pertunjukan semakin ramai.
Di dalam ruangan asap mulai banyak terlihat dari lilin yang terbakar.
Suasana semakin malam semakin panas karna para penari mulai berani menunjukkan bentuk tubuh dan perlahan mulai membuka bajunya satu persatu.
Han Ciu mulai memperhatikan tamu yang ikut hadir, saat melihat beberapa tamu mulai terlihat kepala mereka sudah terlihat di meja.
Han Ciu mencium bau aneh yang semakin lama semakin tercium dari lilin yang terbakar.
Rombongan Han Ciu, satu persatu akhirnya tertidur di atas meja.
Han Ciu akhirnya juga ikut tertidur, tetapi sambil tersenyum.
Hanya Iblis Biru yang masih terlihat duduk, tapi dengan mata terpejam.
Ha Ha Ha
Dengan bantuan dari perguruan Selaksa Racun, ternyata tidak susah untuk melumpuhkan ketua serta rombongannya.
Suara tertawa dan bicara lantang terdengar dari mulut Sang Kui.
Pertunjukan para penari serta penyanyi berhenti ketika terdengar suara dari Sang Kui.
Iblis biru mendengus mendengar suara Sang Kui.
Hmm !
Lalu Iblis Biru melirik ke arah Sang Kui.
“Benar kata ketua, setelah pertunjukan akan ada pesta.”
__ADS_1