Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 66 Sampai di penginapan Bunga Naga


__ADS_3

Sin ko langsung tertawa begitu mendengar perkataan Han ciu, "aku tak mau"


"Siapa yang mau punya istri gila walau menyamar, yang pasti akan bikin repot saja," ucap Sin ko dalam hati.


"Apa yang kau tertawakan gendut ?" ucap Dewi angin sambil menatap dingin ke arah Sin ko.


Sin ko terkejut ketika di tegur oleh Dewi angin.


"Tidak, aku cuma tertawa sendiri," ucap Sin ko.


"Dasar gendut gila, tertawa sendiri" sambil melemparkan kulit kacang ke arah Sin ko.


Sin ko melirik ke arah Li er, "kau yang sinting, malah balik mengatai aku gila, dasar peerempuan tak waras," ucap Sin ko dalam hati.


"Paman gendut, kapan kita akan sampai di kota Nan ?"


"Jika tak ada aral lintang, dan angin berhembus lancar, di hari kedua dari sekarang, pagi pagi kita sudah sampai di kota Nan tuan muda."


Han ciu mengangguk mendengar perkataan dari Sin ko.


Sin ko lalu keluar kamar Han ciu, karna ia takut penyamarannya sebagai anak buah Han ciu ketahuan oleh sepasang tokoh tua itu, karna sering berada si kamar Han ciu.


Iblis seribu wajah lalu memberitahu Han ciu bahwa besok akan memberi pelajaran menyamar.


Lalu sepasang tokoh tua itu dan Li er pamit karna hari sudah malam.


Han ciu setelah mereka pergi lalu melatih tenaga dalam jubah emas, perlahan setelah Han ciu menarik nafas, tubuh pemuda itu lalu seperti di selimuti oleh hawa berwarna kuning emas.


dan tak lama kemudian Han ciu tenggelam dalam semedinya.


Pagi hari di kapal


Han ciu membuka mata, dan bangun dari tempat semedinya, berjalan ke arah pintu kamar dan membuka pintu ketika mendengar ada suara ketukan.


Sin ko berada di depan pintu kemudian masuk kamar.


"Ketua !" baru saja aku mendapat kabar dari nona Ahn nio, bahwa bahwa ketua Han telah tewas."


Sin ko berkata sambil menatap tajam ke arah Han ciu.


"Siapa yang bilang aku sudah tewas ?" Han ciu berkata.


"Menurut surat ini, nona Sa sie hwa yang pulang memberi kabar bahwa Ketua Han tewas bersama gubernur Fu su, yang kapalnya terbakar dan mereka tenggelam bersama," ucap Sin ko sambil menatap tajam kearah Han ciu.


"Kenapa kau menatapku seperti itu, apa kau curiga bahwa aku ini setan, roh gentayangan atau apa ?" bukan begitu ketua, aku percaya pada ketua, siapa lagi selain ketua yang panggil aku paman gendut," ucap Sin ko sambil tersenyum.


"Jadi bagaimana selanjutnya ketua ?" biarkan saja, biarkan mereka menganggap aku mati, sambil aku mau melihat, sampai di mana kesetian mereka padaku."


Sin ko mengangguk mendengar perkataan Han ciu.


"Aku akan ke penginapan bunga naga bersama Iblis seribu wajah, Dewi angin dan bidadari gila dengan menyamar, jadi kau juga harus bisa meyakinkan Ahn nio bahwa aku sudah tewas.


Sin ko mengangguk lalu keluar kamar setelah melapor dan di beri arahan oleh Han ciu.


Han ciu tak lama kemudian keluar kamar.


Setelah menghirup udara segar dan membasuh muka, Han ciu kemudian pergi mencari kamar tempat iblis seribu wajah menginap.


Han ciu mengetuk pinu kamar yang terlihat besar.


Pintu terbuka, dan seorang gadis yang memakai penutup sebelah mata langsung lompat dan memeluk Han ciu.


"Mukaaaa ayaaam, kitaaa teman sekarang."


Hmm !


Han ciu mendengus dan mendorong Zhain li er, "mana kakek sama ibumu ?"


"Ada di dalam, mari muka ayaam masuk saja, nanti ku beri arak buah," Han ciu tak memperdulikan perkataan dari Zhain li er.


Lalu masuk ke dalam kamar dan melihat Iblis seribu wajah, dewi angin yang sedang duduk.


"Silahkan duduk nak, kami memang sedang menunggumu."


Han ciu lalu duduk setelah mendengar perkataan dari iblis seribu wajah.


Iblis seribu wajah lalu memberikan pelajaran menyamar kepada Han ciu, dari yang memakai topeng kulit tipis, sampai hanya dengan, di rias biasa, lalu bagaimana cara membuat topeng yang berkualitas.


Iblis seribu wajah sangat tekun mengajarkan ilmu penyamarannya kepada Han ciu, karna merasa Han ciu cucu sahabatnya dan lagi pula memang dari dulu iblis seribu wajah ingin mempunyai murid lelaki.


Han ciu dengan tekun belajar cara merias diri, dan yang memakan waktu adalah membuat topeng wajah dari isi perut rusa karna harus hati hati supaya bagus hasil yang di dapat dan dapat mengelabui lawan maupun kawan.


Setelah senja dan memahami berbagai macam hal dalam ilmu menyamar, dan nanti bertahap selama perjalanan mereka bersama ke kota Nan, pelajaran akan di lanjutkan.


Iblis seribu wajah tersenyum dan sangat senang, Han ciu dengan cepat bisa menyerap dengan cepat apa yang ia ajarkan.


Tanpa terasa hari cepat berlalu, kapal akhirnya berlabuh di dermaga kota Nan yang terletak agak di pinggir kota.


Sin ko dari kejauhan tertawa melihat 4 orang penumpang turun dari kapalnya.

__ADS_1


Ketika seorang pemuda bopeng, dengan sebuah tompel besar di pipi, kumis dan cambang kasar menoleh ke arah Sin ko yang sedang tertawa, Sin ko langsung berpaling dan bersiul siul.


Sin ko tertawa, karna melihat seorang perempuan cantik yang berpakaian bagus selalu menggandeng pemuda bopeng yang selalu cemberut, pemuda bopeng itulah Han ciu.


Han ciu sudah menolak menyamar menjadi suami Li er, tapi iblis seribu wajah dan Dewi angin memaksa Han ciu karna, mereka bilang Han ciu jika tak menjadi suami Li er, bersama mereka sebagai apa, karna sahabat dari iblis seribu wajah sudah tahu mereka hanya punya Li er, dan tak ada orang lain.


Setelah di bujuk, akhirnya Han ciu mau menerima, dan setelah di beritahu bahwa Han ciu menyamar menjadi suami Li er.


Li er selalu terus menggandeng tangan Han ciu dan berkata, "muka ayam suamiku, muka ayam suamiku," dan itu pula kenapa Sin ko tertawa tawa begitu melihat mereka ber 4 turun dari kapal, dan Han ciu tahu bahwa Sin ko pasti tertawa, sebab itu Han ciu selalu melihat ke arah Sin ko sewaktu turun dari kapal.


Han ciu yang melihat Sin ko berpaling ke tempat lain sambil bersiul siul, berkata dalam hati, "Awas kau nanti, ku bikin kempes perutmu.


Iblis seribu wajah, Dewi angin, Li er yang selalu menggandeng Han ciu berjalan menuju penginapan bunga naga.


Di sepanjang jalan, Han ciu melihat suasana kota yang banyak di hiasi oleh hiasan putih tanda berkabung, Han ciu merasa terharu melihat banyaknya hiasan hiasan tanda duka cita di sepanjang jalan kota Nan menuju penginapan bunga naga.


Iblis seribu wajah dan Dewi angin, menatap hiasan hiasan berkabung yang terpasang di pinggir jalan.


"Ada apa di kota ini, dan kenapa semakin dekat dengan penginapan bunga naga semakin banyak hiasan hiasan duka cita ?"


Tak ada yang menjawab perkataan dari Iblis seribu wajah, Han ciu yang tahu jawabannya dari Sin ko diam.


"Mari kita segera ke penginapan bunga naga."


Mereka lalu bergegas setelah mendengar perkataan dari iblis seribu wajah.


Sesampainya di depan penginapan bunga naga, dan memberi laporan, rombongan Iblis seribu wajah di persilahkan masuk.


Han ciu melepaskan tangan Li er yang selalu menggandengnya, tapi setelah di lepaskan tangan Li er kembali lagi menggandeng tangan Han ciu, karna selalu seperti itu, akhinya Han ciu mendiamkan saja tangannya di gandeng oleh Zhain li er


Ahn nio, Kwe hun ti, Sa sie hwa dan Lan mo ci, duduk bersama dengan Iblis seribu wajah dan rombongan.


Maaf nona dan tuan, ada apa di penginapan bunga naga, kenapa banyak hiasan dan tanda duka cita di sepanjang jalan yang kami lewati ketika menuju penginapan bunga malam.


Lan mo ci yang merasa lebih tua berada di rombongan penginapan bunga malam berkata.


"Maaf sebelum kami jawab, kami ingin kenal dulu dengan rombongan Lociapwe !"


"Kalian tak usah tahu siapa kami, kami kesini karna di undang oleh Cengcu perkampungan selaksa pedang, tapi aku belum melihat dia di sini, apa belum tiba ?" ucap iblis seribu wajah.


Ahn nio mengerutkan dahi mendengar perkataan Iblis seribu wajah.


"Apa Han ciu kenal dengan mereka," pikir Ahn nio.


Ketika Ahn nio ingin bicara, Lan mo ci mendahului setelah memberi isyarat tangan kepada Ahn nio.


"Kami dari keluarga Lan, adalah anggota perkampungan selaksa pedang, apa tuan pedang langit yang mengundang tuan, menghadiri acara peresmian penginapan bunga naga ?"


Lan mo ci tersenyum, ia sudah menduga tokoh tua seperti kedua kakek dan nenek ini tak kan mengenal Han ciu, jika menyebut Cengcu, pasti pedang langit yang di maksud.


"Maaf jika boleh tau, nama kebesaran Locipawe berdua ?" ucap Lan mo ci.


Kami jarang keluar dari dunia persilatan, tapi kami dulu di sebut, sepasang tokoh aneh dunia persilatan.


Lan mo ci, terkejut lalu berdiri dan memberi hormat, yang lain begitu Lan mo ci memberi hormat ikut menuruti kakek itu.


"Jadi kami berhadapan dengan iblis seribu wajah dan Dewi angin, yang dulu sangat tersohor."


Iblis seribu wajah tak menjawab, hanya tersenyum mendengar perkataan dari Lan mo ci.


"Ini anakku dan suaminya," Dewi angin berkata.


Sa sie Hwa, mengerutkan dahi dan merasa sebal melihat pria muda yang berwajah bopeng dengan tompel hitam di pipi yang selalu bergandengan tangan dengan gadis muda yang sangat cantik.


Zhain li er, tidak memakai penutup mata, karna Han ciu bilang tidak mau bersama gadis yang memakai penutup mata, dan anehnya kali ini Li er mau menuruti perkataan Han ciu.


Dewi angin kemudian mendadani Zhain li er, dan gadis yang agak terganngu pikirannya itu menjadi gadis muda yang sangat cantik.


Setelah di perkenalkan, dan Han ciu langsung cemberut, saat namanya di sebut muka ayam.


"Lociapwe, menantumu sangat cantik," kau sangat beruntung Ahn nio berkata.


Menantuku cantik, apa maksudmu ? Dewi angin menatap Ke arah Ahn nio.


"Aku tak punya menantu cantik, yang cantik adalah anakku."


"Jadi, jadi nona ini adalah putri Lihiap, dan tuan ini adalah menantu lihiap ?"


Han ciu mengangguk


Ah nio menatap Han ciu dan merasa aneh, apa kelebihan pemuda yang mukanya bopeng dan mempunyai tompel di pipi ini, sehingga gadis yang sangat cantik dan anak sepasang pendekar yang telah mempunyai nama, mau menikah dengan pemuda yang menurut Ahn no buruk rupa.


Begitu pula dengan pemikiran Sa sie hwa.


Yang menatap tajam ke arah Han ciu.


Zhain li er menatap tajam ke arah Sa sie hwa.


"Kau selalu melihat suamiku, jika main gila ku congkel matamu."

__ADS_1


Chiiis !


"Ambil saja buat nyonya, suami nyonya bukan selaraku."


Sa sie hwa terkejut, baru saja ia selesai bicara, Zhain li er sudah berada di depannya.


Plak !


Sebuah tamparan mendarat di pipi walet terbang, Sa sie hwa yang terkenal dengan ilmu meringankan tubuh tapi tak bisa melihat gerakan Zhain li er, mukanya merah, marah kesal dan malu campur jadi satu, begitupun orang yang hadir terkejut melihat kecepatan gerak yang baru merka lihat.


"Li er !" apa yang kau lakukan ? Dewi angin melotot kepada Zhain li er.


Dia selalu melihat ke arah muka ayam ibu, aku tak suka dengannya.


Han ciu diam tak mau bicara, karna takut suaranya akan di kenali, hanya melotot kepada Li er yang sedang melihat kearah Han ciu, Li er langsung diam.


Iblis seribu wajah untuk meredakan suasana tidak mengenakan itu kemudian meminta maaf kepada Sa sie hwa dan menjelaskan perihal keadaan Zhain li er yang memang kurang normal.


Iblis seribu wajah kemudian ijin pamit dan diantar oleh salah seorang pelayan ke tempat istirahat yang ada di penginapan bunga naga.


Han ciu sebelum pergi memperhatikan pelayan yang selalu berdiri tak jauh dari Ahn nio, begitupun pelayan itu, selalu menatap rombongan Iblis seribu wajah satu persatu.


****


Di dalam rumah yang telah di sediakan, tampak Dewi angin, Iblis seribu wajah, dan Han ciu bercakap cakap, sementara Li er asyik makan makanan ringan sambl minum arak.


Tapi tak lama kemudian pintu rumah di ketuk, setelah Han ciu membuka pintu, Kim ho dan Pedang langit berdiri di depan pintu.


Han ciu menyuruh mereka masuk.


"Zhi dong !" Iblis seribu wajah berdiri sambil memanggil nama sahabatnya.


"Bing yu !" maaf aku baru di kasih kabar dari Lan mo ci, tentang kedatangannmu."


"Nyonya Bing," Zhi dong memberi salam buat Dewi angin.


Ha ha ha


"Kupikir kalian belum datang," apa perkampungan selaksa pedang sudah mempunyai bisnis sampingan, sehingga ikut acara peresmian penginapan bunga naga ?"


"Cengcu kami pemilik penginapan bunga naga ini, dan Cengcu tewas sewaktu bertempur dengan Gubernur Fu su beserta anak buahnya di telaga Qianzhong."


"Apa kau bilang !?" jadi jadi kau bukan Cencu dari perkampungan selaksa pedang ?"


Zhi dong lalu menceritakan tentang Han ciu, iblis seribu wajah dan Dewi angin tak pernah menyangka dan belum tahu nama Han ciu, sehingga hanya mendengarkan perkataan Zhi dong.


"Jadi begitu rupanya !" sayang sekali pewaris Dewa pedang harus tewas."


"Lalu apa tindakanmu selanjutnya ?" Bing yu bertanya kepada Zhi dong, "sesuai amanat dari Cengcu, kami akan mengamankan peresmian sambil melakukan acara penghormatan terakhir terhadap Cengcu, dan kami yakin musuh akan berbondong bondong datang, karna mereka juga akan membalas dendam atas kematian gubernur Fu su."


"Menurut kabar yang kami terima Fu su adalah orang penting dari tuan Xiang yu."


Perkampungan selaksa pedang berharap saudara Bing mau membantu, karna acara peresmian dan penghormatan terakhir terhadap Cengcu 2 hari lagi, tamu juga sudah banyak berdatangan di kota Nan.


"Baik !" kau adalah sahabatku, aku akan membantu.


Kelima orang itu diam ketika mereka mendengar suara mencurigakan dari arah luar.


Han ciu berdiri dan jalan ke arah jendela. kemudian membuka jendela, lalu melesat keluar.


"Muka ayaaam tunggu aku."


Li er kemudian melesat menyusul Han ciu,


Han ciu terus memburu bayangan Hitam, yang melesat dengan cepat.


ketika merasakan di sampingnya ada orang, Han ciu menoleh dan melihat Li er.


"Kau cegat dia dari arah yang beralawanan," Zhain li er mengangguk, kemudian melesat mendahului Han ciu.


Hmm !


"ilmu meringankan tubuh yang hebat," ucap Han ciu dalam hati


Dan benar perkiraan Han ciu, suara bentakan terdengar dari arah depan.


Han ciu melihat Li er sedang menyerang bayangan hitam yang sedang ia kejar.


Bayangan itu sama gesitnya dengan Li er, tapi terlihat Li er tengah mempermainkan bayangan hitam itu.


"Li er, ringkus dia !" Li yang mendengar perintah Han ciu, mempercepat gerakan, dan tau tau bayangan hitam itu melayang ke arah Han ciu dengan tubuh sudah tertotok.


Han ciu menangkap bayangan hitam, yang dilemparkan oleh Li er.


Han ciu membebaskan totokan bayangan hitam.


Mencekik leher bayangan hitam, kemudian menarik topeng yang ia gunakan.


Hmm !

__ADS_1


"Benar dugaanku !"


A nian, pelayan Ah nio.


__ADS_2