Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch 239 : Persiapan dan siasat Perang besar


__ADS_3

Liu Bang dan Pedang langit selalu memotivasi pasukan mereka, walaupun mereka kalah jumlah, tetapi dengan semangat yang tinggi, mereka bisa berhasil, dan Liu Bang memberi contoh untuk melihat kepada ponakannya Han Ciu, dengan pasukan yang kalah jumlah tapi dapat memenangkan pertempuran dengan pasukan musuh yang jumlahnya lebih besar, karena semangat dan siasat yang tepat dalam menghadapi musuh.


Liu Bang menerima para penduduk yang mengungsi jika ingin mendaftar untuk menjadi prajurit, begitu pula dengan para pendekar dunia persilatan yang ingin bergabung.


Pelatihan prajurit baru di serahkan kepada perguruan api suci untuk melatihnya.


Perlahan tapi pasti, banyak yang mendaftar jadi prajurit wilayah barat, karena mereka tahu wilayah barat tidak pernah menarik pajak besar kepada kota² yang berada di bawah pemerintahannya, sangat berbeda dengan penguasa timur.


Tapi keterangan dari Hek kay yang memimpin pengemis tongkat hitam menggantikan sang guru, membuat Liu Bang, Pedang langit serta ketua Xiao memutuskan berkumpul untuk menyusun rencana selanjutnya.


“Apa benar informasi yang di dapatkan dari kawan pengemis? Tanya Liu Bang.


“Menurut keterangan anak buahku seperti itu tuan Liu,” jawab Hek kay.


“Banyak orang keluar dari kota Hengshan timur, dan orang yang keluar tidak sedikit, dan itu terjadi hampir setiap hari selama 7 hari ini tuan Liu,” Hek Kay berkata kembali.


Liu Bang, Pedang langit, ketua Xiao serta Beng San penasihat Liu Bang, saling pandang mendengar perkataan Hek kay.


Mereka masih terus berpikir, langkah apa yang telah di lakukan oleh penguasa timur.


Beng San penasihat penguasa barat Liu Bang, tiba – tiba bertanya kepada Hek Kay.


Saudara Hek Kay! Apa anak murid perkumpulan pengemis tahu kemana tujuan orang² yang keluar dari Hengshan timur? Tanya Beng San, kali ini wajahnya tampak serius.


Menurut para saudara kami yang terus memantau pergerakan mereka, mereka tersebar ke 4 kota, Julu, Handan Serta Dong, dan sebagian kecil ke kota Taiyuan,” jawab Hek kay.


“Celaka....jika benar dugaan hamba, kita harus cepat berbenah Yang mulia,” Beng San berkata sambil menatap ke arah Liu Bang.


“Apa maksud paman! Coba paman jelaskan kepada kami? Tanya Liu Bang.


“Yang Mulia! Orang² yang keluar dari kota Hengshan timur adalah prajurit bintang timur, mereka bergerak tanpa memakai pakaian prajurit untuk mengelabui kita supaya terlihat mereka tidak ada pergerakan.


“Mereka tahu kita merekrut orang² untuk menambah jumlah prajurit, dan mereka sangat khawatir jika jumlah prajurit kita sama dengan mereka, jadi mereka secara bertahap memindahkan prajurit² mereka ke tiga kota, setelah semua berkumpul, mereka akan langsung menyerang kita secara besar – besaran Yang Mulia,” ucap Beng San memberi penjelasan mengenai gambarannya tentang orang² yang keluar dari Hengshan timur.


“Bagaimana dengan prajurit mereka yang menuju Taiyuan? Tanya Pedang langit.


“Saudara Pedang langit, jika kita di serang, apa ketua Han akan diam saja? Jika ketua membantu jalan terdekat adalah Taiyuan, jika prajurit Taiyuan mereka perkuat, mereka bisa menahan pasukan ketua Han agar tidak membantu kita, sampai mereka bisa menghancurkan kita.”


Mereka yang berkumpul anggukan kepala mendengar penjelasan dari Beng San, penasihat yang di percaya oleh Liu Bang dan juga kakak kandung dari Dewi kipas.


Liu Bang setelah mendengar perkataan penasihatnya Liu Bang menarik nafas, wajahnya tampak termenung dan keningnya berkerut, seperti tengah berpikir apa yang harus ia lakukan menghadapi situasi ini.


Disisi lain pasukannya masih kalah jumlah di bandingkan pasukan Xiang Yu, dan belum siap jika melakukan perang terbuka dengan semua kekuatan yang ada, tapi jika mereka hanya diam menunggu, mereka yang akan tergilas dan di hancurkan oleh pasukan bintang timur.


Ini sebuah pilihan yang sulit untuk Liu Bang.

__ADS_1


Tapi Liu Bang setelah berpikir masak akhirnya berkata.


“Paman semua! Tolong Persiapkan semua pasukan kita, kita keluar dari Sanchuan dan bergerak menghadang mereka, kita sudah tidak ada pilihan lain, dan semuanya kita serahkan kepada ketentuan takdir.


“Dan beritahu keponakan Han tentang informasi yang di berikan kawan pengemis tongkat hitam, aku yakin keponakan Han mempunyai pemikiran sendiri untuk situasi yang kita hadapi ini,” ucap Liu Bang memberi keputusan.


Semua yang hadir anggukan kepala menyetujui keputusan sang pemimpin, karena memang hanya itu satu satunya jalan yang harus di tempuh.


Mereka lalu pamit undur diri untuk mempersiapkan dan memberitahu para perwira agar bersiap dan mengatur anak buah mereka.


***


Di kota Shang, Han Ciu setelah membaca surat yang di kirim oleh sang paman, wajah pemuda itu tampak berkerut, dan ia percaya dengan keterangan serta informasi yang di dapat dari anak buah sahabatnya, Hek kay.


Jika benar yang terjadi, paman dalam bahaya, jika Xiang Yu mengajak perang terbuka pasti ia sudah mempersiapkan tindakan yang akan ia ambil untuk memenangkan pertempuran ini.


“Jumlah pasukan yang jauh berbeda, akan menjadi titik kelemahan pasukan barat,” batin Han Ciu.


Aku yakin pasukan mereka terpusat di 3 kota setelah minggalkan Hengshan timur, Julu, Handan serta Dong


“Ketiga kota itu saling berdekatan, dan bisa membuat pasukan terjebak jika salah dalam bertindak,” Han Ciu berkata dalam hati.


Ketika tengah berpikir, Pedang api lewat, Han Ciu kemudian memberitahu kepada Pedang api.


“Paman pedang api! nanti malam kumpulkan semua kawan² ada yang ingin aku bicarakan dengan mereka.”


Setelah memberitahu Pedang api, Han Ciu kemudian masuk ke dalam kamar, untuk lebih fokus berpikir, tindakan apa yang akan ia ambil.


Han Ciu keluar dari kamar di iringi oleh Zhain Li Er dan Xiao Er.


Di ruangan tengah sudah berkumpul anak buahnya, Pedang api, Tongki, Dewi Kipas, Iblis Biru, Huang Zilin, Pedang kiri dan kanan, sepasang siluman hutan Hanzhong serta tak ketinggalan Talaba.


Setelah Han Ciu duduk, lalu ia mengeluarkan surat yang ia terima dari Sanchuan, kemudian berkata.


Paman sekalian, dalam surat ini di jelaskan dan sepertinya perang besar sudah tergambar.


Perkumpulan pengemis tongkat hitam melihat pergerakan bertahap dari pasukan bintang timur yang keluar dari markas mereka di kota Hengshan, menuju 3 kota yang menjadi perbatasan antara kekuatan timur dan barat.


Mereka jelas ingin menyerang langsung dengan kekuatan penuh yang mereka miliki, sementara kekuatan pasukan paman Liu Bang terbagi dua denganku di sini, walaupun kekuatan di kota Sanchuan lebih besar, tapi mereka lebih banyak prajurit, sedangkan kita adalah para pendekar yang kekuatannya jelas berbeda dengan mereka.


Mendengar perkataan Han Ciu, mereka yang berkumpul tampak terkejut, suara² mulai bermunculan dari mulut mereka yang tengah berkumpul.


Pedang api lalu mengangkat tangan, agar mereka yang hadir diam.


Setelah mereka diam, Han Ciu kembali berkata.

__ADS_1


“Aku tahu pikiran kalian untuk membantu pasukan pusat melalui jalan belakang, menyerang pasukan musuh, tetapi yang jadi masalahnya adalah menurut informasi yang masuk, mereka memperkuat kota Taiyuan untuk membatasi pasukan kita yang akan membantu pasukan paman Liu.


“Dan ini akan sangat merepotkan, karna waktu kita akan banyak terbuang jika harus melayani pasukan bintang timur yang ada di kota Taiyuan, jika kita bergerak langsung menuju Sanchuan, kita harus memutar dan jarak yang kita tempuh malah lebih jauh jika kita bergerak melalui Taiyuan,” ucap Han Ciu.


Mereka yang hadir anggukan kepala mendengar penjelasan Han Ciu.


“Jadi menurut ketua, apa yang harus kita lakukan? Tanya Pedang api.


Han Ciu tampak menarik nafas sebelum bicara, keningnya tampak berkerut.


“Semalam aku sudah berpikir yang terbaik yang harus kita lakukan, tapi tanpa kerja sama yang baik, kita semua akan hancur,” ucap Han Ciu sambil menatap ke arah mereka yang berkumpul.


“Karena menurutku ini adalah perang penentuan antara penguasa timur dan barat, siapa yang memenangkan pertempuran ini, merekalah yang akan memimpin negeri.


Han Ciu lalu menatap ke arah pedang api.


“Paman, berapa pasukan yang kita miliki sekarang? Tanya Han Ciu.


Pasukan kita yang ada di kota Shang berjumlah kurang lebih ada 9000 prajurit, tapi 1000 prajurit baru adalah para pengungsi dan penduduk yang mendaftarkan diri bergabung, jadi mereka belum begitu terampil dalam perang,” jawab Pedang api.


Hmm!


Han Ciu anggukan kepala, lalu memberi keputusan.


Paman pedang api, kita bagi dua pasukan, aku ingin pasukan terlatih, lebih tepatnya 3000 pasukan yang terdiri dari murid perguruan selaksa pedang dan api suci, serta pemanah terbaik pimpinan Talaba.


Aku percayakan 6000 pasukan kepada paman, paman Huang, paman Tan dan bibi serta sepasang pedang kiri dan kanan ikut bersama pasukan paman pedang api.


Sedangkan aku bersama istriku, paman Ming Mo, paman Tongki, Dewi Kipas dan Talaba ikut bersamaku.


“Persiapkan pasukan paman! dalam 2 hari untuk berangkat terlebih dahulu, usahakan menghindari kota Taiyuan dan terus bergerak menuju Hengshan timur, setelah 3 hari aku akan menyusul pasukan paman.


Jika pasukan yang ada di kota Taiyuan memburu pasukan paman, kita akan gempur mereka dari dua sisi, paman bawa Fang Ji untuk menjadi penghubung kita.


“Tapi jika mereka tidak menyerang, paman langsung bergerak membantu pasukan pusat, biar kami yang akan menahan sekuat tenaga pasukan bintang timur di kota Taiyuan.


Mendengar perkataan Han Ciu, Pedang api terkejut.


“Tapi....tapi ketua! hamba yakin pasukan bintang timur yang ada di kota Taiyuan menurut hamba pasti di atas 8000 pasukan, tidak mungkin mereka berani menahan pasukan kita yang berada di sini, jika pasukan mereka kurang dari 8000 orang,” ucap Pedang api.


“Aku tahu, Han Ciu berkata sambil tersenyum, "tapi apa kalian ingat!


“Kami masih mempunyai pasukan tambahan,” ucap Han Ciu sambil melirik ke arah Zhain Li Er.


Hmm!

__ADS_1


“Benar apa yang di katakan oleh ketua,” batin Tongki.


“Ada Ratu ular”


__ADS_2