
Setelah Huang Zilin mau menerima usulan Han Ciu untuk menetap sementara, Han Ciu lalu merencanakan, untuk ke esokkan hari melakukan perjalanan ke Hanzhong.
Di tempat Han Ciu tinggal, Zhain Li Er tersenyum sambil tangannya terus merangkul pinggang Han Ciu saat mereka duduk bersama.
“Besok kita ke Hanzhong, tak ada lagi yang akan mengganggu kita untuk selalu berdekatan.”
Hmm !
“Jadi kau senang paman Huang tinggal sementara di kota Nan ?” tanya Han Ciu ketika mendengar perkataan Zhain Li Er.
“Aku senang sekali, adik Xiao Er juga pasti senang,” ucap Zhain Li Er.
Xiao Er juga tersenyum mendengar perkataan Zhain Li Er.
“Tapi sangat di sayangkan Tongki tak setuju untuk menemani paman Huang tinggal di kota Nan, kalau saja si cerewet itu mau, aku akan lebih gembira lagi.” Ucap Zhain Li Er.
“Kak Han, apa tidak khawatir jika paman Huang tak menepati janjinya ? Tanya Xiao Er.
“Apa maksud adik ? Han Ciu balik bertanya.
“Kak Han kan tahu bagaimana kita bertemu dan menaklukkan paman Huang Zilin, maksud adik adalah, bagaimana jika kita tidak bersama dengan paman Huang, apa nantinya tidak akan mencelakai paman Kwe Hun Ti ? Kembali Xiao Er bertanya sambil memberi gambaran kepada Han Ciu.
Han Ciu tampak menarik napas mendengar perkataan Xiao Er.
“Aku percaya kepada paman Huang, sebab sumpah dan janji yang di ucapkan pendekar seperti kita nilainya lebih tinggi dari apapun, lebih baik kita mati dari pada harus melanggar sumpah yang telah di ucapkan, jadi adik Xiao jangan Khawatir,” Han Ciu membalas perkataan istrinya.
“Sudah, kalian tidur sana ! Besok kita akan berangkat ke Hanzhong, Talaba sudah mengirimkan kabar kepada paman pedang Langit.” Lanjut perkataan Han Ciu.
Zhain Li Er serta Xiao Er yang mendengar perkataan suaminya saling lirik, kemudian mereka sama – sama menarik tangan Han Ciu dan menyeret pemuda itu ke tempat tidur sambil tertawa tawa.
***
Beberapa ekor kuda serta seekor Serigala tampak berlari meninggalkan kota Nan, mereka bergerak ke arah kota Xianyang, tapi nanti di pertengahan sebelum sampai kota Nanyang , mereka harus kembali naik kapal, karna satu satunya alat yang tepat ke kota Hanzhong adalah dengan naik kapal.
Kuda – kuda terus berlari karena memang mereka di pecut untuk terus berlari.
Saat sore hari mereka sampai di pelabuhan kecil, di mana tempat kapal yang akan menuju ke kota Hanzhong berlabuh dan mencari penumpang.
Setelah menaruh kuda di pelabuhan, Han Ciu dan rombongan kemudian naik kapal yang memang akan ke Hanzhong.
Kapal terus menunggu sampai penumpang kapal penuh, setelah penuh kapal berangkat ke kota Hanzhong.
Hanzhong adalah kota kecil, karna penumpang yang tidak banyak, dan kapal juga tidak terlalu besar.
Sebelum malam, kapal penuh dan akhirnya berangkat menuju ke kota Hanzhong.
2 orang paruh baya di dalam kapal selalu memperhatikan ke arah rombongan Han Ciu, pria berpakaian coklat dan hitam mata mereka selalu menatap tajam memperhatikan ke arah Han Ciu dan kawan – kawan .
Iblis Biru tau rombongan mereka di perhatikan, oleh kedua orang pria paruh baya yang berada satu kapal bersama mereka.
Phuih !
__ADS_1
“Kenapa kalian selalu saja memperhatikan kami, apa ada yang aneh dengan rombongan kami ?” tanya lblis Biru kepada kedua orang itu.
Kedua orang berpakaian hitam yang di tegur oleh lblis Biru tampak tidak senang.
Terlihat dari wajah mereka yang penuh kerutan ketika mendengar perkataan lblis Biru.
“Hai kakek tua ! Hati – hati kalau bicara, apa kau tidak tahu dengan siapa berhadapan ?” tanya kedua orang itu dengan wajah sinis.
Phuih !
“Apa aku harus tahu dengan siapa aku berhadapan ? Iblis Biru balik bertanya.
“Benar itu tua bangka, dari tadi mereka selalu memperhatikan kita,” ucap Tongki.
“Kami memang memperhatikan kalian, sekarang sebutkan tujuan kalian naik kapal ini ? Tanya orang yang memakai pakaian berwarna coklat.
Cuih !
Tongki meludah di depan orang yang tadi berkata.
“Kemana tujuan kapal ini sudah jelas, kenapa kau masih tanya juga ? Ucap Tongki sinis.
Orang yang tadi bertanya diam mendengar perkataan Tongki.
“Agaknya desas desus yang kami dengar di luaran benar adanya, menurut kabar ada beberapa orang yang akan menyambangi perguruan Selaksa Racun.
“Apa kalian orang yang di maksudkan ?”
“Mungkin kau salah orang,” ujar lblis Biru ketus.
“Benar, kau salah orang ! kami bukan bermaksud menyambangi perguruan Selaksa Racun, tapi akan menghapusnya dari dunia persilatan.” Iblis Biru berkata sambil menatap tajam ke arah pria yang memakai baju coklat.
Mendengar perkataan lblis Biru, kedua orang itu lompat mundur.
“Rupanya benar, kalian yang akan menyerang perguruan Selaksa Racun.”
“Kami Lima Racun tak akan tinggal diam jika perguruan kami akan di serang.
“Kau mundur, mereka biar aku yang hadapi, lblis Biru berkata kepada Tongki.
Tongki setelah mendengar perkataan lblis Biru, dan tahu bahwa kawannya itu kebal terhadap racun, kemudian mundur dan berdiri di samping Dewi Kipas.
“Jadi rupanya kalian kembali dari bepergian karna mendengar perguruan akan di serang, bagus....bagus ! kami jadi tak susah untuk menghancurkan perguruan selaksa racun.”
“Sombong sekali kau orang tua, perguruan Selaksa Racun di takuti oleh dunia persilatan, jangan salahkan kami jika kau dan kawan – kawanmu tewas.” Pria berpakaian coklat berkata, membalas perkataan lblis Biru.
Hmm !
“Si Mata Ular juga berkata seperti itu sebelum tewas,” lblis Biru menjawab perkataan pria paruh baya yang ada di depannya.
“Kau....Kau sudah membunuh Mata Ular !” orang yang berpakaian coklat berkata.
__ADS_1
Sementara pria berpakaian coklat terkejut, pria yang memakai pakaian hitam setelah mendengar perkataan Iblis Biru melempar sebuah bola kecil, berwarna hitam.
Blar !
Han Ciu langsung mengibaskan tangannya ke arah asap hitam yang keluar dari ledakan bola yang tadi di lempar oleh pihak musuh.
Asap hitam bergulung melewati lblis biru lalu ke sisi kapal dan hilang ke arah hutan.
Orang yang berpakaian Hitam tersenyum ketika asap hitam melewati lblis Biru lalu menghilang.
“Adik, minum pil pemusnah racun lalu bersama paman Tongki serta Dewi Kipas Lindungi penumpang kapal, kedua orang itu biar aku dan paman Ming Mo yang hadapi.” Zhain Li Er serta Xiao Er setelah mendengar perkataan Han Ciu lalu menyuruh penumpang serta awak kapak untuk masuk ke dalam ruangan, sementara Talaba berjaga jaga.
Setelah Zhain Li Er serta yang lain masuk ke dalam ruangan, kini di depan kapal hanya ada Han Ciu, Iblis biru yang berhadapan dengan kedua pria paruh baya dari perguruan selaksa Racun.
Sementara itu Tongki serta Talaba tampak berjaga jaga dari jarak yang agak jauh.
“Aku tak akan membunuh kalian jika kalian memberi tahu dimana tempat Han Ci Kung berada,” Han Ciu berkata sambil menatap tajam ke arah pria berpakaian hitam yang wajahnya tampak terkejut saat melihat lblis Biru masih berdiri walau sudah terkena asap beracun bunga hitam miliknya.
“Ada apa kau menanyakan keberadaan sesepuh Han ?” tanya pria yang memakai baju hitam.
Hmm !
“Melihat gelagat kalian sepertinya benar Han Ci Kung berada di perguruan Selaksa Racun.”
“Sekali lagi aku bertanya, dimana Han Ci Kung ? Kedua orang itu tampak diam mendengar perkataan Han Ciu, keduanya tak menjawab.
Han Ciu mendengus melihat tak ada suara keluar dari mulut kedua orang itu.
Han Ciu melesat sambil mengibaskan tangan kanannya.
Pukulan dewa angin melesat menghantam orang berpakaian hitam.
Orang berpakaian hitam dan coklat masih termasuk murid Han Ci Kung, semuanya mereka berlima dan di sebut si Lima Racun.
Mendapat kabar bahwa perguruan Selaksa Racun akan di serang, mereka berdua memutuskan kembali ke Hanzhong, dan bertemu dengan rombongan Han Ciu.
Racun Hitam berkelit menghindari serangan pukulan Dewa angin yang di keluarkan oleh Han Ciu, sambil bergerak ke samping, dua titik sinar merah melesat ke arah Han Ciu.
Shing....Crep.....Crep !
Kelabang berwarna merah menancap di papan perahu ketika tak menemui sasaran.
Di sekitar papan yang tertancap, tampak papan perahu langsung berubah merah.
Hmm !
Sungguh keji racun kelabang merah, aku harus berhati hati, semoga pemusnah racun yang di berikan oleh adik Zee In Biauw, bisa menahan racun yang mereka keluarkan.” Batin Han Ciu.
Sementara orang berpakaian coklat menatap ke arah Iblis Biru, lalu berkata.
“Pak tua, akulah lawanmu !”
__ADS_1
Iblis Biru hanya mendengus, mendengar perkataan salah seorang dari lima racun yang menantangnya.
“Cari mampuus”