
Pencuri yang sudah terkepung terkejut, ketika mendengar perkataan dari Han ciu.
"Kau, kau tahu siapa aku ?" bisik Walet terbang.
"Kalau kau tadi tak bicara aku tak akan tahu, tapi kau harus bersyukur !" jika kepalamu berharga 10 ribu tail perak, mungkin sudah ku pelintir dari sebelum kau masuk kerumah kediaman bangsawan Kim.
Sekarang masalah uang no 2 membunuh adalah no 1, kau minggir !"biar ku bunuh Siluman srigala itu," ucap Han ciu.
Han ciu menatap tajam ke arah Siluman srigala.
"Kau sudah berdoa ?" Han ciu berkata kepada Siluman srigala.
Ha ha ha
"Hebat sekali omonganmu bocah, harusnya aku yang menyuruh kau untuk berdoa."
Belum sempat menutup mulut dan akan lanjut bicara, Han ciu sudah menyambar ke arah kepala dengan jurus cakar naga hitam.
Whuuut !
Siluman srigala terkejut melihat serangan cepat ke arah kepalanya, Siluman srigala menunduk sambil kakinya menyepak ke arah kaki Han ciu.
Whuuut !
Han ciu lompat ketika kakinya di serang, dan lompatan Han ciu mengarah ke depan, kedua tangan yang jari berbetuk seperti cakar menyambar ke arah tenggorokan Siluman srigala.
"Ih" suara terkejut keluar dari kakek berwajah bengis itu ketika lehernya terancam cengkraman jari pemuda yang menjadi musuhnya.
3 orang keluarga Lan, hanya melihat pertempuran antara Han ciu dan Siluman srigala.
Sepasang pedang keluarga Lan, tak suka kepada Siluman srigala karna kelakuan kakek bengis itu yang memang tak di sukai oleh orang orang golongan putih.
Merampok, memperkosa, membunuh dengan imbalan sudah menjadi hal yang biasa buat Siluman srigala.
Tadi ketika melihat Siluman srigala menghadang Walet terbang, Lan kim sudah akan mengajak putri dan adiknya untuk pergi meninggalkan mereka, tapi kemudian membatalkan niatnya ketika melihat Han ciu datang dan sepertinya memang sengaja ingin membunuh Siluman srigala, sehingga orang orang dari keluarga Lan ingin melihat pertempuran antara pemuda yang berpakaian busu dan pernah membuat Lan an kesal dengan salah seorang tokoh sesat golongan hitam, Siluman Srigala.
Siluman srigala menangkis serangan cakar Han ciu ke arah tenggorokan.
Plak !"
Tangan kiri Siluman srigala lalu menyambar dada Han ciu, kali ini ganti Han ciu yang menangkis serangan Siluman srigala.
Dhees !
__ADS_1
Serangan cakar Siluman srigala menyamping, terkena tangkisan tangan Han ciu.
Pertarungan jarak dekat antara, jurus cakar naga hitam dan jurus cakar srigala berlangsung sengit, kedua orang yang bertempur menggunakan jurus pukulan jarak dekat berusaha untuk saling mencari kelemahan lawan dan berusaha untuk menjatuhkannya.
Siluman srigala menang pengalaman sedangkan Han ciu menang tenaga.
Kedua cakar saling hantam semakin lama pertempuran semakin cepat, cakar mereka berdua mengeluarkan hawa tenaga dalam, membuat hawa di sekitar tempat mereka bertempur menjadi dingin.
Tubuh Han ciu berputar semakin lama semakin cepat, cakar Han ciu bergerak menyerang bagian bagian mematikan di tubuh Siluman srigala.
Kedua tangan Siluman srigala sibuk menangkis dan balas menyerang Han ciu.
Han ciu menunduk, ketika wajahnya di sambar oleh jari Siluman srigala.
Cakar kanan Han ciu menyabet dada, Siluman srigala menangkis dengan menyilangkan kedua tangan.
Tapi Siluman srigala tak menyadari bahwa tangan kiri Han ciu selalu menunggu kesempatan untuk mengeluarkan pukulan.
Ketika kedua tangan Siluman srigala di pakai menangkis serangan Han ciu.
Tangan kiri Han ciu yang telah berubah menjadi merah menghantam perut Siluman srigala.
Bhuuuk !
Sepesang pedang keluarga Lan Hanya bisa melotot tanpa bisa mengucapkan kata sepatahpun melihat Han ciu dengan mudah bisa mengalahkan Siluman srigala, tokoh golongan hitam yang sangat di takuti, apalagi Lan an melihat pertempuran di depan matanya, gadis itu diam.
Han ciu memeriksa tubuh Siluman srigala, setelah memastikan musuhnya itu tewas, Han ciu lalu menendang tubuh kakek berwajah bengis itu hingga terpental jauh.
Lalu melesat pergi, kembali ke arah kota Jiu jiang, karna melihat Walet terbang sudah tidak ada di tempatnya.
Ke esokan hari, Han ciu setelah membayar sewa penginapan, pagi pagi sudah keluar dan matanya mencari dan melihat lihat, gadis yang kemarin bertemu dan akhirnya di ketahui bahwa gadis itu adalah Walet terbang.
Han ciu mencari kesana dan kemari, tapi tetap tak menemukan walet terbang.
Han ciu setelah lelah mencari, kemudian masuk kesebuah kedai arak, baru akan duduk Han ciu melihat dayang yang kemarin bertemu tengah berjalan menghampiri dirinya.
"Tuan muda di tunggu oleh nona Sa sie Hwa di tempat kemarin bertemu." ucap sang dayang
Hmm !
Aku cari cari sampe kakiku pegal tak muncul, giliran aku sedang istirahat dia datang.
"Bilang sama nonamu, kalau dia butuh suruh datang kesini !"
__ADS_1
"Eh, kenapa nona yang harus datang kesini ?"
"Bukankah seharusnya pria yang mendatangi wanita ?" ucap dayang itu.
"Itu tidak berlaku untukku, jika nonamu perlu suruh datang sendiri ke sini, dan kau cepat beritahu nonamu."
Han ciu lalu menuangkan arak ke dalam cangkir dan minum sambil melihat orang orang yang lewat di jalan tanpa memperdulikan dayang Sa sie hwa.
Tak terasa, siang berganti menjadi sore.
Han ciu menunggu tapi Sa sie hwa tetap tak datang ke kedai tempat ia minum.
Sore itu juga Han ciu pergi melanjutkan perjalanan ke kota Nan.
Karna kesal, mendengar perkataan Han ciu, dayang itu memberitahu majikannya sore hari, ketika Sa sie hwa pergi ke kedai tempat Han ciu minum, kedai itu telah sepi, hanya beberapa orang saja, dan Han ciu tak ada di dalamnya.
Mata Sa sie hwa berkaca kaca.
Sang dayang ketika melihat majikannya seperti mau menangis, merasa bersalah, lalu ber ucap.
"Nona Sa, jika nona ingin bertemu dengannya, lebih baik kita susul saja pemuda itu !"
Sudahlah A ling.
Sa sie Hwa yang di sebut sebagai Walet terbang adalah murid si maling sakti Cu peng.
Sa sie Hwa anak seorang bangsawan kaya raya yang terkena fitnah, semua kekayaan di sita dan anggota keluarga di hukum pancung, Sa sie hwa sewaktu kejadian masih berumur 5 tahun.
dan bisa di selamatkan oleh Cu peng, kemudian diangkat menjadi murid, sejak itulah Sa sie hwa belajar cara cara mencuri dan ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi dan banyak lagi ke ahlian dari gurunya yang di pelajari oleh Cu peng.
Setelah dewasa, Sa sie hwa mulau merampok pejabat, banngsawan kikir, pedagang culas, hasil yang di dapat sebagian di bagikan ke penduduk yang membutuhkan sisanya ia ambil dan di simpan di tempat aman.
Dalam menjalankan aksinya, Sa sie hwa belum pernah sekalipun tertangkap, karna ilmu meringankan tubuh yang di miliki cukup tinggi, mereka juga belum tahu bahwa Walet terbang itu lelaki atau wanita, karna setiap beraksi Walet terbang selalu menutupi wajah, dan hanya mata yang terlihat.
Dan sehari hari kehidupan gadis itu hanya di temani oleh seorang dayang yakni A ling.
Dan baru kali ini Sa sie hwa, hatinya tergetar melihat Han ciu ketika pemuda itu duduk di pohon rindang, dan semakin bertambah suka setelah tahu pemuda yang berbaju lusuh itu mempunyai kepandaian tinggi.
Tapi semuanya telah pergi, gadis yang biasanya ceria kini berjalan gontai dan gundah gulana, sambil memikirkan seorang.pemuda, yang entah kapan akan bertemu kembali.
"A ling mari kita pergi !"
"Tugas kita di sini sudah selesai, target kita selanjutnya adalah kota Nan."
__ADS_1