Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 144 Rencana untuk Bu Heng


__ADS_3

Melihat Tongki hendak pergi, Han ciu mengangkat tangannya memberi tanda kepada Pedang Api, agar menahan kakak seperguruannya.


“Suheng !” tunggu sebentar, ketua ingin bicara.” Pedang Api berkata.


Tongki akhirnya berbalik tapi kakek itu tak berani menatap ke arah Han Ciu.


“Mau kemana buru – buru paman ?” Han Ciu bertanya kepada Tongki.


“Ketua, maafkan hal yang kemarin, aku janji nanti aku bayar,” ucap Tongki.


Pedang Api mengerutkan kening mendengar percakapan antara sang ketua dengan kakak seperguruannya.


“Aku tidak tanya masalah itu, yang aku tanya, paman mau kemana pergi buru – buru ?"Han Ciu bertanya sambil tersenyum.


Tongki tak menjawab perkataan Han Ciu malah melirik ke arah Pedang Api yang berada di sampingnya, lalu berbisik.


“Apa kau tidak salah orang Sute, bukankah kau bilang ketua sudah mati ?” tanya Tongki pelan.


“Kupikir juga begitu, tapi ternyata tidak, buktinya ia berada di sini sekarang.” Pedang Api berkata.


“Coba kau lihat sekali lagi, benar tidak ia ketua kita yang kau bilang tewas ?” Tongki berkata kembali kepada Pedang Api dengan suara pelan.


“Benar memang dia ketua kita,” ucap Pedang Api sambil mengerutkan kening menatap heran ke arah kakak seperguruannya.


“Celaka aku sekarang,” desis Tongki sambil sebelah tangan menepak jidatnya.


“Apa maksud Suheng ?” tanya Pedang Api bingung.


“Aku bertemu dengan dia di telaga Tong, waktu itu aku bilang sama dia ketua kita tewas, lalu aku bilang sama dia, kalau dia mau aku suruh dia pilih salah satu selir ketua buat jadi istrinya," Tongki berkata sambil tersenyum kecut.


“Suheng !” kenapa bicaramu selalu ngawur,” Pedang Api berkata, wajahnya terlihat gusar ketika mendengar perkataan Kakak seperguruannya, lalu Pedang api menegur kakak seperguruan nya itu.


"Suheng dari dulu selalu membuat masalah,"


“Aku berkata seperti itu karna kasihan sama selir ketua, kan Sute sendiri yang bilang bahwa ketua sudah tewas terkubur di bukit,” ucap Tongki.


Pedang Api tak menjawab perkataan Suhengnya, kakek berpakaian merah itu hanya bisa gelengkan kepala mendengar perkataan kakak seperguruannya.


“Apa kalian sudah selesai bisik – bisiknya ?” tanya Han Ciu.


Keduanya langsung diam mendengar perkataan Han Ciu.

__ADS_1


“Kenapa diam ?” tanya Han Ciu.


“Ketua, hamba mewakili Suheng meminta Maaf, jika Suheng salah bicara terhadap ketua di telaga Tong.” Pedang Api berkata.


“Aku tidak mempermasalahkan itu, kenapa paman Pedang Api yang meminta maaf padaku ?” Han Ciu berkata.


“Sute, aku yang salah terhadap ketua, jadi biar aku yang bertanggung jawab atas masalah ini, Sute tidak usah ikut campur.


Iblis biru yang berada di dekat Han Ciu mengerutkan kening, ia tak mengerti dengan ucapan mereka bertiga.


Ketika Tongki hendak berkata.


Ia melihat isyarat tangan Han Ciu yang menyuruhnya diam.


Mereka melihat rombongan Suma Han, memasuki ruangan.


Raut wajah Suma Han tampak gusar.


“Ketua apa maksud ketua memanggil kami semua kembali ke sini ?” tanya Suma Han kepada Han Ciu, wajah pemimpin keluarga Suma itu penuh selidik menatap tajam kepada Han Ciu.


“Paman, aku lihat paman sudah sangat akrab dengan paman Bu Heng, apa paman sudah berteman lama dengan paman Bu Heng ?”


Suma Han serta Bu Heng mengerutkan keningnya mendengar perkataan Han ciu.


“Apa maksudku !” aku kan hanya bertanya, “kenapa tuan Bu Heng seperti yang marah.” Han Ciu berkata.


Bu Heng diam setelah mendengar perkataan Han Ciu.”


“Aku berteman dengan Sahabat Bu sudah hampir sepuluh tahun,” Suma Han berkata sambil mencairkan suasana yang terlihat sudah mulai panas.


Han Ciu mengangguk mendengar perkataan Suma Han, lalu bertanya kembali.


“Apa benar keluarga Suma hendak menjodohkan Suma Lan dengan Bu Khi.”


“Tadinya kami berdua sudah sepakat akan menjodohkan anak kami.” Suma Han berkata, “tapi aku dalam hal ini menyerahkan semua keputusan kepada Suma Lan, apakah dia mau menikah dengan Bu Khi atau tidak.”


“Adik Suma mengapa kau bicara seperti itu, bukankah kita sudah sepakat akan menikahkan anak – anak kita” Bu Heng berkata sambil menatap, ke arah Suma Han.


“Kalau jadi menikah kenapa tidak di lakukan saja di sini, undang semua kerabat dari tuan Suma Serta kerabat tuan Bu, biar perguruan selaksa pedang serta penginapan bunga naga yang akan memfasilitasi pernikahan muda mudi dari keluarga Suma maupun keluarga Bu, bagaimana dengan usulku ?”


Suma Han serta orang dari keluarga Suma mengangguk mendengar perkataan dari Han Ciu, pernikahan yang di lakukan dengan sebuah fasilitas dari perguruan terkenal adalah sebuah kehormatan, karna sudah jelas orang penting serta tokoh terkenal akan datang karna memandang perguruan tersebut, apalagi acara di lakukan saat ini, saat dimana para tokoh besar berkumpul.

__ADS_1


Suma Han lalu menoleh ke arah anak gadisnya, Suma Lan.


“Bagaimana dengan usul ketua Selaksa pedang, apa kau menerimanya ?” Suma Han bertanya kepada putri kesayangannya.


Sebenarnya keluarga suma sudah tahu kedekatan antara putri ketua mereka dengan Bu Khi, keluarga Suma yang lain juga merasa cocok begitu pula dengan kakak Suma Lan, Suma Hu yang sehari hari bergaul dengan Bu Khi.


Suma Lan sebenarnya tidak menyukai Bu Khi, karna terkadang sifat pemarah pemuda itu susah di kendalikan, tapi melihat ayahnya dan keluarga Suma yang memiliki harapan besar terhadap Bu Khi serta ayahnya Bu Heng, membuat Suma Lan tak punya pilihan lain untuk membahagiakan orang tuanya.


Suma Lan mengangguk tanda setuju, Suma Han serta keluarga Suma yang lain langsung tersenyum.


Setelah melihat anggukan Suma Lan, lalu Han Ciu menatap tajam ke arah Bu Heng.


“Bagaimana dengan tuan Bu, apa tuan setuju dengan usulku ini ?”


"Jika benar perguruan selaksa pedang akan memfasilitasi pernikahan putra putri kami, aku tentu senang sekali." ucap Bu Heng sambil tersenyum


“Tapi apa Bu Khi setuju dengan usulku ini ?” Han Ciu bertanya.


Bu Khi yang tadinya merasa kesal dan tersaingi karna datangnya Han Ciu, mendengar perkataan Han Ciu hati pemuda itu sudah sangat senang, karna memang dari dulu ia sudah menyukai Suma Lan, apalagi sekarang ia di fasilitasi Han Ciu yang merupakan ketua perguruan selaksa pedang, hatinya semakin berbunga bunga.


Tanpa ragu Bu Khi langsung mengangguk tanda setuju mendengar perkataan Han Ciu.


Tuan Bu, jika semua sudah sepakat dan setuju, keluarga Suma sudah berkumpul semua, Tuan Bu Heng boleh hubungi kerabat terdekat supaya bisa menghadiri pernikahan Bu Khi dengan Suma Lan.


Mendengar perkataan Han Ciu.


Wajah Bu Heng langsung berubah, kakek itu baru terpikir bahwa apa yang di katakan Han Ciu susah untuk ia melakukannya.


“Ketua, pernikahan harap dilakukan saja, aku dan Bu Khi sudah sangat gembira jika pernikahan ini berjalan lancar, soal kerabat, biar nanti kami adakan acara di antara para keluarga dekat, karna kerabat dekat kami jaraknya jauh, dan belum tentu bisa berada di sini


Setelah Bu Heng berkata, Han Ciu tersenyum dingin dengan mata berkilat, dan perubahan wajah Han Ciu tak ada yang memperhatikan, saat suasana mulai gembira oleh wajah orang – orang tersenyum ceria.


Baiklah jika memang sudah sepakat, aku sebagai tuan rumah akan memberikan hadiah kepada mempelai pria, ucap Han Ciu tersenyum.


Han Ciu kemudian menoleh ke arah Tongki.


“Ambil pesanan ku ?”


Mendengar perkataan Han Ciu, Tongki mengerutkan keningnya, lalu beranjak pergi dari ruangan.


Tak lama kemudian Tongki kembali sambil membawa sebuah karung besar dan karung itu ia banting di depan semua orang.

__ADS_1


Sambil menoleh ke arah Han Ciu.


“Buat bayar hutang”


__ADS_2