Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 64 Sama sama ingin Ke kota Nan


__ADS_3

Han ciu dan Sin ko baru saja mendengar suara Bidadari gila, tiba tiba pintu kamar tempat Han ciu sudah terbuka karna di hantam gadis itu.


Bidadari gila sudah berdiri di depan pintu kamar sambil tolak pinggang, dan satu matanya di tutup oleh penutup kulit yang sudah beberapa kali di lihat oleh Han ciu.


"Muka ayam !" rupanya kau bersembunyi di sini."


Hmm !


"Ini kamarku, untuk apa aku bersembunyi !" ucap Han ciu sambil menatap tajam ke arah Bidadari gila.


"Maaf nona di kapal tak boleh berkelahi, dan ibu nona sudah membuat perjanjian dengan hamba.


Jadi tolong."


"Gendut !" ambil arak aku mau minum."


Sin ko memang menyebut hamba untuk merendah, tapi ketika gadis yang masih sebaya dengan putra putrinya memanggil gendut dan menyuruh ia mengambil arak, wajah Sin ko berubah merah karna gusar.


Tapi akhirnya Sin ko melangkah keluar kamar sambil mengerutu, untuk mengambil arak setelah melihat isyarat dari Han ciu.


"Nona silahkan masuk ?"


"Tak perlu kau suruh, aku kesini memang mau masuk." ucap Zhain li er, sambil masuk ke dalam kamar yang hanya terdapat ranjang kecil, meja dan beberapa kursi.


Sementara itu Sin ko membawa dua buah guci arak yang tak terlalu besar.


Guci yang ada di tangan kiri Sin ko di dekatkan ke mulutnya.


Phuuuih !


Guci yang berada di tangan kiri lalu di ludahi oleh Sin ko.


"Gadis gila kau coba arak campur sari ini, siapa tahu kau sembuh dari penyakit gilamu.


He he he.


Sin ko tertawa sendiri membayangkan arak di tangan kirinya akan di minum oleh Bidadari gila.


"Apa yang kau tertawakan ?" Sin ko melihat ke arah datangnya suara, dan wajahnya langsung pucat ketika melihat Dewi angin dan iblis seribu wajah.


"Ti, tiiidak apa apa," Sin ko berkata gugup.


"Kau lihat anaku ?"


"Nona, nona sedang bersama muka ayam," Lihiap ( pendekar wanita yang di hormati )


"Celaka !" kapal ini bisa hancur jika mereka berkelahi."


"Dimana mereka ?"


"Di kamar bocah yang di panggil muka ayam !" Sin ko menjawab pertanyaan dari Dewi angin.


"Apa kau bilang !" di kamar bocah itu ?"


"Celaka, kakak mari kita kesana !" Dewi angin berkata kepada Iblis seribu wajah, suaminya.


Mereka lalu mengikuti Sin ko, menuju kamar Han ciu.

__ADS_1


Di dalam kamar, Han ciu dan Bidadari gila tengah duduk berhadapan dan saling tatap.


Mereka sama sama menoleh ke arah pintu dan melihat Sin ko, Dewi angin dan iblis seribu wajah datang dan langsung masuk ke kamar, karna pintu sudah terbuka.


"Ibu, kakek mau apa kesini ?"


"Apa yang kau lakukan di sini ? Iblis seribu wajah balik bertanya sambil menatap ke arah Zhain Li er.


"Tidak ada yang Li er lakukan,"


"Hai gendut !" memang apa yang telah aku lakukan di sini ?"


Sin ko mengerutkan kening sambil geleng kepala.


"Mana hamba tahu, apa yang nona lakukan ?"


"Aku kan cuma menyuruhmu mengambil arak, dan tidak mengacau."


"Iya, iyaa betul tuan, nona hanya menyuruh hamba untuk mengambil arak,"


"Mana arakku ?" ucap Zhain li er.


Sin ko sambi menyeringai memberikan guci arak yang ada di tangan kiri kepada Bidadari gila, sedangkan guci arak di tangan kanan di berikan kepada Han ciu.


Chiiiis !


"Tak sopan kau gendut !"


"Tak sopan bagaimana ?" Sin ko menjawab perkataan Zhain li er.


Hmm !


Sin ko mengambil arak di meja lalu di berikan arak itu dengan tangan kanan kepada Zhain li er.


"Aku tak mau arak itu !" tukar dengan arak milik muka ayam ," ucap Zhain li er.


Wajah Sin ko langsung berubah mendengar perkataan dari Zhai li er.


"Nona, kedua arak ini sama, kenapa harus di tukar tukar," ucap Sin ko.


"Kau dengar tidak apa yang aku katakan ?"


Wajah Sin ko berubah mendengar perkataan Bidadari gila.


"Anak muda, apa kau keberatan jika arakmu di tukar oleh anakku ?"


Han ciu menggelengkan kepala mendengar perkataan dari Dewi angin, kemudian memberikan isyarat tangan kepada Sin ko untuk menukar guci arak yang tak terlalu besar itu.


Sin ko dengan terpaksa dan tangan sedikit gemetar kemudian menukar guci arak yang ada di meja.


"Setelah guci di tukar, Bidadari gila langsung menyambar guci arak kemudian minum langsung dari guci kecil itu."


Hmm !


"Segarnya arak !" ucap Bidadari gila.


"Dasar gadis manja, gerutu Sin ko melihat kelakuan Bidadari gila.

__ADS_1


Iblis seribu wajah tak menanggapi perkataan Lie er dan Sin ko.


Tapi tokoh tua itu malah menatap tajam ke arah Han ciu.


"Anak muda !" Mau kemana dan hendak kemana ?"


"Aku mau ke kota Nan, "


"Ternyata perjalanan kita sama, kami juga akan ke kota Nan."


"Kau penduduk kota Nan ?"


Han ciu geleng kepala ketika di tanya oleh iblis seribu wajah.


"Untuk apa tuan ke kota Nan ?" Han ciu balik bertanya kepada Iblis seribu wajah.


"Kami di undang untuk menghadiri acara peresmian Bunga naga."


Han ciu memang sudah di beritahu oleh Sin ko bawah mereka akan pergi ke kota Nan, tapi Han ciu tak menyangka mereka bertiga ternyata hendak menghadiri acara peresmian penginapan Bunga naga.


Tiba tiba tangan Iblis seribu wajah yang tengah duduk, menyambar ke arah leher Han ciu.


Han ciu dengan jurus cakar naga hitam, kemudian menangkis serangan lblis seribu wajah.


Plaaak !


Ketika sambaran tangannya dapat di tangkis, Iblis seribu wajah menyerang Han ciu dengan jurus Kim na jiu ( ilmu pukulan dan cengkraman jarak pendek ) yang ia miliki.


Han ciu dan Iblis seribu wajah bertarung dengan jurus jurus Kim na jiu yang mereka andalkan, pertarungan jarak dekat itu di saksikan oleh Sin ko, Dewi angin dan anak angkatnya, Bidadari gila.


Meja dan guci arak milik Han ciu bergoyang kencang, tapi tidak sampai membuat guci arak terlempar atau jatuh dari meja.


"Tahan !" Sin ko teriak kencang, melihat pertandingan mulai bergeser dan memakai tenaga dalam tinggi.


Iblis seribu wajah dan Han ciu sama sama menarik serangan, ketika mendengar teriakan dari Sin ko.


Iblis seribu wajah mendengus.


Hmm !


"Siapa kau sebenarnya anak muda ?" ucap kakek itu, "ternyata kau hebat juga, bisa menandingi Kim na jiu milik ku."


"Tungg, tunggu, bukankah tuan dan nyonya sudah berjanji untuk tidak berkelahi dalam kapal."


"Aku dan pemuda ini bukan berkelahi, tapi kami sedang berlatih."


"Bukankah begitu anak muda ?"


Han ciu mengangguk mendengar perkataan dari Iblis seribu wajah.


Han ciu yang melihat Zhain li er minum arak, lalu menyambar guci arak yang berada di meja lalu meminumnya.


Gluk gluk gluk.


Setelah tiga kali minum, Han ciu lalu melihat ke arah guci arak yang tadi ia minum.


"Kenapa arak ini rasanya aneh ?"

__ADS_1


__ADS_2