Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 69 Persiapan Acara Peresmian Bunga Naga


__ADS_3

"Cici siapa sebenarnya pemuda bopeng itu ?"


"Aku tidak tahu siapa pemuda bopeng itu, dia datang bersama sepasang tokoh aneh, gadis itu adalah cucu sepasang tokoh aneh, suami dari pemuda yang bermuka bopeng.


"Jadi mereka suami istri ?"


"Benar !" ucap Sa sie hwa membalas perkataan Xiao er.


"Aneh !" aku lihat gadis itu masih muda, ber ilmu tinggi dan parasnya juga cantik, tapi kenapa mau dengan pemuda yang mukanya bopeng, belum lagi tompel besar di pipi membuat badanku merinding.


Xiao er kemudian menepis nepis baju, waktu teringat pemuda bopeng itu memeluknya dari belakang.


"Kenapa dengan bajumu ?" Sa sie hwa menatap Xiao er dengan pendangan heran.


"Tidak apa Kakak sa, hanya agak agak gatal.


Tapi jurus cakar yang tadi di gunakan oleh pemuda bopeng itu seperti jurus yang pernah Han ciu koko gunakan.


"Jalan pikiranku sama denganmu," aku juga pernah melihat Han ciu koko menggunakan jurus itu.


"Ah, tapi tak mungkin !"


"Apa maksud cici tak mungkin ?" Xiao er ber tanya, mendengar perkataan dari Sa sie hwa.


Sa sie hwa lalu menceritakan pertempuran antara Han ciu dengan Gubernur Fu su di telaga Qianzhong.


"Jadi Han ciu koko sudah tiada," Xiao er berkata sambil menunduk, tak terasa air mata menetes mendengar cerita Sa sie hwa.


Sa sie hwa lalu mendekati gadis itu kemudian memeluk Xiao er


"Kita semua merasa sangat kehilangan Han ciu koko," ucap Sa sie hwa sambil mengusap bahu Xiao er, Sa sie hwa lalu berbalik dan melesat pergi meninggalkan Xiao er yang masih berdiri termenung.


****


Han ciu membanting penyusup yang telah ia totok ketika tiba di rumah tempat ia menginap.


"Siapa dia ?"


"Dia penyusup yang mencoba membunuh dua bangsawan yang membangun penginapan bunga naga." ucap Han ciu menjawab pertanyaan Iblis seribu wajah.


"Serahkan saja kepada nona Ah nio, perempuan tadi juga sudah di bawa olehnya."


Han ciu sebenarnya ingin menanyai penyusup yang telah ia totok, tapi setelah mendengar perkataan dari Iblis seribu wajah, Han ciu mengurungkan niat, karna tak ingin identitasnya terbongkar.


Tak lama kemudian Pedang langit datang.


"Kalian tidur saja, aku dan saudara Zhi dong mau bercakap cakap sampai pagi, membahas dunia persilatan."


Han ciu mengangguk dan merasa bersyukur atas perkataan dari Iblis seribu wajah, Han ciu tak ingin penyamarannya di ketahui oleh Pedang langit.


Han ciu masuk kedalam kamar.


Zhain li er masih duduk di dekat Dewi angin.


"Sedang apa kau di sini ?"


"Bersama ibu." Li er memjawab perkataan Dewi angin.


"Untuk apa kau mendengar percakapan orang tua, Tidur sana !"

__ADS_1


"Tidur dimana ?"


"Ya tidur bersama suamimu, ponakan Li,"


Zhain li er tersenyum, "baik paman," setengah berlari Li er masuk kamar.


Han ciu membiarkan Zhan li er masuk kamar karna mendengar perkataan dari Pedang langit.


Han ciu langsung naik ke atas tempat tidur, Zhain li er mengikuti.


"Han ciu menoleh, sedang apa kau di sini ?"


"Tidur bersama suami," ucap Zhain li er berkata malu malu.


"Apa, tidur bersama ?" tidak, tidak."


"Biar aku tidur di bawah kau diatas."


"Aku akan pelan pelan."


Han ciu mengerutkan kening mendengar perkataan Zhain li er.


"Apa maksudmu dengan pelan pelan ?"


"Aku tak akan menggigit seperti tadi." Zhain li er setelah berkata, wajahnya merah dan tertunduk malu.


"Kau, kau," hanya itu ucapan Han ciu, ingin menyebut gila tapi Han ciu takut akan terjadi keributan jika Li er marah.


Han ciu lalu mendorong Li er,.


"kau saja yang tidur di bawah."


"Muka ayam memukulku kakek,"


Hmm !


"Apa kau tak malu di dengar oleh paman Pedang langit, kasar terhadap ponakannya." ucap Dewi angin


Hmm !


"Jangan kau macam macam dengan ponakanku anak muda !" rontok semua nanti gigimu."


Han ciu di dalam kamar menatap tajam ke arah Li er.


"Kapan aku memukulmu ?"


Li er diam tak menjawab.


"Ya sudah kau tidur di sini, tapi jangan macam macam."


Mendengar perkataan Han ciu, Zhain li er tersenyum lalu berkata.


"Muka ayam tenang saja, Li er akan pelan pelan."


Tangan Han ciu langsung menepak pelan kening Zhain li er, "tidur sana jangan berpikir macam macam."


Orang penginapan bunga naga di bawah pimpinan Ahn nio mempersiapkan acara peresmian, sekaligus acara berkabung buat Han ciu ketua penginapan bunga naga.


Sementara di tempat iblis seribu wajah, ia bersama dengan Xiao cen, ketua perguruan api suci dan Pedang langit, sering bercakap cakap membahas masalah dunia persilatan.

__ADS_1


Xiao er terkadang ikut dan memperhatikan pemuda bopeng yang selalu di ikuti oleh gadis yang sering tertawa.


Xiao er pernah memancing Han ciu untuk mengeluarkan jurus jurusnya, tapi pemuda itu cuma menghindar dengan ilmu meringankan tubuh, malah Li er yang mengamuk, Xiao er jika tak di tolong oleh kakeknya, sudah terkena tamparan Li er.


Hari cepat berlalu tanpa terasa besok adalah hari peresmian penginapan bunga naga dan penghormatan terakhir terhadap Han ciu sebagai ketua dan pemilik penginapan bunga


Siangnya mereka semua berkumpul untuk mempersiapkan acara dan membagi tugas untuk mengamankan acara penghormatan terakhir dan peresmian bunga naga.


Pedang langit, iblis seribu wajah dan istrinya, Han ciu dan Li er, Xiao er yang duduk berhadapan dengan Han ciu, Xiao cen, Ahn nio, Sa sie hwa dan yang lain semua berkumpul untuk berbagi tugas.


Pedang langit membuka percakapan.


"Tuan tuan dan nona, besok adalah hari dimana penginapan bunga naga akan maju atau hancur, kita sebagai pelindung penginapan bunga naga sekaligus anak buah Cengcu juga ketua dari penginapan bunga naga harus selalu waspada."


"Karna besok pasti ada musuh datang dan kita harus siap menyambutnya."


"Para tamu dan sahabat, jika tak membantu kami tak memaksa, tapi jangan malah memperkeruh suasana."


"Nona Ahn nio bagaimana hasil penyelidikan dari penyusup yang telah tertawan, apa ada keterangan ?" ucap Pedang langit.


"2 orang penyusup sangat susah untuk bicara, mereka melepaskan tanda kembang api, supaya anggota mereka yang berada di penginapan bunga naga mundur."


"Tapi satu hal yang pasti, mereka adalah orang dari lembah seribu bunga dan mata mata dari tuan Xiang yu, mereka akan memastikan apakah penginapan bunga naga dan tuan Liu bang saling terkait."


"Mata mata kami juga memberitahu bahwa tuan Xiang yu dan tuan Liu bang akan datang ke acara peresmian penginapan bunga naga."


Hmm !


"Apa mereka akan bertempur di sini ?"


"Paman pedang langit tak usah khawatir masalah itu, menurut kabar mata mata kami tuan Xiang yu dan tuan Liu bang memang sedang bersitegang, tapi di depan umum mereka tak mau menunjukan permusuhan untuk menarik simpati rakyat agar membantu perjuangan mereka."


"Tapi kita harus waspada terhadap antek antek dari mereka, sedangkan penyusup adalah kiriman dari lembah seribu bunga, dan menurut kabar penyusup."


"Siluman lembah bunga kokcu dari lembah seribu bunga akan datang bersama sekutu mereka, dan aku yakin merekalah yang akan membuat rusuh acara yang akan kita adakan besok." Ahn nio berkata.


Orang orang yang hadir di pertemuan mengangguk mendengar penjelasan Ahn nio.


Pedang langit, iblis seribu wajah serta yang menghadiri pertemuan mengerti maksud dari Ahn nio.


Pedang langit membagi tugas dan menyebar anggota perkampungan selaksa pedang, untuk berjaga dan menutup jalan masuk dan keluar dari penginapan bunga naga.


Dalam pertemuan Han ciu merasa gelisah, karna Xiao er selalu menatapnya.


Han ciu sudah menunduk, memalingkan wajah ke arah lain, tapi ketika ia melihat kembali ke arah Xiao er, mata gadis itu tak beralih dan terus menatap tajam kearahnya.


Setelah pertemuan selesai, mereka kembali ke tempat masing masing, Xiao er yang sangat penasaran dengan pemuda berwajah bopeng suami Zhain li er, dan selalu memancing pemuda itu untuk mengeluarkan kepandaian dan suara agar Xiao er bisa tau darimana pemuda itu berasal karna Xiao er yakin bahwa ilmu pemuda bopeng itu adalah ilmu yang pernah Han ciu gunakan.


Ketika mereka berpapasan, Xiao er sengaja lewat dan bepura pura menubruk Han ciu.


Bhuuuk !


"Maaf maaf tuan !" ucap Xiao er


Han ciu hanya mengangguk dan acuh.


Xiao er makin kecewa melihat sikap Han ciu, sambil berlalu. Xiao er yang kecewa ketika lewat di samping Han ciu, berkata pelan dengan nada sedih.


"Sudah 2 x kau pegang, apa tak ada artinya untukmu ?"

__ADS_1


__ADS_2