
“Iblis biru !” kenapa kau selalu usil dengan urusan orang, aku kan memberitahu teman kita ini, agar dia tau yang terjadi di depannya.
"Kau kalau mau lihat ya lihat saja, kenapa kau ikut campur urusanku ?”
Hmm !
"Tongki !" jangan sampai kau membuatku kesal, camkan itu baik – baik." ucap lblis Biru.
Omongan keduanya yang agak keras menarik perhatian.
Perhatian lblis biru beralih, ketika mendengar suara Xiang Yu.
“Paman Ming Mo, bagaimana kabarmu ?”
“Apa paman sekarang sudah bergabung dengan perguruan selaksa pedang ?” tanya Xiang Yu sambil menatap tajam ke arah Ming Mo nama lblis Biru, Dewa Api juga melihat ke arah sahabatnya itu.
"Tuan Xiang Yu, aku bukan anggota perguruan Selaksa Pedang, aku disini menjalankan tugas membalas budi, atas mutiara racun yang kau berikan."
“Benar !”paman Ming Mo sudah menjalankan tugas dengan baik, karena ketua Han sudah tiada, sekarang paman Ming Mo sudah bebas menentukan pilihan, ucap Xiang Yu.
“Berarti tugas ku sudah membalas budi sudah selesai ?” ucap Iblis Biru sambil menatap tajam.
“Atas nasehat dari sahabat paman, yaitu paman Dewa Api, aku akan membebaskan paman dari hutang budi, tapi ada syaratnya, bagaimana ?” Xiang Yu berkata.
“Apa syaratnya ?” tanya lblis biru sambil menatap tajam mendengar perkataan Xiang Yu.
“Paman tidak boleh membunuh anak buahku"
“Bagaimana, apa paman setuju ?” Xiang Yu berkata sambil menatap tajam ke arah Ming Mo.
Hmm !
“Baik aku terima tawaranmu,” Ming Mo berkata.
“Satu urusan sudah selesai.
"Sekarang dengan Tuan Pedang Langit !"
“Sekali lagi aku ingin bertanya, bagaimana dengan tawaranku ?" kesempatan tidak datang dua kali.” Xiang Yu berkata sambil menatap ke arah Pedang Langit.
Sementara itu Han Ciu menatap tajam ke arah Dewa Api.
Kakek yang serba merah itu adalah Dewa Api, orang yang ia lihat telah membunuh ibunya.
Wajah Han Ciu membesi dan terus menatap kakek itu, selain Dewa Api, Han Ciu tidak melihat Han Ci Kung yang diharapkan datang untuk sekalian membuat perhitungan.
Han Ciu mengangguk mendengar perkataan Pedang langit yang kembali menolak tawaran Xiang Yu.
“Eh kenapa kau angguk anggukan kepala?” tanya Tongki ketika melihat Han Ciu mengangguk.”
Tapi Han Ciu tetap tak menjawab perkataan Tongki.
“Suheng, dengarkan saja dan lihat apa yang terjadi,” Pedang api berkat kepada Tongki.
Tongki diam mendengar perkataan adik seperguruannya.
“Sebagai hiburan di tempat ini, bagaimana jika rombongan ku menjajal rombongan adik Liu Bang, bukankah sebuah acara peresmian perguruan biasa melakukan pibu ?” Xiang Yu berkata.
“Maaf tuan, Hal ini tidak bisa kami lakukan, karna nanti akan menimbulkan keributan, biarpun di sebut hiburan, semua orang tahu tuan Xiang Yu dan Tuan Liu Bang berseteru serta mempunyai kepentingan masing – masing yang saling bertentangan.” Ucap pedang langit.
Mendengar perkataan Pedang Langit, Xiang Yu mendengus, lalu berkata dengan nada dingin
__ADS_1
“Aku tahu kemana arah tujuanmu setelah kau meresmikan perguruan Selaksa Pedang,” sambil menatap tajam ke arah Pedang Langit.
“Tolong hargai tuan rumah, perguruan Api Suci masih bisa menahan diri walaupun melihat musuh di depan mata, apa kalian tidak bisa ?” Xiao Cen berkata sambil menatap dingin ke arah ketua perguruan Selaksa Racun, karna perguruan itu ikut andil sewaktu Han Ci Kung serta adiknya berkhianat.
Xiang Yu diam mendengar perkataan Xiao Cen, “selama ini perguruan Api Suci belum mengambil sikap, tapi melihat perguruan Selaksa Racun datang bersamaku, agaknya sudah bisa dipastikan kemana arah tujuan Api Suci,” Xiang Yu berkata dalam hati.
Liu Bang berdiri sambil terlebih dahulu memberi hormat kepada Pedang Langit, kemudian berkata.
“Maaf bila membuat kerusuhan di acara peresmian perguruan Selaksa Pedang.
“Tapi kami bukanlah rombongan pengecut yang hanya bisa bersembunyi di balik para tokoh besar.” Liu Bang berkata menyindir Xiang Yu yang selalu membawa banyak pengawal, jika menghadiri suatu undangan atau acara.
“Apa kau sedang menyindir aku ?” Xiang Yu berkata, sambil menatap tajam ke arah Liu Bang.
Peta perpecahan memang sudah terbagi, Kekuatan Xiang Yu berpusat di daerah Timur, sementara Liu Bang ke arah barat.
Sehingga perseteruan keduanya semakin tajam, dan kali ini mencapai puncaknya.
Tak ada lagi basa basi yang biasa terlihat di sebuah acara jika mereka bertemu.
Dukungan orang persilatan, memang untuk saat ini, Xiang Yu lebih unggul, tapi mereka yang mendukung pergerakan Xiang Yu lebih banyak dari golongan Hitam, sementara golongan putih, tokoh besar dan perguruan besarnya masih ragu untuk memberikan dukungan, dan mereka masih menjaga Sikap dan melihat situasi, karna jika salah melangkah, akan fatal akibatnya.
Dewa Api setelah meminta ijin kepada Xiang Yu masuk ke arena, aku ingin melemaskan otot sambil meramaikan acara peresmian perguruan Selaksa Pedang, tanpa meminta ijin kepada Pedang Langit, Dewa api telah berdiri di arena.
“Aku ingin berkenalan dengan salah seorang diantara 2 pengawal tuan Liu Bang.” Ucap Dewa Api.
Mendengar perkataan Dewa Api, Han Ciu sudah mulai panas, ketika hendak bangkit.
Tiba – tiba Tongki memegang tangan Han Ciu, “kawan !” sebentar lagi akan ada pertarungan, kau jangan khawatir nanti akan aku ceritakan, kau cukup dengarkan saja,” ucap Tongki sambil menepak nepak tangan Han Ciu lalu memegangnya.
Han Ciu mendengus mendengar perkataan Tongki sambil menoleh berkata dengan suara parau, “lepaskan tanganmu !” kemudian Han Ciu menepiskan tangan Tongki, saat melihat Pedang Biru melesat ke tengah arena.
Tongki langsung melepaskan tangannya lalu berkata,
“Pedang Biru menatap tajam Dewa api.”
“Tuan, kau sudah berubah !” sudah tak ada rasa hormat di hatiku sekarang, harta dan jabatan telah membutakan segalanya." ucap Pedang Biru
Hmm !
“Hati – hati jika bicara, ini bukan soal harta atau jabatan, tetapi soal keyakinan.” Dewa Api berkata sambil menatap tajam ke arah Pedang Biru.
Pedang Biru mengeluarkan pedangnya yang memancarkan sinar kebiruan, kemudian melesat, sambil menyabetkan pedang ke arah bahu.
Pedang Biru menyerang ke arah anggota tubuh yang tidak berbahaya.
Tetapi itu malah dianggap merendahkan Dewa Api.
Kakek serba merah itu mendengus, merasa di remehkan, tanpa menghindar, lengan baju yang berwarna merah dan agak panjang dengan di aliri tenaga dalam menepis pedang, milik Pedang Biru.
Plak !
Pedang melenceng, Pedang Biru mendengus, kali ini ia yang merasa di rendahkan melihat sikap Dewa Api, setelah melenceng, pedang yang berwarna kebiruan, lalu turun menyambar kaki.
Dewa Api loncat kemudian mengibaskan tangannya ke arah Pedang Biru.
Pedang Biru mundur, sambil pedangnya mengibas.
Sreet....Blaar !
Keduanya lalu mundur, kemudian bergerak kembali, keduanya saling serang semakin lama semakin cepat, Hawa panas dari tenaga dalam yang di keluarkan Dewa Api mulai terasa di sekitar arena.
__ADS_1
Tongki terus saja bercerita kepada Han Ciu yang berada di sampingnya.
Sementara itu, Pedang Biru yang memang kelasnya masih di bawah Dewa Api mulai tertekan.
Serangan yang menggunakan Pedang, hanya bisa menyerang melalui ujung pedang, karna hawa panas yang melindungi tubuh Dewa Api membuat Pedang biru menjaga jarak.
Sedangkan Dewa Api terus merangsek pedang Biru.
Pukulan maupun kibasan tangannya yang mulai berwarna merah semakin menekan dan menindih jurus pedang, yang di keluarkan oleh Pedang Biru.
Pedang biru menyerang dan bertahan selalu menjaga jarak dari Dewa Api, karna hawa panas yang dikeluarkan dari kedua tangan Dewa Api.
Pedang biru mundur, kemudian pedangnya meluncur tegak lurus menusuk ke arah dada, Dewa Api menggeser sedikit tubuhnya, lalu sikunya masuk menyodok ke arah pinggang Pedang Biru.
Buk !
Pedang Biru terhuyung dan mundur selangkah terkena siku Dewa Api.
Dewa api tersenyum seperti orang yang meremehkan, setelah berhasil membuat Pedang Biru mundur.
Xiang Yu tersenyum melihat keberhasilan salah seorang kepercayaannya, sementara lblis biru mendengus melihat sahabatnya mulai terlihat Sombong.
Pedang Biru ketika hendak kembali menyerang, mendapat isyarat dari Liu Bang untuk mundur
Orang kepercayaan Liu Bang setelah Beng San, kemudian menuruti permintaan tuannya, Pedang Biru mundur setelah memberi hormat tanpa berkata, lalu duduk kembali di samping Liu Bang, wajahnya terlihat merah karna malu dan penasaran terhadap Dewa Api.
“Bagaimana adik Liu Bang, apa ingin paman Beng San turun tangan ?” Xiang Yu berkata sambil meledek Liu Bang, orang – orang dari rombongan Xiang Yu tertawa mendengar perkataan dari majikan mereka, Dewa Api semakin membusungkan dada, mendengar orang – orang mulai memujinya.
Tuk ..Tuk .. Tuk .. Tuk
Suara tongkat batu beradu dengan lantai terdengar, berjalan perlahan ke arah arena tempat dimana Dewa Api masih berdiri.
Sementara walau sudah di tepis tapi Tongki tetap berjalan di samping Han Ciu, seakan menuntun pemuda itu yang tengah menyamar menjadi kakek Tongkat Putih.
Setelah sampai arena, Dewa Api bertanya,
“Mau apa kau kesini ?”
“Aku kakek tongkat putih, salah satu anak buah tuan Liu Bang ingin menjajalmu,” ucap Han Ciu dengan suara sedikit parau dan berat.
Liu Bang, Pedang Biru serta Beng San mengerutkan keningnya melihat seorang kakek serba putih yang kedua kakinya buntung, dengan gelar kakek Tongkat putih mengaku sebagai anak buahnya.
Ha Ha Ha
“Aku baru mendengar gelarmu tuan, tapi tak apa jika ingin mencoba.”
“Apa kau juga ingin ikut bergabung ?” Dewa Api berkata kepada Tongki.
Tongki mengerutkan keningnya, lalu berkata.
“Aku hanya mengantar temanku ke arena,”
Ha Ha Ha
“Jadi kawanmu itu tak tahu arah ke tempat ini,” ucap Dewa Api sambil tertawa, setelah memperhatikan mata putih yang telah di rias oleh lblis seribu wajah.
Han Ciu mendengar perkataan Dewa Api, Tongkat batu yang ia pakai, ia ketuk ke arah lantai.
Tuk !
Lantai bergetar, air di bawah ruangan seperti bergolak, tempat duduk para tamu bergetar, semua yang hadir terkejut
__ADS_1
Setelah mengetukan tongkat batu miliknya, Han Ciu menatap tajam ke arah Dewa api sambil mendengus.
“Kau pikir aku buta,”