Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch 228 : Rencana penguasa hutan Hanzhong


__ADS_3

Tongki bersama Dewi kipas terus bergerak setelah mendapat informasi berharga dari prajurit yang tengah berpatroli.


Setelah 2 hari melakukan perjalanan, akhirnya Fang Ji berhasil menemukan rombongan pasukan yang di pimpin oleh Pedang api yang tengah berkemah di sebuah hutan.


“Kakak! Bagaimana kabarmu? Tanya Pedang api kepada kakak seperguruannya.


“Aku baik – baik saja,” jawab Tongki sambil tersenyum.


“Selamat datang Dewi Kipas,” ucap Pedang api sambil memberi hormat.


Dewi Kipas anggukan kepala sambil tersenyum sambil anggukan kepala.


“Dia calon kakak iparmu,” bisik Tongki pelan.


Mendengar perkataan Tongki, wajah Pedang api langsung berubah gembira, senyum terlihat di bibirnya.


Melihat senyum dan mulut Tongki yang bergerak gerak, Dewi Kipas mengerutkan keningnya dan bertanya sambil melotot ke arah Tongki.


“Apa yang kau katakan tadi? Tanya Dewi Kipas sambil melotot ke arah Tongki.


“Tidak....aku tidak bicara apa²,” ucap Tongki sambil menggerakkan kedua tangan, wajah Tongki tampak merah.


Pedang Api tersenyum melihat tingkah kakak seperguruannya, kemudian berkata kepada Dewi Kipas.


“Kakak Tongki menyuruh aku supaya Dewi istirahat setelah melakukan perjalanan jauh,” ucap Pedang api sambil tersenyum.


Cis !


“Dari gerak mulut, sepertinya tidak seperti itu,” ucap Dewi kipas.


Sebelum Dewi Kipas lanjut bicara, masuk lblis Biru bersama dengan Huang Zilin.


“Melihat Fang Ji, kukira ketua yang datang, ternyata seorang pengacau,” lblis Biru berkata sambil melirik ke arah Tongki.


“Hai muka pucat ! Hati – hati jika bicara,” Tongki membalas perkataan lblis Biru.


Ha Ha Ha


“Saudara Tong, tak ku sangka kau rindu bertaruh denganku sampai menyusul kesini,” Huang Zilin ikut bicara melihat kedatangan Tongki.


Phuih !


“Tak sudi aku bertaruh dengan lblis sepertimu,” ucap Tongki sambil mendengus mendengar perkataan Huang Zilin.


“Kenapa kau bicara seperti itu saudara Tong ? Bukankah aku selalu memberi kemudahan, saudara Tong selalu memilih terlebih dahulu apa yang di inginkan,” ucap Huang Zilin sambil tertawa.


“Memang benar apa yang saudara Huang katakan, tetapi kenapa aku selalu kalah jika bertaruh denganmu? Tongki balik bertanya kepada Huang Zilin.


“Wajah mu sial,” ucap Iblis Biru ikut bicara mendengar perkataan kedua sahabatnya itu.


“Diam kau muka sirop! Aku tak bicara denganmu,” Tongki berkata sambil cemberut mendengar perkataan Iblis Biru.


Sudah....Sudah, kenapa jika bertemu selalu bertengkar, terdengar suara dari Tan Kui yang baru saja datang bersama dengan Talaba.


Sementara Tan Ling menarik tangan Dewi Kipas.

__ADS_1


“Dewi, mari kita pergi! Ucapan para lelaki terkadang menyebalkan,” Tan Ling berkata.


Dewi kipas anggukan kepala kemudian ikut dengan Tan Ling keluar dari tenda kediaman pedang api.


Setelah Dewi Kipas keluar bersama Tan Ling, mereka kemudian duduk dan ingin mendengar cerita dari Tongki.


Tongki lalu bercerita, tentang pesan Han Ciu kepada adik seperguruannya.


“Berapa pasukan yang ada di bawah pimpinan adik? Tanya Tongki.


“Pasukan yang kami bawa bersama pasukan yang di bawa oleh Talaba serta pasukan musuh yang sudah bersedia bergabung, ada kurang lebih 2500 pasukan.”


Tongki anggukan kepala mendengar perkataan Pedang api.


Ketika kami mencari kalian, kami bertemu dengan patroli pasukan bintang timur.


Lalu Tongki bercerita bagaimana ia menyerang 10 prajurit musuh dan informasi yang di dapat.


Hmm !


“Jadi pasukan bantuan Xiang Yu di pimpin oleh si Jari api yang pernah menantangku di telaga barat,” ucap Pedang api sambil mengepalkan tangannya.


“Bukan kau tapi menantangku,” ucap Tongki.


“Kapan mereka bergerak dari Taiyuan ke kota Shang? Tanya pedang Api.


“Kalau itu, si prajurit bilang secepatnya,” jawab Tongki


“Tapi membawa 3000 prajurit, mereka tak mungkin bergerak cepat, bagaimana menurutmu? Tanya Iblis Biru ikut bicara.


“Talaba, beritahu kepada para kepala prajurit agar pasukan bersiap, besok kita berangkat ke kota Taiyuan,”


“Tunggu dulu tuan ! Untuk apa kita ke kota Taiyuan, bukankah lebih baik kita menunggu dan mencegat mereka sebelum mereka sampai di kota Shang,” Tan Kui angkat bicara.


Pedang api, Huang Zilin serta yang lain anggukan kepala mendengar perkataan Tan Kui.


“Baik, kita menuju kota Shang dari arah utara, menunggu pasukan yang di pimpin oleh Jari api, jika mereka sudah sampai di kota Shang, nanti kita kasih kabar ketua, pasukan kita menyerang kota Shang dari utara, sementara ketua menyerang dari selatan.


Apa saudara Tan mengenal daerah antara Taiyuan dan Shang ? Tanya Pedang api.


“Saudara tak usah khawatir, hutan sekitar Beidi, Shang serta Taiyuan aku dan istriku hafal betul,” Tan Kui membalas perkataan sepasang siluman hutan Hanzhong.


“Tunggu dulu,” ucap Tongki sambil menatap ke arah Tan Kui.


“Dulu sewaktu kalian berdua bertemu kami, kalian pernah bilang, tidak pernah keluar dari hutan Hanzhong,” lanjut perkataan Tongki sambil menatap heran ke arah Tan Kui.


Tan Kui tertawa mendengar perkataan Tongki, kemudian menjawab.


“Itu rahasia kami saudara Tong, coba saudara Tong pikir! masa sampai setua ini kami hanya hidup di hutan Hanzhong.


Kami memang hidup di hutan dan jarang ke kota, jadi hutan² yang ada di sekitar ketiga kota yang tadi kami sebut, kami hafal betul.


Tongki dan yang lain anggukan kepala mendengar perkataan Tan Kui.


“Baiklah kalau begitu, mengenai jalan kami serahkan kepada tuan Tan.” Lanjut perkataan pedang api.

__ADS_1


“Saudara Tan yang hafal medan, Talaba yang ahli dalam mencari jejak serta Fang Ji yang mempunyai penciuman tajam, berangkat lebih dulu membuka jalan, mencari tempat dan jika bisa, sambil mengawasi pergerakan musuh.”


Tan Kui serta Talaba anggukan kepala, lalu pamit undur diri.


Setelah Tan Kui memberitahu istrinya bahwa ia mendapat tugas dari pedang api, Tan Kui tanpa menunggu hari esok, bersama Talaba serta Fang Ji langsung berangkat ke arah perbatasan antara kota Shang dan Taiyuan.


Ke esokkan harinya setelah semua siap, seluruh pasukan yang di pimpin oleh Pedang api bergerak mengikuti petunjuk arah yang telah di berikan oleh Tan Kui.


****


Tan Kui, Talaba serta Fang Ji tengah bersembunyi di sebuah bukit, di tengah hutan yang terdapat sebuah jalan yang menuju kota Shang dari arah Taiyuan.


“Paman Tan, apa kau yakin pasukan bintang timur akan lewat dari jalan ini? tanya Talaba.


Kalau hidung Fang Ji benar mencium bau manusia ketika kita melewati lembah hitam sehari yang lalu, aku yakin itu pasukan bintang timur, dan bisa aku pastikan rombongan mereka akan lewat hutan ini, karena hanya ini satu – satunya jalan yang bisa di lalui oleh 3000 pasukan,” ucap Tan Kui.


Tan Kui merobek bajunya, kemudian dengan getah pohon yang banyak terdapat di sekitar mereka, Tan Kui menggambar tempat penyergapan, lalu di berikan kepada Talaba.


“Di tempat yang aku lingkari adalah sebuah hutan luas, di tengah hutan ada sebuah jebakan alam, lumpur hidup puluhan tahun yang tertutup oleh dedaunan.


“Pasukan kita menunggu di sini, sambil menunjuk sebuah tempat yang sudah di tandai oleh Tan Kui.


“Aku tak yakin semua pasukan mereka akan masuk perangkap, tapi setidaknya kita bisa menghabisi paling tidak 1000 pasukan mereka di hutan itu,” ucap Tan Kui sambil memberikan Peta yang telah di gambar oleh Tan Kui.


“Kau segera beritahu saudara pedang Api, sementara aku akan membayangi pasukan musuh.


“Bawa Fang Ji bersamamu, jika kalian sudah berada di tempat yang aku tunjuk, suruh Fang Ji mencariku! dan aku akan memancing pasukan musuh untuk bergerak kesana,” Tan Kui berkata sambil memberikan peta kepada Talaba.


Talaba anggukan kepala, kemudian memegang tangan Tan Kui.


“Paman harap berhati hati,” ucap Talaba sebelum berangkat.


“Kau jangan khawatir, hutan adalah tempatku bernaung, aku bisa jaga diri, kau pergilah! Seru Tan Kui.


Talaba bersama Fang Ji kemudian pergi untuk memberi kabar kepada Pedang api, tentang rencana Tan Kui untuk menjebak pasukan bintang timur yang di pimpin oleh Jari api.


Setelah Talaba pergi, mata Tan Kui terus menatap ke arah jalan yang ada di tengah hutan.


Senyum terlihat di bibir Tan Kui, ketika melihat 3 orang prajurit yang berjalan sambil mengawasi keadaan di sekeliling hutan.


“Perkiraanku tidak salah, mereka pasti lewat jalan ini.


“Kalian tunggu saja, besok pasti ada kejutan untuk kalian, batin Tan Kui sambil tersenyum penuh arti.


“Sudah kusiapkan neraka untuk kalian”


----------------------------------------------------------------------------


Sambil menunggu Naga hitam tamat, jika kawan reader berkenan membaca.


last season dari generasi Dewa Iblis sudah keluar berjudul "Mo Cian"


Tapi maaf, mungkin masih Slow update.


Dan sekali lagi mohon maaf jika tulisan saya masih kurang sempurna dan banyak kesalahan di dalamnya.

__ADS_1


__ADS_2