
"Lan an, apa yang kau lakukan ?"
Muka Lan kim ayah dari Lan an pucat, takut, emosi segala tercampur aduk.
"Ayah !" apa ayah lupa dengan wajahnya ?" pemuda ini yang telah meledek aku dan membantu Walet terbang meloloskan diri."
"Lan an, diam kau !?" suara Lan kim menggelegar, membentak Lan an yang terus bicara.
Hek kay menyikut pinggang Han ciu.
ketika Han ciu menoleh ke arah Hek kay, pengemis berwajah hitam itu bertanya.
"Gadis itu kekasih mu ?" ucap Hek kay.
"Jangan ngaco kalau bicara, nanti ku adukan pada gurumu jika bertemu."
He he he.
"Maaf maaf, aku tahu, mana ada kekasih yang datang ketemu langsung nampar sampai pipi merah seperti itu," ucap Hek kay setelah tertawa.
"Ayah, kenapa ayah membela dia ?" bukahkah ayah melihat sendiri apa yang telah ia lakukan padaku dan malam itu, ketika kita menghadang Walet terbang.
"Sudah sudah, kau diam saja !" kalau sampai kakek mu tahu, kau bisa di usir dan di copot namamu dari daftar keluarga Lan, apa kau mau seperti itu ?" Lan kim berkata.
Lan an begitu mendengar perkataan dari sang ayah langsung diam, matanya tampak berkaca kaca, lalu tanpa berkata kata lagi, gadis itu masuk ke dalam gedung.
Lan kim kemudian menghampiri Han ciu lalu memberi hormat kemudian berkata, Cengcu Maaf kan kekurang ajaran putriku."
"Sudahlah paman, tak apa apa, aku mengerti kenapa sikap adik An seperti itu." ucap Han ciu.
Han ciu dan Hek kay lalu di persilahkan masuk ke dalam gedung.
Ketika masuk ruangan, sudah terlihat Lan mo ci dan Lan an yang duduk di samping kakeknya yang terus menundukan kepala, tak berani menatap ke arah rombongan yang baru masuk ruangan.
Lan mo ci berdiri dari kursi di ikuti oleh Lan an, ketika Han ciu masuk dan memberi hormat sambil berkata.
"Selamat datang di gubug keluarga Lan, Cengcu selaksa pedang.
Han ciu memberi isyarat tangan kepada Lan mo ci, "sudahlah, kakek tak usah terlalu banyak adat !" ucap Han ciu.
"Dan juga mohon di maafkan atas kelancangan cucuku yang tak tahu diri ini, dan hamba pasrah jika Cengcu ingin menghukum cucu hamba."
"Sudah lah !"
Setelah duduk di kursi yang telah di sediakan, dan hidangan ringan berserta teh hangat dan arak keluar, mereka lalu bercakap cakap, sementara Lan an terus menundukan kepala, entah kenapa ia sekarang menjadi sangat malu dan merasa bersalah setelah tadi di dalam kamar di jelaskan oleh sang kakek, siapa Han ciu dan karna kehadiran pemuda itu, keluarga Lan masih hidup dan berdiri hingga saat ini.
"Paman Kim ho, tadi aku dengar paman sengaja menyusul ku, ada apa paman ?"
"Aku di suruh Hu cengcu untuk mengawal Cengcu, sambil menyebar luaskan kepada anggota luar perkampungan selaksa pedang, bahwa cengcu yang baru sudah ada."
"Merepotkan paman saja," ucap Han ciu mendengar penjelasan Kim ho.
__ADS_1
Setelah mendengar cerita Kim ho, baru Lan mo ci mengerti kenapa Han ciu bisa menjadi Cengcu selaksa pedang.
"Jadi Cengcu adalah pewaris Dewa pedang !" Pantas tadi jurus pedang yang Cengcu keluarkan sangat aneh dan dasyat, Lan mo ci berkata sambil memberi hormat.
"Oh iya satu lagi aku mau jelaskan soal Walet terbang !" lebih baik keluarga Lan jangan ikut campur lagi masalah Walet terbang jika di pinta oleh pihak manapun."
"Aku sudah bicara dengan walet terbang, dia mengatakan hanya mencuri dari bangsawan tamak dan pedagang kikir, lalu sebagian uangnya ia bagikan kepada penduduk jadi aku pikir hal yang ia lakukan masih pantas dan wajar, tak perlu di buru." Han ciu berkata.
"Jika sudah ada perintah Cengcu seperti itu, kami tak kan berani mengirim orang lagi." ucap Lan mo ci.
Partai pengemis tongkat hitam tak mau mengejar Walet terbang, karna orang orang kami banyak juga yang mendapat bantuan uang dari Walet terbang.
"Tapi banyak pertanyaan dari kawan kawan, Walet terbang itu lelaki atau perempuan ?" Hek kay berkata sambil menatap ke arah Han ciu se akan meminta jawaban.
"Kenapa kau menatapku ?" Han ciu berkata sambil mengerutkan kening, ketika melihat Hek kay masih menatap ke arahnya.
"Bukankah kau sudah bertemu, dia lelaki atau perempuan ?" ucap Hek kay.
"Bukan rahasia lagi jika aku memberitahu kau."
Sebelum Han ciu berkata lebih lanjut, terdengar suara dengusan dari Kim ho.
"Aku dengar pengemis tongkat sakti, Pangcu dari perkumpulan pengemis tongkat hitam mempunyai murid, yang namanya mulai naik daun, apa saudara yang dimaksud pengemis muka hitam ?" Kim ho berkata.
"Paman Kim ho benar, akulah pengemis muka hitam yang tadi paman sebutkan," Hek kay menjawab pertanyaan Kim ho.
"Jika benar !" Pangcu pengemis tongkat hitam tak lebih tinggi jabatannya dengan Cengcu kami, kenapa kau selalu bicara, kau, kau saja."
" Ma, maaf maaf atas kelancangan hamba, Hek kay tidak berani," suara Hek kay tampak gugup ketika berkata.
"Sudahlah paman Kim, dia sudah kuanggap sahabat, biarkan saja."
"Terima kasih Cengcu." Hek kay yang menjawab perkataan dari Han ciu.
"Tapi benar Cengcu tak mau menjawab, Walet terbang itu pria atau wanita ?"
Ketika melihat Han ciu masih tak mau menjawab perkataan dari pengemis muka hitam.
Entah kenapa Lan an hatinya merasa kesal, dan keluar suara dari mulutnya.
"Pasti perempuan,"
"Apa nona sudah bertemu dengan Walet terbang ?" Hek kay berkata.
"Belum !" kau tanya saja sama orang yang pernah bertemu," ucap Lan an dengan nada ketus.
"Lan an, jaga bicaramu !" Lan mo ci berkata, ketika mendengar nada ketus dari cucunya.
Han ciu menarik nafas ketika mendengar percakapan mereka.
"Adik Lan an !" bukan lagi rahasia namanya jika aku memberitahu, kalian yang penasaran bisa menanyakan langsung kepada Walet terbang.jika suatu saat bertemu dengannya."
__ADS_1
Lan an yang mendengar perkataan Han ciu diam tak menjawab, begitu pula Hek kay.
Lan mo ci memberi hormat dan berkata.
"Cengcu maafkan cucu hamba jika perkataannya ada yang menyinggung Cengcu."
"Tak apa paman !" dan sudahlah kita tak usah membahas lagi soal itu." Han ciu berkata.
"Tadi aku dengar Kiam to meminta upeti kepada keluarga Lan untuk di setorkan kepada Xiang yu, apa keluarga Lan membantu tuan Xiang yu ?" Han ciu berkata sambil menatap ke arah Lan mo ci.
"Cengcu !" setahu hamba selama ini perkampungan selaksa pedang tak pernah ikut campur dengan masalah politik kerajaan.
"Jadi hamba juga aneh dengan perkataan dari Kiam to yang meminta upeti atas nama perkampungan selaksa Pedang, apalagi mendengar upeti itu untuk membantu perjuangan tuan Xiang yu.
"Memang apa yang terjadi paman ? apakah paman tahu kenapa dua penguasa itu saling bertentangan ?"
Dahulu mereka bekerja sama bahu membahu meruntuhkan kerajaan Qin yang di pimpin oleh raja lalim, tapi setelah berhasil entah mengapa mereka jadi saling bermusuhan.
"Cengcu !" jika terjadi peperangan, entah kubu mana yang akan kita pilih jika kedua penguasa itu memaksa kita untuk menentukan pilihan," Lan mo ci berkata.
"Perkampungan selaksa pedang, akan lebih baik untuk tidak ikut campur, tapi jika keadaan memaksa dan harus menentukan pilihan, aku pribadi akan memilih Liu bang," Han ciu berkata.
Kim ho, Lan mo ci, Hek kay dan juga Lan an terkejut ketika mendengar perkataan tegas Han ciu.
Apa sebabnya tuan memilih Liu bang ? Kim ho berkata dengan nada heran.
"Karna Liu bang adalah pamanku"
Semua yang berada di ruangan terkejut ketika mendengar perkataan Han ciu, mereka sama sekali tak menyangka, pemuda yang terlihat acuh, dan kumuh itu berkata adalah ponakan Liu bang, salah seorang dari 2 penguasa negri yang sedang bersiteru.
Kim ho menatap Cengcu barunya, entah rahasia apalagi yang di miliki oleh Cengcu yang berusia muda itu, dengan mengatakan bahwa ia adalah satu satunya anggota sekte naga hitam yang tersisa saja sudah membuat Pedang langit terkejut.
Dan sekarang ia mengatakan bahwa ia adalah ponakan dari Liu bang.
Han ciu ketika melihat orang orang langsung diam ketika mendengar perkataannya, lalu melihat ke arah diri sendiri, kemudian berkata.
Apa karna kalian melihat bajuku yang hanya seorang busu sehingga kalian tak percaya, jika kalian berjumpa dengan paman Liu bang, tanya saja padanya apa benar ia mempunyai keponakan yang bernama Han ciu."
Lan mo ci ketika mendengar perkataan Han ciu, wajahnya langsung ceria.
"Kami tidak meragukan perkataan Cengcu tapi kami gembira, karna keputusan sudah di tentukan, dan jika harus memilih maka kami tak akan ragu lagi berkata, bahwa Liu bang yang akan kami dukung.
"Terima kasih paman,"
Han ciu berkata,dan lanjut perkataannya.
"Aku akan pamit dan pergi ke kota Nan, jika terjadi sesuatu terhadap keluarga Lan, hubungi saja aku di kota Nan,"
Terdengar suara merdu tetapi ada nada kesedihan dari suara itu, ketika Han ciu selesai bicara.
"kenapa buru buru"
__ADS_1