Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 36 Berangkat Menuju Perguruan Api suci


__ADS_3

"Dasar lelalki tua tak tahu diri, jika tahu akan begini jadinya, waktu itu kubunuh saja Kiam to," ucap Han ciu dengang gusar.


"Apa ada yang tahu dimana letak perkampungan selaksa pedang ?" Han ciu berkata.


Tapi tak ada satupun yang jawab perkataan Han ciu.


"Han koko, bukankah nona Ahn nio ada di perguruan Api suci, bagaimana jika kita kesana, menanyakan langsung, kakek juga pasti tahu letak perkampungan Selaksa pedang." Xiao er berkata.


Han ciu mengangguk mendengar perkataan dari Xiao er.


Masih terbayang di pelupuk mata Han ciu, manjanya Niu niu dan kerlingang Ling ling yang menggoda.


Han ciu mengepalkan tinjunya.


"Apakah jauh dari Xianyang ?"


"Perguruan api suci 3 hari perjalanan dari sini ke kota Sanchuan," Kwe hun ti menjawab perkataan Han ciu


"Nona Xiao er, kita berangkat sekarang !"


"Bawa penunjuk jalan, nona Xiao er belum tentu tahu jalan menuju Sanchuan." Kwe hun ti berkata kembali.


"Tidak usah paman, kami akan menanyakan saja di jalan, dan agaknya kami tidak memakai kuda, biar lebih cepat, karna Han koko tidak mahir berkuda.


"Bagaimana jika satu kuda berdua, untuk menghemat tenaga ?" wajah Xiao er langsung merah mendengar perkataan Han ciu yang polos, 1 kuda berdua otomatis badan mereka akan saling bersentuhan, membayangkan hal itu, tubuh Xiao er agak gemetar.


"Kalau Han koko mau, aku juga tidak keberatan," Xiao er berkata pelan.


Ciis..!


"Bilang saja ingin berduaan dengan Han ciu."


Suara pelan nyaris tak terdengar keluar dari mulut Kwe hu.


"Bangsawan Kwe, apa mengerti dengan perkataan tadi di dalam ?" Han ciu berkata.


"Aku mengerti, Jadi apa yang harus aku lakukan ?" ucap Kwe hun ti.


"Bangun kembali rumah hiburan surga malam, kalau bisa lebih mewah dari yang sudah terbakar," ucap Han ciu


"Baik," Kwe hun ti berkata sambil menyodorkan tangannya.


Han ciu mengerutkan kening, melihat tangan Kwe hun ti berada di depannya.


"Kenapa dengan tanganmu ?"

__ADS_1


"Bukan kah kau menyuruh aku membangun kembali rumah hiburan surga malam." mana uangnya, Kwe hun ti berkata.


"Apa kau lihat aku punya uang ?" ucap Han ciu.


"Tidak," jawab Kwe hun ti.


"Lalu kenapa kau minta padaku ?" Han ciu ber kata kembali.


"Lalu dengan apa membangun kembali rumah hiburan surga malam yang sudah habis terbakar ?" Kwe hun ti berkata, mendengar ucapan Han ciu.


"Tentu saja dengan uangmu !" Han ciu berkata.


"Ap, apaa kau bilang, bagaimana bisa !" kau pikir sedikit, biaya untuk membangun rumah hiburan malam yang sudah habis terbakar itu." ucap Kwe hun ti.


"Pakai saja dulu uangmu, nanti aku ganti !" Han ciu berkata.


Kwe hun ti tampak menghela nafas, mendengar perkataan dari Han ciu, tapi akhirnya ia mengangguk, dan keluar ucapan dari mulut Kwe hun ti,


"Baik, aku akan membangun rumah hiburan surga malam, tapi ingat !" kau hutang banyak padaku," Han ciu mengangguk mendengar perkataan dari Kwe hun ti, sedangkan kakak beradik Kwe an dan Kwe hu terkejut, ketika pamannya mau menuruti permintaan Han ciu.


Dalam hati mereka berdua tak habis pikir, kenapa paman mereka mau menuruti permintaan Han ciu, karna membangun rumah hiburan surga malam membutuhkan biaya yang sangat besar, tetapi mereka tak berani menanyakan hal itu kepada paman mereka.


Kwe hu tertawa dalam hati melihat Xiao er cemberut ketika duduk diatas kuda.


Maksud dari perkataan Han ciu tentang duduk berdua di atas kuda adalah dengan pemandu jalan yang tadi di sebutkan oleh Kwe hun ti, tidak duduk satu kuda dengan Xiao er, karna Han ciu berpikir, lebih baik bersama dengan orang yang sudah hapal jalan, jadi tidak perlu bertanya lagi jalan ke kota Sanchuan yang bisa menghambat waktu perjalanan.


Dua ekor kuda berpacu dengan kencang berlari meninggalkan kota Xianyang menuju ke arah timur, arah ke kota Sanchuan.


"Paman !" jika ada jalan pintas masuk hutan atau gunung supaya cepat sampai di Sanchuan, ambil saja jalan itu."


"Tuan muda, kebetulan tak ada jalan pintas lagi selain jalan yang ada, karna Ke Sanchuan dari Xianyang, hanya ini jalan satu satunya yang tersedia," Han ciu mengangguk mendengar perkataan dari pemandu itu.


Han ciu duduk berdua dengan pemandu jalan yang sangat mahir berkuda, sambil mempelajari cara cara berkuda yang benar, dan pemandu jalan mengajari cara cara berkuda kepada Han ciu.


Hari ke dua setelah mereka menginap di kota kecil yang berada di antara Xianyang dan Sanchuan, ketika meninggalkan kota kecil itu, Han ciu membeli seekor kuda dan ia mengendarai kuda sendiri, setelah mempelajari dan menekan perut kuda dengan tenaga dalam sesuai anjuran dari pemandu itu, agar kuda berlari sesuai dengan keinginan Han ciu, perjalanan ke kota Sanchuan yang menggunakan masing masing seekor kuda semakin cepat lagi.


3 ekor kuda bergerak sangat cepat seperti di kejar setan, dan terus saja berlari dan tanpa terasa mereka sudah memasuki perbatasan kota Sanchuan.


Di perbatasan kota Sanchuan Xiao er mengajak Han ciu istirahat, karna perutnya sangat lapar, dari pagi mereka berkuda tanpa henti.


Han ciu menuruti permintaan Xiao er mereka istirahat di sebuah kedai, yang ada di sisi jalan di perbatasan kota yang akan menuju kota Sanchuan.


Karna Kota Sanchuan sudah di depan mata, Han ciu menyuruh pemandu itu kembali ke Xianyang karna tugasnya sudah selesai, setelah membayar sesuai dengan harga kesepakatan yang sudah di janjikan sebelumnya, pemandu itu kembali ke kota Xianyang.


Xiao er sangat menikmati, menu yang tersedia di rumah makan itu, walaupun sederhana karna perutnya memang sudah lapar, menu sederhana jadi terasa nikmat.

__ADS_1


"Jika sabar, sebentar lagi kau tinggal pesan makanan lezat di Sanchuan kota kelahiranmu." ucap Han ciu.


"Aku ingin makan di sini, karna jika di Sanchuan mungkin kita akan susah bersama seperti ini, dan lagi Han koko akan meninggalkan Xiao er,"


setelah berkata Xiao er menundukan kepala.


Semua perasaan campur menjadi satu di hati gadis itu, malu, sedih, kecewa dan tak habis mengerti kenapa sikap pemuda ini sepeti acuh terhadapnya, "apakah aku kurang cantik di mata Han koko ?" Xiao er berpikir dalam hati sambil melirik ke arah Han ciu yang sedang minum arak.


Pedagang dan para penduduk banyak yang berjalan kaki, melewati jalan di perbatasan kota Sanchuan.


Xiao er setiap melihat orang yang berpakaian merah lewat, selalu menundukan wajah seperti takut di kenali oleh mereka.


"Ada apa denganmu ?" Han ciu berkata melihat tingkah Xiao er.


"Tidak apa apa, mereka anak buah perguruan api suci, aku hanya tak ingin di ganggu oleh mereka," Xiao er menjawab pertanyaan Han ciu.


Setelah selesai menyantap hidangan dan minum arak, Han ciu dan Xiao er melanjutkan perjalanan kembali ke Sanchuan.


Perguruan Api suci terletak di pinggiran kota San chuan, sebuah lahan yang luas di atas bukit yang seperti di papas rata sehingga orang yang datang dari bawah dengan mudah terlihat, dan bukit itu sangat pas menjadi markas utama perguruan Api suci, perguruan terbesar saat ini di dunia persilatan.


Kabar tersiar ketika Xiao er mulai masuk kota, ketika mereka langsung ke markas perguruan Api suci, Xiao cen sudah menunggu di depan gedung besar tempat ia tinggal.


Xiao cen dan seorang pria paruh baya menyambut kedatangan Han ciu.


"Kakek, ayah !" Xiao er berkata sambil memeluk pria paruh baya yang tak lain adalah ayah dari Xiao er.


"Selamat datang di tempat kami Naga hitam, mari silahkan masuk !" kita bercakap cakap di dalam," Xiao cen berkata sambil tersenyum menatap ke arah Han ciu.


Setelah basa basi sebentar, mereka lalu masuk ke dalam gedung.


Sementara itu di luar gedung, di bawah pohon rindang 2 pasang mata, mengawasi kedatangan Han ciu dan Xiao er.


"Ini akibat kecerobohan mu Tongkat setan, karna kau kurang teliti, sekte Naga hitam masih ada penerus, melihat wajah pemuda itu, aku sangat yakin anak muda itu adalah putra Han bu ci, karna wajah mereka sangat mirip." Seorang kakek tua yang wajahnya tertutup kerudung jubah warna merah, berkata kepada tongkat setan.


"Maaf kan aku yang mulia, agaknya dia adalah bocah yang dulu jatuh kejurang, hamba tidak menyangka jurang yang tak terlihat dasarnya itu tak menewaskan putra Han bu ci." Tongkat setan berkata.


"Sebisa mungkin kau jangan sampai terlihat berada di sini."


"Tapi dengan kehadiran bocah itu, agaknya semakin mempermudah jalan kita untuk menghancurkan perguruan yang tidak sepaham dengan kita"


"Kiam to menyerang rumah hiburan surga malam bersama dengan orang orang kita yang menyusup di perkampungan Selaksa pedang."


"Aku masih tak berani mengganggu perkampungan selaksa pedang, karna Pedang langit yang memimpin perkampungan selaksa pedang dan anak buahnya bukan lawan enteng buat kita."


"Hancurnya Surga malam adalah sebuah keuntungan, pemuda itu atau pedang langit yang akan hancur, adalah satu keuntungan buat kita karna hambatan kita akan berkurang."

__ADS_1


"Aku akan kedalam, karna ketua pasti akan mencari aku, kau pergi dari sini dan laksanakan apa yang sudah kita rencanakan," ucap pria berkerudung merah itu sambil menatap tajam ke arah tongkat setan.


"Kali ini jangan sampai gagal"


__ADS_2