Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 195 Xianyang Dalam Bahaya


__ADS_3

Setelah mengambil peta dan memeriksa ruangan bawah tanah dan tak ada hal yang berarti, selain lembaran kulit yang berisi garis – garis dan nama kota.


Zhain Li Er, Dewi Kipas serta Talaba memutuskan untuk naik dan membiarkan Tongki menyusuri lorong bawah tanah untuk memeriksa sendiri.


Zhain Li Er setelah naik di ikuti oleh yang lain, langsung menuju gedung utama perguruan Selaksa Racun, tempat dimana Han Ciu berusaha mencabut jarum rambut beracun yang di lepaskan oleh racun baju kuning.


Setelah masuk gedung, Zhain Li Er melihat Iblis Biru duduk dan tengah minum arak.


“Kakek busuk, mana kakak Han ? Tanya Zhain Li Er melihat lblis Biru duduk sendiri.


“Sedang mengobati nyonya Xiao,” jawab Iblis Biru tanpa menengok ke arah Zhain Li Er.


Dewi kipas serta Tongki duduk di kursi yang ada di dekat lblis Biru, kemudian ikut minum arak yang berada di meja, sedangkan Zhain Li Er terus mencari Han Ciu.


Melihat sebuah kamar yang agak besar dan mendengar ada suara gerakan, Zhain Li Er lalu membuka pintu kamar tersebut.


Melihat Xiao Er dan Han Ciu yang baru saja turun dari tempat tidur sambil merapikan baju, wajah Zhain Li Er tampak berubah.


Dahi di keningnya berkerut.


“Sedang apa kalian ? Tanya Zhain Li Er, sambil matanya menatap curiga kepada Xiao Er serta Han Ciu yang sedang membereskan baju mereka masing – masing.


“Aku....aku habis mengobati adik Xiao,” jawab Han Ciu agak tergagap.


Sewaktu menjawab, wajah Han Ciu tampak merah dan tertunduk malu.


“Adik Li, kenapa bicara seperti itu ? aku dan kakak Han adalah suami istri dan apa yang kami lakukan di dalam kamar menurutku tak ada yang perlu di tanyakan, apalagi kali ini kakak Han menolongku dengan menyedot jarum yang ada di dadaku ini,” ucap Xiao Er.


Hmm !


“Ya sudah ! aku cuma bertanya saja, kenapa kalian harus jawab panjang lebar,” ucap Zhain Li Er dengan wajah cemberut.


“Ada hal yang perlu kita bicarakan,” ucap Zhain Li Er, setelah memberitahu Han Ciu, Zhain Li Er keluar dari kamar.


Iblis Biru melihat Zhain Li Er tampak cemberut ketika menghampiri mereka, kemudian bertanya kepada gadis itu.


“Kenapa kau gadis kampret, wajahmu tampak kusut, apa ketua tidak ada di dalam ? Tanya lblis Biru.


Zhain Li Er tak menjawab pertanyaan Iblis biru, gadis itu duduk kemudian mengambil guci kecil yang berisi arak, tanpa menuang arak ke dalam cawan, Zhain Li Er langsung minum arak dari guci.


Gluk....Gluk....Aaah !


Suara Zhain Li Er terdengar, lalu tangan gadis itu mengusap mulut dengan tangan kiri, membersihkan sisa arak yang berceceran.


Hmm !


“Kenapa gadis ini,” batin Dewi kipas.


Setelah meletakan guci di meja.


Zhain Li Er menatap lblis Biru.


“Kakek busuk ! bukankah kau juga terkena jarum rambut beracun, apa kau sudah cabut jarum itu ? Tanya Zhain Li Er.


“Tentu saja sudah,” lanjut ucapan Iblis Biru.


“jarum rambut adalah senjata rahasia yang sangat berbahaya, jika tenaga dalam si pemakai sudah tinggi, tak perlu memakai bambu seperti si Racun kuning, tapi di lempar langsung, jarum rambut akan keras setelah di aliri tenaga dalam, jarum rambut susah terlihat karna sangat kecil.

__ADS_1


“Jika kita biarkan, setelah masuk ke dalam tubuh, jarum rambut akan ikut dengan darah, setelah sampai jantung, biar kesaktian orang itu tinggi, tak akan selamat.


Zhain Li Er mendengar keterangan dari Iblis Biru anggukan kepala.


“Lalu dengan cara apa jarum rambut bisa di keluarkan, jika kita terkena serangan jarum itu ? Tanya Zhain Li Er.


“Orang yang belum paham akan jarum rambut pasti akan menyedot jarum di bantu tenaga dalam.”


“Tetapi dengan ini semua beres,” setelah berkata, lblis Biru mengeluarkan sebuah batu yang berbentuk kotak.


“Batu hitam bercampur besi ini adalah batu yang bisa menarik segala macam besi yang ada di dekatnya, tempelkan batu ke lubang yang terkena jarum rambut, lalu di bantu tenaga dalam, jarum akan tertarik keluar.


“Aku mendapatkan batu ini, di gudang penyimpanan yang ada di dalam gedung.”


Begitu rupanya, Zhain Li Er berkata setelah mendengar cerita lblis Biru.


Mereka diam ketika melihat Han Ciu datang bersama Xiao Er.


Han Ciu duduk di bangku yang ada, begitu pula dengan Xiao Er.


Ketika Han Ciu mengambil cawan arak Xiao Er langsung mengambil guci arak, kemudian menuangkan arak ke cawan Han Ciu.


“Terima kasih adik Xiao,” ucap Han Ciu sambil tersenyum.


Xiao Er anggukan kepala sambil tersenyum manis mendengar ucapan Han Ciu.


“Ketua ! Ketika memeriksa sekitar perguruan, kami menemukan ruangan bawah tanah.


“Dari salah satu kamar yang ada, kami melihat lembaran kulit yang ada nama – nama kota.” Talaba berkata, sambil melirik ke arah Zhain Li Er.


Han Ciu anggukan kepala mendengar perkataan Talaba.


Talaba kembali melirik ke arah Zhain Li Er, ketika mendengar ucapan ketuanya.


Melihat wajah Zhain Li Er yang merah akibat pengaruh arak yang ia minum.


Talaba hanya melirik ke arah gadis tersebut tanpa berani bicara.


Han Ciu yang melihat lirikan Talaba, kemudian berkata kepada Zhain Li Er.


“Adik Li ! apa lembaran kulit yang dimaksud oleh Talaba ada di tanganmu ?


Tanpa banyak bicara, Zhain Li Er memberikan lembaran kulit yang berisi catatan, garis serta nama – nama kota.


Han Ciu mengamati lembaran kulit yang telah ia buka dan memperhatikan catatan serta garis dan juga nama kota yang ada di lembaran kulit tersebut.


Wajah pemuda itu sebentar tenang sebentar berkerut, melihat lembaran kulit yang ada di depannya.


Melihat garis yang menjadi satu ke arah Xianyang dari Hedong, Beidi serta Shang.


Han Ciu terus menatap garis – garis dari ketiga kota yang semuanya menuju Xianyang.


Saat mengerti dari garis tersebut, wajah Han Ciu berubah tegang.


“Rupanya mereka hendak menyerang Xianyang.” Ucap Han Ciu.


Dewi kipas serta yang lain terkejut mendengar perkataan dari Han Ciu, mereka tak menyangka bahwa Xiang Yu akan cepat melakukan gerakan.

__ADS_1


“Agaknya mereka sudah merencanakan jauh hari sebelumnya, tentang pengambil alihkan kota Xianyang.


“Ketua Chen dan pamanku berada di kota Sanchuan, jika Xiang Yu berhasil merebut kota Xianyang mereka akan semakin dekat dengan Sanchuan, ini akan sangat berbahaya,” Han Ciu berkata sambil menatap Zhain Li Er serta anak buahnya.


“Jadi apa yang harus kita lakukan ketua ? Kita tak bisa tinggal diam saja setelah tahu tentang serangan ke kota Xianyang,” ucap Dewi Kipas dengan wajah cemas.


“Aku tidak akan tinggal diam,” ucap Han Ciu saat mendengar perkataan Dewi Kipas.


Han Ciu lalu diam, pemuda itu termenung hanya dahi kadang berkerut seperti sedang memikirkan sesuatu.


“Ketiga kota yang berada di bawah kekuasaan Xiang Yu sangat dekat dengan Xianyang, ketiga kota itu bisa menyerang Xianyang dari tiga arah berbeda.


“Hanya mengandalkan pasukan yang ada di kota Xianyang tidak akan mampu bertahan lama, Xianyang pasti akan jatuh,” pikir Han Ciu dalam hati.


Ketika tengah berpikir keras, dari arah pintu tampak Tongki masuk dan mendekat.


“Bagaimana paman Tong, apa paman berhasil menelusuri terowongan itu ? Tanya Talaba.


Tongki setelah sampai dan mendengar perkataan Talaba mendengus.


Puih !


“Hanya putar – putar di sekitar wilayah mereka, paling jauh hanya ke hutan yang ada di depan perguruan mereka,” ucap Tongki.


Tongki yang melihat lembaran kulit di atas meja, lalu bertanya.


“Apa ini ?”


Talaba kemudian menjelaskan kepada Tongki tentang lembaran kulit tersebut.


Han Ciu akhirnya bicara, setelah berpikir apa yang harus ia lakukan.


“Kita bagi tugas.”


Lanjut perkataan Han Ciu.


“Aku, kedua istri, Dewi kipas serta paman Tongki akan berangkat ke kota Xianyang, untuk menyelidiki serta melihat dan mempelajari kota Xianyang.


“Sedangkan paman Ming Mo serta Talaba pergi ke kota Sanchuan untuk meminta pasukan.


“Ceritakan masalah ini kepada paman Liu Bang,” ucap Han Ciu.


Talaba mengangguk mendengar perkataan Han Ciu.


“Kenapa tidak dia saja yang pergi ke Sanchuan bersama Talaba,” Iblis Biru berkata sambil menunjuk Tongki.


Paman, misi ke kota Sanchuan sangat penting dan harus cepat.


“Kepandaian paman lebih tinggi, jadi Talaba aman jika bersama paman.” Ucap Han Ciu.


“Ketua benar,” Tongki berkata setelah mendengar ucapan Han Ciu.


“Jika paman Tongki yang pergi, aku takut mereka akan melantur kemana mana,” lanjut perkataan Han Ciu.


“Ketua benar,” Tongki berkata kembali.


Iblis Biru mendengar perkataan Tongki, berkata dengan nada kesal.

__ADS_1


“Jika tidak diam ! ku tampar kau,”


__ADS_2