Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 141 Niat Licik Seorang Sahabat


__ADS_3

Han Ciu mengamuk di kapal pertama yang melaju dan telah ia belah dua.


Satu persatu anak buah kapal milik perguruan Naga Api tewas, tubuh – tubuh mereka banyak yang beku dan terlempar ke sungai seperti bongkahan es.


Wakil ketua perguruan Naga Api, melihat dari kapal besar yang satunya, wajah kakek itu pucat.


Tongkat Naga menatap ngeri ke arah kapal yang terbelah dua, apalagi setelah tahu yang melakukannya hanya seorang diri.


Yang datang dari kapal keluarga Naga Air.


Tongkat Naga gentar, raut wajahnya terlihat sangat ketakutan, setelah melihat anak buahnya satu persatu terlempar seperti sebuah batang kayu.


“Cepat....Cepat pergi dari sini sebelum terlambat, cepaaat.” Teriak Tongkat Naga, sambil menyuruh anak buahnya agar mengembangkan layar, dan sebagian di suruh mendayung untuk mempercepat kapal meninggalkan tempat itu.


"Kalian, turunkan 5 buah perahu kecil hadang iblis itu, cepat....cepat sebelum ia kesini," teriak Tongkat Naga.


5 buah perahu di siapkan, tapi mereka enggan untuk naik ke perahu menghadang Han Ciu yang mulai menghabisi kawan – kawan mereka di perahu besar yang mencoba menyerang kapal keluarga Naga Air.


“Turunkan perahu, cepat sebelum terlambat.” Ucap Tongkat Naga.


Perahu – perahu di turunkan oleh anak buah kapal, tapi ketika melihat tak ada yang berani lompat, Tongkat Naga lalu berkelebat dan menyambar baju, anak buah kapal yang terdekat, lalu melemparkannya ke arah perahu – perahu yang sudah berada di bawah.


Teriakan ngeri terdengar dari orang – orang yang di lempar, sementara itu sebagian mulai menjauhi Tongkat Naga karna takut terkena cengkeraman kakek itu lalu di Lemparkan ke perahu yang berada di bawah.


Sementara Han ciu terus mengamuk, terkadang pedangnya menyabet ke arah belahan perahu yang berada di samping dan perlahan mulai tenggelam.


Blaam...Blaam.


Perahu yang tengahnya sudah terbelah, kini di hantam lagi oleh hawa pukulan pedang tulang naga dari arah yang berbeda, membuat 3 kali sabetan pedang, potongan kapal yang ada di seberang, belahan kapal tempat Han Ciu berdiri. Hancur dan tenggelam lebih cepat.


Byur...Byur...Byur


Anak buah kapal yang masih berada di atas, langsung lompat ke sungai.


Han Ciu terus mengamuk, setelah anak buah kapal habis, lalu Han ciu melesat ke sebuah perahu, orang yang berada di dalam perahu, melihat Han Ciu datang langsung berhamburan menceburkan diri ke sungai mereka sangat takut.


Sedangkan 4 perahu tersisa berusaha menjauh, tapi salah seorang yang jago dalam air memberikan semangat kepada kawan kawannya.


Mari kita serang iblis itu dari dalam air, di darat dia perkasa di air belum tentu dia hebat, beberapa orang menjadi bersemangat setelah mendengar perkataan kawan mereka itu, hampir 10 orang dari 4 perahu terjun ke sungai, lalu menyelam, Naga Air yang melihat beberapa orang menyelam menjadi cemas.


"Su Fang Hati – hati, mereka hendak menyerang mu dari dalam air." teriak Suma Han.

__ADS_1


Han ciu mendengus.


Han Ciu mendengar perkataan Naga air, hanya anggukan kepala dari kejauhan.


Buk .. Buk, perahu yang di pakai Han Ciu oleng, seperti di tumbuk dari dalam sungai.


Perahu yang di pakai Han Ciu berlubang, di hantam oleh semacam kampak kecil yang di pakai oleh anak buah perguruan Naga Api


Perlahan air masuk kedalam perahu yang di taiki oleh Han Ciu.


"Kau pikir hanya membuatku tercebur ke dalam sungai, aku akan tewas." Ucap Han Ciu gusar.


Setelah berkata, dari hidung pemuda itu mendengus dingin,


Apalagi setelah melihat semakin banyak gerakan di bawah air mendekati perahunya.


Han Ciu memasukkan, sepasang pedang tulang naga ke air sungai sambil mengerahkan tenaga dalam.


Sreeeeerrrrrttttttttt.


Air sungai di sekitar Han Ciu membeku dan terus ke bawah, orang yang sedang berenang, merasakan perubahan suhu air, terkejut dan berusaha menjauh tapi terlambat, mereka langsung beku dalam jarak lima langkah di daerah sekitar Han Ciu.


“Bawa kesini perahumu !” orang itu langsung mendayung perahu, mendekati ke arah bongkahan es tempat Han Ciu berdiri.


Han ciu lalu naik ke perahu, dan menatap tajam ke arah anak buah perguruan Naga api, “jika aku tak punya urusan penting, sudah ku hancurkan perguruanmu.”


“Katakan kepada ketua Naga api, hancurnya perguruan miliknya hanya menunggu waktu saja, kalau penasaran denganku ku tunggu di telaga barat.” anak buah perguruan Naga Api hanya mengangguk mendengar perkataan Han Ciu.


Lalu loncat ke sungai tanpa berpikir lagi.


Kemudian Han Ciu dengan tenaga dalamnya menepak air sungai, perahu melesat memburu ke arah kapal besar yang di ketuai oleh Tongkat Naga.


Sementara itu, di kapal Naga Air, Suma Han serta keluarga dan anak mereka tak bisa bicara, mereka hanya menatap ke arah bongkahan es yang menjepit perahu kecil di tengahnya, begitu pula dengan Su Ki yang masih berdiri di samping Fang Ji.


Mereka semua baru tersadar setelah Fang Ji, melolong.


Auuung ... Auuung ... Auuung


Melihat majikannya pergi, Fang Ji melolong panjang.


Suma Lan langsung memburu ke arah Su Ki.

__ADS_1


“Paman Su Ki, Fang Ji biar aku yang urus, nanti akan ku berikan sendiri kepada Su Fang setelah sampai ke telaga barat,” ucap Suma Lan sambil mengelus leher Fang Ji.


Fang Ji juga mengeluskan kepalanya ke tangan Suma Lan.


Suma Han serta Suma Hu langsung memburu ke arah Su Ki.


Tuan Su Ki, katakan yang sebenarnya siapa pemuda itu dan apa tujuannya ikut ke telaga barat ?” Suma Han berkata sambil menatap tajam ke arah Su Ki.


“Dia Su Fang tuan Suma,” ucap Su Ki dengan wajah pucat.


“Apa benar di keponakanmu ?” tanya Suma Han dengan penuh selidik.


“Be...Benar tuan, dia baru saja turun gunung,” ucap Su Ki dengan wajah pucat dan badan sedikit gemetar.


“Siapa guru keponakanmu itu ?” ucap Suma Han masih penasaran.


“Kalau masalah itu, aku tidak tahu tuan Suma, sebab Su Fang tidak cerita kepadaku siapa yang mengajarkan ilmu kepandaian.” Su Ki berkata dengan nada sedikit gemetar karna ketakutan.


“Kau tidak usah takut, aku malah berterima kasih padamu dan keponakanmu itu, jika tidak ada dia, kita belum tentu selamat sampai di telaga barat.”


“Satu lagi Su Ki !" jika kau berhasil membujuk keponakanmu untuk bergabung dengan keluarga Suma, aku akan menjamin, apa pun yang kau minta, pasti akan kupenuhi,” ucap Suma Han sambil menepuk pundak Su Ki.


Su Ki hanya bisa mengangguk, dan hatinya mulai bingung serta bimbang, jika mereka tahu bahwa Su Fang bukan keponakannya dan mengacau di telaga barat, bukankah ia sendiri yang akan mendapat celaka.


Keringat dingin mulai keluar dari badan serta kepala Su Ki memikirkan Hal itu.


Sementara Suma Lan tampak bercanda canda dengan Fang Ji yang mulai akrab satu sama lain.


“Bu Khi, Langkah kita akan lebih berat untuk menguasai harta si Suma keparat itu.


“Berikan kabar kepada pamanmu, Bu Ban Liong ( ketua Naga Api ) harap berhati hati, ada orang yang sangat berbahaya, tengah memburunya,”


“Baik ayah,” ucap Bu Khi menjawab perkataan Bu Heng.


Bu Khi lalu bergerak ke samping kapal, kemudian melepaskan se ekor merpati, setelah di rasa aman dan tak ada yang melihat.


Sedangkan Bu Heng, melangkah ke dalam, sambil tangannya meninju dnding kapal.


Braak !


"Gara gara keparat itu, rencanaku hancur."

__ADS_1


__ADS_2