Naga Hitam Dan 4 Selir

Naga Hitam Dan 4 Selir
Ch : 184 Rencana yang gagal


__ADS_3

Brak....Brak....Brak !


Semua pintu ruangan di tutup.


Sang Kui tersenyum, ketika melihat satu persatu rombongan Han Ciu matanya terpejam akibat obat bius.


Hanya lblis Biru yang masih duduk, sedangkan yang lain kepala mereka sudah berada di atas meja, Tongki yang berada di sebelah lblis Biru, malah kepalanya berada di atas piring yang berisi ayam kecap sehingga pipi serta sebagian mukanya tambah hitam akibat kuah masakan.


Ha Ha Ha


Sang Kui tertawa terbahak bahak, lalu berkata sambil bertolak pinggang.


“Obat bius dari perguruan Selaksa racun memang hebat, Naga Hitam yang terkenal hebat dan susah di kalahkan akhirnya tumbang di tangan Sang Kui, si Siluman Air.


“Semua penginapan Bunga naga akan menjadi milikku, perlahan tapi pasti, aku akan mengambil satu persatu semua cabang penginapan bunga naga.”


“Ketua sekarang apa yang akan kita lakukan terhadap mereka ?” tanya salah seorang anak buah Sang Kui.


“Kenapa kau masih bertanya, bunuh mereka semua ! sedangkan yang wanita, bawa mereka ke kamarku,” ucap Sang Kui.


Seorang kakek tua yang bermata aneh, merupakan orang perguruan dari Selaksa Racun, yang bergelar si Mata Ular berkata kepada Sang Kui.


“Tuan Sang ! kenapa keduanya kau bawa, aku juga butuh kehangatan malam ini,” ucap si Mata Ular.


Ha Ha Ha


“Tuan Mata Ular, mereka terbius juga karna jasa tuan, silahkan tuan pilih,” Sang Kui membalas ucapan Mata Ular.


“Aku pilih gadis itu, yang katanya galak,” ucap Mata Ular, sambil menunjuk ke arah Zhain Li Er.


“Baik tuan, aku gadis yang ada di sebelahnya.” Sang Kui berkata setelah Mata Ular menentukan pilihan.


Hmm !


“Manusia....Manusia yang mau mampus masih saja berani pilah pilih,” tiba – tiba lblis Biru berkata sambil membuka mata.


Mata lblis biru menatap tajam ke arah Sang Kui yang ternyata Siluman Air serta si Mata Ular.


Wajah Sang Kui berubah mendengar perkataan Iblis Biru, begitu pula dengan Mata Ular yang terkejut melihat lblis Biru tak terkena pengaruh obat bius yang telah ia gunakan.


“Kau....Kau, tak terbius oleh racun Dewa pun tertidur milik perguruan Selaksa Racun,” ucap Mata Ular.


“Racun tidak akan mempan terhadapku yang sudah makan mutiara racun,” lblis Biru berkata sambil menatap ke arah si Mata Ular.


He He He


“Jangan sombong kakek tua, walaupun kau tidak terkena racun, tapi kau hanya sendiri, apa yang bisa kau lakukan dengan hanya seorang diri ?” tanya Sang Kui.


Phuih !


“Kau pikir ketua kami orang yang tolol, sebelum kesini kami semua sudah minum obat anti racun.” Setelah lblis Biru berkata, Han Ciu serta satu persatu anak buahnya yang terbius membuka mata.


Han Ciu menatap tajam ke arah Sang Kui.


“Sudah kuduga kau adalah Siluman Air, ternyata dugaanku tak salah.” ucap Han Ciu


Sang Kui dan Mata Ular terkejut, wajah mereka pucat melihat semua rombongan Han Ciu tak terbius oleh obat dari perguruan selaksa racun.


“Ternyata aku sudah salah duga terhadap ketua, tapi aku penasaran kenapa ketua bisa tahu bahwa aku adalah siluman air ?” tanya Sang Kui yang masih tak mengerti kenapa siasatnya bisa bocor.


"Kau memang licik Sang Kui." ucap Han Ciu


"Aku tak pernah menyuruh orang memberitahu kedatanganku ke kota Nan ini, tetapi kau tahu dan menyambutku.


Itu yang pertama.

__ADS_1


"Yang kedua adalah baju putihmu itu.


Walau banyak baju berwarna putih, tapi kancing baju yang terbuat dari emas sama dengan yang aku lihat sewaktu siluman air berteriak menyuruh ku untuk menyerah." Han Ciu menunjuk kancing baju baju putih yang berwarna emas yang sama ia lihat sewaktu orang berkerudung berusaha membebaskan Bin Kwi.


"Dan yang terakhir, Bin Kwi bercerita bahwa ia selalu mendapa surat perintah dari penginapan bunga naga, itu sudah mencurigakan, setahu aku.


Penginapan bunga naga adalah tempat aku mendapat informasi hal tak beres yang terjadi di dunia persilatan, tetapi kau malah menjadikan penginapan bunga naga sarang bajak sungai.


"Itu mengapa kau ingin merebut Bin Kwi untuk kau bungkam sebelum aku bawa ke kota Nan, karna kau takut rahasiamu terbongkar."


"Dan aku sudah merencanakan ini semua, walaupun kau selalu mengawasi tempat kami menginap,"


“Dosamu sudah tak bisa di ampuni Sang Kui, bersiaplah untuk menebus dosa atas perbuatanmu.” Setelah berkata Han Ciu bersiap


Meja dan kursi yang berada di dekat Han Ciu di hantam hingga berhamburan, setelah tempat agak luas.


Han Ciu dan rombongan merapat dan membentuk lingkaran di tengah kepungan anak buah Sang Kui.


“Si Mata Ular itu biar aku yang habisi, dia sudah berani menghinaku,” teriak Zhain Li Er.


“Biar paman lblis Biru yang hadapi dia, kita hadapi yang lain,” Han Ciu berkata kepada Zhain Li Er, karna si Mata Ular adalah ahli racun, sedangkan diantara mereka hanya Iblis Biru yang kebal terhadap racun.


Dewi Kipas yang berada di samping Tongki selalu tersenyum.


Dan Tongki tahu bahwa Dewi Kipas tersenyum itu tengah meledeknya, karna setiap melihat ke arahnya, Dewi kipas selalu tertawa kecil yang di tutupi oleh Kipas yang ia pegang.


Han Ciu tak mau menunggu lama, ia bergerak menyerang ke arah Sang Kui.


Iblis Biru yang melihat Han Ciu menyerang, kemudian melesat ke arah si Mata Ular, sedangkan yang lain bergerak menyerang ke arah para anak buah Sang Kui.


Han Ciu yang sudah benci terhadap Sang Kui, mencabut sepasang pedang tulang naga yang ia miliki.


Pedangnya menyambar ke arah leher Sang Kui, Sang Kui lompat mundur, lalu beberapa anak bajak Siluman Air menghadang gerak Han Ciu yang berusaha memburu ketua mereka.


Trang....Trang....Trang.


Tapi hanya dengan dua kali pedang tulang naga berputar, pedang dan tombak terpotong layaknya terbuat dari kayu saat beradu dengan pedang tulang naga.


Setelah berhasil memutuskan, pedang serta tombak, kedua pedang tulang naga berputar dan menyambar ke arah anak buah siluman air yang menghadang Han Ciu.


Whut....Sreet....Crash !


Pedang tulang naga berhasil merobek perut dan memutuskan leher anak buah Siluman Air.


Keduanya langsung tersungkur dan tewas. sebagian mundur ketika melihat kawan mereka tewas dengan darah yang membeku.


Sementara itu si Mata Ular ketika mengetahui bahwa lblis Biru pernah makan mutiara racun, semangat bertempurnya melawan lblis Biru sudah hilang.


Keahlian yang di milik oleh orang perguruan Selaksa Racun, adalah melumpuhkan lawan dengan keahlian racun yang di miliki, sedangkan keahlian mereka dalam kepandaian silat, hanya para tetua yang tinggi, selebihnya hanya mengandalkan olah racun untuk melumpuhkan lawan.


Jika Iblis Biru yang menjadi lawan tak mempan terhadap racun, sudah tentu Mata Ular merasa jeri.


Mata Ular memberi isyarat kepada kawan – kawannya untuk menghadapi lblis Biru.


Sementara Dewi Kipas, Huang Zilin serta Tongki sudah mulai mengamuk.


Tongki yang paling kesal karna melihat Dewi kipas selalu tertawa tawa jika .elihat ke arahnya.


Tongki dengan golok api mengamuk, membabat anak buah bajak siluman Air yang mengepung ke arahnya, dan mereka bertempur, sudah mulai sampai di tempat panggung acara.


Tongki bersama Dewi kipas mengamuk di panggung tempat berlangsungnya acara.


Sementara itu, Zhain Li Er bertempur sambil melindungi Xiao Er, Talaba juga melindungi istri ketuanya dengan panah dan pedang jika istri ketuanya itu dalam bahaya.


Suasana di dalam ruangan menjadi tak beraturan, kursi dan meja yang hancur berhamburan.

__ADS_1


Golok api berputar putar menimbulkan hawa panas.


Crash....Crash !


Pinggang seorang anak buah Siluman air terkena tebasan golok api, sambil menunduk menghindari tebasan pedang lawan, Tongki setelah menebas pinggang, lalu golok api yang ia gunakan menebas kaki anak buah siluman Air.


Dewi Kipas menyambar salah seorang anak buah siluman air yang berusaha membokong Tongki.


Crash !


Kipas terbuka dan menyabet ke arah tengkuk orang yang berusaha membokong.


Orang itu langsung tersungkur.


Tongki berbalik setelah melihat, orang yang berada di belakangnya menjerit.


Melihat Dewi Kipas masih tersenyum senyum, sambil menangkis sebuah pedang.


Tangan Tongki dengan pukulan Hawa neraka, menghantam ke arah perut anak buah Siluman air yang berada di depannya.


Blaam !


“Kenapa kau senyum – senyum terus melihatku ? Tanya Tongki sambil mengerutkan kening.


Itu wajahmu penuh dengan kecap dan Kuah sayur, ucap Dewi kipas tertawa sambil berputar kemudian kipas yang ia pegang tertutup dan menotok ke arah urat kematian didada lawan.


Tuk....aaaargghhhh !


“Ini semua ulah si Biru busuk itu, ketua beri isyarat agar pura – pura terkena racun seperti yang sudah di rencanakan, lalu si Biru busuk itu menggeser ayam kecap ke depanku.


Hi Hi Hi


Suara tertawa Dewi Kipas kembali terdengar, sambil melesat saat tombak musuh mengancam kaki.


Lalu kipas yang tertutup langsung menghantam kearah kepala anak buah siluman air yang menyerang kaki Dewi Kipas.


Prak !


Tak ada keluhan saat kepala bajak sungai itu pecah, Dewi kipas sambil mundur menghindari tebasan pedang, berkata kepada Tongki.


“Kenapa kau tak menghindar ?”


Trang !


Tongki sambil menangkis sebuah pedang, lalu tangannya menghantam perut bajak sungai.


Buk !


Musuh terpental dengan isi perut hancur.


Lalu ketika melihat dua orang bergerak, Tongki dengan golok api yang ia genggam dan posisi tegak lurus menusuk ke arah perut.


Crep !


Mendengar suara tertawa Dewi Kipas, Tongki mencabut golok api, lalu dengan kesal menebas leher bajak sungai, yang berada di samping bajak sungai yang tadi ia tusuk.


Bajak sungai terkejut, tapi golok api milik Tongki lebih cepat.


Crash !


Kepala bajak sungai terlepas terkena tebasan golok api milik Tongki.


Sambil berteriak ke arah Dewi kipas dengan nada kesal.


“Apa kau pikir orang tak sadarkan diri harus pilih – pilih tempat ?

__ADS_1


__ADS_2